
"Shit" maki Fian saat melihat segerombol orang yang sedang menghadang mobilnya. Dengan rahang yang mengeras dan gigi bergemelatuk Fian berucap.
"mau apa lagi mereka" desisnya
Sheina yang berada di samping Fian jadi merasa takut saat melihat wajah Fian yang berubah menjadi lebih seram.
"ff...Fian mereka jalan kesina" ucap Sheina ketakutan,saat melihat 2 orang berpakaian SMA menghampiri mobilnya.
"kamu tungu di sini jangan lupa kunci pintu mobilnya,dan jangan sampe kaluar" ujar Fian kepada Sheina. Sheina pun mengangguk patuh.
saat Fian sudah keluar dari mobilnya buru buru Sheina mengunci pintunya dan terus berdoa semoga Fian tidak apa apa.
"MAU APA LAGI KALIAN" teriak Fian kepada gerombolan tersebut.
"wes santai bro jangan buru buru lah" ucap salah satu dari mereka dengan seringai di wajahnya.
"harusnya lo sadar di sini posisi lo cuman sendiri sedangkan kita ada 6 orang, gak takut lo kalah" ejeknya meremehkan.
"gue gak takut sekalipun bawa lo bawa satu geng lo itu" ucap Fian penekanan.
"MAJU KALIAN SEMUA" teriak Fian yang telah bersiap siap.
mereka berlima pun maju menyerang fian, tetapi Fian ternyata dengan mudahnya menumbangkan mereka satu persatu.
"sekarang lo liat anak buah lo semua udah pada tumbang, gampang banget ngalahin geng kalian" ejek Fian kepada rocky ketua geng tersebut.
Rocky yang merasa gengnya di hina oleh Fian langsung berjalan menghampiri fian. dia tidak terima gengnya di hina.
BUGH!
Rocky membogem wajah ganteng Fian di wajah kirinya. Fian hanya terkekeh saat melihat darah yang di sudut bibirnya.
BUGH!
BUGH!
BUGH!
Rocky tersungkur ke bawah dengan cepat Fian menarik kerah seragam Rocky agar segera bangun dan kembali menghajar wajah Rocky.
BUGH!
BUGH!
"masih mau merehkan gue, hah?" ujar Fian sembari berjongkok.
"inget lo itu gak ada apa apanya di banding gue" ucap Fian penuh penekanan. Fian pun beranjak berdiri untuk melanjutkan kembali perjalananya dan sebelum pergi ia menyempatkan kembali untuk menendang perut rocky yang sudah tersungkur tak berdaya di bawah.
BUGH!
__ADS_1
Fian pun berjalan menuju mobil dan mengetuk kaca pintu mobilnya memberi kode agar Sheina membukakan kembali pintu untuknya. saat pintu mobil terbuka terlihat Sheina mukanya menjadi pucat seperti ketakutan.
"hey kamu kenapa,ko muka kamu pucet banget?" ucap Sheina lembut saat menyadari muka Sheina pucat tidak seperti tadi.
"gu...gue takut Fian" lirih sheina, matanya berkaca kaca siap menumpahkan air matanya.
"takut kenapa kita udah aman ko" ujar Fian
"gue takut waktu ngeliat lo berantem sama mereka,takut lo kenapa kenapa" lirih sheina kembali.
"sstt, udah jangan nangis gue juga gapapa ko" ucap Fian reflek memeluk Sheina untuk menenangkan gadis tersebut.
untuk beberapa saat mereka pun merasa nyaman dengan dekapan hangat masing masing tak terasa Fian meneteskan setetes air matanya di balik punggung gadis tersebut,dengan segera Fian hapus air matanya agar tidak terlihat oleh sheina.
setelah 10 menit mereka saling menumpahkan kerinduan lewat pelukan Fian pun melajukan kembali mobilnya dengan kecepatan sedang.
*****
teeettt....teeeetttttt....teeettt
bel istirahat berbunyi nyaring di seluruh penjuru kelas. Fian segera beranjak dari tempat duduknya dan segera menghampiri kedua temanya untuk segera membahas penyerangan yang terjadi pada dirinya kemarin.
"rooftop yuk ada yang mau gue omongin sama kalian berdua" ajak Fian kepada kedua temanya.mereka bertigapun akhirnya berjalan bersama untuk menuju rooftop.
mereka bertiga telah sampai di rooftop sekolah dengan pemandangan gedung gedung pencakar langit,fian berjalan menuju bangku kayu yang sudah usang dia pun duduk di bangku tersebut dan mengeluarkan sebatang rokok dan koreknya.
"ada apa nih tumben banget lo kaya gini?" ucap Dimas dan putra yang sudah duduk di sofa usang berhadapan dengan fian.
"ada apa lagi sih mereka sebenernya sering kalah juga masih aja nantangin kita." sahut putra
"mereka kan emang gitu. tujuannya satu cuman mau ngancurin si Fian." jawab Dimas
"terus sekarang mau lo gimana?" tanya Dimas ke Fian
"gue mau nanti kalian bilang ke anak anak di sekolah sini untuk lebih berhati-hati karena ada kemungkinan mereka bakal nyerang sekolah kita,gue gak mau sekolah kita nanti di cap buruk sama masyarakat sekitar" jawab Fian panjang lebar
setelah berbicara tentang penyeranganya kemarin Fian pun beranjak dari tempat duduknya dan akan kembali ke kantin.
"eh mau kemana lo?" tanya Dimas yang melihat fian sedang berjalan menuju pintu keluar.
"kantin." jawabnya singkat.
Fian berjalan keluar dari rooftop, niat dia sebenarnya ke kantin adalah untuk mencari Sheina dan meminta no telephonanya, karena waktu mengantarkan sheina kemarin ia tidak sempat memintanya oleh karena itu ia harus meminta no telephonanya sekarang.
Fian saat ini menyusuri taman belakang yang begitu luas untuk sampai di kantin, saat ia masuk pintu kantin ia sudah melihat Sheina sedang makan bersama temanya di tengah meja kantin,Fian pun berjalan ke arahnya.
"Sheina" panggil Fian saat sudah berada di samping sheina.
Sheina pun menolehkan kepalanya ke samping dan mendapati Fian yang sedang tersenyum ke arahnya. sejenak ia terpesona oleh senyuman di wajah ganteng fian.
__ADS_1
"hey" Fian melambaikan tangannya di depan wajah Sheina karena sedari tadi Sheina hanya menatap wajahnya saja.
"eh, i.. iyya." jawab Sheina saat kesadarannya telah kembali.
"bisa ikut gue sebentar" ajak Fian, karena kalo langsung meminta no Sheina di depan orang banyak ia bisa malu kan kalo di depan orang lain Fian harus bersikap dingin.
"bel bentar ya" ucap Sheina kepada Bella yang sedari tadi aneh melihat sikap Fian yang hangat kepada sheina.
"eh iya silahkan." jawab Bella sembari tersenyum.
Sheina pun mengekori Fian di belakang sembari senyum-senyum tidak jelas. Sheina jadi merasakan jantungnya berdetak lebih cepat saat berada di dekat fian. "ko gue jadi deg-degan ya." batin Sheina.
Fian telah berhenti di sudut taman dan langsung menoleh ke belakang saat melihat Sheina sedang senyum-senyum tidak jelas ke arahnya.
"kenapa lo?" tanya Fian yang aneh melihat tingkah gadis itu.
"eh, eng... enggak" Sheina pun sontak memalingkan wajahnya ke samping tidak mau melihat Fian, ia malu karena sudah tertangkap basah sedang tersenyum ke arahnya.
"minta no telephone lo dong." pinta Fian to the point.
"a..apa?" ucap Sheina kaget karena Fian tiba tiba fian minta no telephonnya.
"minta no telephone lo" ulangnya lagi
"buat apa?" tanya Sheina
"buat di jual. ya buat hubungin lo lah" sahut Fian
Sheina hanya menyengir saja saat mendapat jawaban dari Fian.
"mana hp lo?" tanya Sheina
Fian pun merogoh saku celananya dan memberikannya kepada Sheina yang langsung di terima oleh gadis itu.
"nih" ucap Sheina saat sudah menyimpan no telephonenya di hp Fian.
"thanks ya. oh iya lo besok malam ada acara gak?" tanya Fian.
"enggak kayanya emang kenapa?"
"gapapa gue cuman mau ngajak lo nonton, mau nggak?" tanya Fian
"boleh" jawab Sheina langsung.
"oke, kalo gitu besok gue jemput lo jam 7 malam" ucap Fian senang.
"oke siap" jawab Sheina sembari tersenyum manis ke arahnya
"see you tomorrow sheina" bisik Fian di samping telinganya.
__ADS_1
sontak tubuh Sheina langsung menegang dan jantungnya berdetak tidak karuan saat merasakan nafas Fian di sekitar telinganya.
"awas baper" kekeh Fian sembari mengacak rambut Sheina gemas.