Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
Wanita iblis


__ADS_3

"Roxi...!!"


"Yes Madam. "


"Siapkan air mawar dalam jacuzzi ku sebelum pergi. Panggilkan Hugo untuk menggosok punggungku. Tugasmu akan digantikan Hugo setelah ini. Bekerjalah dengan baik atau aku akan memenggal kepalamu. Ingat semua gerakanmu akan aku pantau dari sini. Kembalilah sebelum ritual pemujaan. "


Roxi wanita berotot itu hanya mengangguk mengiyakan. Membantah pun akan sia sia, bisa bisa dirinya akan ditulup dengan jarum beracunnya. Kemampuan membunuhnya tidak bisa diremehkan begitu saja. Tak heran jika dirinya disegani anggota dunia bawah. Siapa yang tak menurut atas perintah nya akan dihukum ditempat. Wanita tukang perintah itu agaknya sudah kehilangan rasa kasihan dalam dirinya.


"Baik Madam." jawabnya dan berlalu dari ruang serba hitam itu.


Madam Yora wanita dewasa yang sudah cukup matang itu berjalan lenggak lenggok dengan gaun hitam terbuka dibagian punggungnya yang menampakkan tato burung gagak dengan gaya erotisnya.


Para bawahannya langsung menurunkan pandangannya tak berani menatap mata Madam Yora. Pupil matanya yang biru mengeluarkan aura negatif jika sedang menatap tajam.


Ditempat pemandiannya, Hugo sudah berdiri dengan membawa handuk kimono ditangannya menyambut kedatangan madam Yora.


Madam Yora menatap datar Hugo.


"Gosokkan punggung ku.!" perintahnya setelah melepaskan gaun yang dipakainya.


"Yes Madam."


Hugo adalah pria berkulit coklat, wajahnya sangar dan begitu menyeramkan. Ia mempunyai aura mengintimidasi yang kuat dibalik mata coklatnya. Tubuhnya kekar seperti binaragawan. Dialah algojo dari kelompok gagak itu.


Madam Yora yang sudah masuk dalam air hangat itu menggigit bibirnya ingin. Hugo yang mengerti bahasa itu langsung menganggukkan kepalanya.


"Hugo apa kau sudah melakukan tugasmu.!" tanya madam Yora yang sibuk melepaskan brief milik Hugo,tapi Hugo langsung menahan tangan Madam Yora.


"Sudah saya selesaikan dengan baik. Semua barang barang itu sudah sampai ditempatnya masing masing."


Tangan Hugo masih sibuk menggosok punggung Madam Yora. Entah sampai kapan pria itu akan menjadi budak nafsu madam Yora.


Madam Yora tersenyum miring, ia kemudian berbalik menatap tajam Hugo.


"Pejamkan matamu.!!"


Cleb


Madam Yora menyuntikkan cairan di lengan atas Hugo. Hugo hanya diam sambil memejamkan matanya. Ini sudah seperti kegiatan rutinan yang harus ia alami saat bersama Madam Yora . Wanita matang itu selalu menyuntikkan sesuatu pada tubuh Hugo lalu meminta dirinya untuk menggagahinya. Wanita itu tampaknya sudah gila.


Hugo pria perkasa itu hanya bisa pasrah ketika cairan itu sudah tercampur dalam darahnya. Badannya menegang , aliran darahnya memanas, sesuatu dalam dirinya mulai naik kepermukaan.


Madam Yora tersenyum miring.

__ADS_1


"Lanjutkan menggosok punggungku.!!"


Tangan Hugo gemetar saat menggosok punggung madam Yora. Tubuhnya sedang mati matian menahan ingin. Ia hanya menjepit erat erat batang itu dengan kedua pahanya.


"Agh sial, wanita iblis ini selalu membuatku tak berdaya." batin Hugo berteriak frustasi.


"HUGO..!!"


"Yes Madam..!"


"Sejauh mana penyidikanmu dengan kelompok Mawar hitam. Apa mereka menghalangi barang barang kita masuk ke negara itu?! Kelompok itu menyebalkan sekali. Jika bisa aku basmi, sudah aku basmi sedari dulu." gerutunya


"Lalu kenapa tidak kita habisi saja kelompok itu madam. Orang orang itu selalu meminta pajak besar dari setiap transaksi yang kita lakukan. Dan kami selalu dibiarkan dikejar kejar polisi disana." ucap Hugo dengan dahi mengerut.


"Tidak semudah itu Hugo."


Madam Yora diam memikirkan sesuatu didalam otaknya, tiba tiba terlintas pikiran licik dipikirannya. Ia tersenyum miring.


"Madam, cairan apa yang anda berikan padaku. Kenapa ini berbeda dengan biasanya. Ini lebih terasa seperti.." Hugo bertanya dengan dahi mengerut.


Madam Yora tersadar dari lamunannya, ia membalikkan tubuhnya dan tersenyum lebar menatap Hugo yang sudah gelisah.


"Itu serum terbaruku. Bagaimana apa rasanya sungguh enak, kenapa dahimu mengerut begitu."


Madam Yora tersenyum menikmati raut wajah Hugo. Dia merasa menyukai pertunjukan didepan matanya, inilah hiburan yang sesungguhnya, sambil menyelam minum air pikirnya.


Madam Yora terkekeh, "Ups sorry aku belum membuat penawarnya. He he.."


Hugo melotot tak percaya. Bagaimana bisa dirinya dijadikan kelinci percobaan. Ia langsung meraih tangan Madam, lalu dengan gerakan cepat ia mendudukkan madam kepangkuannya dengan posisi membelakangi dirinya dan sebelah tangannya menegakkan batang yang sudah mengeras itu.


Slup


Hugo memejamkan matanya. Nafasnya menderu. Ia masih mencoba mengolah rasa itu.


"Aku mohon jangan menyiksaku madam. Berikan aku penawarnya. Aku bahkan tak bisa merasakan cengkramanmu. Rasanya,.. rasanya kebas, seperti kesemutan." ucapnya frustasi.


Hugo sangat frustasi merasakan sensasi yang tak biasa dibagian tubuh bawahnya. Rasa itu benar benar menyiksa dirinya. Ia naik turunkan tubuh madam, tapi ia tak merasakan apapun pada batangnya.


"Hohoho...kau semakin agresif Hugo. Ya ya aku suka. Kau tak bisa merasakan, tapi aku sangat menikmatinya. Emm,.."


"Madam, kau ingin membunuhku..!! Aku sudah seperti ingin meledak saja.!!" teriaknya frustasi.


"Ho Ho Ho.. calm down. Jadilah budak yang manis., Kamu pria beruntung bisa bermain denganku."

__ADS_1


Hugo tak bisa berkata kata. Ia terus menghujami tubuh Madam dengan Power full, sudah tak peduli pada Madam yang berteriak teriak tak jelas, entah keenakan atau malah kesakitan, ia hanya berharap cairan putih itu segera keluar dari tubuhnya.


"Ha ha ha ha... Ayo terus Hugo. Ah kau pandai membuatku senang. Aku akan memberimu bonus kali ini."


"Awas kau wanita iblis, aku akan membalasmu setelah ini. Kau selalu saja memperlakukan kami seperti ini,.!" Batin Hugo berteriak marah.


.


.


Di belahan bumi lain.


Kabar berita kecelakaan Keluarga Edward sudah tersebar sampai ke mancanegara. Para relasi bisnis dan koleganya sebagian ikut berempati dan mengirimkan ucapan doa entah tulus atau tidak, atau hanya sekedar cari muka dan ikut ikutan.


Kabar mengejutkan itu juga sudah diketahui oleh pria yang saat ini duduk berpangku tangan. Didepannya ada Chen sekretaris sekaligus asisten pribadinya.


"Chen.."


"Ya Tuan."


Jingmi diam sejenak, memandang asistennya penuh tanya. Banyak pertanyaan yang muncul dalam benaknya, apalagi kondisi Aurora yang belum sadarkan diri pasca kecelakaan itu membuatnya tidak bisa tidur nyenyak.


"Aku ingin kembali ke Indonesia."


Chen mengerutkan dahinya tipis, masih menerka kenapa King-nya mendadak ke negara itu, padahal dirinya baru saja mendarat karena diminta untuk membantunya untuk mengurus perusahaan pusat.


"Saya akan siapkan penerbangannya ,kapan anda bertolak kesana? Bagaimana dengan perusahaan yang disini?." tanya Chen.


"Malam ini kita kesana. Perusahaan biar dihandle papa dan asistennya. Pergilah kemarkas dulu, ambil serum terbaruku dan panggil Willi kemari, ada yang akan aku bicarakan padanya."


"Willi..?" beo Chen.


Jingmi memicingkan matanya.


"Hem, panggil kemari, dia ada dimarkas. Jika tidak mau, seret saja dia, aku tak peduli jika dia adikku."


.


.


.


###

__ADS_1


__ADS_2