Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 358


__ADS_3

MAAF AUTHOR BALIK LAGI


Setelah rehat yang panjang,dan ada yang tanyain soal Rino dan sarah maka author putuskan untuk menyelesaikan dulu disini.


💞💞💞💞


Lope u full


Happy Reading ya Guys...


Disebuah rumah yang megah,tampak sepasang suami istri yang duduk bercengkrama diruang tamu.


Terlihat sang istri duduk bersandar didada bidang suaminya,sambil tertawa lepas karena banyolan yang diciptakan.


"mas ihh bisa diam tidak,aku capek lho ketawa dari tadi?" Tanya Istrinya itu.


"masa sih kamu capek Yang,padahal aku hanya cerita mengenang masa dahulu lho.Saat kamu nolak aku,saat aku minggat ketempat wanita seksi eh tahu nya kamu berubah pikiran!" jelas pria tampan itu.


"lebay deh kamu,disana kamu pasti macam macam kan?Ayo ngaku sebelum kupotong anumu untuk dikasih makan hiu,biar sedikit berkurang pria mesum dimuka bumi ini." gerutu Istrinya.


"Sayang punyaku itu aset masa depan kita lho,nanti kalau malam kita tidak bisa wkwk gimana coba?" Tanya Sang Suami yang membuat sang istri jengah.


"hadeuh jangan mulai lagi deh!" Sindir sang istri.


derth derth derth


ponsel bergetar setelah dilihat ternyata Wanita perusak dunia yang menelpon,ingin dibiarkan saja tapi nanti bakal lebih ribet urusannya.


"Hem kenapa?" Tanya nya ketus.


"Aww Via ku sayang akoh kangen pingin peluk cium kamu deh!" Goda Si penelpon dari seberang.


"Eh enak saja main cium peluk istriku,awas saja kalau sampai itu terjadi bakal dikucilkan dirimu so cempreng." kesal suaminya Silvia.


"wah aku lupa ternyata my Honey bunny sweety sedang bersama pawangnya,Sorry Mas bro calm down saja dong." bujuk Wanita dari seberang.


"Sarah,kamu ngapain telpon aku bikin rusak suasan?" Gerutu Silvia.


"Aww roman romannya ada yang lagi ***** ***** nih,wah sudah sampai dimana?" Tanya Sarah dari seberang.


"Boro boro mulai orang pengacau nya langsung pake gangguin kok." gerutu Davin.

__ADS_1


"Kayanya ada yang lagi ngambek nih karena gagal fore play,apa aku kesitu dan bantu kasih semangat buat kalian?" Goda Sarah yang sedang menahan tawanya dari seberang.


"Sarah udah deh,kamu itu sono pergi romantisan sama Rino daripada dia diemabat sama tante tante girang kan repot." ejek Silvia balik membuat Sarah kesal.


"kalian menyebalkan aku kesal aku galau aku mau tidur!" Teriak Sarah dari seberang.


"apa hubungan antara marah dan tidur?" Goda Davin yang bisa membayangkan ekspresi kesal sahabat istrinya.


"Via bantuin aku dong." pinta Sarah.


"Bodoh amat!" Sahut Silvia.


"Dasar suami istri satu server hobinya cari masalah." ucap Sarah lalu mematikan panggilan itu.


Silvia dan Davin tertawa ngakak membayangkan wajah kesal Sarah,berkat duet maut keduanya satu lawan langsung keok.


"Yang,tadi kan kata tuh perusak telinga kita Begituan kenapa tidak direalisasikan saja?" Tanya Davin yang tangannya sudah tak bisa dikondisikan memegang ini dan meremas itu.


"hei ini siang garing,memangnya semalam tidak puas apa?" Tanya Silvia kesal.


"Itu kan jatah semalam punya,kan yang siang belum makan saja pake waktu masa begituan hanya malam doang kapan Davin junior terbentuk." Sahut Davin yang ingin memuluskan kemauannya.


"lho kok malah menuju dapur?" Tanya Davin heran.


"mau masak,kenapa mau bantuin?" Tanya Silvia balik.


"Sayang masaknya nanti ya,setelah kita habis main main nya.Kasihan lho adek kecil dari tadi minta dikasihani,minta jatah yang tidak dikasih sama pawangnya." lirih Davin sendu membuat Silvia kesal.


"huft kenapa ya punya suami kok begini amat,sudah disiapkan makan eh ditemani tidur malah digarap siang malam lama lama tidak bisa jalan lagi." sungut Silvia.


Davin langsung mengangkat Silvia duduk diatas Meja makan,setelah itu ia mulai melakukan Fore play pada tubuh istrinya itu.


"ahhh,Yang nanti ada yang lihat kan malu?" Ujar Silvia setengah mendesah.


"biar ada sensasi Yang,sekali kali dong rasakan suasana baru yang bikin kita mendesah nikmat begitu!" Sahut Davin sambil melepaskan apa yang melekat ditubuh keduanya.


Sementara itu ditempat lain,Dika sedang dipusingkan tiba tiba Yuli jatuh tak sadarkan diri.


Memang karena akhir akhir ini kesehatan sang istri sedikit terganggu,maka ia harus lebih ekstra menjaganya.


"Ma,ayolah bangun dong jangan buat aku panik!" Pinta Dika sambil menggoyang tubuh Yuli yang lemas.

__ADS_1


Dika mengangkat tubuh Yuli dan menaruhnya diatas tempat tidur,setelah itu ia menghubungi dokter keluarga.


"Halo Ka,kamu bisa datang kesini tidak?" Tanya Dika saat panggilan terhubung.


"Kamu itu yang benar saja Bro,ini masih jam kerja masa main panggil sembarangan?" Kesal Lika.


"Yuli pingsan!" Sahut Dika langsung sebelum Lika tambah gas pol dengan kebiasaannya itu.


"Apa?" Teriak Lika dari seberang.


Tanpa banyak bicara lagi Lika langsung mematikan panggilan itu,ia panik mendengar Yuli yang pingsan.


"Astaga kamu kenapa sih Yul,kok bisa pake pingsan segala." gumam Lika monolog.


Ia pun segera berlari menuju Parkiran untuk segera kerumah Dika dan Yuli,pikirannya kalut karena memikirkan keadaan sahabat terbaiknya itu.


"Sayang,ayo bangun dong!" Pinta Dika lagi.


Jika semua orang sedang gelisah memikirkan keadaan Yuli,berbeda dengan pasangan muda yang tengah mengarungi surga dunia.


"Sudah selesai kan?" Tanya Silvia kesal.


"Sudah dong Yang,untuk sekarang cukup sampai disini dulu nanti sebentar baru dilanjutkan lagi." Sahut Davin setengah tertawa.


"Enak saja kalau ngomong,ayo ikut aku kedapur buat bantu masak.Siapa suruh tadi ngajakin buat duel diranjang,jadinya kan dicancel dulu." Ajak Silvia ketus.


Davin hanya pasrah karena tak berkata apa apa lagi,ia juga tak ingin membuat Silvia marah dan akibatnya jatah hangus.


"Kamu potong bawang seperti itu terus jangan besar,karena kita bukan hewan jadi sukanya telan bulat!" Perintah Silvia karena kerjaan Davin yang tidak betul satupun.


"Etdah sayang jangan banyak protes dong,ini juga Chef dadakan jadinya salah kena terus." Bela Davin tak mau disalahkan.


"Heh jangan banyak bicara,cepat selesaikan pekerjaan itu biar cepat makan siang!" sungut Silvia kesal.


"Ih kok gitu sih Yang,masa sama suami sendiri tapi galak amat ya!" Ucap Davin pura pura merajuk.


"Iya iya Maaf,Ayo sayang tolong dipotong sayurannya lagi ya setelah itu selesai deh pekerjaan kamu." bujuk Silvia agar suaminya mau tersenyum.


"Iya iya Sayang aku sudah senyum nih." Sahut Davin sambil tersenyum.


Akhirnya keduanya selesai bertempur dengan panci goreng dan sendok goreng,setelah menyiapkan makanan diatas meja mereka pun langsung duduk manis dimeja makan.

__ADS_1


__ADS_2