Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
KU GAPAI CINTAMU


__ADS_3

GUYS JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA


VOTE VOTE NYA DONG


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


Davin hanya menggelengkan kepalanya ,melihat tingkah laku Mamanya. Seorang wanita yang sudah melahirkan dirinya ,yang hobinya marah marah karena sebuah kesalahan.


Sedangkan Silvia sedang gelisah menahan malu nya,pasalnya karena dirinya barusan seperti di grebek ketahuan berbuat mesum.


Padahal selama ini ia tak ada bermimpi ,akan terjadi hal yang seperti ini.Ia sangat malu sekali karena hal ini sampai terjadi ,dan menjadi tontonan orang dalam rumah.


Davin yang menyadari jika Silvia hanya tertunduk saja dari tadi ,dan tak mengeluarkan suaranya. Membuatnya menjadi kebingungan ,karena tak ada pergerakan dari nya.


" Sayang kamu kenapa kok diam saja dari tadi ,ada yang sakit atau gimana?Ngomong dong jangan hanya diam saja ,aku kan bingung jadi nya ". Tanya Davin


Silvia mendengus kesal karena pertanyaan Davin barusan ,memang nya dia tidak peka kalau Silvia sedang menahan malu.


" Kamu sadar,lupa atau memang pikun ya,tadi lupa kalau kita ketahuan tidur bareng. Apa nggak malu apa,seperti sedang di grebek warga tau nggak sih".Kesal Silvia


" Astaga Yang jadi karena itu,aku pikir ada masalah apa .Kamu tenang saja kalau soal itu, nanti biar Aku saja yang hadapi ". Sahut Davin santai.


Brughh


Sebuah pukulan telak masuk di otak Davin,tentunya dari Silvia ,bagaimana tidak orang lagi pusing tapi Davin tanggapan nya hanya santai saja. Silvia merasa sangat kesal ,karena ketidak pekaan Davin.


" Heiii bodoh ini semua gara gara kamu ,lihat kan apa nanti pikiran Mama tentang kita.Nanti di kira kita sudah nggak bisa tahan,atau apalah itu". Kesal Silvia.


" Ya memang itu kenyataannya ,kalau aku sudah nggak bisa tahan pengen nikah sama kamu. "Sahut Davin lagi,yang membuat Silvia semakin kesal memilih untuk masuk kedalam kamar mandi.


Ia bahkan sampai menghentakan kakinya,karena saking kesal nya mendengar jawaban dari Davin. Bukanya kasih jawaban yang buat hati sedikit lega,eh ini malah tambah bikin pusing saja.


Davin hanya tertawa kecil melihat tingkah menggemaskan dari Silvia ,bahkan terlihat sangat imut dan menggugah Selera.


Eitsss jangan salah paham ,maksud nya menggoda selera yang lain atau gimana gitu 😂😂


Silvia yang sudah berada dalam kamar mandi ,langsung mengguyur tubuhnya di bawah shower.Ia mencoba mendinginkan kepalanya ,agar tak terlalu emosi dan bisa berpikir jernih.


Setelah di rasa cukup sudah waktu mandi ,Silvia memutuskan untuk keluar. Tapi kemudian akal sehatnya menyadarkan dirinya,kalau dirinya sekarang sedang berada di kamar Davin.


Setelah berpikir untuk memecahkan masalahnya,ia akhirnya melihat bathrobe yang berada di situ memutuskan untuk memakai nya dan keluar.


Silvia berharap agar saat ia keluar ,Davin sudah tak berada di kamar .Silvia sengaja membuka sedikit pintu kamar mandi,hanya agar memastikan jika Davin sudah tak berada di kamar.

__ADS_1


Dan ternyata kenyataannya tak sesuai harapan Silvia ,karena Davin sedang duduk manis sambil menatap kearahnya.


" Sayang ayo cepetan keluar dong,biar gantian aku juga mandi sebelum emak emak mengeluarkan suara sepuluh oktafnya. "Ujar Davin.


Akhirnya Silvia mengelus dadanya ,karena akhirnya terbebas dari Davin yang juga hendak mandi.


Dengan menundukkan wajahnya ,Silvia keluar dari kamar mandi.lalu Davin gantian masuk kedalam kamar Mandi,dan silvia menggunakan kesempatan untuk memakai pakaian.


Bahkan ia terlihat sangat terburu buru ,karena tak mungkin Davin lama dalam kamar mandi. Setelah Selesai berpakaian ,saat itu pula Davin keluar dengan hanya mengenakan handuk sebatas pinggang ,Silvia hanya menoleh sekilas lalu berpaling menuju ke meja Rias.


" Ehemm Yang tolong dong ambilkan pakaian ku". Pinta Davin dengan wajahnya yang memelas.


" Astaga kamu yang betul saja deh,masa ambilkan pakaian sendiri nggak bisa.Lagian aku mana tahu letak pakaian nya kamu dimana,ayolah kamu ambil sendiri ya ya". Bujuk Silvia


" Ya lagian aku kan hanya pengen merasakan ,bagaimana sih punya istri yang selalu menyiapkan segala keperluan ku". Sahut Davin pelan dengan wajahnya yang di buat sendu.


" Ishh plis deh Kak ayo ambil pakaian kamu sendiri ,nggak mau kan kena amukan Mama Yuli lagi". Sahut Silvia ketus.


Bagaimana tidak siapa sih yang tidak emosi,ketika akan di jadikan terdakwa malah berleha leha di dalam kamar.


" Kalau soal Mama itu mah gampang Yang,yang penting sekarang lakukan dulu tugas kamu". Ucap Davin yang mana langsung mendapatkan tatapan tajam dari Silvia.


Davin yang takut terkena amukan Silvia ,memilih untuk mengambil pakaian nya.Daripada lebih panjang urusannya ,dan bisa membuat Silvia pergi lebih baik mengalah.


Dengan wajah yang cemberut Davin masuk kedalam ruang ganti,itu semua tak luput dari pandangan Silvia dan hanya bisa menggeleng kepalanya.


Senyum langsung terpancar di wajahnya Davin ,karena mendengar janji dari Silvia barusan. Ia merasakan semangatnya bertambah ,seperti barusan mendapatkan mood booster.


Silvia yang berada di depan cermin langsung emosi nya mencuat kepermukaan ,bagaimana tidak seluruh lehernya banyak terdapat bekas merah dari kelakuan Davin semalam. Bahkan bertambah parah karena kini sudah menjadi kehitaman ,dan sungguh sangat tak enak di lihat.


Dan tentunya rasa malunya itu ,tak mungkin lagi untuk di tutupi membuat Silvia serasa ingin meminjam pintu kemana saja milik akang doraemon.


" Ya ampun ini nggak salah lihat ,kenapa separah ini syukur semalam bawa foundation kalau tidak huft malunya kepalang tanah deh"..Sungut Silvia dalam hati.


Davin yang sudah selesai memakai pakaian ,ia keluar untuk menemui Silvia. Namun yang Davin tak paham,apa yang terjadi dengan Silvia ,hingga mukanya di tekuk begitu.


"Sayang kamu kenapa sih,kok muka nya seperti itu"? Tanya Davin.


" Kalau sudah selesai ayo keluar,dari pada makan waktu lagi dan urusannya bisa tambah ribet".Ketus Silvia sambil berjalan keluar kamar tak lupa menarik tangan Davin.


Davin hanya menggedikan bahunya pertanda tak peduli,dan mengikuti langkah kaki Silvia dari belakang.


" Yang aku nggak bakalan tinggalin kamu,tapi bisa tidak jangan terlalu mesra apa nggak takut bakalan di godain yang lain ". Ujar Davin percaya diri.


Silvia yang kesal karena perbuatan Davin hingga ia mendengus kesal,tanpa sadar jika keduanya sudah berada di depan meja makan.Yang terdapat seluruh anggota keluarga ,yang sedang menonton aksi keduanya.


" Ehemm, sadar nggak Kalau masih ada yang lain". Sindir Rino


Davin menatap tajam kearah Rino sedang Silvia hanya menggaruk kepalanya tak gatal ,Davin mengajak Silvia untuk duduk di samping nya.Namun Silvia yang masih kesal ,memilih duduk di samping Rino.

__ADS_1


" Astaga nih Silvia ngapain duduk di samping aku,ah bisa berabe nanti urusannya ". Gumam Rino dalam hati yang melihat wajah amarah dari Davin.


" Sayang kamu pindah tempat sekarang ,atau bakalan ku gendong balik ke kamar ". Ancam Davin langsung sukses membuat Silvia menatap kesal ke arahnya.


Yuli yang melihat wajah kesalnya Davin merasa lucu sendiri ,bagaimana tidak hanya karena Silvia duduk di samping Rino menjadi suatu masalah besar.


" Via seperti nya kamu salah tempat tuh Nak,apa nggak lihat ada yang lagi terbakar "? Sindir Yuli


"Nggak deh Ma,disini lebih nyaman iya kan kak Rino"? Tanya Silvia sambil tersenyum manis kepada Rino.


Davin sudah tak bisa menahan kekesalannya ,ia pun langsung bangkit dan mendekati Silvia. Lalu menggendong nya agar pindah tempat ,tepat berada di samping nya.


(GUYS jangan lupa vote nya ya ,, karena author butuh sekali dukungan dari kalian)


Semua hanya menggeleng kepalanya ,melihat tingkah Davin yang lagi cemburu.Sedangkan Rino hanya menatap jengah kearah Davin ,cemburu sih boleh tapi kalau seperti ini mah huft bayangkan saja coy.


" Hemm cemburu sih boleh bro ,tapi apa nggak berlebihan seperti itu.Lagian tuh anak orang apa nggak kasihan ,kalau kamu posesif berlebihan seperti itu "? Tanya Rino


" Kalau aku diam terus kamu bakalan gunakan kesempatan begitu ,enak saja Vivin hanya punyaku bukan untuk yang lain". Sahut Davin ketus.


" Ya ampun Vin kamu ini jadi anak lelaki kok malu maluin saja,yang bilang Rino mau ambil Silvia siapa sih"? Kesal Dika yang tak habis pikir dengan jalan pikiran putranya itu.


" Ya waspada saja kan Pa,jangan sampai ada maksud terselubung ". Sahut Davin.


" Ishh kamu itu kalau sudah ngomong sembarangan saja,memangnya kamu lihat kalau aku ada minat sama Vivin nya kamu"? Tanya Rino kesal.


Yuli yang jengah melihat perdebatan kedua putranya ,serta Silvia yang dari tadi hanya menunduk saja.Membuat nya terpaksa menghentikan segala macam perdebatan di meja makan.


" Bisa kalian hentikan segala macam perdebatan yang membuat telinga mau lepas,atau Kamu Davin mau Mama telepon Lika kasih tau kalau anak gadis nya kamu bawa lari". Ancam Yuli yang sukses membungkam mulutnya Davin


" Ayo Via makan Sayang,jangan dengar kekonyolan mereka dan kalian bocah cecunguk cepetan makan karena setelah itu Mama mau ngomong ". Perintah Yuli


" Yang aku nya nggak di tawarkan begitu "? Tanya Dika


" Oh iya maafkan suamiku terseyeng ,kamu mau makan apa"? Tanya Yuli


" Mau makan kamu". Sahut Dika sambil menatap Yuli dengan sambil menopang dagunya.


" Terus saja mesranya nya,anggap saja kita yang lain hanya angin yang numpang lewat". Sindir Davin.


" Ngomong terus ya sebelum Mama laporkan ke Lika,ayo Nak ngomong terus sudah Mama nggak marah kok.Palingan sebentar juga Lika ke sini ,dan seret kamu ke kantor polisi karena membawa anak gadis orang ". Sinis Yuli


" Ehh jangan Ma ,lagian aku juga mau kok kesini ". Silvia berusaha membela Davin agar jangan kena marah.


" Ohh jadi kalian kabur dari rumah "?.Selidik Yuli


" Ya nggak gitu juga kali Ma,kalau kabur ya pasti ke hotel atau apalah bukan nya kesini ". Sahut Davin membela diri.


" Ya lagian kalian tuh aneh saja ,di rumah Via ada kamar kok bawanya kesini ". Tanya yuli.

__ADS_1


__ADS_2