Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
Perpisahan Al dan Ajeng


__ADS_3

Setelah acara itu selesai, mereka pun merayakan kelulusan dengan makan bersama, berempat.


Banyak yang mereka ceritakan sebelum mereka berada di tempat yang berbeda-beda.


"Rencananya mau kemana rit?" tanya Al pada Rita.


"Saya mau ke Jogja pak, ada kerabat di sana!"


"Kamu dik, dimana?" Rita menatap Dika, ia masih memendam perasan itu, ingin rasanya tetap bersamanya tapi itu tidak mungkin, mungkin benar jika jodoh tak akan kemana.


"Aku mau ke Bandung!"


"Yah jauh ya ....!" keluh Ajeng, " jadi cuma aku nih yang dekat!"


Mereka berbicara panjang lebar, seperti setelah ini mereka akan sulit untuk bicara bersama seperti ini.


Setelah acara makan makan, Al mengantar Ajeng ke kampungnya, awalnya Ajeng menolak karena sudah terlalu banyak merepotkan pria itu.


"Ajeng bisa pulang sendiri loh mas!"


"Kenapa? Nggak mau dianterin?"


"Bukannya gitu ...., Aku nggak enak aja, kita nggak punya hubungan apa-apa, nanti apa kata orang!"


"Kalau aku mau membuat hubungan bagaimana?"


"Mas ..., Jangan mulai deh ...., Keputusan aku udah bulat mas!"


"Tapi keputusan aku juga udah bulat buat ngejar cinta kamu!"


"Aku nggak mau tahu ya mas, nggak ada yang namanya nikah muda!"

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh itu akhirnya mereka sampai juga di depan rumah Ajeng, bapak dan ibunya sudah menyambut mereka, kepulangan Ajeng.


"Nak Al ....!"


"Assalamualaikum bapak, ibuk!"


"Waalaikum salam!" Sepasang suami istri itu, Bu kasih dan pak Darman menyambut kedatangan mereka dengan sangat gembira.


"Bagaimana kabarnya nak, nilainya bagaimana?"


"Ajeng baik buk, nilai Ajeng juga bagus, Ajeng dapat urutan tiga besar!"


"Syukurlah ....!"


Mereka pun berbincang cukup lama, hingga Al berpamitan untuk pulang, sebelum pulang Al kembali mengajukan niatnya untuk melamar Ajeng, tapi ternyata jawaban orang tua Ajeng sama dengan jawaban Ajeng, ia masih punya kakak perempuan yang belum menikah.


"Setelah ini mungkin kita tidak akan bertemu lagi sampai hari itu tiba, ucapkan sesuatu yang mungkin bisa menguatkan ku di masa aku menunggu!" ucap Al sebelum benar-benar meninggalkan rumah Ajeng. Mereka berbicara di depan mobil Al.


"Sampai kapan?"


"Sampai aku yakin akan menghubungimu!"


"Aku berjanji akan datang saat kau sudah menghubungiku!"


Al masuk ke dalam mobilnya dan mengambil secarik kertas dan sebuah bolpoin.


"Untuk apa mas?" tanya Ajeng yang penasaran.


Al menuliskan sesuatu di atas kertas itu.


"Kamu tandatangan di sini!" ucap Al sambil menunjuk tempat yang masih kosong.

__ADS_1


"Ini maksudnya surat perjanjian mas?"


"Jangan banyak protes, aku juga sudah tanda tangan di sini!" Al menunjuk tanda tangannya sendiri.


"Baiklah ....!" Ajeng pun ikut membubuhkan tanda tangannya.


"Aku akan menyimpan tulisan itu dalam hati, dan kau yang harus menyimpan kertas ini ...!" Al menyerahkan kertas itu pada Ajeng.


"Sampai jumpa nanti ....!" Al mengusap kepala Ajeng, ini usapan terakhir sebelum mereka berpisah kembali.


"Jaga dirimu ...!" Ajeng pun hanya bisa mengangguk, ia belum sempat membaca tulisan itu. ia membiarkan Al pergi.


Setelah mobil Al tak terlihat lagi, Ajeng segera masuk ke dalam rumah, masuk ke dalam kamarnya, ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur,


Ia memperhatikan dengan seksama kertas itu. Ia mulai membacanya.


//Aku Al berjanji, tidak akan mengganggumu sampai pendidikanmu berakhir, tidak akan menghubungimu sampai kau yang menginginkannya, tidak akan kembali sampai kau memintaku untuk kembali, cintaku yang akan menjagamu//


Ajeng meneteskan air matanya, ia menyesal karena tidak membacanya dulu tadi, ia tidak tahu jika isinya seperti ini, itu artinya Al tidak akan menemuinya lagi.


Membayangkan hal itu membuat hatinya sakit, ia tidak tahu akan sanggup atau tidak tanpa Al.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


Tri.ani5249


Happy Reading 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2