Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
Pulang Bareng


__ADS_3

Selamat membaca guys semoga kalian tetap suka


"Fian?." tanya Sheina memastikan bahwa yang di depannya ini adalah sahabat masa kecilnya dulu.


karena tidak mendapatkan jawaban dari Fian dia lanjut berucap "gu..gue boleh duduk di sini kan ?" lanjut Sheina


"Hmm" dehem Fian tetap melanjutkan aktifitas menulisnya.


Sheina pun akhirnya duduk di bangkunya dengan perasaan canggung dan sedih karena ternyata Fiannya berubah tidak menjadi Fian yang dulu.


sementara di satu sisi Fian sama gugup dan canggungnya saat ini. Fian bukan sengaja bersikap dingin kepada Sheina tadi ia hanya bingung harus bersikap seperti apa saat ini. pertama kali melihat Sheina tadi ia benar benar kaget, bagaimana tidak setelah sekian lama tidak di pertemukan akhirnya dia kembali lagi di pertemukan dengan sahabatnya itu.


Fian hanya belum siap saat ini ia bingung harus bersikap seperti apa kepada Sheina apakah harus bersikap seperti biasa atau harus bersikap dingin seperti kepada yang lain.


Fian sebenarnya sangat ingin memeluk Sheina menumpahkan segala kerinduan,kegundahan hati dan rasa sakit yang selama ini selalu ia pendam, tetapi harus ia Tahan tidak mungkin juga dia langsung memeluk Sheina apalagi setelah kepergian sheina 7 tahun belakangan ini pasti suasananya akan menjadi tidak enak.


Fian sebenarnya sosok yang rapuh dan pemikir akan sesuatu yang ia alami. seperti dahulu Fian sempat akan melakukan aksi percobaan bunuh diri dengan lompat dari atas jembatan tetapi untungnya ke dua temanya datang menolong dia dan memberi nasehat kepada fian.


Fian berjalan menyusuri jembatan dengan perasaan sedih dan sakit. *ia ingin bunuh diri saja saat ini sudah banyak derita yang harus dirinya tanggung selama ini tidak ada alasan untuk dia hidup saat ini, tidak ada tempat untuk berkeluh kesah yang ada hanya kesendirian yang menemaninya saat ini.


orang tuanya tidak pernah menginginkan dia ada yang ada hanya caci maki yang sering di lontarkan oleh ayahnya. sejujurnya Fian capek hidup seperti ini mungkin dengan bunuh diri ia bisa terbebas dari rasa sakit yang selam ini ia derita. toh dengan bunuh diri atau tidak dirinya akan tetap meninggal tidak lama lagi juga jadi untuk apa dia hidup di dunia lebih lama lagi pikirnya.


saat ini Fian berada sisi ujung jembatan dan memegang kepada pembatas jembatan di belakangnya ia melihat air sungai yang mengalir begitu deras di bawah sana.


saat Fian bersiap dan sedang memejamkan matanya tiba tiba terdengar suara teriakan yang memanggil dirinya.


"Fian" teriak orang yang memanggil dirinya


Fian menolehkan kepalanya ke kanan ternyata kedua temanya sedang berlari ke arah dirinya.


"Lo ngapain **** di sini?." bentak temanya sambil menoyor kepala fian.


"gue udah gak kuat dim, gak ada kan yang mengharapkan gue di dunia ini bahkan orang tua gue sekalipun" ucap Fian dengan sorot mata yang kosong


"eh **** kalo mau bunuh diri tuh mikir apa lo udah baik di dunia saat ini kalo belum yang ada malah lo yang sengsara di sono." ucap dimas menasehati


"lo juga harus mikirin kondisi ibu lo saat ini, dia sedang berjuang melawan sakitnya eh anaknya malah mau bunuh diri. dan lo harus inget lo gak sendirian di sini ian ada gue ada putra yang akan selalu support lo." sambungnya*


\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


teeettt...teeettt.....teeeetttttt


para murid yang tadinya wajahnya lesu langsung berbinar bahagia kala mendengar bel istirahat di bunyikan sontak saja mereka langsung berhamburan keluar kelas untuk mengisi perut mereka yang kosong.


saat Fian akan beranjak dari tempat duduknya kedua temanya itu langsung menghampiri Fian dan mengajaknya untuk makan di rooftop.


"makan di rooftop yok" ajak dimas pada Fian.


"eh bentar dulu. kenalin nama gue putra Bagaskara biasa di panggil putra." ujar putra memperkenalkan diri.


"Sheina" balas Sheina sambil tersenyum ramah


"cantik banget" gumam putra dengan mata yang menatap Sheina intens


"heh udah godain mulu anak orang lo,koleksi lo kan udah banyak gantian biar yang ini buat si Fian kasian dia semenjak temanya pergi dia kan hidupnya jadi miris" celetuk Dimas cengengesan.


"bacot" ucap Fian sambil jalan begitu saja meninggalkan kedua temanya.


setelah kepergian Fian dan kedua temanya Sheina akhirnya bisa bernafas lega pasalnya saat ia berada di dekat Fian dari tadi jantungnya berdetak dengan kencang dan atmosfer yang berada di antara keduanya menjadi canggung.


"hei kenalin nama gue bella" ujar Bella memperkenalkan dirinya di samping sheina.


Sheina sontak langsung menolehkan kepalanya dan melihat seorang gadis berkacamata dan baju yang rapih terlihat mengulurkan tanganya.


"kantin yuk gue gak ada temen makan nih" ajak Bella


"eh...eumm ya udah ayo" ucap Sheina sambil tersenyum ramah.


Sheina dan Bella pun berjalan beriringan menuju kantin yang sudah sesak oleh banyaknya murid yang berlalu lalang. 


\*\*\*\*\*\*


bel pulang sekolah sudah berbunyi 20 menit yang lalu meninggalkan Sheina sendirian di dalam kelasnya yang sedang mengerjakan beberapa tugas yang belum ia mengerti.


Sheina membereskan barang barangnya saat tugas yang ia kerjakan sudah selasai.ia berjalan sendirian di lorong sekolah yang sudah terlihat agak sepi paling cuman beberapa anak saja yang mengikuti ekskul masih berkeliaran di sekolah.


ddrrrttttt....ddrrrttttt.....


Sheina langsung merogoh saku roknya saat merasakan ada getar yang berasal dari handphone. Sheina langsung saja membuka handphone tersebut dan terpampang nama mama memanggilnya. "tumben banget Mama telephone." pikir sheina

__ADS_1


"ya mah ada apa telephone?" saat Sheina sudah mengangkat telephonanya.


"mang Ujang gak bisa jemput kamu ya,ada urusan di kampung katanya." ucap mamanya di seberang telephone.


"oh yaudah Sheina naik taksi aja kalo gitu" balas Sheina.


"ya udah kamu hati hati ya di jalan" ucap mamanya


Beeep


Sheina melanjutkan kembali jalanya,berhubung sopirnya itu tidak bisa menjemputnya jadilah Sheina harus berjalan agak jauh dari sekolahnya untuk sampai di halte.


saat Sheina tengah asik bermain dengan handphonenya ia dikagetkan dengan laki laki yang duduk di bangku sebelahnya.


"belum pulang?" ucap laki laki tersebut.


"Fian?" kaget Sheina karena ternyata yang duduk di sebelahnya ini adalah fian.


"hmm. kenapa belum pulang?" tanya Fian kembali


"sopir gue gak bisa jemput" lirih Sheina karena ia terpaksa harus mengeluarkan uang jajannya untuk membayar ongkos taksi,padahal kalo Sheina di jemput biasanya uang itu akan Sheina pakai untuk membeli alat alat kecantikan.


"ya udah bareng gue aja" ajak Fian


"eh.. gak usah gue bisa ko naik taksi" tolak Sheina halus.


"udah gapapa nanti keburu sore loh" lanjut Fian.


Sheina pun akhirnya mau tak mau menuruti keinginan lelaki itu lagipula lumayankan untuk mengurangi ongkos.


Fian pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. saat sedang berada di tengah tengah perjalanan Fian melihat ada segerombol orang yang sudah berada di depan mobilnya menghalangi laju mobil fian.


"shit" desis Fian tajam.


  To Bee Continued


 


**mohon maaf guys kalo misalkan masih ada penempatan kata yang tidak sesuai maklum saya masih pemula di sini.

__ADS_1


dan jangan lupa juga di comment di vote dan share cerita saya agar saya bisa secepatnya update.


See U Next Chapter**


__ADS_2