
HAII READER KU TERSEYENG JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ****
Davin ingin membuat Rino kapok karena lari dari tanggung jawab ,bukannya mengurus perusahaan malah keluyuran gangguin anak gadis orang.
ting tong,ting tong
(Kira kira begini lah bunyi bel rumah Sarah)
Sarah yang sedang dikamar mandi langsung terkejut,berbeda dengan Rino yang seakan bunyi bel pintu adalah alunan melodi pengantar tidur.
"Aduh itu siapa sih pencet bel kaya sopir truck,om telolet om!" Gerutu Sarah kesal.
Dengan mendumel kesal Sarah mau tak mau keluar kamar ,tapi sebelum itu ia memastikan Rino sudah bangun atau belum.
"Iya sabar!" Teriak Sarah dari dalam karena bunyi bel yang tak kunjung berhenti.
"Ya ampun nih orang kok malah ngegas sih,awas saja keluar nanti bakal ku tonjok!" Sambung Sarah lagi sambil menggerutu kesal.
"Woi tidak bisa tunggu apa?" Tanya Sarah setengah teriak ketika ia sudah membuka pintu.
Alangkah terkejutnya ketika melihat siapa gerangan yang berdiri dihadapanya sekarang,rasa marah yang tadi menguap entah kemana.
"Ka kalian kok bisa disini?" Tanya Sarah bingung.
"Ya jelas ada lah kalau orang yang kami cari lagi terdampar disini!" Ketus Davin .
"Wihhh manusia mana yang terdampar disini?" Tanya Sarah memastikan.
"Bisa ijin kami masuk sekarang?" Tanya Silvia.
"Boleh masuk saja?" perintah Sarah serius.
Davin dan Silvia langsung masuk kedalam rumah,Silvia yang merasa yakin jika ada Rino dalam kamar seketika menarik tangan Davin agar ikut dengannya.
"Kita periksa kamar Sarah saja," Ucap Silvia sambil menatap tajam kearah Sarah.
"Beb dia sendiri yang datang kok,aku mana pernah ajak pria kedalam rumah!" Bujuk Sarah agar Silvia tidak marah lagi.
"Diam kamu ,bukannya diusir atau apa eh malah biarin saja.Nanti kalau ada yang tahu kan bisa berabe ,kalian bisa disidang kaya pencuri." Omel Silvia kesal.
__ADS_1
"ihh kok aku yang disalahkan lagi padahal bukan aku yang berbuat." Gerutu Sarah pelan.
"Diam kamu siapa suruh jadi wanita kok gampangan sekali,padahal kan bisa teriak atau pukul pake apa gtu biar dia pergi." Sambung Silvia lagi.
"Iya aku salah Maafkan aku ya jangan marah lagi,soalnya wajah kamu bikin merinding." Goda Sarah agar cs nya tidak marah lagi.
ceklek
Davin dan Silvia sangat terkejut melihat keadaan Rino diatas tempat tidur ,hanya memakai celana tanpa memakai baju sama sekali.
Bugh bugh bugh
Davin langsung mengambil bantal dan menghajar tubuh Rino yang sedang terlelap ,ia berpikiran kalau tadi Rino sudah melakukan yang tidak tidak kepada Sarah.
"Kurang ajar kamu kita lagi pusing mikirin Mama ,kamu malah enak enak disini!" Sarkas Davin tajam.
"Aww ,ini siapa sih pake acara gangguin orang lagi tidur?" tanya Rino dengan posisi mata masih terpejam.
"Pake tanya lagi ,ayo cepat bangun karena kamu harus pergi sebelum aku panggil maling!" Sambung Davin lagi.
"Aih aku ngapain sih jadi pake panggil maling segala?" tanya Rino kesal.
"Pake pura pura bodoh lagi,hei kamu tadi ngapain anak orang awas saja kalau sampai bapaknya pake ngamuk kamu yang bakal tanggung resiko nya!" Ucap Davin lagi.
"Aku tidak berbuat apapun kok kenapa kamu yang marah?" tanya Rino kesal.
"Itu tadi tidak sengaja...
"Kamu kok bisa bisanya tidur disini hanya pake boxer doang ,nanti kalau Papa sama Mama pulang gimana?" tanya Sarah frustasi.
"Hehe Maaf soalnya terlalu panas jadinya mau tak mau aku buka baju saja deh!" Sahut Rino tanpa dosa.
"Enak saja kalau ngomong,kamu pikir ini rumah kamu apa jadi seenaknya saja bertingkah." Sahut Silvia kesal.
"Ayo pulang seka!" Tegas Davin tak ingin dibantah.
"Ahh kalian tidak ada yang mengerti sedikit saja dengan yang namanya berusaha?" Ucap Rino pelan takut Davin memarahinya sekarang.
"Iya aku setuju sana kamu pulang,sebelum Mama sama Papa pulang nanti." Sambung Sarah kesal.
"Kalau aku pulang kamu juga harus ikut!" Bujuk Rino sambil tersenyum.
"mana bisa begitu,lagian yang pulang kan kamu sedangkan aku kan tinggal disini jadi untuk apa pergi?" tanya Sarah heran.
"Kan biar aku tambah semangat kerja begitu." Goda Rino membuat Davin dan Silvia ingin muntah.
"Gombalan receh dari orang yang receh!" Ejek Silvia akan tetapi Sarah merasa ingin melayang jika digombal oleh Rino.
__ADS_1
"Jangan bilang kamu tergoda dengan nih Alien?" tanya Davin memastikan.
"Kalian itu kenapa sih jadi orang nyolot sekali,padahal dia kan cuman bercanda doang,kamu pulang ya nanti kita telepon saja daripada nanti ada yang iri kan ribet." Ejek Sarah.
"Kita iri sama kalian begitu,hah kalau sampai hal itu terjadi bisa dipastikan mata kita rabun." Sinis Davin.
"Keluar sana ada yang aku mau ngomongin ke jantung hatiku ,kalau kalian masih disini bikin rusak suasana!" Ejek Rino.
"Heh cepetan nanti orang tua Sarah pulang ,kamu bakal kena amukan dari mereka.Lagian malu tau kalau sampai mereka tahu kita ngapain disini,masa iya harus jawab untuk jemput kamu?" Ketus Silvia pelan.
Ketika Davin dan Silvia sudah keluar ,Rino menatap kearah Sarah sambil tersenyum. Ia tahu jika tadi datang dan masuk kedalam kamarnya tanpa izin,akan tetapi mau bagaiamana lagi.
"Kamu marah kah?" tanya Rino pelan.
"Untuk apa marah?" Tanya Sarah balik.
"Soalnya masuk dalam sini,tanpa permisi." Jelas Rino tak enak hati.
"Sudah tau pake tanya segala?" Ketus Sarah.
"Hehe aku kan cuman mau memastikan saja,tapi ternyata memang beneran ya?" Lirih Rino memasang wajah penuh penyesalan.
"Sudah sana pergi nanti kamu bakal dapat omel dari tuh pasangan paling cerewet dijagat raya ini." Ucap Sarah yang tak perlu dijelaskan apa lagi maksud nya.
"Nanti malam aku jemput ya,biar kita pergi makan malam.Tolong jangan tolak ya,karena aku ingin kita tambah dekat tidak kaku seperti ini!" Pinta Rino pelan.
Tersanjung,bahagia,Ketika seseorang menghargai kita dengan tulus,wanita mana yang akan menolak jika diperlakukan seperti itu.
"Iya nanti malam kalau mau Otw kesini kamu kabarin aku ya,tapi ingat nanti tunggunya ditempat tadi kamu parkir mobil!" Jelas Sarah.
"Yess,jadi kamu mau nanti malam kita keluar?" tanya Rino pelan.
"Hemm ,telinga kamu sebentar pulang di rombak dulu biar lain kali kalau ada yang ngomong tidak pake tanya lagi." Omel Sarah.
"Sipp ,nanti jangan lupa ya..
"Woii ingat anak orang tuh jangan diapain ,nanti bakal dapat tonjok!" Teriak Davin dari luar.
"Hadeuh tuh orang mentang sudah sold out jadi seenaknya ngomong,awas saja nanti giliran mereka aku adalah orang pertama yang bakal tambah bumbu biar lebih pedas." Sungut Rino.
Sarah hanya geleng geleng kepala ,ia tahu bahwa Davin pasti menahan emosinya karena tingkah Rino itu.
"Sudah ayo keluar dari sini,kebetulan aku juga mau keluar kamar." Ajak Sarah.
Rino pasrah dan hanya bisa mengikuti langkah Sarah dari belakang ,ketika sampai didepan pintu kamar Sarah jangan lupa dengan tatapan horor dari Davin itu .
"Muka kamu kenapa?" tanya Rino tanpa dosa.
__ADS_1
Davin hanya mendengus kesal ,akan tetapi ia tak bisa berbuat apa apa dirumah orang.