
Edward keluar dari kamar mandi dengan wajah segarnya, bibirnya melengkung keatas karna menang banyak hari ini. Dia telah berhasil membodohi istrinya. Sedangkan Aurora, bibirnya mengerucut sebal walau ada wajah bahagia disana. Badannya sudah dipenuhi cupangan kemerah merahan, bukan masalah jika tanda itu ada dibadannya, yang jadi masalah cupangan itu juga nampak jelas dilehernya. Ia serasa ingin menangis saja. Bagaimana esok hari ia akan tampil dimuka umum pikirnya.
"Ada apa dengan wajahmu,? goda Edward mencolek dagu Aurora.
Aurora menggeleng, ia melenggang dan merebahkan punggungnya di ranjang sebelah Brian. Edward tersenyum licik, ia pinggirkan Brian dan merebahkan tubuhnya disamping Aurora. Bukan apa apa, jika nanti ingin, dia akan langsung menyerang istrinya dari belakang. Ha ha ha dasar suami otak mesum, selalu saja pikirannya kesitu.
"Tidurlah, Aku mencintaimu." bisik Edward ditelinga Aurora.
.
.
Esok harinya, sesuai janji Aurora pada Brian, ia mengajak Brian ke Universal Studio. Aurora saat ini memakai sweter kuning dipadu dengan celana jeans hitam, serasi dengan baju Brian. Kedua orang itu nampak kompak seperti kakak beradik.
Setelah menempuh perjalanan 30 menit dari tempat hotelnya menginap, akhirnya mereka sampai di Universal Studio. Aurora menggandeng tangan Brian dan mengajaknya ketempat yang instagramable untuk mendapatkan spot foto terbaik.
Universal Studio Singapura adalah taman hiburan pertama bertemakan film dan menjadi yang pertama di Asia Tenggara.
.
Hampir sejenis dengan Trans Studio ataupun Dufan Ancol yang ada di Jakarta, Tentu saja, ada yang berbeda dan unik dari taman hiburan satu ini, seperti wahana dengan tema film-film yang sudah pernah dirilis oleh Universal Studios, seperti Shrek, Madagascar, Transformers dan masih banyak lainnya. Tak heran jika taman bermain ini sangat cocok bagi anda yang merupakan penggemar film Hollywood.
Brian dan Aurora menghabiskan hari mereka dengan bermain bersama. Mereka saat ini sedang mencoba wahana di area madagascar. Keduanya tampak sedang menaiki kapal dengan arus yang santai. Brian tampak senang ketika kapal mulai masuk terowongan, walau suasana tampak sedikit gelap, tapi ia gembira dan antusias melihat kartun kesayangannya ada ditempat itu. Alex, Melman, Marty dan Gloria yang menjadi pahlawan di film madagascar bagian pertama.
Aurora mengeluarkan ponselnya dan memfoto sebagian objek disana untuk dijadikan kenang kenangan. Ia senang karena bisa menyenangkan Brian hari ini, ia sadar jika hari harinya diisi dengan jadwal penuh kesibukannya.
"Apa kamu bahagia Bry..?" tanya Aurora setelah turun dari kapal dan duduk dibangku kosong.
"Yes mom. Sayang sekali daddy tidak ikut bersama kita."
__ADS_1
"Tak apa, lain kali kita bisa pergi bersama. Ayo kita tuntaskan misi kita hari ini. Keburu sore, nanti dad cariin kita. Let's go..!!" seru Aurora yang mengajak Brian mencoba wahana permainan lainnya.
.
.
Ditempat lain, Edward dan Lukas sedang makan bersama usai meeting dengan koleganya. Edward hanya sesekali menimpali pembicaraan lawan bicaranya. Tampaknya dia sedikit risih dengan seorang wanita yang sedari tadi menatapnya penuh minat. Lukas hanya melirik sekilas wanita itu.
"Tuan Edward, saya rasa kerja sama ini akan sangat lebih menguntungkan jika kita juga menjalin hubungan. Anda CEO, saya juga CEO, jika disatukan, mungkin perusahaan kita menjadi perusahaan terbesar di Asia." ucap percaya diri wanita itu.
Lukas melirik Edward yang masih sibuk mengunyah daging dalam mulutnya. Pria itu bersikap sangat tenang sekali.
"Apa anda serius dengan ucapan anda nona? Jangan becanda padaku, nanti kamu akan menyesalinya." ucap Edward padanya.
"Tentu saja saya serius. Saya ingin menjalin hubungan dengan anda. Saya yakin anda tidak akan menolak pesonaku. Anda pria beruntung. Banyak pria yang mengejarku, tapi saya memilihmu."
"Wah hebat...!! tepuk tangan yang meriah, berani beraninya kamu berbicara seperti itu. Apa kamu pikir Tuan Edward akan tertarik pada tubuhmu? Bahkan istrinya jauh lebih cantik dari dirimu nona. Kamu terlalu percaya diri nona. Ck.. ck.. " batin Lukas.
"Apa istri...? pria ini sudah beristri? Oh God..kenapa tidak bilang jika pria ini sudah beristri. Ah memalukan saja."batin wanita itu kesal.
Edward dan Lukas saling melirik, mereka berdua tersenyum miring melihat perubahan mimik wajah wanita itu. Tak mau melanjutkan makan siangnya, Edward memilih mengecek ponselnya yang sedari tadi ia matikan sambil menunggu Lukas selesai dengan makanannya.
Bibirnya menyunggingkan senyum ketika mendapat dua puluh pesan dari istri cantiknya. Rupanya Aurora mengirimkan banyak foto kebersamaan mereka. Dia jadi ingin segera menyusul Aurora. Masih punya banyak waktu jika berangkat sekarang pikirnya.
"Baiklah nona, saya rasa pertemuan kita cukup sampai disini. Saya masih ada janji dengan yang lain. Untuk selanjutnya sekretaris saya yang akan menghandle langsung proyek ini. Terima kasih atas jamuan makan siangnya. Kami permisi." Edward mengulurkan tangannya.
Wanita itu dengan canggung menerima uluran jabat tangan dari Edward, "Ya baiklah Tuan, selanjutnya kami yang akan melawat ke negara anda. Sampai jumpa dilain waktu. Saya harap anda memikirkan yang tadi saya katakan."
Edward diam dengan wajah datarnya, sebenarnya hatinya mendengus kesal mendengar ucapan dari mulut wanita didepannya saat ini. Apa boleh buat, ini adalah bagian dari pekerjaannya, tidak mungkin dia memasang wajah jelek pada koleganya, ini akan membuat reputasinya menjadi buruk.
"Baiklah." jawab singkat Edward
__ADS_1
Wanita itu tersenyum lebar. Lukas yang melihat itu bergidik ngeri. Batinnya bilang jika wanita didepannya saat ini akan menjadi sumber masalah baru untuknya.
Selesai dari restoran itu, Lukas melajukan mobilnya menuju hotel tempat mereka menginap. Tidak ada pembicaraan yang serius, hanya Edward dengan tingkahnya yang senyum senyum sendiri saat melihat ponselnya.
Tiba diloby hotel, Edward menghentikan langkahnya untuk masuk karena mendengar ada orang yang memanggil dirinya. Dia menoleh kebelakang. Hanya ada Lukas disana.
"Ada apa Tuan?" tanya Lukas ikut mengamati sekitarnya.
"Tidakkah kamu mendengar seseorang memanggilku?" tanya Edward yang masih mengamati keadaan sekitarnya.
Lukas menggeleng pelan. Pasalnya dia jujur tidak mendengar ada yang sedang memanggil Edward.
"Lupakan. Kau bebas saat ini, tapi sebelumnya hubungi pilot kita, kami akan pulang jam sepuluh malam nanti. Siapkan semuanya, aku akan kembali kekamarku.! dan kalian, jangan terlalu dekat denganku, aku tak ingin menarik perhatian publik. Apa kalian mengerti..,!!" tegas Edward memandang para bodyguardnya.
"Baik Tuan."
"Aneh, suara siapa tadi. Padahal aku jelas sekali mendengarnya, tapi kenapa Lukas tidak mendengarnya? Apa iya telingaku bermasalah, ah tidak tidak..! Tapi rasanya aku seperti pernah mendengar suara itu sebelumnya ,tapi dimana?" batin Edward bertanya tanya.
Tidak mau berpikiran buruk, dia melanjutkan langkahnya menuju kamar tempat menginapnya, ia akan mengganti baju sebentar lalu menyusul anak dan istrinya. Quality time ini akan ia manfaatkan sebaik mungkin untuk membangun keharmonisan rumah tangganya. Dia jadi tidak sabar untuk segera bertemu dengan istri cantiknya.
"Tunggu aku sayang,,"
.
.
.
###
Google image source
__ADS_1