Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
makan malam bersama mertua


__ADS_3

            Ajeng mengernyitkan keningnya saat


merasakan ada tangan yang sedang mengelus puncak kepalanya, ia pun perlahan


membuka matanya, wajah dan senyum yang pertama kali ia lihat adaah senyum yang


dulu tidak pernah ia duga sekalipun ada dalam setiap doanya. Kini wajah dan


nama itu yang selalu ada dalam doanya.


“Bangun


dek …, sudah sore!” ucap Al sambil terus mengusap rambut Ajeng dengan penuh


kelembutan.


“Mas …,


jam berapa?”


“Jam


setengah lima!”


            Ajeng begitu terkejut saat mendengar


ucapan suaminya, ia segera bagun dari tidurnya sambil memegangi selimut yang


menutup tubuhnya agar tidak terbuka.


“Mas


…,kenapa nggak bangunin ajeng sih …, ajeng jadi kesorean kan, pasti mama Renna


juga sudah pulang, kan jadi malu nggak ikut menyambut mama Renna!” keluh Ajeng,


ia terus mengomel sambil berjalan menuju ke kamar mandi. Sedangkan Al masih


tercengang di tempatnya, ia menggelengkan kepalanya, senyum juga mengembang di


bibirnya. Ia suka Ajeng yang seperti ini, ajeng yang apa adanya.


            Al sudah sholat lebih dulu jadi


Ajeng pun akhirnya sholat sendiri, setelah selesai sholat ia segera membuka


mukenanya dan menyisir rambutnya yang masih basah. Al masih saja duduk di


tempatnya memperhatikan tingkah istrinya yang sedari tadi tidak mau diam,


kesana kemari seperti bola.


“Mas Al


gimana sih? Pasti sekarang mama Renna sedang masak sendiri di dapur, harusnya


Ajeng yang bantuin, tapi mas Al malah nggak bangunin Ajeng!” Ajeng terus


menggerutu dengan segala Omelan nya, tapi Al hanya menanggapinya dengan


tersenyum dan menyanggah tubuhnya dengan sebelah tangannya, memiringkat


tubuhnya menghadap Ajeng.


“Mas …,


jangans enyum seperti itu, Ajeng nggak suka ya!” ucap Ajeng sambil menatap


tajam pada Al, al pun segera mengubah ekspresi wajahnya.


“Kenapa


sekarang malah mrengut kayak gitu?” protes Ajeng lagi saat Al mengubah


ekspresinya.


“tadi


katanya nggak boleh senyum, jadi mas pura-pura ngambek aja!”


“terserah


lah …, bye …!” ajeng mengibaskan tangannya dan segera meninggalkan suaminya, ia


keluar dari kamar dan langsung menuju ke dapur. Tapi saat sampai di sana ia


tidak menemukan mama mertuanya.


“mama


Renna nggak di sini?” gumam Ajeng, di sana hanya ada bibi yang tadi.


“Eh neng


Ajeng …!” ucap bibi saat menyadari ke datangan Ajeng. Ajeng yangs empat

__ADS_1


menghentikan langkahnya di depan pintu dapur, ia pun kembali melangkahkan


kakinya dan menghampiri bibi.


“Mama


Renna?”


“Ibu


jarang masak neng, apalagi kalau bapak di luar kota. Kasihan ibu neng, kesepian


di rumah sebesar ini nggak ada yang nemenin, bapak juga jarang sekali pulang!”


“benarkah?


Tapi nggak ada apa apa kan bi?”


“Bibi


juga kurang tahu, soalnya ibu nggak pernah cerita masalahnya!”


“sama


mas Al atau sama Dika?”


“Juga


nggak pernah!”


Tapi mama Renna orangnya ceria


gitu, nggak mungkin lah kalau ada masalah …., kalau ada masalah pasti mas Al


juga tahu dan cerita kan ke aku …., batin


ajeng.


“Ajeng


…, mama cari di kamar kamu, eh ternyata sudah di sini!”


            Kedatangan mama Renna membuyarkan


lamunan Ajeng, ajeng segera menoleh ke sumber suara dan terseyum padanya. Mama


Renna menghampiri Ajeng dan mengelus pundaknya.


“Kamu


“tadi


ajeng nyariin mama Renna, ternyata nggak ada!” jawab Ajeng sambil nyengir kuda.


“Mama


jarang di dapur sayang, tapi karena sekarang ada kamu sama Al, mama mau masak


deh. Kamu duduk dan liat aja mama masak ya …!”


“Nggak


ma …, ajeng mau bantu!”


“Jangan


…, nanti suamimu yang posesif itu marah loh …, nggak usah biar mama saja!”


            Mama Renna pun segera membuka lemari


es dan mengeluarkan bahan-bahan yang akan di masak.


“Ma …,


boleh ya Ajeng bantu?”Tanya Ajeng dengan wajah memelasnya, mama Renna pun


menatap menantunya itu, lama-lama ia jadi tidak tega.


“baiklah


…., tapi bantu yang ringan-ringan saja. Mama nggak mau kalau sampai kamu


kecapekan!”


Ajeng


tersenyum, ia begitu senang di ijinkan untuk  ikut memasak. Ia segera berdiri di samping


mertuanya dan mulai memotong-motong sayuran yang sudah di cuci oleh bibi.


Sedangkan ibu mertuanya membuat bumbu, kerja sama mereka begitu kompak, menantu


dan mertua yang komp[ak. Kehangatan sikap mama Renna membuat ajeng nyaman


berada di dekatnya.

__ADS_1


Setelah


menyelesaikan pekerjaannya, mereke segera menyiapkan di meja makan. Senyum


hangat tak pernah lepas dari bibir mama Renna. Mereka pun meninggalkan meja


makan saat azan magrib berkumandang, kali ini Al sholat berjama’ah di rumah


bersama ajeng dan mama Renna. Sambil menunggu sholat isya’ Al melakukan


tilawatil Qur’an dan ajeng mendengarkan kemerduan suara suaminya.


Setelah


menyelesaikan sholat, mereka segera menuju ke meja makan. Bibi juga ikut makan


bersama mereka. Karena selama ini teman mama Renna makan hanya bibi dan


sesekali Lukman juga ikut, tapin kali ini tidak bisa ikut karena Lukman kalau


jam seperti ini mengajar mengaji di madrasah diniyah tak jauh dari rumah mama


Renna dan akan kembali saat jam Sembilan.


“Mama


seneng bisa makan bareng sama kalian, tinggal di sini aja lah Al. mama kesepian


sekali!”


“Maaf


ma …, tapi pekerjaan Ajeng kan di Malang, trus Al juga membuka cabang di sana!”


“kalian


kan bisa kerja dari sini, lagian kan pekerjaan Ajeng nggak nuntut setiap hari


datang. Ajeng bisa mengerkjakan pekerjaannya dari rumah!”


“Al


terserah sama Ajeng aja ma!”


“Bagaimana


sayang …, kamu mau kan tinggal di sini? Mama kesepian semenjak Dika ke jogya


mama jadi sendirian!”


“Baiklah


…., Ajeng setuju!”


Mendengar


perkataan istrinya, Al segera menoleh ke pada istrinya. Ia tidak percaya


istrinya akan mengatakan hal itu, sebelumnya ia tidak pernah bertanya tentang


hal itu, ia terlalu takut jika Ajeng akan keberatan.


“dek


…, yang mas dengar ini beneran?”


“Iya


mas …, bagi Ajeng dekat dengan keluarga lebih penting dari segalanya. Lagian


kalau kita tinggal bersama mama, kita kan bisa dengan mudah berkunjung ke rumah


bapak juga!”


“Baiklah


…, kalau adek setuju. Mas akan urus semuanya!”


“Maksudnya?”


“Nanti


adek juga akan tahu sendiri!”


“Dasar


si misterius …!”


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 😘❤️❤️❤️❤️


__ADS_2