
Malam harinya, Kevan bergegas melajukan mobil hitamnya kemarkas GL, hatinya berdebar tak karuan. Ini pertama kalinya ia menerima misi.
Andy dengan setelan hitam memasuki markas GL yang mungkin baru pertama kalinya ia injakkan ditempat itu. Ia memandang takjub dengan bangunan didepannya.
Andi disambut hangat oleh anggota GL, mereka menundukkan kepalanya saat berpapasan dengannya.
Andi hanya mengulas senyum tipis khasnya, ia berjalan mengikuti anggota GL yang akan membawa dimana Bosnya menunggu.
"Selamat datang di Markas besar kami Tuan Andi.." sapa Alex dengan senyumnya.
Andi hanya mengangguk dan berjabat tangan dengan orang yang sudah ada disana.
"Jadi kapan kita berangkat, apa yang harus aku lakukan.!" tanya Andi dengan muka malasnya.
"Duduklah dulu, aku akan jelaskan sebentar rinciannya." ucap Alex dengan gaya tengilnya.
"So, apa kau tak menggunakan atributmu? Ah sayang sekali, padahal aku ingin sekali melihat aksimu malam ini."
"Tuan Alex, kenapa anda mempermasalahkan atribut saya, saya tidak ingin berbeda dengan anggota anda yang lain. Lalu kenapa anda penasaran dengan aksi saya, bahkan saya tidak lebih hebat dari anggota anda. Tidak seharusnya saya ikut dalam misi ini." ucap Andy tak suka.
"Jangan terlalu merendah Tuan Andi. Saya yakin jika kemampuan anda sangat mumpuni, bahkan melebihi kemampuan anggota GL. Baiklah langsung saja, nanti anda masuk bersama Kevan dan anggota lain. Aku akan berada dimobil bersama team IT sebagai team penyelamat. Kalian semua akan dipasang kamera dan earpiece yang akan tersambung langsung ke monitorku." Alex melirik anggotanya.
"Siap Bos.!"
"Dan kalian, .. Tuan Andi yang akan memimpin misi kali ini, kalian ikuti intruksinya. Bekerjalah dengan baik dan aku tak menerima kegagalan, ingat jangan sampai terjadi keributan besar..!! Mansion itu dipenuhi banyak bodyguard yang mungkin kemampuannya setara dengan kalian. Jadi berhati hatilah.!" ucap Alex memberi pengarahan.
"Siap Bos."
"Oke, siapkan persenjataan kalian. Aku tunggu didepan,tiga puluh menit dari sekarang.! Cepat..!!"
"Siap Bos."
.
.
Mobil berhenti tak jauh dari mansion mewah, Andi nampak gugup dalam menjalankan aksinya. Alex hanya melirik dan tersenyum miring.
"Apa kau takut Tuan.!" tanya Kevan
"Tidak, hanya saja aku belum pernah bertindak kejahatan. Dan jangan panggil aku Tuan, aku risih mendengarnya." jawab Andi sambil mengamati sekelilingnya.
"Oke, aku panggil Master kalau begitu."
"Terserah , yang penting jangan menyebut namaku." ucap Andi.
Andi segera memakai memakai pakaian bertempurnya, ia memasang banyak senjata di rompi anti pelurunya, tak lupa membawa katana kesayangannya. Wajahnya ia tutup dengan pelindung kepala yang mirip dengan transformers , dan senjata mematikan lainnya.
Alex dan Kevan hanya terbengong melihat Andi dalam berpakaian. Mereka saja hanya mengenakan kaos hitam dengan rompi anti peluru didalamnya dan ditutup jaket, wajahnya hanya tertutup masker hitam dengan topi dikepalanya.
"Master. Anda mau perangkah?" tanya kevan tak sabar untuk tidak bertanya. Sedangkan Alex hanya melirik sambil melihat pergerakan di layar monitornya.
__ADS_1
"Diamlah, jangan katakan aku aneh. Aku hanya melindungi diriku, bulan depan aku ada konser tunggal, jangan sampai tubuhku bahkan wajahku sampai tergores sedikitpun. Itu akan menjadi pertanyaan publik. Kalian tau jika aku sangat menyayangi badanku, ini aset berhargaku, setiap hari aku merawatnya dengan baik , ingat kalian berdua harus bertanggung jawab jika sesuatu terjadi padaku.!" ucap Andi seraya memasukkan pistolnya.
Alex dan Kevan memutar malas, pikirnya seorang pria yang terlalu berlebihan, bahkan mungkin melebihi perempuan.
"Baiklah aku siap. Terbangkan empat drone lebah milik King dulu. Aku akan segera bergerak. Aktifkan sambungan radionya, aku akan menghubungi anggota yang lain. Ingat kau Bos Alex, kau harus membantuku jika aku dalam keadaan terdesak." ucap Andi sambil menekan tombol di belakang telinganya.
"Tes.. tes .. All team ready..!!" ucap Andy yang mengamati pergerakan bodyguard Darius.
"Yes Master. "
"Aku akan turun lebih dulu, aku akan melumpuhkan penjaga gerbang , setelah itu kalian segera menyusulku. Ingat bekerjalah dengan cepat dan senyap. Kita tak punya banyak waktu."
"Copy that."
Andi turun dengan gagahnya, diikuti Kevan, memberi aba aba anggotanya. Andi berjalan merunduk dan berjongkok lalu melemparkan bom asap yang dibawanya.
Buzz.
Andi tersenyum miring melihat kawanan bodyguard itu langsung tergeletak tak sadarkan diri sebelum memberi peringatan didalam.
" Go go go...!!!"
"di Copy..!"
Anggota GL segera menyelinap masuk, mereka berjalan mengendap endap melindungi masternya.
Andi mendongak melihat seberapa tinggi bangunan itu, hatinya bergumam, " Lebih mudah jika bekerja dengan team yang sama. Ah sepertinya aku harus bersusah payah untuk memanjat dinding itu."
Andi berjongkok dan melompat tinggi dengan tumpuan batang pohon.
Hap
Andi dengan mudah mendarat diatas kanopi. Ia berjalan mengendap endap, lalu dengan gerakan cepat ia berlari dan melompat kearah balkon lantai dua sebelum penghuni mansion itu tersadar jika ada penyusup.
Kevan dan yang lainnya terperangah melihat aksi Andi. Gerakannya begitu lincah dan cepat dalam melompat dan berlari.
"Bos, apa kita akan melakukan hal yang sama?" tanya anggotanya.
"Jangan konyol, ini bukan pelatihan. Ayo cepatlah cari jalan lain untuk masuk.!" perintah Kevan dan segera diangguki anggota lainnya.
Andi terus menyusuri lantai dua dengan hati hati setelah tadi berhasil menyelinap lewat jendela yang kebetulan tak terkunci. Ia sedang mencari tokoh utama misi kali ini.
"Hei siapa disana...!!" seru satu bodyguard darius.
Andi menghentikan langkahnya, dengan gerakan cepat ia berbalik dan melemparkan senjata rahasianya.
SRAK
"Aghh... Penyusup ada penyusup..!! teriak pria itu sambil memegang lehernya.
"Sial, dia banyak bicara.!" gumam Andi dan berjalan mendekat kearahnya lalu dengan gerakan cepat ia memukul leher pria itu hingga tak sadarkan diri.
Andi berlari cepat saat mengetahui ada bodyguard lain yang akan tiba ditempat itu.
__ADS_1
"Ada penyusup ada penyusup...!!"
Andi segera melemparkan bom asap pada segerombol bodyguard yang mendatangi kawannya.
BUZZZ
Seketika mereka tergeletak tak berdaya. Andi tersenyum miring melihat keadaan itu. Tak berapa lama, bodyguard lainnya datang menghampiri. Mereka terkejut dengan keadaan kawannya. Salah satu dari mereka, melihat bayangan Andi yang bergerak kearah ruang bosnya.
"Hei dia disana..!!" Teriak bodyguard itu.
Andi terkejut melihat didepannya banyak bodyguard yang menghadangnya, lalu dibelakangnya bodyguard tadi berlari menyusulnya.
"Sial, ini mansion atau markas, kenapa banyak sekali." batin Andi yang terlihat waspada.
"Apa yang membawamu kemari..!!" para bodyguard itu menodong dengan pistol kearah Andi.
Andi tersenyum miring, dengan gerakan cepat ia mengambil katana dan berputar mengayunkan katananya.
KRASZ..
Pistol pistol itu terjatuh dari tangan mereka dan sebagian melukai anggota tubuh bodyguard itu.
Aagh..
Perkelahian tak terhindarkan, Andi terengah engah menghadapi banyaknya bodyguard ditempat itu. Ia yang mulai kesal, ia melemparkan bom asap kearah mereka dan dengan cepat berlari dari tempat itu.
"Kalian dimana!" Panggil andi lewat earpiecenya
"Disini.!" jawab Kevan juga dengan nafas terengahnya. Ia juga baru saja selesai melumpuhkan lawannya.
Andi segera menyusul kawannya. "Dari mana saja kalian, kenapa lama sekali, aku hampir mati di dikeroyok orang orang itu. Cepatlah sebelum mereka sadar.!"
Kevan hanya mendengus. "Ayo ikut aku,..!!"
Mereka berdua berlari menuju lantai tiga yang diasumsikan tempat dimana Darius berada.
"Kevan, berhati hatilah, dilantai tiga sistem melihat banyak pergerakan disana." ucap Alex melalui earpiecenya
"Di Copy!!"
Kevan, Andi dan anggota lainnya, bergegas kelantai tiga. Baru sampai dilantai tiga, mereka dihadang oleh sekelompok orang berpakaian hitam yang diketuai seorang wanita perkasa. Ia menodongkan senapan laras panjangnya dihadapan Andi.
"Siapa kalian..!!"
.
.
.
####
PICTURE SOURCE PINTEREST
__ADS_1