Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
Curhatan Mama Renna


__ADS_3

            Untuk pertama kalinya, ajeng melihat


mama Renna begitu hancur hingga ia tidak mampu lagi menyembunyikan rasa


sakitnya. Wanita yang selalu tampil ceria itu kini sedang menangis seperti anak


kecil di dalam pelukan menantunya.


            “Mama, ada apa? Cerita sama Ajeng!”


Ajeng mengusap punggung mertuanya yang terus bergetar dalam pelukannya.


            Setelah sekian lama diam dalam


tangisnya, akhirnya mama Renna melepaskan pelukannya terhadap Ajeng. Tapi


tangisnya ternyata masih belum berhenti.


            “Ma …, ajeng ambilkan minum dulu ya!


Habis itu mama harus cerita sama ajeng!” mama Renna pun hanya mengangguk, Ajeng


segera berdiri dan menuju ke pantry. Ajeng mengambil sebuah gelas dan memencet


tombol air minum itu, pikirannya sekarang sedang tidak fokus.


            “Astagfirullah …., tumpah!” pekik


Ajeng saat menyadari gelasnya sudah terlalu penuh dan sebagian airnya tumpah ke


lantai, Ajeng pun dengan cepat meletakkan gelas itu ke atas meja dan mengelap


lantainya. Setelah yakin jika lantainya kering, ajeng kembali menghampiri mama


Renna dengan segelas air putih.


            “Minum ma!” ucap Ajeng sambil


menyodorkan gelas itu pada mama Renna, mama Renna segera meraihnya. Ajeng ikut


duduk di samping mama Renna, sekarang mama Renna sudah terlihat lebih baik.


Mama Renna meneguk setengah dari air putih itu dan kembali meletakkan gelas itu


di atas meja.


            “Waktu itu papa sama Dika bertengkar


hebat, Dika menuduh papa telah mengkhianati mama. Saat itu mama nggak percaya,


mama belain papa dan Dika pun memilih meninggalkan mama dengan kemarahan!”


Flaskback on


            Malam itu, Dika pulang dengan wajah


marahnya. Ia segera mencari papa Adi. Mama Renna yang juga baru datang di buat


terkejut karena Dika tiba-tiba memukul papa Adi.


            Bug


            “Ahhhh …!” teriak mama Renna saat


pukulan itu mendarat tepat di pipi papa Adi.


            “Dik …., jangan kurang ajar sama


papa!” teriak papa adi yang terkejut sekaligus merasakan rasa nyeri di pipinya,


mama Renna memapah papa Adi yang sedikit limbung.


            “Ma lepaskan pria brengsek itu, dia


tidak pantas lagi menyentuh mama, tangannya terlalu kotor menyentuh mama!”


            “Dik apa-apaan sih kamu, mama nggak


ngerti!”


            “Mama tahu …, papa sudah menghianati

__ADS_1


mama, ia punya istri simpanan. Bahkan papa sampai membelikan rumah untuk istri


simpanannya itu!”


            ‘Apa benar yang di katakana Dika,


pa?” tanya mama Renna pada papa Adi.


            “Semuanya tidak benar ma, semua


tidak seperti itu!”


            “Maling mana ada yang mau ngaku!”


            “Dika …, kamu jangan keterlaluan ya


sama papa kamu, ini papa kamu!”


            “Dika malu ma punya papa seperti


itu!”


            “Dika jangan kurang ajar!” teriak


mama Renna.


            Baiklah terserah mama, tapi Dika


sudah katakana semuanya. Dika melihat sendiri bagaimana kelakuan papa, bahkan


papa berani peluk-peluk wanita itu di depan umum!”


“Berhenti


menuduh papamu yang tidak-tidak, mama tidak suka!”


“Baiklah


jika itu keputusan mama, Dika tidak sudi tinggal satu atap dengan pria brengsek


itu. Dika pergi!”


saat itu juga, malam itu juga Dika meninggalkan rumah. Ia tidak mau pulang ke


rumah sebelum mama memutuskan hubungannya dengan papa Adi.


Flaskback of


Setelah


saat itu, sikap papa adi memang jadi aneh. Ia sering sekali pulang malam dan


bahkan sering pergi ke luar kota secara mendadak. Mama Renna menjadi curiga. Hingga


suatu hari mama Renna bertekat mengikuti papa Adi saat papa Adi ijin untuk


pergi keluar kota.


Mama


Renna begitu terkejut saat melihat apa yang di lakukan oleh papa Adi, ternyata


papa adi menemui seseorang di sebuah rumah sakit. Seorang wanita dan wanita itu


memeluk papa adi dengan sangat erat, papa adi pun tidak menolak pelukan itu, ia


juga memeluk wanita itu.


Saat


itu hati mama renna begitu hancur, ia sungguh terluka tapi ia masih saja


berusaha untuk kuat. Mama Renna meminta penjelasna pada papa adi tentang wanita


itu, tapi ternyata papa adi tidak bisa menjelaskannya. Saat mama renna pergi,


papa adi sama sekali tidak berusaha mengejarnya tapi malah mementingkan wanita


itu. Hati mama Renna semakin hancur.


Saat

__ADS_1


papa pulang, papa adi tetap tidak siap untuk menjelaskan semuanya. Papa Adi


tetap setia dengan kebungkamannya.


“Biaklah


…, baiklah …., jika papa tetap keras kepala, mama iklas kalau papa pergi!” ucap


mama Renna dengan rasa sakitnya.


“Ma


…, semuanya tidak seperti yang mama dan dika duga! Biarkan papa lakukan apa


yangs eharusnya papa lakukan, percayalah sama papa!”


“Jika


papa ingin mama percaya sama papa, jelaskan semuanya sekarang sama mama dan


mama akan memutuskan untuk bisa memaafkan papa atau tidak!”


“Maafkan


papa!”  ucap papa dengan begitu berat.


“Baiklah


…, sekarang papa boleh pergi!”


Akhirnya


tanpa penolakan papa adi pun memutuskan untuk pergi dari rumah dan lebih


memilih wanita itu. Mama Renna hanya bisa menangis setelah kepergian papa Adi.


Flaskback of


Setelah


mendengarkan cerita mama Renna hati ajeng ikut sakit. Ia bisa merasakan betapa


sakitnya hati mama Renna saat itu, saat orang yang di cintai lebih memilih


wanita lain.


“Mama


yang kuat ya, semua akan baik-baik saja ma!”


“terimakasih


ya kamu sudah mau dengerin curhatan mama!”


“sama-sama


ma, kalau mama ada masalah jangan ragu buat cerita sama Ajeng, ajeng pasti akan


mendengarkan cerita mama!”


“Iya


…, mama sekarang sudah lega bisa cerita sama kamu, mama nyesel tidak mencegah


Dika pergi, seandainya saja saat itu mama percaya sama Dika, Dika tidak mungkin


ninggalin mama!”


“Biar


Ajeng yang hubungi Dika nanti ma, Dika pasti bersedia buat pulang!”


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰😘😘

__ADS_1


__ADS_2