
menunjukan pukul sembilan malam, Fian dan tema temanya saat ini sedang asik bermain PS di apartement baru milik Fian. putra yang sedari tadi sibuk dengan handphone nya akhirnya menghancurkan keseriusan di antara keduanya.
"eh dim lo punya rokok nggak gue pengen boker nih nggak kuat" tanya putra kepada dimas yang tengah bermain FIFA 2019.
"kaga ada, lo beli lah sana yang pengen berak lo masa minta rokok ke gue" jawab Dimas kesal.
"lo punya nggak Ian?" tanya putra sembari bergerak gelisah menahan bab.
"udah habis gue juga, lo ke bawah aja sekalian beliin buat gue" jawab Fian seenaknya.
"ah elah lo berdua di tanya sama aja gak ada yang bener" putra pun langsung berlari ke arah kamar mandi yang berada di apartemen Fian.
"lah emang gue gak punya anjing" sahut Dimas.
mereka berdua pun masih terus bermain PS dengan serius bahkan saat ini mereka tidak menyadari kalau putra sudah kembali lagi dengan sekantung kresek di tangan kirinya. putra pun melempar kresek tersebut secara asal di hadapan keduanya.
"eh ****** ngagetin aja lo" Fian yang geram langsung menoleh ke belakang dan menatap putra dengan tajam. sedangkan yang di tatap hanya menampilkan cengiranya sembari mengangkat kedua jari berbentuk peace.
Dimas yang melihat ada kantung kresek di depannya langsung membuka kantung kresek tersebut dan menghamburkan isinya di lantai dan betapa terkejutnya ia melihat banyak cemilan yang di bawa oleh putra saat ini.
"tumben banget lo bawa cemilan" ujar Dimas yang aneh melihat putra membawa beberapa cemilan.
"gue tadi abis boker terus beli rokok ke bawah ya udah deh sekalian gue bawain makanan" jawab putra santai dan menjatuhkan bokongnya di karpet berbulu tebal.
"lo sehat kan put" tanya Dimas sembari mengulurkan tanganya untuk mengecek kening sahabatnya itu "tapi normal nggak panas" sambungnya lagi.
putra menepis kasar tangan Dimas di keningnya kemudian berucap "gue baik salah gue nggak baik dikatain sakit"
"ya lo habisnya aneh tiba tiba baik kaya gini biasanya juga yang teraktir lo gue sama Fian" ujar Dimas.
"gue abis cair aja duit dari bokap makanya gue baik kaya gini" jawab Putra.
Dimas mengangguk mengerti ucapan putra kemudian mereka pun memakan cemilanya bersama sama sembari mengobrol tentang cewek yang ada di sekolahnya.
"eh Ian gue lihat ko lo makin hari makin Deket aja sama anak baru itu" tanya Dimas karena sudah sering melihat kedekatan Fian dengan sheina padahal menurutnya Fian selama tidak pernah dekat dengan cewek manapun.
"siapa?" Fian tidak menjawab malah balik bertanya.
"itu cewek bening yang duduk di sebelah lo di kelas" sahut putra.
__ADS_1
"oh, dia teman kecil gue yang waktu dulu pernah gue ceritain" jawab Fian.
ya Fian memang pernah menceritakan perihal teman masa kecil kepada kedua temanya tetapi Fian tidak pernah menyebut siapa nama orang itu.
"oalah dia toh orangnya,kenapa lo nggak pernah cerita dia orangnya"
"buat apa juga di ceritain nggak penting" jawab Fian
Dimas yang mendengar ucapan Fian menoleh ke cowok tersebut dan menyipitkan matanya "yakin lo nggak penting, tapi kayanya lo suka deh sama cewek itu" ucap Dimas sembari menarik turunkan alisnya menggoda Fian.
"apaan sih lo nggak jelas" Fian membuang muka agar Dimas tidak wajahnya yang memerah menahan malu.
Dimas dan putra yang melihat tingkah Fian lantas tertawa dengan nyaring "muka lo biasa aja kali gak usah merah gitu pake salting segala lagi" ledek Putra.
"sialan" geram Fian. Fian yang merasa di ledek akhirnya beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan kedua temanya yang masih menertawakan dirinya.
****
matahari mulai menampakan sinarnya, burung burung saling bersahutan untuk membangunkan jiwa jiwa yang sedang tertidur dengan nyenyak. sheina yang merasa sinar matahari mulai masuk ke jendela jendela kamar akhirnya mengerjapkan matanya perlahan untuk menerima sinar masuk ke retinanya.
"euugh" erang sheina sembari menggeliatkan badan nya.
sheina langsung bergegas menuju kamar mandi dan dengan cepat pula sheina langsung mandi, setelah lima menit sheina berkutat di dalam kamar mandi akhirnya sheina keluar dari kamar mandi dengan tergesa gesa.
setelah memakai seragam sekolahnya serta membereskan buku buku yang akan sheina bawa, sheina langsung keluar dari kamarnya dan menuju ke lantai bawah untuk menemui sang mama.
"mah sheina ko nggak di bangunin sih" kesal sheina.
Risma (mama sheina) yang sedang berada di dapur langsung menoleh ke meja makan dan melihat sang anak sedang cemberut ke arahnya.
"kamu udah mama bangunin dari tadi tapi kamunya nggak bangun bangun mama juga mau masuk ke kamar kamu eh malah di kunci" terang Risma.
sheina yang mendengar penuturan mamanya langsung merutuki dirinya sendiri "ko gue bodo sih pake di kunci segala pintunya" rutuk sheina dalam hati.
"kamu mau sarapan dulu nggak" tanya Risma.
"nggak deh mah sheina udah telat banget, nanti sheina makan di kantin aja" jawab sheina. sheina pun langsung berjalan ke arah sang mama dan mencium tanganya "sheina berangkat ya mah" pamit sheina.
"iya hati hati nanti di jalanya" ucap mamanya.
__ADS_1
sheina langsung berjalan keluar dari rumah dan memanggil sopirnya yang sedang duduk santai di halaman rumahnya.
"mang anterin sheina sekolah ya" ujar Sheina kepada sopir pribadinya.
"siap non" mang Ujang pun berjalan menuju mobilnya dan langsung membukakan pintu untuk sang nona muda masuk.
"silahkan non" sheina pun masuk ke dalam mobil. sedangkan mang Ujang langsung menuju kursi kemudi dan langsung menjalankan mobilnya menuju Nirwana High School.
setelah 20 menit berlalu akhirnya sheina sampai di sekolahnya dan betapa malangnya nasib sheina saat melihat pintu gerbang sudah di tutup dan guru piket pun tidak ada di gerbang.
"non gimana pintu gerbangnya sudah di tutup" tanya mang Ujang.
"nggak apa apa mang, mang Ujang pulang aja nanti sheina bisa SMS guru piket buat bukain gerbangnya" jawab sheina.
mang Ujang mengangguk dan langsung mengendarai mobilnya meninggalkan area Nirwana High School.
sheina berjalan gontai untuk menuju ke sebuah warung yang berada di dekat sekolahnya. tetapi saat di tengah perjalan sheina di kegetkan dengan suara klakson motor yang berada di belakangnya sheina pun langsung menoleh kebelakang dan betapa kagetnya ia melihat Fian yang sama sama telat seperti dirinya.
beberapa saat sheina bernafas lega akhirnya ada sama telat seperti dirinya.
"Lo juga telat fi" tanya sheina .
"iya. ayo naik" titah Fian.
"hah, mau kemana?" tanya sheina yang bingung dengan ucapan Fian emang mau pergi kemana orang gerbang aja ditutup pikir sheina.
"ck, ayo buruan naik emang lo mau di sini terus pasti jam pelajaran pertama juga udah di mulai" jawab Fian.
akhirnya sheina menurut dan langsung naik ke motor Fian. Fian pun menyalakan motornya kala sheina sudah duduk dengan benar.
di sinilah mereka berdua berada di sebuah rumah sakit yang berada di kota Jakarta "kita ngapain ke sini fi?" tanya sheina yang bingung.
"kita jenguk mama gue dulu" jawab Fian. "lo mau kan?"
sheina mengangguk "oh yaudah nggak apa apa" ucap sheina.
Fian dan sheina pun berjalan beriringan menuju kamar rawat sang mama, tiba tiba saat di tengah perjalanan Fian mendengar suara seseorang yang sangat Fian kenali.
"Fian"
__ADS_1