Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 273


__ADS_3

HAII HELLO HAI HAI


JANGAN LUPA DUKUNGAN NYA YA GUYS


***HIDUP INI SUNGGUH TAK BERARTI


BILA TUHAN TAK MENDAMPINGI..


SEMUA NYA JADI TAK PASTI


BILA KITA TRUS INGKAR KASIH NYA***...


(LANJUT)


Yuli datang dan memeluk tubuh Lika, keduanya menangis dan terdengar sangat sendu.Lika tak sanggup pergi meninggalkan pria yang selama beberapa bulan ini mengisi harinya.


"Aku nggak sanggup tinggalin dia sendiri di sini Yul, aku benar benar nggak sanggup". Lirih Lika di sela tangis nya.


Yuli tak tahu harus berkata apa,ia hanya memeluk sahabat nya itu saja.Yuli mengusap pelan bahu Lika, dan mencoba meredam tangis nya.


Semua yang hadir di situ tadi, yang mencoba tegar tak dapat membendung air mata mereka lagi.Ketika melihat Lika memeluk pusara Jason dan tangis nya yang pilu.


" Pa mama nggak bisa lihat Lika seperti ini pa, mama nggak kuat". Lirih Dina di pelukan nya Samuel.


Samuel hanya mendongakan wajah nya keatas, ia tahan air matanya yang sedari tadi ingin terjun bebas.


" Lika nak, ikhlas kan saja kasian Jason jika kau seperti ini, jalan yang akan ia tempuh akan semakin sulit". Pinta Ella.


" Bunda aku nggak bisa, aku nggak kuat Jason kamu jahat aku benci kamu". Teriak Lika sambil memukul dadanya.


" Ka plis kamu stop seperti ini, bukan kah ikhlas itu indah sayang.Kalau kamu memang sayang sama kak Jason, panjatkan lah doa untuk nya agar ia bahagia di sana". Bujuk Yuli.


Lika hanya memukul dada nya, ia tak ingin meninggalkan Jason sendiri di sana.Bahkan tak tahu sudah berapa lama mereka di sana, namun Lika sama sekali tak bergeming.


Yuli yang dari tadi merasa pusing, karena kurang istirahat di tambah lagi pagi ini belum ada makanan yang masuk.Membuat ia merasa kepala nya berdenyut kencang, dan pandangan nya sedikit kabur.


Namun karena tak tega meninggal kan Lika, ia mencoba untuk menahan nya.Namun semakin ia tahan semakin menjadi, Dika yang melihat yuli memegang kepalanya.Langsung mendekati Yuli, dan menanyakan keadaan nya.


" Sayang kamu nggak papa kan"? Tanya Dika cemas


Yuli yang duduk di samping Lika hanya memaksakan tersenyum, ia tak ingin meninggal kan Lika.Namun Lika yang biarpun bersedih ia selalu menatap wajah pucat sahabat nya itu.


Lika langsung menghapus air matanya dan memegang tangan Yuli.


" Aku nggak papa kok disini, kamu pulang istirahat ya wajah kamu pucat sekali". Ucap Lika sambil memaksakan senyuman di wajah nya yang sembab.


Namun Yuli menggeleng kan kepalanya, karena ia hanya ingin bersama Lika.Jika ia pulang artinya Lika juga harus pulang, dan ia tak ingin meninggal kan nya sendirian.


"Aku nggak papa kok, aku hanya pengen temani kamu di sini". Sahut Yuli


" Jangan kamu paksakan diri mu Yul, aku tak mau kamu kenapa napa, karena hanya kamu yang aku punya, sebab Alan juga kan sudah kembali". Lirih Lika

__ADS_1


"Aku beneran nggak papa, sudah jangan cemas seperti itu". Hibur Yuli namun berbeda dengan Dika, ia masih merasa janggal dengan tubuh Yuli hari ini.


Lika yang melihat semua orang hanya berdiri menunggunya, tak tega dan ia juga sedikit cemas dengan keadaan Yuli akhirnya berdiri dan mengajak semuanya pulang.


" Ayo kita pulang". Ajak Lika singkat namun sebelum ia pulang Lika tersenyum menatap pusara kekasih nya itu.


" Sayang aku pulang dulu ya, soal nya Yuli seperti nya kurang enak badan.Dan aku yakin pasti akan ada kabar bahagia yang akan ku bawakan untuk mu.Aku janji akan kembali lagi, aku sayang kamu rindu kamu". Pamit Lika dalam hati.


Kini mereka semua telah meninggal kan tempat tersebut.Lika sesekali menatap kebelakang, dan melihat tempat kekasih nya makin menghilang.


Sedangkan Dina dan Samuel berjalan paling terakhir setelah berpamitan dengan putra nya.


" Nak mama sama papa pulang ya, maafkan mama papa jika selama ini pernah salah.Mama papa sangat menyayangi mu nak, dan kami janji akan menjaga Yuli sepenuh hati". Pamit Dina


" Kami pulang ya jagoan,"Ujar Samuel singkat ia sebenar nya berat meninggal kan pusara anak nya.Putra kebanggaan nya, dan kelak akan menjadi penerus nya namun semua itu hanya mimpi dan tak akan pernah bisa tercapai.


Mereka semua balik ke mobil masing masing, Tak ada percakapan sama sekali.Semua nya hanya diam membisu, entah apa yang di pikiran mereka saat ini.


Yuli bergandengan tangan dengan Lika, namun saat akan mendekati Mobil.Yuli merasa pandangan mulai pudar,dan kepalanya berdenyut hebat.Dan tiba tiba kesadaran nya hilang, Yuli pun ambruk namun Lika dengan sigap menangkap nya.


Dika yang sudah membuka pintu mobil pun, langsung berlari karena mendengar teriakan Lika yang memanggil nama yuli.


" Yuliii, Dika cepetan tolongin Yuli". Teriak Lika


Dika mendekati istrinya di pangkuan Lika dan menggendong nya ke dalam mobil.Lika dengan sigap membuka pintu mobil, agar Dika meletak kan Yuli di jok belakang.


" Yuli kamu kenapa, jawab dong". Lika histeris sambil menggoyang bahu Lika.


Rika dan Dion yang tadi di belakang, menunggu Dina dan Samuel langsung berlari mendekati Lika yang sedang histeris.


" Yuli pingsan tante, Ayo ka cepetan bawa Yuli kerumah sakit". Lika memberi perintah ke Dika.


" Bunda bisa pulang sendiri kan, soalnya aku harus menemani Yuli kerumah sakit"?Tanya Lika kepada Ella.


" Bunda nggak papa kok nak, kamu tak perlu cemas ya Bunda juga akan ikut kalian ke rumah sakit". Sahut Ella


Lika mengganggukan kepala pertanda menyetujui perkataan Bunda nya.Ella juga sangat cemas memikirkan Yuli, yang sudah di anggap seperti putrinya sendiri.


" Pa mama ikut dalam mobil sama Yuli, Dina, samuel maaf mbak belum bisa ke rumah kalian.Tapi jangan lupa ya adakan sembayang untuk Jason". Ujar Rika


" Iya mbak pasti". Sahut Samuel


Sedangakan Dion memutuskan ikut kerumah Erlangga.Ia tak ingin meninggal kan adik perempuan nya sendiri.


"Mas ikut kalian kerumah". Ujar Dion


mereka pun berbagi jalan, namun sebelum itu Lika sempat pamit kepada Samuel dan Dina.


" Ma pa maaf nggak bisa ikut kerumah, nanti setelah selesai dari rumah sakit baru aku sama Bunda ke rumah". Pamit Lika yang merasa tak enak kepada mertuanya itu.


" Iya sayang nggak papa kok, kamu juga jaga kesehatan ya nggak boleh terlalu banyak pikiran". Sahut Dina

__ADS_1


Ketika semua nya pergi, tampak lah seorang pria tampan menuju ke makam Jason.


" Haii bro gimana kabar nya disana, sudah kau sampaikan salam ku untuk wanita yang kucintai hesty"? Tanya pria tersebut yang tak lain adalah Ello, sambil menatap penuh kemenangan ke makam Jason.


"Katakan pada hesty, jika aku sangat mencintainya dari dulu sekarang dan selamanya.Tapi ngomong ngomong pacar kamu tadi cantik juga, seperti nya aku sedikit mulai tertarik padanya.Jadi apa kamu mengijinkan kan aku mendekatinya, ah aku lupa kamu kan sudah koit jadi dengan atau tanpa ijin mu aku akan tetap mendekatinya". Ucap Ello bermonolog, ia terlihat seperti orang stres karena berbicara sendiri.


Ahh babang Ello, kalau misal nya babang Jason tahu bisa di buat kau jadi tempe orek deh.


Sementara di sebuah negara adidaya, tampak lah seorang pemuda tampan menuju ke dalam rumah sakit.Tapi entah mengapa pikiran nya sedikit teralihkan dan hatinya seperti memikirkan seseorang.


" Kenapa perasaan aku nggak enak ya dari semalam, apa sesuatu terjadi.Sepertinnya aku harus segera ketemu mama deh, daripada penasaran". Gumam Alan yang berlari kecil keruangan mama nya dirawat.


ceklek


Alan membuka pintu ruangan mama nya berada, ia melihat mama nya tengah makan siang bersama Sinta.


" Hai semuanya aku ganggu ya". Sapa Alan.q


" Iya sangat mengganggu malah, memang nya kamu siapa maaf saya tak kenal".Sahut Mikha yang kesal kepada putra nya tersebut yang seakan lupa jika masih ada mama nya di dunia ini.


" Maaf mams, tapi anak pulang tuh di sambut atau apa kek, ini malah di marah dari depan pintu sampai di..


" Enak saja, bikin buang tenaga saja kamu pikir itu semua nggak pake tenaga apa"? Kesal mikha


"hehe mama ku yang paling cantik sejagat raya ini, maafkan anak mu yang juga sangat tampan ini ya". Bujuk Alan dengan wajah memelas.


" Idih katanya tampan , padahal jomblo nya parah bahkan sepertinya bakalan jadi perjaka tua". ejek Mikha


" Eits stop mams, nanti kalau benaran terjadi.memang nya mama nggak mau gendong cucu apa"? Tanya Alan


" Kalau masalah itu mah gampang, kan aku bakalan kasih mama cucu kok.Jadi tolong ya babang Alan, jangan terlalu lola terus, karena aku mau keluar cari gebetan". Sinta menimpali.


Alan memandang aneh ke arah Sinta, sejak kapan wanita tersebut sudah mulai cerewet kembali.


" Tumben lo pikir kan jodoh, biasanya kan pikir kan mantan".Ejek Alan


" Oh maaf bro, itu nggak benar masa ada yang lebih oke aku harus pikirkan barang orang.Lagian aku mau rubah garis keturunan keles yang putih mancung seksi dan oh my oh my". Sahut Sinta sambil merinding.


"ihhh terserah kamu deh, sudah sana keluar cari jodoh kamu yang entah terjepit dimana, ingat kalau sudah ketemu bungkus bawa pulang, dari pada nanti di ambil orang kan sakit". ejek Alan


" Apa nggak kebalik bro,jodoh kamu kan juga di gebet orang malah di ambil sahabat sendiri". Sinis Sinta


" Ya elah saripeh, jujur amat sih mulut nya". Alan mendesah pelan


Mikha hanya tersenyum,melihat perdebatan anak anak nya.


" Ya sudah kamu sana pergi, ingat kalau belum dapat nggak boleh pulang". Usir Alan.


" Iri bilang boss, ya sudah mams aku jalan jalan dulu yah.Doakan agar putri cantik mu pulang membawa hasil". Ucap Sinta dengan senyum semanis mungkin.


" Idih sok imut banget sih lo, mendingan Lika sama Yuli gue keles".sahut Alan

__ADS_1


Sinta hanya menggedikan bahu tak peduli, baginya berdebat dengan pria gesrek seperti Alan tak kan pernah ada habis nya.


.


__ADS_2