Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 373


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ****


Sarah membantu Silvia sekedar mengupas bawang,sedang sahabatnya itu mengeluarkan nasi dari penanak nasi karena ingin membuat nasi goreng.


Karena memang makanan seperti itulah yang simple dipagi hati ,tidak terlalu memakan waktu dan menguras tenaga.


"Via,aku kalau sudah punya suami bakal repot kaya kamu ya?" Tanya Sarah memastikan.


"Yoi kurang lebih seperti itu lah,jadi kalau belum siap jangan mikirin kawin." Sahut Silvia sambil terus mengeluarkan nasi dari tempatnya.


"Aihh kamu ini keterlaluan sekali,masa aku hanya tanya hal sesingkat itu eh malah kamu jawab berlebihan sekali?" Kesal Sarah.


"Aku kan udah nikah,jadi bantu jawab yang sesuai kenyataan bukan sesuai harapan!" Sahut Silvia lagi.


"Masa sih buruknya saja tidak ada yang enak begitu?" Tanya Sarah memastikan.


"Ada!" Ucap Silvia singkat.


"Apaan tuh?" Tanya Sarah antusias.


"Kita bakal digangguin tidurnya terus harus dibuat mendesah kenikmatan tanpa kenal waktu,belum lagi mau dimana saja kalau diajak duet ya mau tak mau harus mau." Jelas Silvia yang sengaja menakuti Sarah tentang pernikahan.


"Masa sih,padahal kata orang nikah itu enak lho?" Gumam Sarah tapi masih bisa didengar oleh Silvia.


"Oh jelas ada enaknya juga,cuman hanya seminggu saja saat kamu Pms.Setelah itu kamu bakal kerja berat lagi,kalau tidak dikasih dosa lho!" Sahut Silvia ambigu.


Sarah jadi bingung sendiri dengab jawaban yang diberikan Silvia ,setelah berpikir kira kira berapa lama akhirnya dirinya sadar jika sedang dikerjai oleh Silvia.


"Kamu kerjain aku ya?" Tanya Sarah kesal.


Silvia hanya tersenyum karena akhirnya Sarah sadar jika dirinya sedang dikerjai,padahal dari tadi dirinya hanya bercanda saja.


"Bebs kamu mah tega,aku tanya apa kok bisa bisanya aku dibohongi sama sohibku!" desah Sarah sambil menahan emosinya .


"Hehe bercanda kali ,jangan marah ya! Nikah itu kalau dibilang enak saja artinya aku bohong ,karena nikah itu menyatukan dua orang dengan kepribadian yang berbeda.Jadi terkadang ada saja hal yang diributkan ,padahal itu kecil saja lho!" Jelas Silvia serius.


"Aku sih belum mau nikah Beb's,tapi kalau ada yang ajak serius ya aku mau saja!" Sahut Sarah.


"Aku itu dukung apapun keputusan kamu,tapi ingat kamu harus memilih pasangan bukan karena tampang saja. Karena wajah tampan seseorang ,belum tentu kelakuannya sama dengan wajahnya." Sambung Silvia lagi.

__ADS_1


"Wah Bravo Bro,sejak kapan sobatku jadi sepintar ini ya?" Goda Sarah.


"Oh jelas aku kan sudah sold out,bukannya kaya kamu yang masih bisa dikerjain orang.Untung juga tidak diapa apakan sama tuh orang ,kalau tidak kamunya belum nikah tapi udah bolong!" Ejek Silvia membuat Sarah mermberengut kesal.


"Mentang mentang dijebol suami sendiri ,enteng sekali ngomong ke aku seperti itu." Sungut Sarah sambil mengerucut bibir nya.


"Bibirnya kalau posisi gitu terus,lama lama aku gigit nanti!" Ujar Rino yang tiba tiba muncul dihadapan mereka.


"Heh ,kamu itu kenapa sih muncul mendadak untung juga jantung kita kuat kalau tidak sudah koit jadinya?' Tanya Silvia kesal .


"Aku ngomong sama dia kok,lagian ngobrol apa sih serius sekali?" Tanya Rino penasaran.


"lagi ngobrol soal oppa tampan ,yang kalau senyum itu bikin meleleh terus ngangenin." Sahut Sarah.


Mendengar perkataan Sarah barusan membuat jiwa cemburu Rino mencuat di udara,didekati tubuh mungil Sarah lalu mengukung nya diantara lemari dapur.


"Via aku boleh minta tolong?" Tanya Rino sambil menatap tajam kearah Sarah.


"minta tolong apa?' Tanya Silvia yang tak berani membantah ketika melihat wajah serius milik Rino itu .


"Aku mau cium nih orang ,jadi kalau kamu mau lihat silahkan kalau mau pergi ya sekarang juga!" Sahut Rino datar.


Silvia ingin membantah ,akan tetapi wajah dingin Rino membuat dirinya terpaksa mengalah kali ini.


"Kamu mau ngapain?" Tanya Sarah memastikan saat melihat Silvia yang sudah menjauh dari situ.


"Tadi dengar kan aku ngomong apa?" Tanya Rino balik membuat Sarah bungkam.


Sedangkan Rino terus menatap lekat kearah bola mata coklat milik Sarah ,pria itu seakan ingin menerkam gadis itu hanya melalui tatapan matanya saja.


"Kamu mau ngapain?" Tanya Sarah gugup.


Cup


Rino mengecup bibir Sarah,saat empunya ingin melayangkan protes Rino lebih memperdalam ciuman itu.


Netra wanita cantik itu membulat ,ia seolah tak siap dengan serangan mendadak dari Rino itu.


"Oh my god ,ini mah bukan hanya sekedar tempel bibir tapi namanya hot kiss kaya oppa korea." Gumam Sarah dalam hati.


Rino pun merasakan hal yang sama,jangan dikira karena ia berasal dari luar negeri yang terkenal dengan s*x bebas maka dirinya disamakan dengan orang lain.


Rino tak pernah melakukan hubungan fisik dengan lawan jenis,karena baginya sesuatu akan terasa begitu nikmat jika dilakukan dengan pasangan sah kita sendiri.


Sarah yang terbuai dengan permainan dari Rino ,membuat dirinya tanpa sadar melingkarkan tangannya dileher Rino.


Bravo


Rino merasakan ada angin segar yang menembus pori porinya,senyum kemenangan terlintas dalam benaknya.

__ADS_1


Ciuman keduanya makin panas bahkan tak sadar dilakukan didapurnya orang , padahal sang empunya rumah sedang kelaparan.


"Mereka ngapain saja sih Yang?" Tanya Davin penasaran kenapa dari tadi urusan Rino dan Sarah tidak selesai juga.


"Kamu itu kaya tidak mengerti orang lagi usaha,ayo kita pergi cari makan saja Yang jangan tungguin orang lagi pacaran!" ajak Silvia.


"Nah itu baru benar kalau kita duduk tunggu mereka,bakal mati kelaparan nantinya!" Sahut Davin lalu segera keluar dari situ sambil menggandeng tangan sang istri.


Didapur Sarah segera mendorong tubuh Rino agar menjauh ,kalau tidak bisa dipastikan dirinya bakal pingsan karena kehabisan nafas.


"Oh my,kamu mau buat aku mati kehabisan oksigen?" Tanya Sarah dengan nafas yang tersengal.


"Tapi kamu suka kan?" Tanya Rino sambil menaik turunkan alisnya menggoda Sarah.


"Tadi itu hanya khilaf bukan ingin!" Bantah Sarah tak terima.


"Kata siapa khilaf ,yang lebih ganas siapa tadi coba?" Tanya Rino membuat wajah Sarah memerah bak kepiting rebus.


"Au ah gelap,aku mau kedepan panggil Via sama Avin!" Ucap Sarah lalu menjauh dari Rino tapi segera dicegah pria itu.


"Kamu yakin orang seperti Davin bakal nungguin kita yang lagi *** ***?" Tanya Rino memastikan.


Sarah akhirnya mengurungkan niatnya ,karena apa yang dikatakan Rino benar semua.Orang yang tidak sabaran seperti Davin tidak akan membiarkan waktunya terbuang untuk hal yang tidak penting ,maka dari itu akan sulit percaya jika ia dengan sabar menunggu.


"Kita cari makan diluar yuk!" Ajak Rino.


"Kayaknya aku pulang saja deh ,soalnya tidak baik hanya ada pria dan wanita dalam satu rumah kalau tidak ada hubungan apa apa. Jika sampai hal itu terjadi ,maka bisa dipastikan orang ketiganya adalah setan!" Tolak Sarah serius.


"Tapi kamu makan dulu terus obati lukanya,nanti kalau orang tua kamu pikirnya aneh aneh gimana?" Tanya Rino.


"Nanti aku kerumah sakitnya tante Lika saja deh,biar bisa ketemu dokter tampan disana!" Tolak Sarah antusias.


"Kenapa dulu tidak sekolah jadi dokter saja ya!" gumam Rino pelan.


"Kamu ngomong apa?" Tanya Sarah penasaran.


"Ah tidak ,ayo kita beli obat di Apotek tidak ada namanya kedokter atau aku bakal nikahin kamu sekarang!" Ancam Rino.


"Big No,aku mau pulang terus mandi habis itu makan dan tidur.Jangan atur hidupku,karena yang berhak melakukan itu semua adalah aku sendiri.Hidupku ya kepunyaanku,bukan milik siapa siapa!" Tegas Sarah lalu segera masuk kedalam kamar yang semalam ia menginap lalu keluar dari situ .


Sarah sebenarnya tak ingin melakukan itu semua ,hanya saja ia juga tak suka jika Rino selalu mengatur hidupnya.


Yang dinginkan wanita itu adalah keberanian dari seorang pria,bukan hanya sikap peduli yang ditunjukan tapi tak ada pernyataan secara langsung.


Wanita mana yang mau hanya dikasih janji manis ,tanpa ada kejelasan ibarat pakaian yang digantung hanya mengikuti arah angin saja.


Sarah pergi dari situ ia bahkan tak ada keinginan untuk menoleh kearah Rino ,pria tampan itu hanya berdiri terpaku ditempatnya.


Ia tetap mempertahankan egonya ,yaitu ingin Sarah mengerti dengan sikapnya selama ini tanpa ada pengakuan pun pasti jelas terasa.

__ADS_1


Jika begini terus mungkinkah author sudah menyiapkan jodoh yang lain,atau hanya berjalan ditempat saja.


__ADS_2