Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
Episode 240


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG...JANGAN LUPA LIKE , KOMMEN N VOTE NYA YA YA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUK KU..


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS...


LANJUT...


*mencintai seorang terkadang bisa membuat bahagia, terkadang juga terasa menyakit kan.


Apalagi cinta bertepuk sebelah tangan, sumpah sakit nya dari hati tembus ke jantung..sampai bisa buat susah makan susah tidur.


Bahkan kita yang biasanya diam menjadi cerewet, dan cerewet menjadi pendiam.


Haha untung authot tak mengalami nya, kalo tidak bisa do bayangin bagaimana lanjutan novel ini*.


Adnan yang sudah masuk kedalam ruangan Yuli, langsung mendekatinya dan memeriksa keadaan nya.


"Kamu sudah nggak betah disini ya, padahal di sini nggak terlalu buruk amat". Ujar Adnan sambil tersenyum kepada Yuli.


" Ya ampun dok, bosan kali bertahun tahun hirup udara rumah sakit.masa sekarang harus lebih lama lagi disini". Sahut Yuli


" Sudah nggak perlu bahas hal lain, jadi gimana keadaan istri saya"? Tanya Dika yang kesal dengan kelakuan dokter adnan sok akrab kepada Yuli.


"maaf tuan, keadaanya nona sudah membaik ia sudah boleh pulang, hanya di jaga luka dan memar yang di kepalanya". Sahut Adnan.


"hemm". Dika menyahuti dengan deheman saja


" Makasih ya dokter Adnan". Ucap Dion


"Sama sama tuan, kalau begitu saya permisi dulu ya ". Sahut Adnan dan pergi dari ruangan itu.


" Gila suaminya dokter Yuli, posesif nya parah banget.Masa cuman tersenyum sama istri nya saja, si doi sudah ngamuk". Gumam Adnan sambil berlalu keruangan nya.


Namun di tengah jalan, ia bertemu dengan salah satu rekan nya.


" Hei bro,muka lo kenapa asem banget sih kelihatan nya".Tanya feri teman dokter nya.


" Biasa lah, ketemu sama suami posesif sama istri, masa kita senyum sama pasien langsung ngamuk".Sahut Adnan malas.


" Haha, kamu sih pake tebar pesona segala, tapi aku penasaran siapa sih yang berani ngamuk ke kamu"? Tanya feri


" Tuan muda Dika hadiwinata". Sahut Adnan.


" haha, pantesan dia nya ngamuk secara kita saja tahu giaman cara kamu melihat dokter Yuli". Tawa feri


" Kamu tuh yang lucunya dimana, sampe bisa kamu pake ketawa"? Kesal Adnan


" Tapi aku penasaran gimana reaksi tuan muda, jika tahu selama ini kamu selalu tebar pesona kearah Dokter Yuli". Feri mencoba menggoda Adnan.


" Isshhh jangan sampe tahu lah, bisa habis gue di telan bulat bulat sama dia". Adnan bergidik ngeri.

__ADS_1


" Haha kapok kan lo, ya udah gimana kalo gantian kamu dekati dokter Lika.Secara dia kan juga beda tipis sama dokter Yuli, cantik manis lagi".Tawar Feri


" Aku kecolongan start sob". Ujar Adnan lemas dan langsung masuk kedalam ruangan nya feri pun menyusul karena kepo dengan perkataan Adnan tadi.


" eits bro, maksud kamu apa tadi, emang nya dokter Lika kenapa"? Tanya Feri


"Dia udah punya calon suami". Sahut Adnan pelan.


" Haha bro kayanya kamu harus terima nasib deh, kalau penyandang predikat presiden jomblo pengganti baim wong adalah kamu". Ledek Feri.


Mendengar perkataan Feri, Adnan mendengus kesal, pasal nya mulut rekan sekaligus sahabat nya memang sangat lah jujur.


" Mulut kamu tuh ya lemes banget, kenapa jadi dokter?mendingan gabung saja sama geng emak emak sosialita". Sinis Adnan.


" Kayanya bagus juga deh saran kamu, nanti aku coba sekaligus nyari jodoh buat kamu.Biar nggak di colong start nya".Ejek Feri langsung berlari keluar dari ruangan nya Adnan.


" Ahh syukurlah aku lolos, kalau tidak aku bakalan habis di amuk jomblo ngenes". Gumam feri sambil mengusap dadanya di depan ruangan nya Adnan.


Sedangkan di ruangan Yuli, mereka tengah bersiap untuk pulang.Hari pun telah sore, dan mereka pun pulang, Jason dan Lika pamit pulang dahulu, karena ada urusan.


" Yul, semuanya aku pamit dahulu ya, masih ada urusan ". Pamit Lika.


" Iya makasih ya terseyeng ku, hati hati dijalan. Kak Jason antar cs ku sampe di tujuan jangan di bawah kearah lain". Ucap Yuli sambil menatap tajam kearah Jason.


" Ya ampun ka, kalo bisa periksa lagi deh otak istri kamu.Soalnya seumur hidup aku baru lihat wajah bar bar nya dia". Ucap Jason sambil bergidik ngeri.


" baru sadar kamu, aku yang sudah lama tahu saja biasa saja nggak kaya kamu kelebihan lebay". Alan menimpali.


" Ya sudah ayo kita jalan, soalnya mulut remes sama kremes kalo ketemu nggak bakalan habis nyolot nya". Kesal Lika sambil menarik tangan Jason.


" Lan sepertinya kamu perlu periksa deh". Ucap Yuli


Alan heran, apa maksud dari pertanyaan Yuli barusan.


" Maksud nya"? Tanya Alan heran


" Soal nya mulut kamu tuh seperti perempuan tahu nggak, makanya aku khawatir jangan sampe kamu pria jadi jadian". Ujar Yuli serius.


Orang lain di dalam ruangan tersebut setengah mati menahan tertawa.Mendengar perkataan Yuli, yang meragukan keaslian kelamin nya Alan.


Sementara Alan melongo, mendengar perkataan Yuli.Bisa bisa nya wanita cantik tersebut meragukan dirinya,padahal yang bicara kan mulutnya bukan junior nya.


" Haduh untung juga istri orang, kalau tidak saat ini juga sudah ku tunjukan kejantanan ku". Gumam Alan dalam hati.


"Yul, kok bisa bisa nya kamu sampe punya pikiran seperti itu"? Tanya Alan frustasi.


" Ya kali sikap kamu mirip banget tahu".Jawab Yuli.


" Ya sudah sayang kita jalan, daripada ngobrol terus sama pria jadi jadian". Ejek Dika ke Alan.


Alan hanya mendelik kesal, ia seolah ingin menenggelam kan suami istrinya di lautan sekarang.


Yuli yang hendak turun,dan berjalan tapi di cegah Dika.

__ADS_1


" Sayang aku gendong ya, aku nggak mau kamu kenapa napa lagi". Bujuk Dika


" Emang kamu kuat?Dari sini ke parkiran lumayan jauh loh sayang". Tanya Yuli


" Kalau dia capek kan aku bisa ganti kan dia".Alan menimpali.


" Apa kamu bilang"?Tanya Dika dengan nada terdengar kesal.


"haha bercanda doang, kamu tuh sensi saja kaya pria jadi jadian ". Alan balas meledek Dika.


Yuli tersenyum menatap wajah kesal suaminya itu.


Tak lama Bram dan Riani datang dengan mendorong kursi roda.


" Ayo sayang duduk di sini". Ujar Riani.


" Makasih mi".sahut Yuli, Dika yang siap menjadi suami siaga langsung mengangkat Yuli dan mendudukan nya di kursi roda.


" Makasih ya om tante, karena kalo tidak tak bisa di bayangakan peot nya tulang aki aki satu ini".Ejek Alan ke Dika.


" Huss sudah, dasar kalian tuh ya, hobinya nyerocos mulu.memang benar kata Yuli tadi, kalian seperti pria stengah jadi jadian". Sambung Rika.


Semuanya hanya menggeleng dengan kekonyolan yang terjadi hari ini.Saat sampai lobby depan, mereka bertemu dengan Adnan.


Riani, Rika, Dion serta Bram pamit dahulu, sedangkan Alan dan Dika serta Yuli masih meladeni Dokter Adnan.


" Dokter Yuli sudah mau pulang Ya"? Tanya Adnan basa basi.


" Nggak Yuli mau terbang ke planet mars".Sahut Alan jengah karena melihat tingkah Adnan yang sok akrab.


" Wahh, memang nya ada keperluan apa dokter Yuli ke planet mars". Tanya Adnan sepertinya belum konek.


" Mau beli sambal terasi". sahut Alan lagi.


" Ehh maksud nya itu..


" Kalau masih ingin kerja di sini, mulai sekarang jangan sok akrab dengan istri ku". Bisik Dika di telinga Adnan.


Adnan yang gugup, langsung berniat cepat cepat pergi dari situ.


"Eits stop, kenapa dokter buru buru, padahal saya mau ajakin ke mars buat beli sambal terasi". Alan tersenyum mengejek


Adnan yang wajah nya memerah menahan malu, segera meninggalkan tempat tersebut.Sepanjang jalan ia mengutuki kebodohan nya tadi.


" Ya ampun adnan, kok bisa bisa nya kamu di bodohi kaya tadi.Terus kamu kok malah jadi lemot begini kalo dekat dengan Yuli". Adnan bergumam sendiri.


Sementara Di parkiran Dika tengah kesal kearah Alan.


" Kamu tuh ya, bisa tidak punya alasan yang kreatif terus cool gitu kek.Eh ini pake ngomong ke planet mars buat beli sambal terasi yang ada ketemu alien". Gerutu Dika kesal.


" Masih baik aku kasih Alasan, nah kamu yang ada di dalam otak kamu kosong melompong". Ejek Alan.


" Issh sudah ah, telinga aku sudah mau keluar asap nih, dengar mulut kalian yang tak pernah berhenti bicara". Ujar Yuli yang mulai terlihat kesal.

__ADS_1


" Di bujuk tuh bininya lagi ngambek, takut nya malam nanti jatah kamu hangus lagi kan kasian babang junior nya harus puasa". Sindir Alan sambil masuk dan duduk di kursi kemudi mobil.


" hei ngapain kamu masuk mobil"? Tanya kesal.


__ADS_2