Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 262


__ADS_3

HAI READER KU MY LOPE LOPE TOLONG LAH BERIKAN VOTE MU, AKU LAGI GALFOK NIEHHH


HEHE MAKLUM KARYA AUTHOR YANG LAIN JUGA LAGI ON GOING DI PLATFORM LAIN...


JANGAN LUPA DUKUNGAN NYA YA YA YA..


HAPPY READING YA GUYS


" Ya sudah ayo kita istirahat, cape nih mulut cuap cuap mulu sudah kaya tukang bakso keliling".Canda Mikha


" iya ma seperti nya mirip deh".Sahut Sinta


Keduanya langsung berbaring di ranjang, yang ukuran lumayan besar karena permintaan mikha.


ia tak ingin Sinta tidur di sofa, yang ukuran nya kecil.Ia ingin sinta tidur di dekat nya, sinta sudah di anggap nya seperti putri kandung nya.Oleh sebab itu, ia tak ingin Sinta menjadi istri Alan.


" Sin, kamu pasti pikir mama tak menyukai kamu kan"? Tanya mikha tiba tiba


Sinta mengeyitkan kening nya ia tak habis pikir, dengan jalan pikiran mikha kini.


" maksud mama apa ya"? Tanya Sinta bingung.


" mama bukan nya tak mau menjodoh kan kamu dengan Alan, hanya saja mama sudah anggap kamu sebagai putri kandung mama, mama ingin kamu membawa calon suami kamu dan meminta restu mama.kan mama pingin punya menantu pria selain dari anak mama.Mama juga ingin Alan membawa wanita di kenal kan ke mama sebagai calon istri". Ujar Mikha.


Sinta akhirnya mengerti mengapa, Mikha tak pernah meminta ia untuk mendekati Alan.Ternyata wanita paruh baya tersebut, menginginkan dirinya untuk membawa pria lain untuk di kenalkan pada mikha.


" mama tenang saja, aku bakalan bawa calon mantu mama bule tampan, seksi, kaya dan Sinta yakin mama tak kan bisa menolak nya". Goda Sinta


" hhoho so pasti mama akan seleksi betul calon mantu mama.Ingat pilih suami jangan di lihat dari tampang dan kaya saja,karena mama yakin pria seperti itu banyak yang kurang setia karena mengandalkan kelebihan mereka". Ucap Mikha


" Iya mams aku janji deh, nggak bakalan salah pilih.Yang penting mama setuju dan terima dia itu sudah cukup"..Sahut Sinta lagi


" hehe itu baru putri cantik nya yang pintar". Puji Mikha sambil memeluk Sinta.


Tak terasa air mata Sinta pun jatuh,hatinya tersentuh saat mikha menganggap nya sebagai putri nya.


" Ya Tuhan terima kasih karena sudah mengirimkan wanita pengganti mama sebaik ini.Tapi aku mohon jaga lah mama kandung ku, di mana pun ia berada, karena biar bagaimana pun ia adalah wanita yang telah melahirkan ku". Lirih Sinta dalam hati.

__ADS_1


Mikha menyayangi Sinta sepenuh hati,ia merasa kasihan kepada gadis malang tersebut.Karena di usia nya masih terbilang muda, ia harus dihadap kan dengan kejadian yang memilukan bahkan harus mendekam di penjara.


"Sekali lagi ma, terima kasih karena sudah mau terima Sinta, yang bukan siapa siapa.Sinta janji akan selalu menjaga mama, dan tak kan pernah menyusah kan mama". Ujar Sinta Tulus.


" masama nak, mama percaya sama kamu, bukan kah semua manusia sama di hadapan Tuhan, hendak lah kita saling mengasihi sebagai sesama ciptaan nya". Sahut Mikha


" Iyesss mams". Sahut Sinta tersenyum sambil menampil kan gigi putih nya.


" Ayo tidur atau kamu mau gantikan satpam jaga gerbang". Goda Mikha


" mana ada satpam secantik aku ma, yang ada penjahat pada ngantri buat ajak kenalan". Ucap Sinta narsis.


"Mama nggak yakin deh, buktinya sekarang belum laku kan "? Ejek Mikha


" ihh mama mulut nya jujur amat sih". Sinta pura pura merajuk


" Kan kata Tuhan bohong itu dosa". Jawab Mikha


Keduanya tertawa karena ada saja perdebatan mereka, namun hal tersebut lah yang membuat keduanya makin dekat.


Tak lama keduanya sudah menuju alam mimpi mereka.


" Ya ampun sayang, ini sudah berapa jam kamu tidur, apa nggak rasa lapar"? Gumam Dika sendiri.


Ia pun memilih menyiap kan makanan, dan menaruh nya di atas nakas samping tempat tidur.setelah itu ia pun membangunkan istri nya yang tidur layak nya orang mati.


Dika menggoyang kan bahu Yuli, dan sambil mencium seluruh wajah tanpa ada yang ketinggalan.


""Sayang, bangun dong apa nggak lapar yang"? Panggil Dika


Namun Yuli tak bergeming sedikit pun, bahkan ia sangat menikmati ciuman Dika di wajah nya.


" Sayangggg, ayo bangun dong". Panggil Dika tepat di telinga Yuli.


" hemmm". Gumam Yuli ia pun bangun dengan rambut acakan bahkan menutupi seluruh wajah nya.Ia bangun namun matanya masih terpejam, dika mendekatinya dan langsung mencium bibir istrinya.


Sebab penampilan seorang wanita yang asli, saat ia baru bangun tidur.Dika melihat istri nya itu, membuat nya sangat gemas, dan langsung melahap bibir Yuli.

__ADS_1


Yuli yang merasa kesulitan bernapas, langsung mendorong tubuh Dika agar menjauh.Tubuh Yuli masih polos karena dari tadi ia tidur dan tak kembali memakai pakaian nya.


"kamu mau bunuh aku ya"? Yuli menatap tajam kearah Dika.


" Enggak kok, siapa suruh tadi di suruh bangun tapi susah sekali". Sahut Dika sambil menyindir Yuli


" Masa sih, kamu bohong pasti hanya mau curi kesempatan kan"? Yuli menelisik wajah suaminya itu.


" Idih ngapain juga mau ambil kesempatan, sadar saja aku sudah bisa terkam kok". Sahut Dika tak mau kalah


" Dasar suami mesum". Kesal Yuli


" Eitss biar mesum, tapi yang bisa bikin kamu ketagihan kan". Goda Dika.


Yuli tak peduli dengan perkataan Dika, karena jika berdebat dengan nya tak kan berakhir jika belum ada yang mengalah.


Pandangan Yuli kini beralih ke makanan di atas nakas, yang sangat menggugah seleranya.Dika yang mengikuti arah pandang Yuli, langsung mencegah nya.


" nggak ada makanan kalau belum mandi". Perintah Dika tak ingin di bantah.


Wajah Yuli yang tadi berbinar langsung berkaca kaca.Ia merasa kecewa, karena tak bisa menikmati makanan lezat di hadapan nya kini.Yuli pun menundukan kepala,air matanya lolos begitu saja, ia menjadi cengeng.


Dika pun heran dengan tingkah istri cantik nya itu, kenapa tiba tiba menjadi wanita yang melow.Ia pun mengangkat wajah Yuli dengan cara memegang dagunya.Dika sangat terkejut, ketika melihat air mata yang ada di pipi Istrinya itu.


" Lho sayang kamu kok menangis, emang nya aku salah ngomong ya tadi"? Tanya Dika sedikit cemas


Yuli menggeleng kepala namun masih tetap menunduk.


" Terus kamu menangis karena apa sayang"? Tanya Dika lagi


Yuli pun langsung mengangkat tangan menunjukan kearah makanan di atas nakas, dan Dika mengikuti arah tangan Yuli.


Dika langsung tersenyum, ke arah istrinya itu.Ia merasa lucu dengan tingkah yuli yang menangis gara gara makanan.


" Ayo jawab kamu lapar dan mau makan". Tanya Dika lagi


" Hemm iya aku lapar banget nih, kampung tengah sudah tak bisa di kompromi lagi sepertinya". Sahut Yuli

__ADS_1


" iya tapi kan nggak perlu pake nangis segala kan". Ejek Dika.


" Issh kamu tuh, pikir lucu apa.Aku kelaparan kamu senang dasar suami nggak ada akhlak". Sahut Yuli kesal.


__ADS_2