Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
KU GAPAI CINTAMU


__ADS_3

HAI READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA...


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


" Ohh jadi ceritanya ada yang sudah nggak sabar nih,pengen cepat cepat kesana"? Goda Dika.


" Ya kurang lebih seperti itu Pa,tapi ya mau giman lagi karena kalau bohong kan dosa ". Sahut Davin


Rino yang duduk di situ,tapi sedari tadi pandangan nya hanya mengarah kepada pintu kamar.Ia bahkan tak peduli dengan pembicaraan kedua pria di dekatnya itu ,ia serasa hidup di dunia sendiri.


" Ya elah Bro lebay nya tuh di kasih kendor dikit napa hem,masa dari tadi pandangan nya ke sana saja nanti leher nya miring selamanya baru rasa". Ejek Davin.


Rino seakan tak peduli sama sekali ,karena hati dan pikiran nya sedang tidak pada tempatnya. Yang ia harapkan adalah bagaimana secepatnya ,bisa bertemu pujaan hati nya itu.


Tak lama keluarlah Ratu rumah itu ,wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan tak memudar sedikitpun hal itu.Dika tersenyum melihat istri kesayangannya sudah datang,dengan dandanan tipis terlihat sangat memanjakan matanya.


" Oh Tuhan terima kasih karena sudah menghadirkan dirinya dalam kehidupan ku,ku jaga dia sepenuh hati seikhlas jiwa.Tak kan ku sia sia kan dirinya,karena dia lah wanita ku selamanya ". Ujar Dika dalam hati sambil tersenyum kearah Yuli.


" Aduh kesayangan Mama sudah pada tampan semua nih Ya,terus menantu Mama yang satunya lagi dimana"? Tanya Yuli mencari Sarah..


" Aku disini Ma". Sahut Sarah malu malu.



Semua mata terpana pada kecantikan wanita cantik asia tersebut ,bahkan terlihat sangat menggemaskan. Itu semua bahkan lebih parah lagi ketika melihat tatapan Rino ,yang sepertinya sudah tak bisa berkata apa apa lagi.


" Ya ampun ini beneran kamu Nak ,ah memang keluarga kita selalu di takdirkan memiliki wanita wanita cantik di dalamnya ". Ucap Yuli senang.


" Ya iyalah siapa dulu dong yang punya". Sahut Rino bangga.


" Iya yang punya kamu yang senang kamu,tapi anak orang tuh yang menderita ". Ejek Davin


" Ehh kata siapa justru aku lah yang selalu memberikan kebahagiaan ,benar nggak Yang"?.Tanya Rino memastikan.


" Jujur saja lah Sar,jangan takut aku yang bakalan bela kamu kok". Davin memotong perkataan Sarah agar berubah pikiran.


" Niat banget sih mau cari masalah"?.Kesal Rino


" Nah itu tahu kan".Ucap Davin sambil tertawa kecil.


" Jadi menyangkut semua sudah pada siap,bisa kita berangkat sekarang soalnya takut telat nantinya ". Ajak Yuli.


" Ayo Sayang kita semua pakai 1 mobil saja ya". Sahut Dika.


" Nggak usah deh Pa,aku bawa mobil sendiri soalnya mau ada singgah sebentar di suatu tempat ". Tolak Davin.


" Iya tapi usahakan jangan lama lama ya,eh iya ayo bantu bawa hadiah tuh sama yang lain nya". Perintah Yuli sambil menunjuk kearah para Asisten mereka yang lainnya.


Kini semuanya sudah siap dan segala keperluan sudah berada di dalam mobil ,dan mereka langsung meninggalkan rumah tersebut menuju kediaman Hadiwinata..


Sedangkan Davin menyetir sendiri ,karena ia ingin memberitahu kejutan untuk sang pujaan hatinya itu.Karena tak mungkin datang dengan tak membawa apapun itu,ia hanya ingin menunjukkan keseriusan hati nya.


" Sayang kamu sama Mama duduk di belakang ya". Pinta Yuli.


" Ya Mama mah tega aku kan ingin berduaan dengan Dia,masa Mama pengertian sedikit saja juga tak bisa". Sahut Rino menelas.


" Nggak mau Mama kan ingin merasakan duduk berduaan dengan menantu,lagian kalau duduk dekat kamu pasti otak nakal kamu itu akan mencari kesempatan dalam kesempitan." Yuli tetap pada pendiriannya.


" Ada saja pikiran Mama,mana ada ambil kesempatan dalam mobil yang ada orang lain juga. Kecuali hanya kami berdua saja,maka itu yang harus namanya gunakan kesempatan ". Ujar Rino mempertahankan pemikirannya.


" Jadi menurut kamu Mama bakalan kasihan sama kamu,dan akan menuruti begitu saja"?.Tanya Yuli


" Ahh sudah lah aku duduk di belakang bareng Mama saja deh,jadi ayo Pa kita berangkat kasihan tuh kak Davin sudah pergi lebih dulu". Sarah memotong perdebatan keduanya yang sepertinya memang tak ada niat satupun untuk mengalah.


Bukan nya ingin kurang ajar kepada yang lebih tua,tapi karena sedang darurat jadi mau tak mau harus mau.

__ADS_1


Yuli dan Rino akhirnya terdiam dan memilih duduk sesuai dengan permintaan Yuli tadi,sedang Dika hanya menggeleng kepalanya. Ia kini membayangkan bagaimana jadi nya ,jika sebuah rumah di huni oleh wanita cempreng semuanya.


Mereka pergi dengan sekali kali bercand,bahkan terlihat sudah tak ada kecanggungan yang terjadi.Sarah orang yang Supel,dan terlalu malas tahu dengan orang baru.


Di kediaman Andrew ,terlihat orang rumah sudah pada sibuk sendiri. Bahkan semua hidangan dan segala macam tersedia di atas meja.


Alan sudah bersiap diri begitu pula dengan Lika,ia sekali kali masuk kamar Silvia untuk sekedar melihat persiapan dirinya. Silvia malam ini terlihat sangat cantik ,Lika sampai tak kuat menahan air matanya.


" Aduh anak Mama cantik banget malam ini,perasaan kemarin masih Mama gendong deh tapi sekarang sudah mau di lamar ". Lirih Lika sambil memaksakan senyuman di wajahnya.


" Makasih Ma tapi jujur aku gugup banget Ma,aduh gimana dong". Sahut Silvia.


" Hemm tenang ya rileks saja,ini kan cuman lamaran saja bukan pernikahan. Yang mesti kamu siapkan mental itu saat menikah ,bukan sekarang. Kan yang hadir cuma keluarga kita dan Davin saja,tidak ada orang lain lagi". Ucap Lika yang masih mencoba menenangkan putrinya itu.


" Hehe iya juga ya,aku kok jadi lupa ya". Silvia cengengesan.


Tak lama terdengar deru mesin mobil di luar ,pertanda keluarga Davin sudah datang.Lika langsung pamit keluar untuk menyambut tamu mereka,tapi Silvia masih meminta untuk di kamar dahulu.


Davin juga sampai tak lama sesudah Dika mereka juga sampai ,karena ia sudah tak sabar ingin bertemu pujaan hatinya. Terlihat Davin membawa sebuket bunga yang cantik ,untuk nanti di berikan kepada Silvia.


"Malam Semua nya". Sapa Yuli dan Dika ketika melihat Alan dan Lika berada di depan pintu untuk menyambut mereka.


Yuli dan Sarah membawa beberapa barang ,yang langsung di berikan kepada Lika di teruskan kepada Para pembantu di rumah itu.


" Bik nanti bawa semua ini kedalam ya,jangan lupa siapakan apa yang tadi kusuruh" Pinta Lika.


"Yuli,Dika apa tak merepotkan nih". Ucap Lika tak enak hati.


" Hemm bahkan itu masih kurang ,apa sih yang tidak untuk menantu kami". Ujar Yuli lalu keduanya tertawa.


Sedangkan Dika asyik mengobrol dengan sahabat gesrek nya itu ,yang sekarang sudah berubah status menjadi besan.


" Ehh tunggu seperti nya kalian belakangan ini tambah personel terus deh,soalnya ada yang kinclong juga tuh yang di bawa"?.Tanya Lika kepada Yuli sembari menatap kearah Sarah.


" Hehe biasalah menantu 02 aku,kan anak ku cowok semua". Sahut Yuli sambil tersenyum.


Jika Rino sibuk dengan Sarah ,serta yang lainnya dengan obrolan mereka.berbeda dengan Davin yang dari tadi menoleh kesana kemari,hanya untuk mencari wanita nya.


" Ada tuh anak nya di dalam ,sebentar ayo masuk semuanya dulu kok malah ngobrol di sini". Ujar Lika yang paham dengan arah matanya Davin.


Davin hanya menggaruk kepalanya tak gatal ,karena bingung harus merespon apa perkataan Mama nya itu..


" Biar aku saja yang panggilkan Via nya tante". Tawar Sarah..


Semuanya mengangguk pertanda setuju ,sedang Rino seperti tak ikhlas karena Sarah pergi dari sisinya.


Namun Sarah seakan tak peduli dengan tingkah lebaynya Rino,padahal dirinya akan pergi hanya hitungan menit saja.


" Tenang saja nak bentar lagi juga pasti kembali ,sekarang biarkan bebas dulu nanti kalau sudah nikah ingat ya jangan kasih kendor ".Goda Alan kepada Rino.


" Ehh mana bisa begitu enak saja kalau ngomong jangan ajarkan anak ku yang bukan bukan ya". Kesal Yuli.


" Tanpa ku ajarkan saja,pasti dalam otak nya hanya berisi itu saja". Sahut Alan santai.


Sarah yang sudah berada di kamar Silvia mengetuk pintu nya,tak lama terdengar sahutan sang empunya dari dalam.


" Iya sebentar ". Teriak Silvia dari dalam.


Saat membuka pintu nya betapa terkejut nya ketika Silvia melihat siapa yang sedang tersenyum kepadanya kini ,ia serasa tak percaya jika sahabat cemprengnya itu juga ikut datang malam ini.


" Ya ampun terseyeng ku,ini beneran kamu"?.Tanya Silvia senang.


" Iya ini beneran aku kok ,ampun kamu cantik banget malam ini aku saja jadi gimana gitu lihatnya ". Sahut Sarah sambil bertingkah yang membuat kedua gadis cantik tersebut tertawa.


Keduanya tak sadar jika tingkah mereka sedang di perhatikan semua orang,karena jarak kamar Silvia dan Ruang keluarga searah.


" Aduh manis ku cantik sekali malam ini ,ingin kubawa pulang dan ku sembunyikan dari semua orang ". Gumam Davin sambil terus menatap kearah Silvia.


" Turun yuk sebelum aku kena amukan suami kamu tuh,yang dari tadi sudah seperti cacing kepanasan ". Goda Sarah.


Keduanya kini sudah turun kebawa dan menemui semuanya ,Davin yang melihat Silvia makin mendekat ia pun berdiri dan menghampiri dirinya.


Sarah yang melihat Davin mendekati mereka ,ia pun menyingkir dan memilih duduk di samping Rino. Davin memberikan sebuket bunga yang cantik ,kepada Kekasihnya yang tak kalah cantik.

__ADS_1


" Kamu cantik sekali malam ini Yang". Bisik Davin.


" Kamu juga Yang sangat tampan,bikin aku tambah cinta deh". Sahut Silvia tak mau kalah.



Visual Silvia Andrew...Manis kan ????


" Bisa tidak jangan ambil kesempatan ,ayo sini Sayang duduk di samping Mama kamu juga Sarah sini Sayang ". Ajak Yuli yang malam ini ingin memonopoli kedua calon menantunya itu.


Davin dan Rino langsung ingin melayangkan protes ,tapi melihat tatapan tajam dari Yuli niat mereka tersebut langsung di urungkan. Karena urusannya bakalan panjang jika Emak nya beraksi ,karena tak namanya kata mengalah.


" Nasib kok gini amat ya punya Mama yang seperti ini ,bukan suaminya di urus eh malah sibuk sama pacar anak nya sendiri ". Gumam Davin dalam hati.


Yuli tersenyum puas karena malam ini membuat kedua putranya jadi tak bersemangat ,lagian salah sendiri mau nya nempel terus kaya prangko.


" Ok baiklah karena semua sudah kumpul ,bisakah kita mulai membicarakan tentang Silvia dan Davin "?.Tanya Dika memulai pembicaraan.


" Ohh iya tentu saja,jadi sebelum kami orang tua sampaikan sesuatu bisakah kalian berdua sampaikan yang ingin di sampaikan ". Pinta Alan.


" Sebelum nya terima kasih karena sudah mau menghargai keputusan kami ,kalau aku sama Vivin sudah putuskan untuk menikah dalam waktu dekat ". Ujar Davin.


" Maksudnya dalam waktu dekat itu apa ya"? Tanya Lika penasaran..


" Ya maksud nya dalam minggu ini,atau kalau tidak minggu depan". Sahut Davin sambil menatap kearah Silvia.


" Aku setuju biar bisa cepat nyusul mereka ". Potong Rino semangat tak peduli dengan tatapan terkejut semua orang karena dirinya yang tiba tiba menyela pembicaraan.


" Mama juga setuju malah lebih cepat lebih bagus ". Yuli menimpali.


" Aku juga lebih setuju lagi,biar cepat bisa gendong cucu". Sahut Lika tak kalah antusias.


Sedangkan Dika dan Alan diam sambil saling pandang ,keduanya heran sebenarnya siapa yang kepala keluarga hingga keduanya harus duduk seperti orang bingung.


" Terus kita nya kapan ya di tanya "? Ujar Alan pelan.


" Iya sepertinya kehadiran kita tak di anggap ". Dika menimpali


" Jadi gimana Pa"? Tanya Yuli memastikan.


" Mau nya kami harus jawab apa"? Tanya Dika balik.


" Ya jawab nya harus sesuai dengan kemauan kami". Ujar Yuli


" Nah kalau sudah begitu memang nya kamu bisa menolak nya,tak mungkin kan itu akan terjadi ". Alan menimpali.


" Ok sip keputusan sudah di buat,untuk kalian berdua tinggal terima beres karena semuanya bakalan Papa kalian yang siapkan ". Ucap Yuli.


" Nah ini nih yang bikin kesal,jika menyangkut soal berpikir dan bekerja pasti nama kami dulu yang kalian sebut. Tapi kalau soal ambil keputusan ,pasti tanpa di minta kalian langsung teriak sesuka hati ".Kesal Alan.


" Emang kamu pikir aku peduli gitu ,yah itu mah derita kamy siapa suruh jadi kaum lelaki "..Ejek Yuli.


" Ma semuanya yang mau nikah kami,kenapa jadi kalian yang ribut sih"? Kesal Davin.


" Diamm". Bentak Yuli dan Dika bersamaan.


" Idihh nih orangtua kenapa lagi"? Ujar Davin bergidik ngeri


" Kamu gimana yang tanggapan nya,nggak usah peduli dengan keputusan mereka tapi sesuai dengan pikiran kamu saja". Tanya Davin


" Kalau aku sih Yess". Sahut Silvia sambil tersenyum.


" Yeii minggu depan aku kawin emakk". Teriak Davin kegirangan.


" Stop lebay amat sih". Ejek Yuli


" Jadi karena semua sudah beres,bisakah kita makan ". Ajak Lika


" Eh mana bisa begitu ,urusan yang lainnya gimana". Tanya Alan tak terima.


" Nah kalian berdua gunanya apa"? Tanya Lika balik.


" Etdah punya bini kok gini amat ya". Ucap Alan sambil mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


" Ayo semuanya kita makan dulu yuk,soalnya memikirkan sesuatu kan butuh tenaga". Ajak Lika sambil menggandeng tangannya Yuli agar ikut dirinya.


Dika dan Alan menggeleng kepala,melihat tingkah Absurd para istri mereka itu.


__ADS_2