Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
Menguraikan


__ADS_3

Hugo, Lauren dan Roxi telah berkumpul di sebuah ruangan bersama Madam Yora. Mereka sedang membicarakan sesuatu hal yang serius.


Hugo dan Roxi sedang diskusi bersama Madam Yora, sedangkan Lauren menatap layar laptopnya yang sedari tadi sedang melakukan pencarian nama Kenta Maeda. Wanita itu sampai memakai kaca mata radiasi karena saking banyaknya data atas nama itu. Menyebalkan, apa ia harus memeriksa satu persatu data itu.


Lauren kemudian mengganti kata kunci. Ia lebih menyempitkan pencariannya. Siapa tau bisa lebih mudah menemukannya.


"Bagaimana Lauren, sudah dapat datanya."


Madam Yora menatap Lauren yang sudah berpeluh di dahinya. Sepertinya wanita itu sudah bekerja keras.


"Belum Madam."


Madam Yora mendekat dan melihat aktivitas yang sedang dilakukan Lauren. Matanya menyipit memikirkan sesuatu.


"Lauren kita sempitkan pencariannya. Kalau anak itu tidak berada di Jepang bisa jadi anak itu ada di Indonesia. Karena setahuku, Kimura juga tinggal lama di negara itu, bahkan ia membangun bisnisnya disana. Apalagi melihat riwayat kesehatan Kimura, dia menderita kelainan Sadomasokisme. Dia pasti punya banyak wanita untuk melampiaskan kepuasannya. Jadi 70 persen, aku yakin jika Kenta ada di negara itu. Masuk akal bukan." ujar Roxi tersenyum bangga dengan idenya.


Madam Yora mengangguk. Sepertinya ia setuju dengan pemikiran anak buahnya.


"Lakukan seperti yang dikatakan Roxi." Perintah madam Yora pada Lauren.


Lauren segera meretas data kependudukan di negara itu. Laptopnya langsung melakukan tugas pencariannya. Sedikit beresiko, karena jika sampai ketahuan tim cyber disana, ia akan habis saat itu juga. Dia harus berhati hati.


Banyak nama Kenta yang terpampang disana. Sebenarnya bukan nama populer, tapi ia tetap harus memeriksa satu persatu nama itu.


Kenta matsui, Ryo Kenta A, Kevino Kentaro, Ken Maeda, Kenta..


Bibir Lauren terus membaca deretan nama yang mengandung nama Kenta. Ia belum menemukan nama yang sedang dicarinya.


"Hugo, apa kau tau sesuatu." tanya madam Yora menatap pria besar itu lekat. Ia merasa seperti ada sesuatu yang tidak beres. Apa dia sedang berhianat, pikirnya.


Hugo tersentak kaget. Sebenarnya dia sedang bingung harus berpihak pada siapa. Disatu sisi ia ingin lepas dari jeratan wanita itu, tapi disisi lain ia tetap harus bekerja pada wanita itu jika masih ingin hidup.


"Apa yang ingin madam tau. Saya sudah memberi tahu semua yang ingin madam ketahui. Tidak ada yang saya sembunyikan." ucap Hugo bertampang serius. Ia tidak bisa menunjukkan wajah ragu ragunya.


"Siapa wanita simpanan pria itu. Bukankah kamu dulu pernah aku tugaskan mencari tau tentang pria itu."


Hugo cengo. Benar seperti yang madam Yora katakan, tapi ia tak sedetail itu mencari tau kehidupan percintaannya. Apalagi hanya wanita simpanan. Apa yang harus ia katakan.


"Saya akan meminta anak buah kita yang ada disana untuk mencari tau. Sebentar."


Hugo langsung menghubungi seseorang disana. Pria itu berbicara dengan raut wajah yang begitu serius.


"Madam ketemu!!" seru Lauren memecah ketegangan.


"Lihat Madam, ini sulit dipercaya!" ujar Lauren lagi.


Madam Yora membaca itu dengan seksama, matanya membulat sempurna. Tak percaya dengan yang dilihatnya. Tidak mungkin pikirnya. Bagaimana bisa.


"Oh, dia anak Aurora." celetuk Roxi yang ikut mendekat dan melihatnya.

__ADS_1


"Bagaimana bisa. Tidak mungkin dia punya hubungan dengan Kimura hingga menghasilkan seorang anak. Tapi data itu."


Roxi menggigit bibirnya. Mencoba memahami apa yang dilihatnya.


"Lauren, coba retas data kependudukan wanita itu. Aku penasaran berapa jarak antara anaknya yang lain. Jangan jangan dia anak adopsi." ujar Roxi yang masih tidak percaya.


Lauren memandang madam Yora, ini hal mustahil baginya. Sudah lama ia mencoba mencari tau data Aurora, tapi ia selalu berakhir gagal. Data itu dilindungi tim cyber yang tak bisa diremehkan kemampuannya. Dan hal itu yang membuat madam Yora memilih menyelidiki Aurora secara langsung.


"Kamu lupa sesuatu Roxi?" tanya Hugo memicingkan mata.


Roxi mengerutkan dahinya. Apanya yang salah pikirnya.


"Ini target yang cukup sulit dibunuh. Bahkan madam sampai harus turun tangan. Kamu bahkan belum menyelesaikan misi ini." ujar Hugo lagi.


Roxi tercenung. Benar juga. Gara gara ada penyerangan di markas mereka, dia jadi lupa misinya.


"Tidak perlu ribut. Yang penting kita sudah tahu anak itu bersama siapa. Kita kembali saja kesana, ini sangat menguntungkan. Sekali tepuk, dua lalat mati."


Madam Yora menyeringai. Banyak ide licik dalam otaknya.


"Roxi, siapkan penerbangan kita!"


"Baik madam."


Dalam hati Roxi, ia ingin agar madam Yora membatalkan misi itu, tapi ia tak mempunyai kewenangan untuk mengatakan. Aurora orang yang berbahaya, butuh strategi khusus untuk melumpuhkan wanita itu tanpa melibatkan anggota GL. Lagi pula sekarang mereka tidak memiliki banyak anggota seperti dulu. Ini sangat krusial. Bagaimana jika dirinya berakhir seperti Darius. Baru membayangkannya saja, ia sudah bergidik ngeri.


"Hugo ikut aku sebentar!" perintah madam Yora.


Perasaan pria itu tiba-tiba tidak enak. Apalagi yang ingin dilakukan wanita itu. Ia jadi curiga.


Madam Yora dan Hugo masuk ke dalam sebuah kamar. Wanita itu berjalan cepat mengambil sesuatu dan,


CLEB


"Oh!"


Hugo meringis, merasakan jarum suntik itu menancap di lengannya. Ia kalah cepat saat menghindar.


"Itu cairan seperti biasanya, bedanya itu sudah aku tambahkan racun didalamnya. Jika kamu tidak mau mengaku, maka nyawamu akan berakhir tiga jam dari sekarang. Jadi patuh dan menurutlah pada perintahku, karena hanya aku yang memiliki serum penawar itu."


Madam Yora mengusap pelan benda yang mirip dengan squishy itu. Sudut bibirnya melengkung keatas.


Wanita licik!


Hugo hanya bisa mengumpati dalam hatinya. Apa maunya coba.


"Apa yang harus saya akui. Saya merasa tidak melakukan apapun. Saya setia padamu madam." ujar Hugo setenang mungkin, mencoba melawan semua rasa yang mulai menghampirinya.


"Hem, tapi aku merasa sikapmu belakang ini aneh. Aku bisa merasakannya."

__ADS_1


Hugo memejamkan matanya. Squishy nya lama kelamaan naik ke permukaan. Mengembang dengan begitu kerasnya. Satu hal yang ingin dilakukannya sekarang.


Ber/\cinta.


"Aku juga merasakannya, tapi bukan itu yang aku rasakan. Sebenarnya apa yang sedang kamu inginkan. Jika hanya benda ini yang kamu inginkan, aku akan memberikannya suka rela tanpa harus membuatku seperti ini. Ini tidak enak, ini menyakitiku."


Hugo menarik pinggang madam Yora. Jika sudah seperti ini, ia tidak punya batasan antara bos dan bawahan. Yang ia tahu, wanita licik itu sedang menginginkan dirinya.


Madam Yora membawa pria itu ke dalam kamar mandi. Ia tersenyum licik tanpa pria itu tahu.


Hugo hanya pasrah ketika wanita itu melucuti semua pakaiannya, hingga terlihat squishy nya terlihat tegak menantang.


"Apa kau mencoba berhianat padaku hem.."


Madam Yora mengambil sabun dan mer/emas bagian itu dengan penuh kelicikan.


"Oh sial!"


Hugo mendesis dengan apa yang dilakukan wanita itu. Dia ingin. Sudah ingin. Tapi ia bisa apa.


Wajahnya sampai memerah merasakan sesuatu yang hendak datang.


"Tolong hentikan. Aku tidak melakukan penghianatan. Bukankah aku hanya milikmu. Benda ini hanya milikmu. Kasihanilah aku, berikan aku penawarnya. Tubuhku sudah mulai tak nyaman."


Hugo hanya bisa menggeram. Karena seberapa kuat benda di remas dan digesek, squishy itu tidak akan bisa memuntahkan pelurunya sampai disuntikkan obat penawarnya. Entah kandungan seperti apa dalam obat itu.


"Tidak semudah itu Hugo."


Sial! aku ingin sekali Madam! Aku ingin membunuhmu!


.


.


.


.


#######


Buang jauh bayangan iya iya. 🙈🙈🙈


Ini hanya fiksi, tidak ada dalam kehidupan nyata. Jadi jangan dikait kaitkan jika tidak masuk akal. Karena ini bukan novel ber genre Science-fiction yang punya ilmu pengetahuan di dalamnya.


Mon maap bila ada kekurangan disana sini. Saya adalah pemula yang sedang mencoba keberuntungan dan maap juga tidak bisa up setiap hari, karena sok sibuk dengan pekerjaan dunia nyata. Hehe..


Boleh kasih saran, mau ditamatin pada bab ke berapa. Haha.. aku rasa sudah kepanjangan bab ya, perlu banyak revisi.


Thanks buat yang masih setia mengikuti alur ini.

__ADS_1


Maklum yang banyak ya para readers. Lope u all.


__ADS_2