Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
Layang pungkasan


__ADS_3

POV Ajeng


Satu bulan sudah pria yang selalu mengisi hari-hari ku tidak menyapaku, aku sakit, aku terluka, aku remuk. Tapi kekuatan cintanya melekat di tubuhku, bernafas bersama nafasku, berdetak bersama detak jantungku.


Wajahnya yang biasa teduh dan menentramkan ku, kini terlihat pucat dengan segala bantuan kehidupan di tubuhnya.


Aku hanya bisa terus menangis, rasanya aku tidak akan kuat tanpamu mas ....


"Biasakah kau tersenyum satu kali saja? Berikan senyum terindahmu untuk bang Al!" Dika terus memintaku tersenyum, aku tidak bisa, air mataku tak mau berhenti turun. Tapi aku juga tidak mau mas Al sedih karena ku.


"Dik ...., jangan biarkan dokter malepas semua alat itu!" mohonku padanya. Tapi Dika hanya bisa diam, ia tidak menolak tapi juga tidak menyanggupinya.


Teringat sekali, siang itu. pria yang begitu ku kagumi mulai membuka matanya untukku, aku menangis tapi dia memintaku menghapus air mataku. Matanya sendu menatapku.


Flaskback on


"Bu Ajeng!" Seorang dokter menghampiriku.


Dengan cepat aku menyambutnya, aku berharap itu adalah kabar baik, "Iya!"


"Pak Aldevaro sadarkan diri, beliau meminta anda untuk menemuinya!" kata-kata itu membuatku begitu sengat, senyum yang entah pergi ke mana itu seakan kembali di atas bibirku.


Aku segera beranjak dan berlari menuju ke kamar itu, aku terpaku di tempatku, pria dengan tubuh lemah itu tersenyum padaku.


"Mas Al ....!" Air mataku merembes kembali, tapi bibirku tersenyum melihat senyum itu hariku campur aduk.


Aku kembali melangkah mendekat, ku genggam tangan yang ada slangnya itu, ku cium tangan itu dengan air mata yang terus merembes dari sela mataku.


Aku beralih menciumi wajah yang begitu aku rindukan itu. Dia sama sekali tidak protes, ia terus tersenyum menatap perutku yang mulai membesar. Aku menyadari arah tatapannya, ku dekatkan perutku dan ku raih kembali tangan itu, ia mengelus dengan lembut perut buncitku.


"Mas ...., dia menendang! Dia pasti sangat senang ketemu sama abinya!" ucapku padanya, mas Al kembali tersenyum.


"Dek ....!"


"Iya ...., mas Al mau bilang apa?"


"Setelah ini jangan menangis lagi ya, aku akan bahagia jika kamu bahagia, kalian bahagia!" ucap mas Al begitu lemah.


"Bagaimana aku akan menangis dan bersedih mas, mas Al ada bersama kami!"

__ADS_1


"Allah lebih sayang sama mas, dek!"


Ucapan mas Al membuatku terpaku, aku tidak mau mengerti apa yang di ucapkan oleh mas Al, aku menggelengkan kepalaku cepat, air mataku kembali luluh di sana.


"Tidak ....., Ajeng nggak mau mas Al mengatakan hal itu!"


"Bersabarlah demi mas!"


Flaskback of


Pria itu, pria yang telah berhasil mencuri hatiku itu kini harus hidup dengan bantuan alat. Aku hanya bisa menatap nanar kamar itu dengan pria yang tak bergerak di sana.


"Nduk ...., sabar o yo ....., seng sabar ....!" Aku tahu itu suara ibuku, aku tidak bisa mengabsen mereka satu persatu, mereka semua sudah datang. Dokter tinggal menunggu keputusan dariku.


Kembali ku baca selembar kertas yang sedari tadi aku genggam, entah sudah berapa kali aku membacanya dan sekarang aku ingin kembali membacanya, setidaknya hanya itu yang bisa aku jadikan obat rinduku.


Mas Al pria yang romantis, dia suka sekali menulis surat untukku dalam segala hal, dan aku tidak tahu jika ini adalah surat terakhirnya.


*untukmu ummi dari anakku


Aku mencintaimu dengan segala kekuranganku, aku menyayangimu dengan segala kelemahan ku


Sayang cintaku ...., Bersamamu adalah hari-hari terindah dalam hidupku, melihatmu manja, melihatku nakal, membuatku merasa di butuhkan ....


Sayang ....., Diajeng Kartika. Aku menyebut namamu dalam setiap doaku agar Allah memberikan keabadian dalam cinta kita, dan Allah mengirimkan dalam sekejap.


Sayang ....., mas yakin kaulah ibu terbaik untuk anak kita kelak, dia yang akan menyambung cinta kita nanti dengan doanya untukku dan untukmu, menjadi penguat cinta kita walaupun tidak tak lagi bersama.


Sayang ....., ummi dari anakku ...., teruslah tersenyum, senyum mu begitu indah*, *anak kita pasti akan mengatakan hal yang sama ....


Sayang ....., maafkan aku karena cinta yang tak seberapa ini akan meninggalkan luka yang besar untukmu ....


Sayang ....., maafkan aku jika aku mengingkari janjiku untuk menemanimu hingga tua, maaf ....


Sayang ...., kau adalah segalanya bagiku, hidupku dan matiku ...., tapi janganlah kau lakukan hal yang sama, cintai aku sekedarnya agar kau tidak begitu sakit .....


Sayang ....., ummi dari anakku, semoga kelak kita di pertemukan di surga-Nya dalam keadaan yang lebih indah


Cintaku begitu sederhana, mencintaimu juga sederhana, semoga melupakanku juga sederhana ....

__ADS_1


Sayang ....., sayang ....., sayang ........, cintamu akan aku bawa hingga ujung mautku ....


Sayang ...., biarpun aku tidak bisa mencintaimu dengan sempurna tapi aku yakin Allah yang akan menyempurnakannya


...^^^salam cinta dariku ^^^...


......yang menorehkan luka......


...^^^suamimu* ...^^^...


Berulang kali ku baca, aku baru tahu jika itu surat terakhirnya untukku, dia begitu pandai merangkai kata sederhana menjadi begitu indah


Seharusnya aku tersenyum dengan cintanya yang besar, tapi kali ini aku tidak bisa tersenyum, air mataku tak mampu mengering.


Ku jatuhkan tubuhku, ku peluk surat itu, dadaku semakin sesak. Membayangkan tanpa mas Al, seperti mimpi buruk, walaupun belum sampai satu tahun kita mengarungi rumah tangga, tapi cinta mas Al membuatku merasakan seperti telah bersamanya ribuan tahun dan itu masih beluk cukup untuk bersamanya.


Saat ini aku harus memutuskannya, hanya itu yang bisa aku lakukan tanpa bisa ku tolak.


Maafkan aku mas ...., semoga nanti kita di persatu kan di tempat yang lebih indah, bersamamu tanpa ada rasa sakit ....


Aku tahu semua menatapku, aku hanya bisa menangis dan menganggukkan kepalaku dengan mantap.


Semua dokter bersiap seperti malaikat yang siap menghentikan nafasnya, mereka melakukan tugasnya. Alat itu satu persatu di lepaskan, ku lihat mama Renna terus menangis di pelukan papa Adi, Rita dan mama Siska juga di sana, mereka saling berpelukan. Bapak dan ibuk, mereka menepuk punggungku mencoba menenangkan ku.


Selamat jalan mas Al, aku akan menyimpan kenangan bersamamu di dalam anak kita kelak ....


...End...


Terimakasih atas dukungannya terhadap cerita ini, semoga akan menjadi inspirasi dan hiburan, maaf jika menguras air mata kalian semua


Terus dukung author dengan selalu mengintip dan memfavorit karya-karya author ya


Semua akan terasa indah dengan nilainya sendiri, sedih dan senang tergantung bagaimana kita menyikapi hidup,


tetaplah bersyukur, karena syukur adalah kunci dari sebuah kata yaitu "BAHAGIA"


Sehat selalu dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya dan minal aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin


salam sayang dan penuh cinta dari Author

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️


__ADS_2