
"Apa kau benar-benar belum siap, atau kau punya alasan lain?" Tanya Al lagi,
"Tak ada alasan lain mas, nanti jika kita berjodoh, aku yakin kita pasti di pertemukan kembali!"
"Tapi setidaknya, sekarang terimalah aku sebagai pacarmu!"
"Untuk apa mas, mas Al percaya padaku kan, cinta mas Al ini sudah lebih dari cukup untuk mengikat hatiku!"
"Aku percaya padamu!"
Setelah menyelesaikan urusan mereka, Al mengantar Ajeng kembali pulang, ke rumah mereka, sebenarnya rumah itu memang rumah yang sengaja Al siapkan untuk Ajeng, kekuatan cintanya begitu besar bahkan untuk mengalahkan gunung sekalipun.
πΊπΊπΊ
Hari berganti dengan begitu cepat, semua kerja keras Ajeng dan Al akan terlihat setelah ini.
Ajeng harus siap, Ajeng sudah begitu gugup di belakang, Al juga tak kunjung datang, entah di mana pria itu.
Ajeng begitu cantik dengan gaun berwarna biru tua, anggun dan cantik tergambar di penampilannya.
Sisil bersama kawan-kawan nya sudah menampilkan sebuah lagu dan dance untuk mengisi acara perpisahan, sudah hal biasa tampil di depan umum bagi mereka, bahkan Sisil memiliki banyak prestasi di bidang itu, di bidang akademi juga bagus, dulu sebelum Ajeng mengenal Al, Sisil jauh di atasnya.
Mereka sudah duduk di kursi paling depan, mereka sungguh tak sabar menunggu Ajeng di permalukan, karena setahu mereka Ajeng selama itu tak bisa bernyanyi, kalaupun bisa pasti suaranya pas-pasan.
Di belakang panggung, Ajeng sudah pucat pasi, ia tidak menyangka hari yang di tunggu benar-benar tiba, ia harus naik ke atas panggung, atau ia akan membiarkan Al jalan sama Sisil. Sungguh pilihan yang sulit.
"Apa aku menyerah saja ya ....!" tiba-tiba ucapan itu datang juga.
"Ajeng .....!" Rita memeluknya, "Jangan menyerah sekarang, kasihan pak Al!"
"Untuk penampilan selanjutnya, mari kita sambut penampilan spesial dari Ajeng .....!" Suara MC sudah di sambut tepuk tangan oleh para undangan.
"Ayo Ajeng ...., Kamu pasti bisa ....!" Rita menyemangati Ajeng, Ajeng semakin panik, ia mau mundur pun sudah tidak bisa.
"Ajeng ...., Ajeng..., Ajeng ....!" Semua meneriakkan nama Ajeng, mau tak mau Ajeng pun segera naik ke atas panggung, ia berdiri tepat di tengah-tengah panggung, menatap semua wajah para undangan, teman-temannya, dan geng Sisil.
Ajeng ....., Kamu pasti bisa ....
Ajeng menyemangati dirinya dalam hati, sebelum ia mulai bernyanyi, tiba-tiba seseorang ikut naik ke atas panggung, ia adalah Al, ia mengambil microfon yang berada di tangan Ajeng
"Selamat siang semuanya ...., Untuk kali ini saya Aldevaro, akan ikut mempersembahkan sesuatu buat kalian, saya akan berduet dengan Ajeng, mari tepuk tangan yang meriah buat Ajeng ....!" Ucapan Al di sambut tepuk tangan oleh para undangan,
Al tersenyum pada Ajeng dan menyerahkan kembali microfon itu pada Ajeng, ia berjalan menuju ke balik piano.
Sisil yang awalnya sangat senang kini menjadi begitu marah, ia iri pada Ajeng karena rencananya malah membuat Ajeng dan Al malah berduet.
__ADS_1
Al mulai memainkan pianonya, Ia menatap Ajeng yang masih diam, ada mikrofon di depannya, ia memulai bernyanyi sebelum Ajeng siap.
Kau adalah da-rahkuu
Kau adalah jantungkuu
Kau adalah hidupkuu
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna... Sempurna...
Al berdiri dari duduknya, membiarkan lagunya tak bermusik, ia menghampiri Ajeng yang masih diam. Ternyata seseorang berinisiatif menggantikan Al, ia duduk di balik piano, dia adalah Dika.
Al menggenggam tangan Ajeng, menatapnya dengan penuh cinta dan kembali bernyanyi.
Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalkuu......
Kini Ajeng sudah mulai bisa menguasai diri, walaupun sedikit Ajeng mulai ikut bernyanyi.
Janganlah kau tinggalkan dirikuu
Takkan mampu menghadapi semuaa
Kau adalah darahkuu
Kau adalah jantungkuu
Kau adalah hidupkuu
Lengkapi dirikuu
Oh sayangku, kau begituu
Sempurna... Sempurna...
Janganlah kau tinggalkan dirikuu
Takkan mampu menghadapi semuaa
__ADS_1
Kau adalah darahkuu
Kau adalah jantungkuu
Kau adalah hidupkuu
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begituu
Kau adalah darahkuu(darahhkuu)
Kau adalah jantungkuu(jantungkuu)
Kau adalah hidupkuu(hidupkuu)
Lengkapi dirikuu
Oh sayangku, kau begituu
Sayangku, kau begituu
Sempurna... Sempurna...
Lagu itu di akhiri dengan begitu sempurna, Al sudah berjongkok di hadapan Ajeng sambil memegang tangan Ajeng, dan kembali berdiri memberi pelukan romantis pada Ajeng, duet yang benar-benar sempurna. Penampilan mereka di sambut tepuk tangan yang sangat meriah.
Tepuk tangan meriah meluncur untuk mereka, sekarang Ajeng tak peduli lagi kalau akan ada gosip tentang dirinya dan Al. Toh tinggal hitungan hari ia juga akan meninggalkan sekolah itu.
"Terimakasih!" Ajeng dan Al menunduk hormat dan segera turun dari panggung, Rita dan Dika sudah menyambut mereka dengan heboh.
"Kalian hebat, pak Al dan Ajeng benar-benar pasangan yang laut biasa!"
"Selamat ya bang ....!" Dika mengulurkan tangannya untuk Al, Al pun memeluk adiknya itu.
"Terimakasih atas semuanya!" Ternyata guru piano Al adalah Dika, Dika memang paling mahir dalam segala jenis alat musik.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
Tri.ani5249
Happy Reading πππππ
__ADS_1