Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
ANDI


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul tiga dini hari, waktu dimana sebagian besar orang tidur dengan nyenyak nyenyaknya, tapi tidak dengan Anggota Golden Lion, Dark Queen dan para petugas medis. Mereka tampak sibuk dengan tugasnya masing masing.


Alex dan Lukas yang sedang menunggui Edward menjalani operasi besar, tampak tegang dan gelisah ketika harus bersabar menunggu. Hatinya was was jika operasi tak berjalan lancar sesuai harapannya.


Andi datang dengan menenteng kantung plastik yang berisi makanan dan minuman. Berjalan senyap kearah mereka, hingga mengejutkan Lukas yang sedang menatap lurus kedepan pintu ruang operasi.


"Hai," Sapa Andi dan duduk di sebelah mereka. Ia mengulurkan kantung plastik yang ia bawa.


"Tuan, kenapa anda kemari, bagaimana dengan nona Aurora." kaget Lukas dan menerima pemberian Andi.


"Aku ingin melihat keadaan Edward. Tenang saja, Aurora sudah dijaga orang kepercayaannya, lagian ia akan di pindahkan diruang ICU, dia juga belum sadar." ucapnya sendu.


"Tabahkan hatimu. Aku yakin jika mereka berdua akan kuat menjalani ujian ini. Walau angka harapannya tipis, tapi setidaknya masih ada harapan." Lukas tersenyum kecut saat berkata seperti itu. Hatinya saja masih dipenuhi rasa penyesalan yang mendalam mengingat apa yang sudah dialami Tuan mudanya. Bahkan ia masih diam diam mengusap sudut matanya. Rupanya ia tak setegar perkataannya.


Alex melirik sinis. Ia tau jika kawannya itu hanya menutupi kesedihannya. Ia hanya menatap nanar lampu yang masih menyala merah itu.


"Makanlah, sedih juga perlu tenaga. Masih banyak yang harus kita lakukan setelah ini. Esok pagi pasti terjadi kehebohan di negeri ini. Apa kalian sudah menyiapkan bahannya?" tanya Andi yang mencoba menghibur.


Lukas tersenyum masam, ia jadi teringat saat dirinya harus menghadiri konferensi pers bersama Edward waktu yang lalu. Edward dan Aurora memang orang yang selalu menjadi trending topic, padahal mereka bukan artis. Biasanya mereka para pengusaha akan muncul dalam majalah bisnis atau Web bisnis, tapi mereka bisa muncul di stasiun televisi apalagi dimedia sosial. Jarang sekali pengusaha lainnya bisa seperti mereka.


"Biarkan David yang mengurus berita itu." ucap Alex ikut menanggapi. Andi mengangguk.


"Apa menurut kalian, kejadian ini ada hubungannya dengan kasus pemecatan besar besaran kemarin? Atau ada pihak yang lain?" tanya Andi serius.


"Kami belum menyelidikinya. Biarkan Ayahmu yang menyelidiki kasus ini. Atau kau mau membantu menyelidiki kasus ini?" tanya balik Alex.


"Uh..sayangnya aku tak sejenius kalian dalam hal penyelidikan. Tapi aku bisa sedikit membantu kalian sedikit jika kalian mau." senyum tipis terbit dari bibir Andi.


Alex mengerutkan dahi,


"Aku tadi berhasil menangkap mata mata." Bisik Andi pelan.


"Ah maksudku bersama David." ucapnya sambil meringis.

__ADS_1


Alex dan Lukas sontak membulatkan matanya. Tak percaya jika penjagaan super ketat itu masih bisa disusupi mata mata. Apa mereka ingin mati pikirnya. Berani beraninya masuk dalam kandang singa. Apa mereka bunglon yang bisa merubah diri.


"Dimana kalian menyekapnya?!" bisik Lukas.


Andi tersenyum aneh. Matanya mengisyaratkan sesuatu. Menatap tajam Alex dan Lukas lalu dengan cepat tangannya melemparkan sesuatu dari balik jaketnya.


Cleb


Cleb


Alex membeliakan matanya, ia berjalan cepat menghampiri dua orang tergeletak tak bersuara dengan mata terbuka karena lemparan shuriken dari Andi . Rupanya mereka sedang bersembunyi dibalik tanaman hias. Dua petugas kebersihan itu langsung diseret anggota GL atas perintah Alex.


"Bawa ke markas. Selidiki.!" perintah Alex


"Siap.!"


Alex menghampiri Andi yang terlihat biasa saja. Dia dengan santainya meminum coffee dan menikmati makanannya. Sedangkan Lukas terbengong, menelan ludah.


Andi tersenyum tipis. "Duduklah dulu Bung. Aku akan menjelaskan pada kalian. Sebelumnya, makanlah dahulu , isi perut kalian. Kalian butuh tenaga. Lagi pula operasinya masih akan sangat lama."


Alex mengangguk.


"Apa kalian lupa jika aku seorang musisi, aku terlalu peka dengan keadaan sekitarku, wajar saja jika aku bisa melakukan itu, apalagi ini masih sangat sepi. Insting pendengaran pasti akan lebih peka. Jika kalian tanya bagaimana bisa memainkan benda itu, jawabannya karena aku berbakat. Aku sudah sering memainkan benda itu sedari kecil. Apa kalian tahu Naruto , nah aku penggemarnya." Andi tersenyum lebar.


Lukas hanya menggeleng tidak percaya. Dirinya tersenyum sinis.


"Apa anda pikir kami bisa bohongi begitu saja." tekan Lukas dengan aura mengintimidasinya.


Andi tersenyum tipis, "Jangan berpikiran buruk padaku. Aku tidak punya organisasi besar seperti kalian ataupun Aurora, aku hanya bagian dari anggota Ninjutsu, aku masuk club itu karena aku menyukai Naruto. Aku menyukai gaya bertarungnya. Tangkas, ahli senjata, dan mematikan. Bergerak cerdas menempuh bahaya, menyusup tanpa suara, jalankan tugas penuh rahasia. Ah tapi sayangnya aku tak setangkas itu." ucap Andi yang diakhiri kekehannya.


"Tidak tangkas bagaimana, dia saja bisa melempar shuriken tanpa melihat sasarannya. Apa dia mengejekku." batin Alex kesal.


"Emm jangan dipikirkan. Aku tidak ada apa apanya dibanding kalian. Kapan kapan ajari aku menembak. Kalian pasti ahlinya. Aku ingin bisa menguasai benda itu." ucap Andi tersenyum tipis

__ADS_1


.


.


Dirumah sakit GL


Tuan Admaja terbaring lemah di brankar ruang perawatan. Bunda Yuli tampak sedih melihat keadaan suaminya. Suaminya didiagnosis mengalami stroke akibat hipertensi yang dideritanya. Stroke yang dideritanya menyebabkan kelumpuhan pada sebelah pada kakinya. Ia tak menyangka, pria segagah Tuan Admaja akan mengalami hal seperti itu. Semua sudah berubah, tidak seperti posisi semula. Inilah takdir yang harus mereka lalui. Sabar kah manusia dalam menjalani ujian Tuhan. Pada dasarnya hanya manusia yang terpilih yang akan menerima ujian, besar kecilnya ujian tergantung dari Tuhan dalam memberi penyelesaian dan pertolongan. Manusia harusnya bisa menerima dan berpasrah diri, tapi sayangnya tidak semua manusia bisa menerima takdir, mereka justru menyalahkan Tuhan kenapa harus dia yang menerimanya. Apakah mereka lupa, dibalik kesedihan pasti ada kebahagiaan yang menantinya.


"Nyonya, sebaiknya anda istirahat dulu. Biar kami yang menjaga Tuan. Jika anda ikut sakit, bagaimana dengan Tuan muda, apa esok anda tidak ingin melihat Tuan muda? Saya tadi juga sudah menghubungi nona Amel, nona muda akan melakukan penerbangan paling awal pagi ini. Anda harus sehat. Anda harus kuat." Kevan mencoba menghibur.


"Baiklah, Kalian juga istirahatlah jika lelah. Esok pagi antar aku ke ke rumah sakit pusat. Aku ingin melihat mereka."


"Baik Nyonya."


Kevan menghela nafasnya, ia duduk memandangi wajah Tuan Admaja.


"Segera sembuh Tuan, semua membutuhkan Tuan. Kasihan Nyonya, beliau harus berjuang sendiri." ucap kevan sebelum ikut memejamkan matanya. Dia juga sudah sangat lelah seharian ini. Lelah hati , lelah jiwa. Semua pekerjaannya menguras tenaga dan emosi. Berharap esok ia terbangun dari mimpi buruknya.


.


.


.


###


Jom dukung karya ini.


Love u all


🤍🤍🤍🤍


Arigatou Gozaimasu

__ADS_1


__ADS_2