
HAII GUYS TERSAYANG...EDODOEEE
MACAM LUPA KASIH VOTE K GUYS...
HAHA VOTE NYA DONG BIAR KITA SIMBIOSIS MUTUALISME...
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS...
LANJUT...
"Iya kamu betul sih, kalau jomblo itu bebas mencari udara segar.Tapi kasihan pulang di rumah, tidurnya sendirian tak ada yang menemani.Malah kasihan lho apalagi musim dingin begini, enak nya peluk istri.Tapi apalah daya nasib jomblo pasti peluknya guling doang". Ejek Dika
Alan tersenyum kesal, niat hati ingin menggoda Dika, yang ada dirinya di skakmat Dika.Sedangkan Yuli hanya tersenyum menatap wajah Kesal Alan.
"Sudahlah jangan kau pasang tampang aneh mu itu, aku muak melihat nya ingin muntah". Ujar Dika
" Aku pamit daripada kelamaan disini, bisa keluar asap telinga ku". Sahut Alan kesal
" haha kupikir kau kembaran nya doraemon"? Ledek Dika yang mana masih bisa di dengar Alan.
" Kau ejek aku terus ya, kudoakan anak mu mirip dengan ku". Teriak Alan sambil menuju kedepan pintu.
" Ohh maaf anda tak beruntung, masa cetakan nya Dika, tapi wajah mirip tupai darat". Teriak Dika entah di dengar Alan atau tidak.
" Sudah cukup, kalian tuh tingkah nya sudah seperti bocah labil saja". Sungut Yuli
" Biarpun bocah labil, tapi bisa bikin kamu klepek klepek".Ujar Dika bangga diri
" Iya terserah anda semau anda seingin anda, tapi nih ya aku mau kasih tau, kalau kita terlalu benci seseorang nanti bakalan ngikut terus."Ujar Yuli
" Aduh yang stop ngomong aneh, siapa juga yang bakalan percaya sama begituan". Sahut Dika.
__ADS_1
Yuli hanya menggeleng kepala, ia tak ingin berbicara lagi, karena hasil nya akan sama jawaban aneh semua yang akan Dika berikan.
" Yang kita jalan jalan di sekitaran sini Yuk, suntuk dalam rumah terus". Ajak Yuli
" Iya sayang, tapi ini kan sudah sore sedikit lagi gelap". Tolak Dika
" Nggak papa kan cuman dekatan di sekitaran kompleks". Ajak Yuli lagi
" Ya sudah yang ayo kita jalan". Ajak Dika sambil menggandeng tangan Yuli.
Kedua pasangan suami istri tersebut, saling bergandengan tangan menikmati udara sore.Kebetulan di tempat situ terdapat sebuah taman, dan terlihat ibu ibu sedang mengajak anak nya.
Ibu ibu tersebut, menatap takjub kepada pasangan suami istri tersebut.
" Sore nak, aduh pengantin baru geulis sama kasep pisan atuh". Puji Salah satu ibu yang sedang menggendong bayinnya.
"Makasih bu, ini anak nya imut sekali". Puji Yuli sambil mencubit gemas pipinya.
" Iya neng ini anak saya yang bontot". Jawab Ibu paruh baya tersebut.
" Lima yang lagi saya gendong ini". Jawab Nya santai.
" Wow, ini emak emak gila deras banget bikin nya"? Gumam Yuli dalam hati.
Sedangkan Dika matanya menatap bayi kecil yang sedang berada dalam gendongan ibunya.
"Aduh nih anak gemesin banget, kayanya harus rajin bikin sama Yuli biar cepat jadinya".Batin Dika
"Eneng nya sudah isi belum ya"? Tanya ibu tersebut
" Belum bu, doakan saja ya biar cepat". Sahut Yuli malu malu
" Iya neng ibu doakan, tapi jangan lupa usaha nya juga lebih lagi bila perlu jangan kasih kendor mas". Sahut ibu tersebut.
__ADS_1
" Baik bu, akan saya ingat nasihat nya". Ujar Dika
Ia dan Yuli berjalan santai lagi, menikmati udara sore yang begitu segar.Dika pun mengingat kata kata ibu tadi, sekarang dia akan punya alasan untuk berolahraga di ranjang terus bersama Yuli.
Yuli yang melihat Dika senyum senyum sendiri, merasa heran.Sebenar nya apa yang ada dipikiran suaminya tersebut.
"Kamu kenapa sih kok senyum sendiri, nanti di bilang stres sama orang baru tahu rasa".Sinis Yuli
" Aku hanya kepikiran perkataan ibu tadi,kayanya benar deh.kita jangan sampe kasih kendor untuk cetak Dika junior nya". Ujar Dika
" Astaga, otak kamu tuh ya, kalau di pancing ngomong begituan, pasti kamu yang bakalan on lebih dulu". Ujar Yuli sambil menggeleng kepala.
" Ya iyalah so pasti, itu adalah hal yang paling penting dalam hidup ini, dan tak bisa di bantah lagi". Sahut Dika
Yuli hanya tersenyum,ada saja jawaban yang akan di berikan kepadanya.Memang benar Dika adalah duplikat dari Rika hadiwinata.
Keduanya masih menyusuri taman kompleks, semua orang memandang takjub, keduanya memang terlihat serasi.
"Yang kalau kita punya anak, kamu maunya berapa"? Tanya Dika
" mm, 3 anak 2 cowo 1 cewe".Sahut Yuli
"Kalau aku maunya 6 anak 3 cowo 3 cewe". Ujar Dika
"What kau pikir beranak itu mudah, tinggal jleb langsung keluar".Ujar Yuli sambil menatap tajam kearah Dika
"Ya mudah lah yang, lagian aku nggak mau kalah dong sama ibu ibu yang tadi". Sahut Dika
"Anak kok dibikin kaya perlombaan, ada saja jalan pemikiran kamu". Yuli bingung dengan jalan pemikiran suaminya tersebut.
"Hei kamu lupa, banyak anak banyak rejeki". Ucap Dika
" Ya ya anda memang selalu betul tak pernah salah". Sahut Yuli jengah
__ADS_1
" Sayang sudah mau malam nih, ayo pulang Yuk.Pasti papa sama mama sudah pulang sekarang".Ajak Dika
Yuli hanya menganggukan kepala, keduanya pulang kerumah dengan bergandengan tangan.Siapa saja yang melihat nya pasti akan merasa iri.Author saja iri kok...hehe..