Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
Penjelasan papa Adi


__ADS_3

            Di dalam rumah itu ternyata sudah


ada seorang wanita, rumah yang menjadi tujuan utama Ajeng. Seorang wanita


sedang menangis di sana. Setelah semuanya sudah masuk ke dalam rumah, papa Adi segera menutup pintu itu agar perdebatan mereka tidak menjadi konsumsi publik.


            ‘Apa yang kalian lakukan di sini?”


tanya papa Adi tentunya pada Dika dan Ajeng. Itu pasti rumah wanita itu.


            “Seharusnya Dika yang tanya, kenapa


papa terus saja mengurusi mereka? Apa memang benar papa sudah tidak mencintai


mama lagi?”


            “Kamu tidak tahu apa-apa, jadi


jangan ikut campur!”


            “Dika sudah besar pa, Dika sudah sangat


dewasa. Dika bisa bedain mana yang benar dan mana yang salah!”


            Melihat Rita memeluk wanita itu


membuat Ajeng bertanya-tanya. Kenapa Rita memeluknya dengan air mata? Apa


hubungan mereka? Lalu kenapa Dika marah pada Rita? Semua pertanyaan-pertanyaan


Ajeng itu berputar-putar di kepala.


            “Kamu sudah salah paham!” ucap papa


Adi dengan nada tingginya.


            “Salah Faham apa? Dika sudah lihat


sendiri! Papa melindungi wanita jalang ini?”


            Plakkkk


            Sebuah tamparan tepat mendarat di


pipi Dika, membuat Ajeng terpekik. Ia tidak menyangka papa akan berbuat kasar


pada Dika.


            “Jaga ucapan mu!” ucap papa Adi


dengan penuh amarah. Ajeng pun ikut terkejut melihat papa Adi semarah itu, selama ia kenal dengan papa Adi, papa Adi adalah orang yang paling sabar.


            “hentikan semua ini!” wanita yang


sedari tadi hanya menangis di dalam pelukan Rita segera berdiri setelah melihat


hubungan antara papa dan anak itu semakin beruk saja.


            “Anda jangan ikut campur!” teriak


Dika tidak terima sambil memegangi pipinya yang memerah karena tamparan papa


Adi.


            “saya akan ikut campur karena masalah


ini akarnya dari saya! Mas Adi tidak salah sama sekali, dia hanya menolong kami, kami tidak ada hubungan khusus tidak seperti yang kalian tuduhkan!”


            “Ma!” Rita berusaha mencegahnya,


tapi wanita yang itu menggelengkan kepalanya pada Rita.


            Jadi wanita itu mama nya Rita? Apa wanita itu yang bernama Siska? Ajeng hanya terus menjadi penonton, ia tidak mau terlalu banyak masuk ke dalam masalah itu karena memang tujuannya datang ke tempat itu adalah mencari kebenarannya bukan menghakimi


papa Adi dan wanita itu.


            “Biarkan saya saja yang menjelaskan


pada mereka!” papa Adi juga tidak menyetujui wanita itu.


            “Tidak mas, aku nggak mungkin


biarkan semua ini berlarut-larut. Kasihan mbak Renna, dia pasti sangat terluka


dengan semua ini!” mendengar ucapan wanita itu Dika hanya memiringkan bibirnya


tak percaya. Ia benar-benar tidak percaya dengan mulut manis wanita itu.


            “Kenalkan nama saya Siska dan ini


putri saya satu-satunya Rita. Semua ini berawal dari setengah tahun yang lalu, papa Rita


adalah seorang anggota dewan, ia punya banyak musuh yang berusaha


menjatuhkannya. Hingga akhirnya ia benar-benar mendapatkan lawan yang tangguh

__ADS_1


dan menjatuhkan ayah Rita dengan cara kotor. Karena keterpurukan itu suami saya


semakin hari semakin sakit dan masuk rumah sakit.


            Awalnya kami masih bisa bertahan


hidup dengan uang seadanya, tapi karena perawatan suamiku membutuhkan biaya


yang sangat banyak hingga kami harus mulai menjual satu persatu aset yang kami


miliki. Hingga saat-saat terakhir rumah kami juga harus terjual.


            Di saat yang bersamaan, mas Adi


datang menawarkan bantuan pada kami, entah ada hubungan apa dulu suamiku dengan


mas Adi hingga membuat mas Adi begitu baik membantu kami.


            Mas Adi membelikan rumah untuk kami,


kami tidak lagi khawatir harus tinggal di mana. Hingga saat yang paling membuat


kami terpukul adalah ketika suami saya akan menghembuskan nafas terakhirnya.


Saat itu mbak Renna melihat kami di rumah sakit, saya sangat merasa bersalah


karena saat itu. Bukan salah mas Adi jika tidak mengejar mbak Renna, sebenarnya


saat itu suamiku ingin sekali bicara pada mas Adi.


            Kami benar-benar tidak memiliki


hubungan khusus, percayalah ….!”


            Mendengarkan penjelasan wanita itu


kemarahan Dika sedikit berkurang, tapi ia tidak bisa percaya begitu saja.


            “Jika itu benar, lalu kenapa papa


tidak berusaha menjelaskannya pada mama?”


            “Sudah berkali-kali, bahkan setiap


hari. Tapi mama kalian memilih menutup hatinya. Seandainya dia tahu siapa suami


Siska, mama kalian pasti akan terluka!”


            “Siapa ayah Rita?” tanya Dika


            “Dito …, kakak angkat mama kalian,


mereka sudah terpisah sangat lama. jika papa mengatakan kalau kakaknya sudah


meninggal, mama kalian pasti akan sangat sedih!”


            Flaskback on


            Siang itu ketika sedang bekerja


tiba-tiba ponsel papa Adi berbunyi itu telpon dari Siska. Mendengarkan berita


dari siska, papa Adi bergegas menuju ke rumah sakit. Tepat di depan rumah sakit


Siska segera menyambut papa Adi dan berhambur memeluknya dengan berurai air


mata.


            “Ada apa?”


            “Mas Dito mas …!”


            “Kenapa dengan Dito?”


            “Kata dokter, keadaannya sangat


buruk, ia minta bertemu dengan mas Adi!”


            Ternyata mereka di awasi oleh


seseorang dan seseorang itu adalah mama Renna, mama Renna yang terbakar cemburu


segera menghampiri papa Adi dan mama Siska.


            “Pa …., apa yang kalian lakukan di


sini?” ucap mama Renna tak percaya, papa Adi pun segera melepaskan pelukan


mama Siska.


            “Ma …, ini tidak seperti yang mama


lihat, papa bisa jelaskan!”


            Tapi sepertinya mama Renna terlalu

__ADS_1


terluka, ia bahkan hanya bisa mengeluarkan air matanya tanpa bisa berkata  apa-apa lagi, mama Renna segera berlari


meninggalkan mereka. Tapi saat papa Adi hendak mengejarnya, seorang dokter


lebih dulu menghampiri mereka dan mengatakan jika keadaan pap Dito kritis.


            Papa Adi pun mengurungkan niatnya


untuk mengejar mama Renna, ia berfikir bisa menjelaskannya nanti saat di


rumah. Begitu sampai di ruangan papa Dito, papa Adi segera mendekat dengan


suara lemahnya papa Dito menyerahkan sebuah surat pada papa Adi.


            “Di …, ji ka nan ti …, aku sudah ti


dak ad da , to long serahkan ini pada Ren na dan katakan per min ta an maafku I


ni …!” Setelah mengatakan hal itu papa Dito menghembuskan nafas terakhirnya.


            Setelah acara pemakaman papa Dito


barulah papa pulang ke rumah, ia ingin menjelaskan semuanya pada mama Renna,


tapi mama Renna memilih bungkam dan meminta papa Adi untuk pergi. Walaupun berat,


papa adi pun memilih untuk pergi selama hati mama Renna masih panas.


            Keinginan untuk menjelaskan selalu


sja gagal karena mama Renna selalu sja menolak untuk menemui pap Adi, bahkan


papa Adi sampai memesan makan malam romantis, mengirimkan Bungan setiap hari


dengan kata-kata romantis, tapi mam Renna tetap[ keras kepala dan tidak mau


memaafkan papa Adi.


            Flaskback of


            “Ajeng percaya sama papa!” ucapan


ajeng seketika mendapat respon dari Dika, Dika yang belum percaya sepenuhnya


segera menoleh pada Ajeng, ia sampai lupa dengan keberadaan Ajeng.


            “Dik …, kita nggak boleh hakimi papa


kayak gini, cukup mama yang terluka dan kita harus memperbaiki semaunya. Kita


sebagai anak-anak harus membantu mereka, bukan malah memprkeruh suasana!”


            “Jadi menurutmu, aku memperkeruh


suasana?” tanya Dika tidak percaya dengan omongan Ajeng yang terkesan


menyalahkannya.


            “Iya …, kamu terlalu keras  Dik, Rita tidak ada urusannya dengan hal ini,


tapi kau juga mulai membencinya, bukankah itu salah. Urusan orang tua biarlah


menjadi urusan orang tua, kita sebagai anak hanya bisa membantu saja!”


            Setelah mendengarkan penjelasan


Ajeng, Dika barulah mengerti dengan kesalahannya. Sekarang Ajeng juga jadi


mengerti kenapa Rita membencinya. Ternyata semuanya ada hubungannya.


            Rita kemudian minta maaf pada Ajeng


atas kesalahannya di tempat reoni itu. Ajeng memakluminya karena sikap Dika


yang berlebihan membenci Rita membuat Rita melampiaskannya pada Ajeng. Di saat


hubungan mereka sudah mulai dekat, dan Dika malah membencinya.


"Maafin aku ya Jeng, nggak seharusnya aku melakukan hal itu, aku saat itu cuma takut kamu membenciku sama seperti Dika!"



"Aku tidak akan pernah membencimu Rit, kita sahabat!"



"Terimakasih banyak!" mereka pun saling berpelukan meluapkan emosinya masing-masing, Dika hanya bisa diam menyaksikan dua sahabatnya itu. Setelah sekian lama ia bisa melihat Rita dan Ajeng kembali bersama.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰😘❤️❤️


__ADS_2