Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
Episode 232


__ADS_3

HAI HAI HAI MY READER KU YANG TERSAYOYENG...MAKASIH BANYAK YA KARENA SUDAH BERKENAN MEMBAC KARYAKU...


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS...


LANJUT...


Dika yang mengerti keadaan istrinya tersebut, memeluk nya erat.Dan menghujam bertubi tubi ciuman di atas kepala nya.Sedangkan Yuli masih terisak, ia sangat menyayangi Alan sebagai sahabat nya.


" Sayang, aku tak minta apa pun hanya ingin melihat nya bahagia". lirih Yuli


" Aku paham maksud mu sayang, tapi bukan kah kita juga harus menghormati keputusan dia.Lagian kesehatan mama nya jauh lebih penting bukan, untuk sekarabg ini"?Sahut Dika


" Iya aku tahu dan sangat paham, tapi memang benar kata kamu sayang.Kalau Alan berhak mencari kebahagiaan nya sendiri". Ujar Yuli


"Nah gitu dong, itu baru nama nya istri aku selalu optimis". Puji Dika sambil mengacak Rambut istrinya gemas.


Sementara itu Alan menatap sendu kearah pintu kamar Yuli.Semuanya telah meninggal kan ruang keluarga, dan tersisa hanya Alan.Ia dari tadi tak bergeming di tempat nya, masih teringat jelas di benak nya wajah sedih Yuli tadi.


Ia sebenarnya juga tak rela jika meninggal kan negara ini.Namun kesehatan mamanya, adalah di atas segala nya, jadi tak mungkin ia meninggalkan tanggung jawab nya disana.


" Maafin aku Yul, jika kepergian ku bisa membuat kalian selalu bahagia aku rela.Aku tak ingin suami mu selalu salah paham padaku, berbahagia lah dengan pilihan kamu". Lirih Alan dalam hati.


Alan tak beranjak dari tempat nya, ia masih betah berlama lama memandang kamar Yuli.Wajah Alan pun terdapat guratan kesedihan, namun sebisa mungkin sembunyikan dari semua orang.


memang betul kata orang cinta pertama,sangat sulit untuk di lupakan.Ia akan selalu membekas dalam hati, namun tergantung bagi siapa pun menyikapi nya.Bukan rahasia umum lagi, jika cinta pertama selalu berakhir dengan perpisahan, karena biasa di sebut dengan cinta monyet.


Setelah cukup lama duduk dalam kesendirian, Alan pun bergegas masuk kedalam kamar.Karena besok pagi pagi ia harus ke bandara, untuk kembali ke Amerika.

__ADS_1


Disaat orang lain tengah tidur dan mulai memasuki alam mimpi mereka.Lain hal nya dalam kamar Yuli dan Dika, mereka baru mulai pemanasan malam ini.


"Sayang gimana kalau kita mulai proyek nya malam ini lagi". Ajak Dika sambil melepaskan bajunya tersisa hanya celana nya saja.


" Emang ada proyek yang di kerjakan malam hari.?Tanya Yuli keheranan


" Ada dong yang, malah bikin ketagihan dan pengen minta tambah". Sahut Dika sambil menatap penuh hasrat ke istrinya itu.


Yuli yang paham, langsung melepas kan bajunya juga tersisa hanya bra nya saja.Dika tersenyum melihat sikap Yuli yang sudah mulai merespon permintaan nya.Bahkan Yuli yang agresif lebih dahulu, ia mengusap pelan dada bidang suaminya itu, dan mulai mengecup bibir nya.


" Ah sayang, kamu seksi sekali jika seperti ini terus aku suka sayang". goda Dika


Sedangkan Yuli hanya tersenyum, ia sebenar nya sedang malu.karena bersikap agresif dahulu, namun tak ada salah nya kan jika melakukan ke suami sendiri.


"Kamu mau aku ngapain, karena malam ini aku yang akan pegang kendali". Ucap Yuli sambil menjatuh kan tubuh Dika dan langsung naik keatas tubuh nya.


Nafas kedua nya memburu, bahkan Dika sampai mengeluarkan erangan yang terdengar seksi di telinga Yuli.


Yuli menggigit pelan telinga Dika, dan turun ke leher Dika.Bahkan Yuli menghisap nya kuat, hingga meninggal kan bekas merah di sana.Yuli tersenyum puas karena melihat hasil karyanya di leher Nya Dika.


Setelah itu ia mulai mencium dan menjilat seluruh permukaan tubuh Dika.Yang mana membuat Dika sudah tak bisa menahan lagi hasrat yang harus segera di salurkan.


" Sayang, aku sudah nggak kuat, ayo kita langsung saja". Pinta Dika dengan nada yang terdengar berat.


" oh no darling, aku akan membuat kamu benar benar puas malam ini, jadi kamu pasrah dan nikmati saja ok". ucap Yuli sambil mengerlingkan matanya nakal.


Dika tersenyum dengan keagresifan Yuli malam ini, ia pun menikmati fore play yang di lakukan istrinya tersebut.


Yuli melanjut kan dengan melepaskan celana Dika setelah itu celana nya.Dan ia melihat Junior Dika yang sudah siap bertempur, ia mengelus nya mulai menikmati dengan mulut manis nya.

__ADS_1


Dika pun menggeliat karena permainan istrinua tersebut sangat membuat nya terbang melayang.


" Sayang aku suka sekaliii". suara Dika terdengar parau...


Ia seakan merasakan terbang melayang, dan mendapat kan kenikmatan nya surga dunia.Sementara Yuli tak berhenti, Yuli benar benar ingin memuaskan suaminya malam ini.


Setelah tak bisa menahan nya lagi, Yuli pun langsung menaiki tubuh Dika.Dan langsung melakukan Ritual di ranjang.Dan hanya terdengar decitan ranjang dan desahan kedua sahut menyahut.


Entah berapa lama Yuli berada di atas Dika, hingga ia benar benar kelelahan.Saat melihat Yuli kelelahan, Dika pun mengambil kendali permainan.


Yuli yang berada di bawah nya, entah kali keberapanya ia meraih pelepasan.setelah bertempur berjam jam, hingga Yuli yang sudah tak sadar kan diri lagi.Dika pun yang sudah meraih pelepasan akhirnya tumbang di samping Yuli, ia mencium kepala istrinya itu yang sudah tumbang lebih dulu.


" Maafin aku sayang, karena membuat kamu kelelahan.Habis kamu nya nggak bisa bikin aku berhenti melakukan nya lagi, kamu nikmat sekali istri ku tersayang". Gumam Dika pelan sambil memandang wajah teduh Yuli.


Akhirnya Dika pun ikut terlelap dengan memeluk erat istrinya erat.


Di kamar sebelah, Alan tak kunjung memejam kan mata.Ia tak bisa tertidur karena memikirkan Yuli, dan juga kepergian nya esok.


Dan Alan juga memikir kan keadan Lika, sahabat cempreng pemilik suara lima oktaf tersebut.


" Ternyata sahabat sahabat cantik ku, sudah laku semua tinggal aku seorang.Memang nasib penyandang status Jomblo akut". Gumam Alan.


" Kaya nya setelah ini harus kerja berat, biar bisa ganti status jadi jomblo yang sudah bertobat".Sambung nya lagi sambil tersenyum, mengingat kebersamaan nya dengan sahabat sahabat nya itu.


"Aduh aku lupa menghubungi Sinta, kira kira gimana keadaan nya sekarang.Aku berharap semoga ia selalu bahagia, seperti Yuli dan Lika.Kasihan sekali dirinya harus menanggung beban pikiran sendiri". Ucap Alan.


Ia memang tak merasakan perasaan apa pun pada Sinta.Karena hatinya hanya telah terukir nama seorang Yuli Evelyn.Semoga nama itu segera terhapus dengan nama yang lain.


Ia juga tak ingin memberikan perhatian lebih ke Sinta , karena ia tak ingin seolah memberi harapan.

__ADS_1


__ADS_2