Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
KU GAPAI CINTAMU


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


Cinta datang karena sudah di garis kan dari yang kuasa ,sebagai manusia hendaknya kita melakukan sesuatu dengan sesuai hati nurani tanpa menyakiti satu dan yang lain.


Silvia hanya tersenyum membalas perkataan Davin ,yang seperti nya merasa tak enak dengan Silvia .Ia melihat wajah penuh penyesalan oleh Davin ,tapi mau bagaimana lagi keduanya kini sudah berada di depannya rumah Davin.


" Mmm aku nya nggak di ajak masuk gitu,atau mau kita gantikan Satpam saja gimana "?.Tanya Silvia sambil menaik turunkan alisnya.


Davin mengacak rambut Silvia gemas,soalnya wajah nya yang tersenyum seperti itu terlihat sangat manis.Davin yang tak ingin menyia nyiakan kebersamaan keduanya ,langsung mendekati wajah Silvia dan langsung mendekatkan bibirnya.


Silvia yang tahu jika Davin ingin mencium nya,langsung menutup matanya pertanda tak menolak semuanya. Keduanya mulai larut dalam keadaan ,Silvia tanpa sadar melingkari lengannya di lehernya Davin.


Berawal dari cuma mengecup kini berubah menjadi luma**n dan saling bertukar Salivanya ,keduanya larut dalam dunia yang mereka ciptakan sendiri.


Tak menyadari jika masih berada dalam mobil ,dan juga tak sadar jika berada di depan rumah nya Davin. Entah apa yang tengah mereka pikirkan ,mungkin dunia hanya milik mereka berdua bahkan tak peduli dengan yang lainnya.


Memang ya kalau orang lagi jatuh cinta di mana saja dan kapan pun ,bermesraan tak pernah kenal waktu.


Davin yang merasa hasrat nya sudah tak bisa di tahan lagi,mulai mencium leher Silvia dan meninggalkan banyak bekas merah.Davin dengan nafas yang memburu,merasa harus menghentikan ini semua karena dua kancing baju Silvia sudah ia lepaskan tadi.


Dan terlihat dengan jelas warna pakaian dalam Silvia yang berwarna hitam,hingga membuat nya terlihat sangat seksi.Sedangkan Silvia yang sudah kembali ke Alam sadar nya,menjauhkan saja dari Davin dan memalingkan wajahnya kearah lain.


Wajah Silvia kali ini jangan di tanya lagi,memerah bagaikan kepiting rebus dan ia sangat malu.Karena baginya tingkah nya tadi sungguh sangat memalukan ,main nyosor saja.


Davin yang sedang mengatur nafasnya ,setelah di rasa sudah cukup tenang. Ia mengusap pelan rambut Silvia,yang sama sekali tak mau menatap nya.


" Maafkan aku Sayang ,sungguh aku menyesal ". Lirih Davin sambil membelai kepala Silvia ,dan tanpa terasa airmatanya lolos begitu saja.


Silvia yang merasa tangan Davin yang bergetar ,ia pun memberanikan dirinya untuk menoleh.Netra Silvia membulat tatkala melihat wajah tampan kekasihnya ,yang terlihat sedang mengeluarkan air matanya.


Davin menatap sendu kearah Silvia ,ia sangat takut jika Silvia membencinya karena melakukan sesuatu yang membuat Silvia merasa tak nyaman.

__ADS_1


" Maafkan aku Yang ,kamu boleh marah atau maki apapun itu. Asal kan jangan membenci atau memarahi ku,sungguh aku tak sanggup jika sampai itu terjadi ". Ucap Davin Lirih bahkan hanya menundukkan kepalanya .


Silvia merasakan begitu nada ketulusan dan penyesalan begitu mendalam ,dari semua yang terucap dari bibir Davin barusan.


Silvia mengangkat wajahnya Davin agar menatap dirinya,lalu tersenyum sambil mencium pipinya. Hingga Davin mengeryitkan keningnya,karena mengira Silvia marah ternyata tidak sama sekali.


" Yang bilanga marah itu siapa sih,lagian kan nggak ada salahnya belajar mulai dari sekarang supaya saat sudah nikah tak perlu belajar lagi ". Ujar Silvia yang sebenarnya menahan malu ,karena terlihat dirinya seperti wanita yang tak punya malu.


Silvia merasa diri nya seperti wanita yang sedang bucin parah ,hingga main nyosor lebih dulu.


"Makasih Sayang ,ok kalau begitu seterusnya kita harus lebih hot lagi biar setelah nikah tanpa banyak makan waktu lagi".Sahut Davin semangat.


Silvia bergidik ngeri ,karena kebodohan nya tadi kini otak mesum nya Davin mulai bekerja dan sepertinya sudah tak bisa di hentikan.


" Ehh mana bisa begitu dong,lagian kan tadi hanya asal ngomong maksud nya salah bicara.Jadi jangan berpikiran aneh aneh,karena itu tak kan pernah terjadi." Sahut Silvia


" Lho mana bisa begitu Sayang ,lagian tadi kan kamu sendiri yang bilang bukan aku lho.Jadi harus secepatnya terealisasikan ,karena sayang sekali ide sebagus itu tak di laksanakan ". Ujar Davin dengan wajahnya yang terlihat berbinar.


" Au ah susah ngomong sama orang seperti kamu,jangan coba ngomong salah sedikit langsung konek memang.Apalagi hal hal yang berbau mesum ,pasti langsung cepat tangkap tak perlu pakai loading "..Ketus Silvia.


" Iya iya maaaf nona manis jangan marah lagi ya,nanti jelek lihatnya apalagi cemberut seperti itu lebih parah lagi ". Goda Davin.


" Hemm jadi tadi suruh aku kesini,hanya untuk tidur di mobil begitu "? Tanya Silvia


" Aduh aku kok bisa lupa ya, ya sudah ayo turun supaya kita masuk kedalam". Ajak Davin lalu turun dari mobilnya dan membuka kan pintu untuk Silvia.


Lalu keduanya masuk kedalam dengan masih bergandengan tangan ,Silvia tampak mengeratkan pegangan nya.Jujur dalam hatinya sangat gugup ,sebab kali ini datang bukan hanya berkunjung tapi melainkan akan menginap.


Davin yang merasa tangan Silvia dingin ,dan juga pegangan nya yang semakin erat yakin jika sekarang Silvia merasakan kegugupan yang berlebihan.


" Kamu nggak Papa kan Yang"? Tanya Davin cemas.


" Nggak kenapa gimana ,jantung ku serasa mau loncat gini juga ". Kesal Silvia tapi tak bisa berbicara banyak karena mereka sekarang sudah berada dalam rumah.


Davin hanya tersenyum kecil sambil menggandeng tangannya Silvia masuk kedalam kamarnya ,keadaan rumah sekarang sepi karena semuanya sudah pada tidur.


Silvia merasakan jantung nya berdegup kencang ,karena Davin membawa nya kedalam kamar pribadinya. Ia selama hidup tak pernah tidur hanya berdua dengan pria,bahkan sekedar berpelukan saja tak pernah.


Davin yang menyadari jika Silvia merasa kurang nyaman ,saat keduanya sudah berada dalam kamar.


" Kamu tidur di tempat tidur ,sedang aku nya di sofa saja ". Ucap Davin Sambil tersenyum ,ia lalu ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi..Sedangkan Silvia menaruh ransel nya di atas nakas,lalu menuju ke ranjang dan bersiap hendak tidur.


Silvia belum menutup matanya ketika Davin keluar dari kamar mandi ,dengan sudah memakai piyama dan wajah nya terlihat lebih segar.

__ADS_1


" Sayang kamu sudah tidur atau belum "?.Tanya Davin


" Otw". Sahut Silvia sambil berusaha memejamkan matanya


Davin mendekati Silvia dan mengecup keningnya ,setelah itu berbisik di telinga Silvia dengan deru nafasnya terasa sekali di wajahnya Silvia.


" Selamat malam Sayang ku ,bawa aku kedalam mimpi mu aku sangat mencintai mu". Ucap Davin pelan lalu menuju ke Sofa untuk tidur. Davin membaringkan tubuh nya menghadap kearah Silvia ,ia ingin tetap memandang kekasih hatinya itu.


Davin tak ingin saat tertidur ia sudah tak bisa lagi memandang Silvia ,ia takut apa yang terjadi malam ini hanya mimpi.


Tanpa Davin sadari apa yang telah ia lakukan barusan membuat Silvia tengah olahraga jantung,ia bahkan berusaha memejamkan matanya agar cepat tertidur.


Silvia hanya bolak balik di atas tempat tidur mencari posisi ternyaman ,itu semua tak luput dari pengamatannya Davin. Pria tersebut yakin jika Silvia sedang gelisah ,memilih mendekatinya dan mengusap pelan kepalanya.


" Sayang kamu kenapa,belum ngantuk "?.Tanya Davin perhatian.


" Iya nihh gimana dong masa sudah jam segini belum bisa tidur ,nanti besok banget pagi jatah mataku bisa saingan dengan panda nih". Silvia merajuk


" Hehe mana bisa begitu Yang,kekasih ku yang tercantik mana bisa samakan dengan Panda. Nanti bakalan ku habisi semua nya ,yang berani dekati kekasih hatiku ". Sahut Davin


" Ishh mana bisa begitu oo ,ada ada saja pembicaraan nya sudah ah aku mau tidur tapi bingung gimana nih. Masa dari tadi belum bisa tidur juga ,ahh gimana dong ". Kesal Silvia


Davin langsung berinisiatif tidur di samping Silvia ,dan langsung memeluk tubuh mungilnya erat.Silvia sangat terkejut melihat tingkah Davin ,yang tiba tiba memeluknya.


Silvia ingin berontak tapi suara Davin menghentikan diri nya,bagaimana tidak jika hanya bicara saja boleh lah.Ehh ini malah terdapat ancaman ,kalau sudah sah ya boleh saja tapi kalau ini mah bisa namanya dosa besar..


"Sayang bisa tidak jangan bergerak ,atau bakalan ada yang ngamuk.Terus jadinya kita langsung olahraga malam pertama sebelum menikah ,dan kamu pasti tidak ingin itu terjadi "? Ucap Davin penuh penekanan.


Akhirnya dengan drama yang tak tahu habis nya ,Silvia memilih memejamkan matanya di dada Davin. Detak jantung Davin terdengar merdu di telinga nya,bahkan Silvia tersenyum senang.


"Yang misalkan besok langsung nikah gimana "? Tanya Davin


" Ehhh maksudnya apa bilang seperti tadi "? Tanya Silvia masih coba memejamkan matanya.


" Ya biar tiap malam tidur seperti ini terus kan pasti langsung tertidur pulas,tanpa banyak pikiran lagi ". Sahut Davin


" Hemm bahas nya lain kali saja ,soalnya mata ku sudah tak bisa di kompromi lagi. Kalau masih bicara terus ,lebih baik pergi tidur di luar. Biar aku nya nggak keganggu sama kamu,soalnya dari tadi nyerocos terus seperti air mengalir ". Ujar Silvia


Sedangkan Davin terkekeh mendengar jawaban Silvia ,yang katanya Davin ngomong nya tak pernah berhenti. Padahal sebenarnya di sini yang tidak berhenti ngomong siapa dari tadi ,bahkan Davin tak ads kesempatan untuk menyela.


" Iya baiklah ayo tidur sekarang ,dari pada nanti tidur di luar kan mana enak.Masa sudah capek ajak tidur bareng ,eh malah di suruh pisah". Gumam Davin pelan


Karena tak melihat pergerakan sedikitpun dari Silvia,Davin pun mengambil kesimpulannya jika Silvia sudah tidur.

__ADS_1


"Wah Sayang pelukan ku sangat nyaman ya,sampai sampai langsung tertidur "? Tanya Davin pelan


__ADS_2