Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 235


__ADS_3

HAIII AUTHOR MINTA LIKE N VOTE NYA DONG....


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUK KU...JANGAN LUPA YA GUYS...SOO


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS..


LANJUT..


Setelah selesai dengan urusan ranjang mereka, Bram pun menuju ke kamar mandi.Ia beranjak dari tempat tidur dengan tubuh polosnya, membuat Riani yang juga akan mandi lagi hanya menggeleng kepala.


" Sudah tua tapi otak mesum nya nggak pernah berubah.Nasib punya suami yang urat malunya seperti sudah putus". Ujar Riani yang masih bisa di dengar oleh Bram.


Bram pun menghentikan langkah nya dan berdiri tepat di depan pintu kamar mandi.Ia menatap kearah Riani dengan tubuh polosnya itu.


" Sayang kan nggak tahu malunya cuman sama kamu saja, lagian kamu juga mau". Bram menggoda Riani, dengan kesal Riani membalik kan badan dan menatap Bram.


Netranya membulat, tatkala melihat Bram berdiri dengan sesuatu yang menggantung disana.


" Ngapain masih disitu, bukan nya mandi, nanti ada yang terbang baru puasa seumur hidup baru nyaho". Kesal Riani


" hoho, sayang itu tak kan terjadi, gimana dia mau terbang orang sangkar nya saja nikmat nya tak bisa di ungkap kan". Sahut Bram


Riani mendelik kesal, pasalnya arah pembicaraan Bram, sangat jauh dari jalur.


" Otak kamu seperti ya harus di bedah ulang, biar bisa lihat isi apa di dalam nya". Ucap Riani jutek.


" Tak perlu di bedah sayang, kamu pasti tahu kalau di otak ku hanya ada nama kamu seorang". Ujar Bram sambil menaik turun kan alis nya.


" Ishh sudah tua kelakuan nya kaya abg labil saja".Gerutu Riani dan langsung menolak Bram agar jangan menghalangi jalan nya untuk masuk kedalam kamar mandi.


Bram hanya menggeleng kepala, memang benar kata kalo emak emak selalu benar.Wanita selalu tak ingin di salahkan, tapi bingung juga padahal kadang perbuatan wanita antara otak dan mulut tak pernah kerja sama.

__ADS_1


Bram melihat Riani mengguyur tubuh nya di bawah shower, sambil membelakangi pintu.Bram langsung mendekati nya dan memeluk nya dari belakang, bahkan junior Bram pun sangat terasa di belakang Riani.


" Kamu mau ngapain, ingat ya jangan macam macam kamu.Atau kalau tidak kamu bakalan puasa selama seminggu, dan jangan harap bakalan aku ampuni".Ancam Riani


" galak amat sih, istri cantik ku ini".Bram malah menggoda Riani.


" Dasar aki aki, tulang belakang nya encok baru sulap".Ejek Riani


" Hoho, sayang kamu lupa yah? Kalau suami kamu ini kan tahan banting".Bram percaya diri.


Riani pun melanjut kan mandi, tanpa pedulikan tangan Bram yang menjalar kemana mana.Ia memutuskan menyudahi mandi dan keluar dari sana, namun langsung di cegah Bram.


"Lho kamu sudah selesai sayang, tungguin aku dong aku belum selesai nih". Ujar Bram sambil mengeryitkan kening nya.


" Maaf aku tak berminat, lagian salah sendiri tangan tak bisa di kondisikan akhirnya aku tinggal deh". Ucap Riani sambil keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandi.


Bram melongo mendengar perkataan Riani seperti tanpa salah.Ia mengacak rambut nya frustasi, pasal nya selama dikamar mandi ia coba memberi rangsangan.Alhasil saat ia sudah on Riani langsung meninggal kan nya dengan senyuman mengejek.


" Nasib punya istri bukan nya di sayang sayang, tapi malah di tinggal saat akan Ongoing". Kesal Bram


" Hai hai semuanya". Sapa Riani


" Hai juga, lho mas Bram nya mana, Ri".Tanya Rika


"Masih mandi tadi, terus mas Dion nya mana"? Riani balik bertanya


" Lagi sama Alan di depan". Sahut Rika


Sedangkan Riani hanya ber-oh ria saja, Yuli yang sudah selesai memasak.Langsung menuju kedalam kamar hendak membangun kan suaminya itu.


" Yul, kamu bangunin Dika sana, biar nanti mama yang beresin makanan taruh di meja". Ujar Rika


Yuli hanya menganggukan kepala dan langsung naik kedalam kamar.Disana di lihat nya Dika sedang tidur dengan tak terusik sama sekali dengan kedatangan Yuli.

__ADS_1


Yuli naik ke atas ranjang dan mencium wajah Dika.Ia menggoyang kan Tubuh suaminya itu agar segera bangun.


" Sayang bangun yuk, hari ini kita kan mau antar Alan kembali ke Amerika.Ayo cepetan, nanti telat lho". Bisik Yuli tepat di telinga Dika, dika hanya bergeming sedikit setelah itu kembali tidur.


" Ya ampun nih orang, kok susah sekali kalo bangun pagi.Bagaimana caranya ya supaya si kebo ini bisa bangun". Gumam Yuli


Ia pun berinisiatif menggelitik Dika agar bangun, Dika yang terkejut langsung bangun dan gelagapan hingga menolak Yuli dan alhasil Yuli pun terjatuh.


Namun naas, saat Yuli terjatuh kepalanya membentur ujung ranjang.Hingga menyebabkan ia tak sadar kan diri dan kepalanya pun berdarah.


( Saat orang tertidur, ia berada di alam bawah sadar nya.jika ia di kejutkan otomatis gerakan refleknya tak bisa di hindari, karena kesadaran nya belum kembali.Jadi sebaik nya bangun kan orang tidur dengan pelan, atau dengan menggoyang kan tubuh nya bukan di gelitik)


Dika yang masih setengah sadar, ia pun mengerjapkan matanya.Netra nya membulat tatkala melihat Yuli sudah tak sadar kan diri, dan kepala nya berdarah.


Dika dengan terburu memakai pakayan nya, dan langsung mendekati istrinya itu.Dika sangat panik melihat keadaan istrinya itu, air matanya mengalir dengan deras nya.


" sayang bangun kamu kenapa, sayang bangun aku mohon.Maaf kan aku karena aku tak sengaja, aku kaget sayang, aku mohon bangun". Teriak Dika sambil memeluk erat tubuh Yuli


Namun Yuli sama sekali tak merespon, ia tak sadar kan diri.Dika langsung menggendong tubuh Yuli dan membawanya keluar dari kamar.


" Sayang aku mohon, kamu bangun".Teriak Dika yang mana membuat semua orang yang tengah duduk di meja makan, menunggu mereka terkejut.


Pasal nya Dika keluar kamar dengan menggendong Yuli, sambil berteriak memanggil nya.


" Dika,Yuli kenapa kepalanya berdarah"? Teriak Rika Panik


" Yuli jatuh dari atas tempat tidur, kepala nya kebentur ujung ranjang". Sahut Dika sambil terus berjalan dan mengendong Yuli menuju kedalam mobil.


Alan yang melihat kepanikan di wajah Dika, ia langsung berlari dan mengikutinya.Ia menawarkan diri untuk membawa mobil.Karena kondisi Dika sekarang, tak memungkin kan untuk membawa mobil.


" Dika lo di belakang bareng Yuli, biar aku yang nyetir". Tawar Alan


Riani pun dengan wajah panik, berlari menyusul Dika dan Yuli.Ia pun duduk di samping tempat kemudi.

__ADS_1


" Yuli nak mami mohon kamu bangun sayang, jangan buat kami panik". Lirih Riani sambil menatap ke arah Yuli.Sedangkan Dika ia dari tadi mencium seluruh wajah Yuli, ia bahkan keluar dari kamar hanya memakai celana pendek dengan wajah bantal nya.


" Sayang kamu bangun, aku nggak bisa hidup jika tak ada kamu".Pinta Dika sambil mengecup kepala Yuli


__ADS_2