Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
kepulangan Dika


__ADS_3

                   Sesampai di Blitar, Dika


langsung menuju ke rumah sakit tempat Ajeng di rawat, ia sampai sudah tengah


malam. Dika melihat abangnya menemani ajeng di ruangannya, mereka sudah


tertidur. Dika pun memutuskan untuk tidur di luar ruangan agar tidak mengganggu


mereka, ia tidur di kursi tunggu yang berbahan besi itu, berbantal tas


ranselnya.


                   “Dik …, Dik …!” Dika


merasakan tubuhnya di goyang-goyang oleh seseorang, walaupun berat ia berusaha


untuk membuka matanya, sangat silau. Ia mengucek matanya mencoba menyesuaikan


dengan cahaya ruangan.


                   “Bangun Dik, sudah waktunya


sholat subuh!” Dika hafal betul suara siapa itu. Perasaan ia baru saja


memejamkan matanya, ternyata sudah pagi saja, hawa dingin yang menyelimuti


tubuhnya membuatnya enggan untuk bangun.


                   “bentar ya bang! Masih


ngantuk!”


                   “Panggilan Allah jangan di


tunda!”


                   Dika pun dengan terpaksa


segera bangun dari tidurnya, jika tidak bangun abangnya pasti akan bersikeras


mengajaknya bangun. Lebih baik bangun sholat lalu melanjutkan tidurnya.


Walaupun dnegan mata yang masih terbuka setengah, dika mengikuti langkah


abangnya menuju ke mushola rumah sakit.


                   Rencanannya untuk tidur lagi


sepertinya ia urungkan. Setelah mendapat siraman dari air wudhu rasa ngantuk nya


hilang sudah. Mereka melaksanakan sholat berjama’ah. Setelah selesai solat,


Dika menunggu abangnya yang sedang berdo’a dengan duduk di teras mushola.


                   “Lama banget sih bang Al nih,


emang apa sih yang di minta!” gerutu Dika yang sudah mulai merasa bosan,


matahari pun cahayanya mulai mencapai bumi, gelap itu lama-lama menghilang


berganti dengan nyanyian para burung.


                   Dika memilih meregangkan


otot-ototnya yang terasa kaku karena lamanya dalam perjalanan, walaupun ia naik


pesawat tapi tetap saja pesawat nggak bisa langsung sampai di Blitar, ia harus


tetap naik taksi untuk sampai di blitar.


                   “kapan kamu datang? Kenapa


nggak ngebangunin abang?” suara seseorang menghentikan aktifitas Dika, ia

__ADS_1


segera menoleh ke sumber suara.


                   “malam tadi jam dua, abang


sudah tidur!”


                   “bagaimana kabar perusahaan?


Lancar kan?”


                   “lancar kayak jalan tol bang


…!”


                   “Baguslah!”


                   “Cuma gitu doing responnya?”


                   “Emang mau abang bilang apa?


Mau abang tepuk tangan?”


                   “Ya nggak gitu juga kali!


Doanya panjang banget bang, emang minta apa?”


                   “Minta kebahagiaan untuk


Ajeng dan anak aku!”


                   “Tapi lama banget …, gimana keadaan bang Al, kata mama bang Al sering kambuh ya?"


"*Alhamdulillah* ....., masih bisa abang tahan!"


"oh iya beneran ajeng hamil?”


                   “Iya …, ya sudah ayo kembali


ke kamar, pasti Ajeng sudah menunggu!” ajak Al, Dika pun hanya mengikuti di belakang.


dia. Tapi kebahagiaan Ajeng dan abangnya lebih dari perasaannya sendiri.


                   Ajeng sudah bangun tapi tidak


menemukan suaminya di sana, ia hendak ke kamar mandi untuk buang air kecil dan


berwudhu. Baru saja ia hendak turun dari tempat tidur, pintu sudah terbuka.


                   “dek…, mau ke mana?” Al


segera berlari menghampiri ajeng dan menahan tubuhnya.


                   “aku mau ke kamar mandi mas!”


ucap Ajeng dengan kantong infus yang sudah berada di tangannya.


                   “Biar mas bantu ya!”


                   “ajeng sudah tidak pa pa mas,


Ajeng sudah sehat!”


                   ‘Mau mas bantu, atau tidak


usah ke kamar mandi sekalian!” ucapan Al seperti sebuah perintah baginya, tidak


bisa di bantah. Ia sampai tidak menyadari seseorang yang bersama suaminya.


                   Akhirnya Ajeng pun ke kamar


mandi di antar oleh Al hingga ke dalam, Al dengan sabar menunggu Ajeng, setelah


berwudhu barulah Al tidak menyentuhnya tapi tetap berjaga di belakang Ajeng.

__ADS_1


Ajeng segeran melaksanakan sholat subuh walaupun dengan duduk karena slang


infusnya tidak bisa di buat untuk bergerak terlalu banyak.


                   Setelah melepas kembali


mukenanya, barulah ia menyadari keberadaan seseorang yang sedang mengamatinya


dari sofa tidak jauh dari tempat tidurnya.


                   “Dika!”


                   “kemana aja dari tadi? Aku di


sini sampek nggak keliatan!” keluh Dika. Ajeng tersenyum senang melihat Dika.


Dika pun segera mendekat dan berdiri di samping Ajeng .


                   “Ya sudah kalian ngobrolah


dulu, mas akan keluar sebentar. Setengah jam lagi suster akan datang untuk mengganti kantong infusnya!”


                   “Emang mas Al mau kemana?”


tanya Ajeng dengan menahan tangan Al yang hendak pergi. Al pun mendaratkan


ciumannya di kening ajeng.


                   ‘tidak lama dek …, mas akan


segera kembali!”


                   Al pun benar-benar pergi,


kini tinggal ajeng dan Dika. Dika duduk di kursi, menatap sahabat yang kini


telah menjadi kakak iparnya itu.


                   “Kenapa menatapku seperti


itu?” tanya Ajeng sang salah tingkah sendiri dengan tatapan Dika.


                   “hanya membayangkan saja


bagaimana tampang keponakanku kelak!”


                   ‘Ya pastinya setampan mas Al


dan secantik aku!”


                   “Aku rasa akan mirip dengan


ku!”


                   Mereka saling melontarkan


ejekan masing-masing seperti biasa setiap kali bertemu. Hingga mereka lelah


untuk terus tertawa, Ajeng sampai melupakan rasa sakitnya, mereka juga sampai


tidak sadar jika Al sudah pergi terlalu lama. sampai suster mengganti kantong


infusnya, sampai sarapan untuk Ajeng datang dan juga pemeriksaan rutin oleh


dokter. Sudah tiga jam, tapi al belum kembali.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰😘😘


__ADS_2