Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
Episode 277


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG...KOMMEN TUH YA MEMBANGUN DIKIT NAPA, YANG TENTUIN ALUR TUH AUTHOR JADI NIKMATI SAJA YA...


LAGIAN SUSAH TAHU TETAP BERDIRI PADA SATU ALUR SEDANGKAN EPISODE SUDAH 200AN


SO HARGAI DONG GUYS...


AKU NULIS NIH JUGA BERBAGI WAKTU ANTARA ANAK, MISUA SAMA DIRI SENDIRI.


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS...


LANJUT...


" Dulu aja benci banget lihat Yuli, sekarang bucin nya tingkat akut". Ledek Lika


" Eitss jangan bahas itu lagi, nanti kalau mode on nya kambuh aku bisa nggak dapat jatah nih".Ucap Dika yang takut jika Yuli ingat kembali kesalahan masa Lalu nya.


Yuli mendelik kesal, melihat mulut suaminya yang kalau bicara tak pernah ada rasa malu.


" Ya ampun Yul, ini beneran laki lo, haha siap siap saja bumil jadi tahanan nya suami posesif".Lika menggoda Yuli sedang kan yang di goda hanya menatap jengah ke arah nya.


" Tadi siapa sih yang telpon kamu, aku penasaran kok ngobrol nya lama banget".Tanya Yuli penasaran


" Tadi Alan yang telpon". Sahut Lika sambil duduk di samping ranjang Yuli.


" Terus dia ngomongin apa saja"? Tanya Yuli penasaran namun berbeda dengan Dika ia kesal ketika melihat istrinya menanyakan pria lain.

__ADS_1


Sedangkan Yuli tak peduli, dia kan maksud nya hanya menanyakan soal sahabat nya saja.


" Bisa tidak jangan ngebahas yang lain, saat ada aku". Kesal Dika


" Idih kamu tuh ya, kelakuan nya ada saja.Lebih baik dia ngomong di depan kamu kalau di belakang mah lain cerita kali". Ujar Lika kesal.


" Sudah Lika nggak usah di dengar, jadi Alan ngomong apa tadi"? Tanya Yuli


" Ya gitu deh, nggak ada yang spesial". Sahut Lika sendu.


" Heii sobat, jangan seperti itu dong kamu harus kuat.Bukan nya hidup harus di jalani, bukan harus berhenti di tempat". Hibur Yuli


"Iyes bu dosen". Sahut Lika


Setelah Yuli merasakan kondisi nya sudah membaik, ia sudah di perboleh kan pulang.Ia ingin mengikuti Lika kerumah keluarga Erlangga, namun Dika melarang nya.


" Tapi sayang, aku mau temani Lika nggak tega tinggalin dia sendiri".Yuli memohon kesuami nya.


" Aku nggak papa kok, lagian gini gini aku sudah besar kali.Nggak perlu untuk di temani malu maluin saja deh kamu"Kesal Lika


""Iya tapi kan bukan seperti itu sih maksud nya, aku kan...


" Sudah ih kamu tuh ya, keras kepala banget.Udah ah aku jalan dulu, kasihan calon mertuaku kira aku nggak sayang lagi sama anak nya".Ujar Lika sambil mengajak Bunda nya pergi.


" Dadah bumil, tolong jagain keponakan aunty ya, dan kamu Dika ingat jangan terlalu ajak terseyeng ku olahraga". Ancam Lika sambil menatap tajam kearah Dika.


Sedangkan Dika, hanya diam dan menggaruk kepala.Karena yang Lika bicarakan itu sudah ada di kepala sedari tadi.

__ADS_1


Lika pun keluar sambil menggandeng Bunda nya, Ella melihat putri nya dengan tatapan senang.Karena saat bersama Yuli dan tadi berbicara dengan Alan di telpon.Wajah Lika yang sendu, sudah berubah sedikit ceria.


"Ternyata kehadiran mereka, sangat berguna karena bisa menghilang kan rasa sedih mu nak.Semoga kedepan nya seperti ini terus ya". Gumam Ella dalam hati.


Sedangkan di rumah sakit lain di negara yang berbeda.Sinta dari tadi melihat dan mendengar percakapan antara Alan dan Lika.Ia juga mendengar jika Alan menyebut ketiga bidadari cantik nya, dan Sinta sedikit kecewa karena Alan tak menyebut nama nya sama sekali.


"Huft Sinta, sadar diri ya jika Alan bukan jodoh mu, eh tapi tadi aku dengar Alan bahas soal Jason memang nya siapa sih Jason". Gumam Sinta.


Ia pun bertekad untuk menanyakan hal tersebut, karena ia sangat penasaran sebenarnya apa yang terjadi dengan Lika sampai Wajah Alan terlihat frustasi.


Ia pun memutuskan untuk bergabung dengan Alan dan mama nya.Saat ia masuk ke dalam ruangan tempat mikha di rawat, ia melihat mikha tengah tertidur sedang kan Alan hanya memandangi ponsel nya seperti sedang menatap sesuatu.


"Hei bang, serius amat sih, nanti kesambet kan nggak lucu". Goda Sinta.


Alan tak membalas, namun ia hanya tersenyum kecut.Ia seakan tak semangat untuk di ajak bercanda, sebab hati dan pikiran nya sedang tertuju pada satu nama Lika Handoyo.


Sinta pun mencuri pandang ke arah layar depan ponsel Alan, dan ia melihat ternyata dari tadi Alan sedang memandang foto Lika yang tengah tersenyum.


Ia hanya tersenyum kecut, karena ternyata hanya ada Lika di hidup Alan.


" Hei bos kenapa sih kamu, kok sunyi sekali" Tanya Sinta.


" Hemm aku juga bingung Sin, harus cerita nya mulai dari mana".Ujar Alan yang terlihat Frustasi sambil mengacak rambut nya.


" Mm jika kau malu untuk menceritakan padaku, anggaplah aku sebagai saudarimu biar kamu tak merasa sungkan padaku". Bujuk Sinta.


Dengan berat hati, Alan pun mulai cerita nya.

__ADS_1


" Lika tadi telfon, katanya tunangan nya meninggal karena kecelakaan.Padahal sebulan lagi mereka akan menikah, aku cemas frustasi karena di saat ia membutuhkan sandaran buat menghibur nya namun aku tak ada.


__ADS_2