
Malam semakin larut, Andi dan lainnya telah menyelesaikan misi dengan baik. Kini mereka semua berada di markas GL.
Andi memasuki ruang kerja Alex dengan lesu. Tangannya terasa sakit, mungkin memar bahkan sudah membiru. Telinganya juga terasa nyut nyutan, untung saja ia masih bisa mendengar dengan baik.
"Misi selesai.!" lapor Andy dan berjalan gontai , duduk disudut sofa.
Alex yang saat itu sedang minum wine hanya memicingkan matanya.
Andy membuka seluruh atribut dari tubuhnya hingga menyisakan kaos ketat hitam dan celana panjangnya. Ia mengusap lengannya yang terlihat membiru. Ia menggerutu tak jelas, kesal karena bisa mendapatkan luka itu.
"Berhentilah menggerutu, mandilah disana. Aku sudah menyiapkan baju ganti untukmu. Setelah itu pergilah keruang perawatan, obati lukamu. Apa kau ingin makan? Aku akan meminta orang untuk menyiapkan makanan untukmu." ucap Alex datar.
Andy diam menatap netra Alex. Ia kesal sekali pada pria itu. Bahkan bajunya sama sekali tak basah oleh keringat.
"Sudah sepantasnya kalian memperlakukan aku begitu. Aku bukan anggota kalian ,kalau kalian lupa." ucap Andy ketus.
Alex hanya menghela nafasnya.
"Satu lagi, siapkan aku tempat tidur. Aku malas pulang.!" ucap Andy sebelum masuk kamar mandi.
BRAK
Alex terjengkit kaget ketika pintu kamar mandi ditutup dengan kencang oleh Andy. Ia sudah tau betul sifat orang itu. Ia hanya tak habis pikir, dia kan laki laki, lalu kenapa sikapnya melebihi perempuan, belum lagi dia pria yang sangat mencintai kulitnya. Untung saja kulitnya tak tergores benda tajam, jika iya, maka ia tak bisa membayangkan ketika dia harus mendengar omelan pria cantik itu.
.
.
Keesokan harinya, semua beraktifitas seperti sedia kala. Andi sudah kembali ngantor, Kevan juga kembali menunggui Kingnya yang belum sadar sadar, entah apa yang membuatnya begitu sulit untuk bangun dan anggota kemarin malam yang bertugas sudah kembali ke pos masing masing.
Alex saat ini sedang diruang tahanan. Dia ditemani Kevin saat ini. Keduanya duduk manis melihat atraksi Lion yang menggeram didepan tahanan Darius. Singa besar itu tak sabar menerkam manusia di balik jeruji itu. Binatang besar itu tampaknya sudah sangat lapar karena dengan sengaja pagi ini Alex tak memberi makan Lion. Ia ingin melihat keganasan binatang liar itu.
"Lion, duduk ditempatmu,!! aku ingin bicara dengan pria itu, dan duduklah dengan manis, aku akan memberikan potongan daging segar untukmu setelah ini. Apa kau mengerti..!!" ucap Alex dengan sorot matanya yang tajam.
ROARHHH...ROARRRR...
Darius yang saat itu sudah sadar dari tidurnya, hanya meringsut kebelakang menjauhi binatang buas itu. Keringat dingin bahkan sudah mengucur deras dari keningnya.
"Kevin ..!! Seret pria itu ke meja operasi!!" seru Alex dengan tegas.
"Baik Bos.. "
Darius dibawa ke ruang operasi. Psiko gila itu rupanya sudah tak sabar menginterogasi pria kulit coklat itu.
Darius dirantai dan didudukkan pada kursi besi. Alex duduk didepannya dengan bertumpang kaki, sedangkan bibirnya mengepulkan asap rokok.
"Katakan, ada motif apa kau mencelalakai Tuan Edward, King kami !?" tanya Alex datar.
Darius masih bergeming. Menatap sinis lawan bicaranya.
"Apa kalian punya masalah dengannya?" tanya Alex kembali.
"Katakan..! Mungkin aku masih bisa meringankan hukumanmu jika jawabanmu membuatku puas." kata Alex lagi.
"Atau... kau ingin aku membakar sekarang ladang mariyuanamu...!!" ledek Alex sambil terkekeh.
__ADS_1
Darius menejamkan matanya sejenak, tidak tau apa yang dipikirkan saat ini.
"Aku tidak melakukan apa yang kalian tuduhkan padaku..!! Aku bahkan tidak mengenal baik Tuan Edward. Kenapa kalian menuduhku..!!" sangkal Darius dengan sorot mata tajamnya.
"Ha ha ha ha Benarkah? Apa kamu tidak berbohong padaku? Baiklah, aku akan menghubungi kepolisian untuk membumihanguskan ladang aset berhargamu itu. Tidak masalah bukan?" Ledek Alex dengan seringainya.
"Jangan ikut campur dengan urusan pribadiku, apa masalahmu..!!!" Teriak Darius tidak terima, tapi dirinya pun tak bisa melakukan apapun.
Alex memejamkan mata saat tiba-tiba dirinya teringat tubuh berdarah Edward malam itu. Tubuh yang biasanya bugar dan bersemangat, kini menjadi lemah tak berdaya dan koma hingga saat ini. Dan itu semua karena perbuatan manusia keji dihadapannya.
"Darius, apa kau tidak memikirkan akibat yang ditimbulkan dari perbuatanmu? Tidakkah kau tau kalian sedang berurusan dengan siapa? Apa kau lupa dengan kekuasaan kami? Kalian hanya kelompok kecil, bagi kami kalian adalah semut yang mudah kami lenyapkan begitu saja. Kau dan anak buahmu sudah mencelakai King kami, jadi aku tanya padamu.. kira kira hukuman apa yang pantas untuk manusia busuk sepertimu hemm.." ucap Alex dengan gaya tengilnya.
"Cih.. Lepaskan aku brengsek..!! Aku tegaskan sekali lagi. Aku tak punya urusan dengan King kalian..!!" Seru Darius .
"Kevin, ambilkan laptopku, kita tonton sekali lagi tragedi itu. Kita lihat, jika dia masih berani mengelak, kita seret dia kejalanan. Orang seperti dia tak pantas mendapat pengampunan dari kita.!" tegas Alex dengan nafas menderu.
Kevin membawa laptop Alex dan menyambungkan ke proyektor. Semua yang ada disana ikut penasaran, bukti apa yang akan ditampilkan oleh Bos mereka.
Suasana mendadak hening.
Kevin mendongakkan kepalanya seakan menahan tangis. Ia mengepalkan kepalanya dengan nafas menderu.
Ha ha ha ha
"Kalian dapat darimana video murahan itu. Lihatlah, wajah kalian lucu sekali." ucap Darius dengan tawanya.
Kevin mendatangi Darius dengan gusar, ia mengepalkan tangannya dan
DUAK
"Bang SAT..!! KAU TAK PANTAS HIDUP, KAU IBLIS DARIUS...!!!"
DUAK
"Kenapa, kenapa wajah kalian seperti itu. Apa kalian bersedih..?" ucap Darius mengejek.
"KAU...!" tunjuk Kevin geram.
"BOS, Biarkan aku membantai pria busuk ini..!! Akan aku hancurkan seluruh tulang tulang pria ini. Dia tidak pantas hidup. Berani beraninya dia mencelakai King kita..!!" seru Kevin dengan menahan tangis.
Ia begitu terluka setelah melihat tayangan video itu. Entah dari mana bosnya mendapatkan rekaman cctv itu, padahal sebelumnya mereka tak mendapatkan bukti rekaman dari jalan itu.
"Alex tersenyum miring. "Jangan terpancing dengan ocehan pria itu, kematian terlalu mudah untuknya. Aku ingin dia merasakan yang King rasakan, tapi sayangnya dia tak sekuat King, aku punya cara lain. Apa kau ingin tau ..!?" Alex menaikan sebelah alisnya.
Kevin mengerutkan keningnya, lalu mengangguk pelan.
"Kalian, ..!! Siapkan mobilku didepan. Aku punya pertunjukan untuk kita semua. Siapkan wine terbaikku juga..!!" seru Alex memberi perintah.
"Siap Bos..!"
"Dan Kalian..!!, ikat kuat kuat tangannya, bawa dia kedepan.!!" perintah Alex kembali.
"Siap Bos.!"
"Ha ha ha ha Lepaskan aku.. Lihatlah, wajah kalian sudah seperti artis , Cih pria cengeng...!!" ejek Darius.
__ADS_1
DUAK
"Ayo, tertawalah lagi...!!" seru Alex setelah menendang muka pria itu dengan keras.
"Cepat bawa kedepan, jika tak mau seret saja kakinya.!" seru Alex
"Ha ha ha Pria pria pengecut, beraninya keroyokan.. !" ejek Darius. Mungkin dia takut akan siksaan yang diberikan Alex padanya, hingga ia berani mengolok mereka , ia berharap mereka segera mengarahkan pistol kekepalanya. Itu jauh lebih baik daripada menjadi bulan bulanan Alex.
"Diam..!! jangan banyak cing cong, simpan tenagamu untuk berteriak nanti. Mungkin setelah ini kau akan kehilangan pita suaramu. Ha ha ha..'' ucap Anggota GL yang membawa Darius.
.
.
Dihalaman markas yang luas itu, tangan Darius sudah diikat dengan rantai dan dikaitkan dibelakang mobil. Alex tersenyum licik.
"Hei kalian,..!" tunjuk Alex
"Ya Bos.!"
"Kemudikan mobilku keliling markas 60km/jam sampai aku bilang berhenti. Apa kalian mengerti..!!" Teriak Alex.
"Mengerti Bos.!"
"Good, aku dan Kevin akan melihatnya dari sini. Mana wine ku, mana..! Ayo kita lihat, apa pria itu masih bisa tertawa. Ha ha ha.." ucap Alex lagi.
"Lepaskan aku Brengsek.. Kalian iblis..!!" pekik Darius yang panik..
"Cih, kalian yang memulainya, jadi jangan salahkan aku. Aku hanya melindungi orang orangku. Bye..!"
Seketika...
BROM.. BROM.. BROM..
"Wooo..."
Kevin tersenyum senang, ia tak menyangka jika Bos Alex akan melakukan hal keji tanpa mengotori tangannya.
"Lepaskan aku..lepaskan aku... Aaaghhh... Biadab kalian...!!" Teriak Darius saat tubuhnya tak mampu mengimbangi laju mobil yang dibawa anak buah GL hingga menyeret tubuhnya di aspal jalan.
"Aghhhh... tunggu pembalasanku..!! Hentikan.. hentikan..!!" raung Darius.
Sayangnya pengemudi mobil itu tak menghiraukan teriakan orang sudah terseret itu, mereka malah memutar keras audio dalam mobil yang dibawanya.
Sedangkan Alex malah bersulang wine dengan Kevin. Ia senang sekali melihat pemandangan siang itu.
Mengenaskan, sungguh mengenaskan, tubuh Darius sudah dipenuhi luka berdarah disekujur tubuhnya, semua yang melihat merasa miris, tapi itu setimpal dengan perbuatan yang dia lakukan. Hati mereka sudah mati rasa jika itu tentang King mereka. Pria itu memang pantas mendapatkan, bahkan mungkin lebih dari itu.
"Agghhh hentikan... hentikan.."
"Tolong hentikan..!!!"
.
.
__ADS_1
.
#####