
Untuk pertama kalinya, ajeng melihat
mama Renna begitu hancur hingga ia tidak mampu lagi menyembunyikan rasa
sakitnya. Wanita yang selalu tampil ceria itu kini sedang menangis seperti anak
kecil di dalam pelukan menantunya.
“Mama, ada apa? Cerita sama Ajeng!”
Ajeng mengusap punggung mertuanya yang terus bergetar dalam pelukannya.
Setelah sekian lama diam dalam
tangisnya, akhirnya mama Renna melepaskan pelukannya terhadap Ajeng. Tapi
tangisnya ternyata masih belum berhenti.
“Ma …, ajeng ambilkan minum dulu ya!
Habis itu mama harus cerita sama ajeng!” mama Renna pun hanya mengangguk, Ajeng
segera berdiri dan menuju ke pantry. Ajeng mengambil sebuah gelas dan memencet
tombol air minum itu, pikirannya sekarang sedang tidak fokus.
“Astagfirullah …., tumpah!” pekik
Ajeng saat menyadari gelasnya sudah terlalu penuh dan sebagian airnya tumpah ke
lantai, Ajeng pun dengan cepat meletakkan gelas itu ke atas meja dan mengelap
lantainya. Setelah yakin jika lantainya kering, ajeng kembali menghampiri mama
Renna dengan segelas air putih.
“Minum ma!” ucap Ajeng sambil
menyodorkan gelas itu pada mama Renna, mama Renna segera meraihnya. Ajeng ikut
duduk di samping mama Renna, sekarang mama Renna sudah terlihat lebih baik.
Mama Renna meneguk setengah dari air putih itu dan kembali meletakkan gelas itu
di atas meja.
“Waktu itu papa sama Dika bertengkar
hebat, Dika menuduh papa telah mengkhianati mama. Saat itu mama nggak percaya,
mama belain papa dan Dika pun memilih meninggalkan mama dengan kemarahan!”
Flaskback on
Malam itu, Dika pulang dengan wajah
marahnya. Ia segera mencari papa Adi. Mama Renna yang juga baru datang di buat
terkejut karena Dika tiba-tiba memukul papa Adi.
Bug
“Ahhhh …!” teriak mama Renna saat
pukulan itu mendarat tepat di pipi papa Adi.
“Dik …., jangan kurang ajar sama
papa!” teriak papa adi yang terkejut sekaligus merasakan rasa nyeri di pipinya,
mama Renna memapah papa Adi yang sedikit limbung.
“Ma lepaskan pria brengsek itu, dia
tidak pantas lagi menyentuh mama, tangannya terlalu kotor menyentuh mama!”
“Dik apa-apaan sih kamu, mama nggak
ngerti!”
“Mama tahu …, papa sudah menghianati
__ADS_1
mama, ia punya istri simpanan. Bahkan papa sampai membelikan rumah untuk istri
simpanannya itu!”
‘Apa benar yang di katakana Dika,
pa?” tanya mama Renna pada papa Adi.
“Semuanya tidak benar ma, semua
tidak seperti itu!”
“Maling mana ada yang mau ngaku!”
“Dika …, kamu jangan keterlaluan ya
sama papa kamu, ini papa kamu!”
“Dika malu ma punya papa seperti
itu!”
“Dika jangan kurang ajar!” teriak
mama Renna.
Baiklah terserah mama, tapi Dika
sudah katakana semuanya. Dika melihat sendiri bagaimana kelakuan papa, bahkan
papa berani peluk-peluk wanita itu di depan umum!”
“Berhenti
menuduh papamu yang tidak-tidak, mama tidak suka!”
“Baiklah
jika itu keputusan mama, Dika tidak sudi tinggal satu atap dengan pria brengsek
itu. Dika pergi!”
saat itu juga, malam itu juga Dika meninggalkan rumah. Ia tidak mau pulang ke
rumah sebelum mama memutuskan hubungannya dengan papa Adi.
Flaskback of
Setelah
saat itu, sikap papa adi memang jadi aneh. Ia sering sekali pulang malam dan
bahkan sering pergi ke luar kota secara mendadak. Mama Renna menjadi curiga. Hingga
suatu hari mama Renna bertekat mengikuti papa Adi saat papa Adi ijin untuk
pergi keluar kota.
Mama
Renna begitu terkejut saat melihat apa yang di lakukan oleh papa Adi, ternyata
papa adi menemui seseorang di sebuah rumah sakit. Seorang wanita dan wanita itu
memeluk papa adi dengan sangat erat, papa adi pun tidak menolak pelukan itu, ia
juga memeluk wanita itu.
Saat
itu hati mama renna begitu hancur, ia sungguh terluka tapi ia masih saja
berusaha untuk kuat. Mama Renna meminta penjelasna pada papa adi tentang wanita
itu, tapi ternyata papa adi tidak bisa menjelaskannya. Saat mama renna pergi,
papa adi sama sekali tidak berusaha mengejarnya tapi malah mementingkan wanita
itu. Hati mama Renna semakin hancur.
Saat
__ADS_1
papa pulang, papa adi tetap tidak siap untuk menjelaskan semuanya. Papa Adi
tetap setia dengan kebungkamannya.
“Biaklah
…, baiklah …., jika papa tetap keras kepala, mama iklas kalau papa pergi!” ucap
mama Renna dengan rasa sakitnya.
“Ma
…, semuanya tidak seperti yang mama dan dika duga! Biarkan papa lakukan apa
yangs eharusnya papa lakukan, percayalah sama papa!”
“Jika
papa ingin mama percaya sama papa, jelaskan semuanya sekarang sama mama dan
mama akan memutuskan untuk bisa memaafkan papa atau tidak!”
“Maafkan
papa!” ucap papa dengan begitu berat.
“Baiklah
…, sekarang papa boleh pergi!”
Akhirnya
tanpa penolakan papa adi pun memutuskan untuk pergi dari rumah dan lebih
memilih wanita itu. Mama Renna hanya bisa menangis setelah kepergian papa Adi.
Flaskback of
Setelah
mendengarkan cerita mama Renna hati ajeng ikut sakit. Ia bisa merasakan betapa
sakitnya hati mama Renna saat itu, saat orang yang di cintai lebih memilih
wanita lain.
“Mama
yang kuat ya, semua akan baik-baik saja ma!”
“terimakasih
ya kamu sudah mau dengerin curhatan mama!”
“sama-sama
ma, kalau mama ada masalah jangan ragu buat cerita sama Ajeng, ajeng pasti akan
mendengarkan cerita mama!”
“Iya
…, mama sekarang sudah lega bisa cerita sama kamu, mama nyesel tidak mencegah
Dika pergi, seandainya saja saat itu mama percaya sama Dika, Dika tidak mungkin
ninggalin mama!”
“Biar
Ajeng yang hubungi Dika nanti ma, Dika pasti bersedia buat pulang!”
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰😘😘
__ADS_1