
Ceklek.
Zahra membuka pintu kamarnya lalu masuk diikuti Anita di belakang. Tanpa-malu lagi Anita langsung saja menjatuhkan badannya ke ranjang empuk milik Zahra, bahkan tas nya masih melekat di badan.
“iiihh, bersih-bersih dulu la.. ngapo la kau ni kotor nanti ranjangku..” Zahra mengeluarkan logat palembangnya, tandanya bahwa dia sangat amat kesal.
Tapi Anita sama sekali tidak menggubrisnya.
“Anitaa…” kali ini nadanya meninggi.
“nggeh jeng Zahra yang cantik..” sahut Anita dengan nada mengejek. “dasar emak-emak” tambahnya lagi.
Anita dan Zahra selesai membersihkan badan mereka masing-masing, kemudian dilanjutkan makan malam sambil menonton drama korea yang sudah mereka download di laptop.
Sampai satu jam lamanya mereka baru menyelesaikan makan bersamaan dengan selesainya satu episode drama itu.
Tampak sekali sedari tadi Zahra ingin membuka percakapan tapi diurungkannya kembali. Zahra hanya takut Anita akan mengejeknya habis-habisan.
Anita tidak juga mau memancing, dia tidak ingin memaksa sahabatnya itu bercerita jika bukan kemauannya sendiri. Berbeda dengan Zahra yang suka menodong cerita pada Anita.
Anita memutuskan untuk berbaring di ranjang. Ia memposisikan dirinya seakan hendak tidur, padahal ia masih setia menunggu Zahra untuk membuka cerita.
“nit, jangan tidur dulu. Kan aku mau cerita dulu.” Cegah Zahra saat melihat Anita memejamkan matanya.
“aku nungguin dari tadi, tapi kamunya malah kedap kedip sana sini nggak jelas. Takut kalau aku bakal ngetawain?” ujar Anita. Dia seakan tahu apa yang diresahkan Zahra. Yang disindir seketika terhenyak mendengar ucapan Anita.
__ADS_1
Tahu darimano awak kalu aku takut. Pikir Zahra.
“mmm, sebenarnya kemarin aku dilamar seseorang Nit.” Ucap Zahra pelan, sangat pelan sambil menunduk.
“apa? ngomong yang keras sedikit Zahra..”
“aku dilamar kemarin..” ucap Zahra, dia mendongak menatap lekat Anita seolah minta pendapat.
“serius? Waahhh, flex. hahahaha..Seorang Zahra ternyata bisa bergerak cepat. Siapa orangnya? Orang mana? Kamu diam-diam punya pacar?” Anita memborbardir Zahra dengan pertanyaan beruntun.
Jika harus mengulangnya, author yakin pasti dia tidak mampu. hehe
“apa sih..” tukas Zahra malah cemberut.
“dia orang palembang juga. Masih satu desa denganku. Aku juga nggak kenal, tapi aku tahu orangnya, kami hanya beberapa kali berpapasan tapi nggak pernah sampai ngobrol. Abah yang kenal beliau dan keluarganya. Kemarin abah kirim fotonya.” Ujar Zahra panjang lebar lalu menyerahkan handphone miliknya kepada Anita.
“ganteng. Kelihatannya sudah dewasa banget.. berapa umurnya?” tanya Anita.
“30 tahunan. Entah lah, aku pun dak tahu pasti. Dan..” ucapan Zahra menggantung.
“dan apa?” tanya Anita semakin penasaran.
“dia duda.” Jawab Zahra lesu.
“apa?? duda ditinggal mati? Atau cerai? Ahhh, itu tidak penting. Dia sudah punya anak?” Sepertinya Anita sangat bersemangat. Sampai membuat Zahra justru menggelengkan kepala berulang kali mendengar celotehannya.
__ADS_1
Ini yang dilamar siapa yang heboh siapa. Pikirnya.
“berita bagusnya, belum. Dia belum punya anak.”
“terima. Segera terima lamarannya..” tegas Anita. Zahra mengernyitkan kening mendengarnya.
“kenapa?” tanya Zahra.
“apa ada alasan buat menolaknya? Abah mu kenal keluarganya, kalau dilihat dari fotonya dia sepertinya bertanggungjawab dan baik orangnya, dewasa pula. Pasti ngemong banget tuh..”
“aku tidak tahu apa ini alasan atau bukan, tapi sebenarnya aku suka sama seseorang. Itu yang membuatku bimbang..”
“hah? Serius? suka sama siapa? Kok nggak pernah cerita sih? Aku kenal?” Anita kembali bersemangat.
“kenal banget. Dia dekat banget sama kamu.” Jawab Zahra.
Anita semakin mengernyitkan keningnya. Menebak-nebak sendiri dalam hati. Tapi akhirnya dia menyerah.
\~\~\~\~\~
Hayooo, siapa wildan ya kok Anita sepertinya kenal..
Dan siapa laki-laki yang disukai Zahra??? hehe
Sabar ya readers, author up lagi besok.. ^^
__ADS_1
Dukungan kalian sangat author harapkan..