Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
Surat


__ADS_3

Hari ini hari terakhir ujian nasional, semua semua siswa kelas XII sudah bisa bernafas sedikit lega, begitu juga dengan Ajeng dan teman-teman yang lainnya.


"Jeng mau aku antar pulang?" tanya Dika yang sudah berada di motornya.


"Nggak usah lah Dik, aku pulang sendiri aja!"


"Susah banget sekarang di ajak pulang, sudah cinta ya sama Abang aku?"


"Memang orang jatuh cinta semudah itu!"


Saat sedang asyik berbicara, tiba-tiba mata Ajeng tertuju pada seseorang yang melintas tak jauh dari mereka berdiri.


"Rita!"


"Rit ....., Rita! teriak Ajeng memanggil sahabatnya itu, Rita pun menghentikan langkahnya tanpa membalik badan, Ajeng segera berlari menghampiri sahabatnya itu.


"Kamu kok di aja sih Rit?" tanya Ajeng.


"Biasa aja!" ucap Rita malas, terlihat sekali kalau Rita memendam kemarahan.


"Jangan cemburu rit, aku sama Dika cuma teman biasa!"


"Apa sih jeng, bukan seperti itu ....! Ya udah ya aku duluan!"


"Tunggu sebentar!"


"Apa lagi?"


"Bentar aja!" Ajeng pun kembali menghampiri Dika, ia seperti sedang membicarakan hal serius pada temannya itu. Tak berapa lama Ajeng kembali bersama Dika.


"Dika akan mengantarmu pulang!" ucap Ajeng.


"Nggak usah, aku bisa naik angkot!" tolak Rita.

__ADS_1


"Dika aja nggak keberatan kok, iya kan dik?" tanya Ajeng pada Dika.


Dika menganggukkan kepalanya, "Iya ...., rumah kita kan satu arah, jadi nggak masalah!"


"Ya udah sana, berangkat!" ucap Ajeng lagi.


"Beneran nggak pa pa?" tanya Rita memastikan lagi.


"Nggak pa pa, aku senang kalau kamu mau bareng sama aku! Ayo naik ...!"


Ajeng pun tersenyum pada Rita, Rita segera naik ke atas motor Dika, Ajeng melambaikan tangannya saat motor Dika melaju meninggalkan Ajeng.


"Yah ....., aku naik apa sekarang?" gumam Ajeng setelah motor Dika tak terlihat lagi.


"Baiklah ...., aku jalan kaki saja, itung-itung sambil olah raga!"


Akhirnya Ajeng pun benar-benar jalan kaki sampai di rumah Al. Cukup lama, membutuhkan waktu setengah jam untuk sampai di rumah Al.


Ajeng segera menjatuhkan tubuhnya di teras saat sampai di rumah, udara yang panas membuatnya semakin merasa lelah.


Ajeng merebahkan tubuhnya di lantai, merasakan dinginnya lantai. Benar-benar lelah itu membuatnya tak berdaya.


"Maaf mbak!"


Sapaan seseorang membuatnya segera bangun dari posisi uwenaknya.


"Iya?" ucap Ajeng sambil berdiri.


"Saya dari pengiriman barang express, ini ada surat untuk mbak Ajeng!"


Ajeng mengerutkan keningnya. "Surat?"


"Iya!"

__ADS_1


"Untuk saya?"


"Bukan mbak, tapi untuk mbak Ajeng!"


"Ajeng itu saya mas!" ucap Ajeng sewot.


"Ohhh ....., maaf ya mbak, nggak tahu!"


"Nggak di maafkan!"


"Kok gitu sih mbak!?"


"Becanda ...., ha ha ha ....! Mana suratnya?"


"Ini mbak, kasih tanda tangan juga sebagai tanda bukti!"


"Baiklah ....!" Ajeng pun membubuhkan tanda tangan pada buku kecil yang di pegang mas kurir.


"Makasih mas!"


"Sama-sama ...., saya permisi!"


Mas ganteng pengirim surat pun pergi, Ajeng melambaikan tangannya hingga masnya benar-benar menghilang.


"Iiiihhhh ...., kalau kurirnya seganteng itu, pengen ngikut aja aku ....!"


Ajeng mengamati surat itu, ia membaca kop surat itu, tertulis sebuah nama universitas ternama di amplop surat dengan warna coklat itu.


BERSAMBUNG


Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


Tri.ani.5249


__ADS_2