Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
MDD BAB 17 - Gosip


__ADS_3

Anita sudah hafal kebiasaan Zahra, ketika ia sudah mulai berbicara dengan logat palembang itu artinya suasana hatinya sedang buruk. Lalu Anita akan menjaga jarak agar tidak kena imbasnya. Padahal Anita sendirilah yang paling banyak membuat suasana hati Zahra memburuk.


“katanya hari sabtu dan minggu baginya adalah hari libur belajar..” jawab Anita hati-hati.


“ado-ado sajo la dio ni..ya sudah setiap selasa aja gimana? ba’da maghrib lebih baik. Karena pasti kita sama-sama bebas kuliah kan. ” Tegas Zahra.


“ok. Nanti aku sampaikan ke Mas Hanif. baiklah kita lanjutin yang kemarin..” ucap Anita lalu mereka kemabli berkutat dengan proposal RAB setiap divisi.


Di tempat lain, masih di gedung yang sama. Seseorang sedang bergosip tentang Anita dan Hanif tidak lupa melebih-lebihkan agar terlihat menarik. Di fakultas itu siapa yang tidak kenal Hanif, seseorang yang sangat terkenal dengan jiwa kepemimpinannya, berwibawa, bijaksana namun tertutup bahkan jarang sekali Hanif berdekatan dengan wanita apalagi jalan berdua. Dan kemarin saat melihatnya bersama Anita, tentulah menarik minat mereka dan menyebarkan gosip yang berlebihan.


Dua hari, tiga hari, empat hari berlalu. Bukannya mereda gosip tersebut semakin tidak enak didengar karena orang-orang semakin melebih-lebihkan ceritanya. Sedangkan yang bersangkutan diam seribu bahasa tidak menanggapi. Pun dengan Anita. Anita memang tidak peduli dengan gosip yang berseliweran tentang dirinya, yang penting dia, Zahra dan Hanif sendiri yang tahu kebenarannya bagimana, dia tidak peduli dengan omongan orang. Beberapa kali

__ADS_1


Hanif mengirim pesan kepada Anita, bertanya apakah dia terganggu, apakah dia baik-baik saja, dan pesan-pesan kekhawatiran lainnya. Tapi Anita membalasnya dengan santai mengatakan tidak peduli omongan orang. Hanif yang mengetahui nya tersenyum lega.


“mas, nanti habis maghrib bisa ya ajari mata kuliahnya pak Surya? Aku sama Zahra kok, atau aku ajak yang lain juga? Kayaknnya kalau Cuma kita bertiga nanti gosipnya semakin mengada-ada.” Ucap Anita saat tak sengaja bertemu dengan Hanif di kampus.


“bisa. Terserah kamu aja, ajak juga Ari atau Reihan biar aman. Tapi kamu beneran nggak apa-apa kan? Gosip nya makin nggak jelas tuh..” ujar Hanif sembari menggeleng-gelengkan kepala. Dia sendiri tidak menduga gosip yang beredar semakin berlebihan hanya karena ia dan Anita jalan bersama. Namun, diam-diam Hanif mencari tahu dalang penyebar gosip itu.


“saya mah masa bodoh sama omongan orang, yang penting kan saya nggak mengganggu mereka dan nggak merugikan mereka.” Jawab Anita lugas. Dan berhasil membuat Hanif tercengang sekaligus kagum dengannya.


“assalamu’alaikum..” sapa Hanif kepada Anita dan Zahra.


“walaikumussalam..” jawab mereka berbarengan.

__ADS_1


“buku diktat yang aku minta sudah siap kan?” tanya Hanif kemudian.


“ini kan mas?” Zahra bertanya kembali untuk memastikan dan diikuti anggukan dari Hanif.


Sampai hampir perpustakaan tutup mereka serius sekali mendengarkan penjelasan Hanif, Hanif sangat cerdas, penjelasannya detail dan mudah dimengerti. Sebelum menyudahi ternyata Hanif sudah menyiapkan beberapa contoh kasus untuk mereka selesaikan.


“ini PR untuk kalian, kalau sudah selesai bisa hubungi aku lagi, nggak perlu nunggu minggu depan kan? Sebentar lagi ujian semester jadi kalian harus benar-benar menguasai materi ini..” sambil menyerahkan sebendel kertas tugas untuk Anita, Zahra, Ari dan Reihan.


“waaahhhh…” tidak disangka mereka mengucapkan satu kata itu bersamaan.


“aku kira kita cuma belajar bersama, tapi ternyata ada PR segala” kata Reihan sambil menepuk jidatnya. Sedangkan Hanif hanya tersenyum simpul, dan senyuman itu tertangkap oleh mata kecil Anita.

__ADS_1


Keren. Batin Anita


__ADS_2