
"Fian?!" Teriak seseorang.
Fian yang merasa di panggil langsung membalikan badan nya ke belakang dan betapa terkejutnya ia melihat seorang gadis cantik sedang berjalan ke arahnya.
"p..putri" gumam Fian. ya gadis cantik tersebut adalah putri mantan kekasih Fian sejak mereka masih duduk di bangku SMP.
"kamu di sini juga Ian" tanya gadis tersebut ketika berada di hadapan Fian.
"i..iya" jawab Fian gugup.
putri tersenyum saat melihat wajah Fian yang sedang gugup. selanjutnya ia kembali bertanya "siapa yang sakit?"
"nyokap gue" jawab Fian acuh tak acuh.
"oh ya kenalin, ini teman gue namanya sheina" lanjut Fian memperkenalkan sheina.
putri langsung menoleh ke arah gadis yang berada di sebelah Fian lalu tersenyum manis ke arahnya sembari mengulurkan tanganya.
"Putri" ucap putri
sheina membalas uluran tangan tersebut dan tersenyum kikuk "sheina" jawab sheina.
"ya udah Ian aku pulang dulu ya, udah di jemput soalnya" pamit Putri.
Fian tersenyum dan mengangguk
"oh ya salam juga buat tante Risa semoga cepat sembuh" tambahnya lagi.
Fian hanya mengangguk. setelahnya putri berjalan meninggalkan Fian dan sheina yang masih berada di lorong rumah sakit.
entah mengapa sheina merasa tidak suka tadi saat melihat interaksi Fian dan putri yang terlihat sangat akrab. dan sepertinya putri juga sudah mengenal tentang keluarga Fian.
"ayo" ajak Fian membuyarkan lamunan Sheina.
sheina mengangguk mereka berdua pun berjalan kembali untuk ke kamar rawat sang mama yang tadi sempat tertunda.
mereka berdua pun sampai di kamar rawat mama Fian, Fian langsung membuka pintu kamar rawat dan langsung berjalan ke arah mamanya yang masih koma dengan alat ventilator serta alat alat yang menempel di tubuh sang mama.
"Pagi mah" sapa Fian sembari menggenggam erat tangan sang mama tercinta.
"gimana kabar mama sekarang,cepat bangun dong mah Fian kangen banget sama mama" lanjutnya lagi.
"oh iya ini Fian bawa sheina ke sini buat jenguk mamah. Fian udah ketemu lagi sama sheina mah" ucapnya lagi.
sheina yang mendengar ucapan Fian langsung tidak enak hati apakah ia salah waktu dulu meninggalkan Fian. dan betapa malangnya sekarang nasib Fian yang harus mengalami orang tuanya koma.
sheina kemudian berjalan ke ranjang di sebelah kanan lalu mengusap tangan Tante Risa.
"selamat pagi tante ini sheina tante, Tante masih inget kan sama sheina. udah lama ya Tante kita nggak pernah ketemu" ucap Sheina.
__ADS_1
Fian tersenyum kecil melihat interaksi sheina dengan mamanya walaupun mamanya masi koma Fian yakin mamanya pasti mendengarkanya.
"mah ayo bangun Fian kangen sama mama" lirih Fian sembari mencium punggung tangan mamanya. di rasakan jari jari tangan mamanya bergerak kecil. sontak Fian langsung melihat mamanya yang perlahan membuka matanya.
"mah, mamah udah sadar" tanya Fian senang, Fian langsung memencet berulang kali tombol yang berada di ranjang untuk memanggil dokter.
tidak berapa lama kemudian dokter datang untuk memeriksakan kondisi mamanya.
"Alhamdulillah ibu anda sudah melewatkan masa kritisnya, untuk masalah luka benturan yang berada di kepala ibu anda nanti berangsur angsur akan segera membaik nanti saya akan menyuruh suster untuk mengantar makanan dan obat untuk ibu anda" ucap sang dokter setelah memeriksa kondisi mamanya.
"baik dok makasih" balas Fian.
"kalau begitu saya pamit permisi kalo butuh apa apa panggil saya kembali" ucap sang dokter kemudian pergi.
suster pun langsung melepaskan alat alat yang berada di tubuh pasien, setelah membereskan alat alat tersebut suster pun beranjak pergi meninggalkan Fian dan sheina yang senang melihat ibunya sudah mulai pulih.
Fian langsung menghampiri mamanya dan langsung mencium kening mamanya dengan lembut "akhirnya mama sadar, Fian kangen banget sama mama" lirih Fian yang tak terasa air mata perlahan turun membasahi pipinya.
mamanya yang melihat Fian menangis langsung mengusap air mata Fian "jangan nangis dong sekarang kan mama udah sembuh" ucap mamanya pelan sembari tersenyum kecil.
Fian langsung membalas senyum sang mama kemudian memeluknya pelan. " Fian sayang banget sama mama" ucap Fian kecil nyaris seperti berbisik.
Fian pun kemudian melepaskan pelukannya pada sang mama kemudian ia duduk.
mama Fian menengok ke samping kanan betapa terkejutnya ia mendapat sheina tengah berdiri sembari tersenyum ramah ke arahnya. sheina langsung menyalami tangan Tante Risa.
"sheina" tanya Risa memastikan.
Risa yang bingung pun langsung menolehkan kepalanya kepada Fian meminta penjelasan.
Fian yang seolah mengerti dengan tatapan sang mama kemudian menjelaskan "Fian udah beberapa Minggu ini ketemu sheina di sekolah,dia satu sekolah sama Fian" terang Fian.
Risa kemudian menoleh kembali ke arah sheina "kamu udah pindah lagi kesini?" tanya Risa.
"iya Tante kita semua udah pindah 3 Minggu terakhir ini" jawab sheina.
Risa menganggukkan kepalanya mengerti kemudian ia beralih kembali menatap Fian "papa ke mana fi ko mama nggak lihat papa" tanya Risa.
"euh.. itu.. mungkin lagi sibuk kali mah" jawab Fian gugup. "mama nggak tau aja kalo sebenernya papa suka nyewa ****** di luar sana" batin Fian.
Fian yang merasa kesal papanya tidak ada akhirnya ia meminta izin untuk pamit dahulu ke kantin "mah Fian pamit ke kantin dulu ya" pamit Fian.
Fian pun menarik tangan sheina agar mengikuti dirinya menuju kantin. saat setelah sampai kantin Fian langsung mengeluarkan handphone nya dan langsung mengetikan pesan untuk papanya datang ke rumah sakit.
Fian
pah mama udah sadar, mama tadi nyariin papa
Fian mendongakkan kepalanya ke sheina "mau pesen apa na?" tanya Fian.
__ADS_1
"terserah lo aja" jawab sheina.
Fian mengangguk langsung memanggil pelayan untuk memesan dua piring nasi goreng dan teh botol.
"Lo nggak apa apa fi?" tanya sheina saat melihat raut wajah Fian gelisah.
Fian menggeleng dan tersenyum "nggak ada apa apa santai aja" jawab Fian.
setelah beberapa menit menunggu akhirnya papanya membalas.
Papa
iya papa ke sana sekarang
fian menghela nafas lega saat melihat balasan dari papanya.
setelah memakan pesanananya Fian mengajak kembali sheina untuk kembali ke kamar rawat. pas saat handle pintu di buka Fian melihat papanya sedang bersama dengan mamanya.
"dari mana kamu Fi" tanya papanya saat melihat putranya.
"kantin" jawab Fian cuek.
"eh kamu sheina kan teman Fian waktu kecil" tanyanya saat melihat sheina berada di samping Fian.
"iya om" jawab sheina
"gimana kabar papa kamu , om udah jarang melihatnya" tanya Alex.
"baik om. akhir akhir ini papa emang lagi sibuk sih di kantor. kalo om mau ketemu main aja ke rumah" terang sheina.
"ya udah om nanti akan mampir ke rumah kamu"
sheina hanya tersenyum menanggapinya. sheina kemudian berjinjit ke arah Fian,Fian yang melihat sheina berjinjit arahnya langsung menundukkan kepalanya "ini udah sore fi gue mau pulang, takut di cariin mama" ucap sheina
"ya udah tunggu bentar" jawab Fian.
Fian kemudian melangkahkan kakinya menuju brankar mamanya untuk pamit mengantarkan sheina pulang " mah Fian pamit dulu, mau anter sheina pulang udah sore soalnya" pamit Fian.
"ya udah hati hati pulangnya" ucap mamanya.
"ayo" ajak Fian tepat di samping sheina.
"Tante,om sheina pamit pulang dulu ya. cepet sembuh tan" sheina kemudian menyalami kedua orang tua Fian.
Fian kemudian menarik tangan sheina dan menggenggam tanganya. sheina yang merasa di genggam oleh Fian kemudian menautkan jari jarinya di antara jari jari Fian. Fian menolehkan kepalanya ke arah dan tersenyum hangat.
mereka berdua berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan tangan saling menggenggam satu sama lain. sontak perlakuan mereka banyak yang memperhatikan dengan sorot mata yang kagum melihat mereka, mereka persis seperti sepasang kekasih bila berjalan berdampingan.
sheina yang merasa di perhatikan oleh beberapa orang akhirnya memilih merapatkan badannya ke arah Fian. Fian yang melihat tingkah sheina hanya terkekeh. sheina dari kecil sampai sekarang tetaplah menggemaskan di mata Fian.
__ADS_1
setelah beberapa menit berjalan fian dan sheina akhirnya sampai di area parkiran, Fian langsung memberikan helmnya kepada sheina dan menyuruhnya untuk segera naik.
setelah sheina duduk dengan baik di atas motornya Fian pun langsung melajukan motornya meninggalkan area rumah sakit.