Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
Salah paham


__ADS_3

Kehebohan terjadi di perusahaan Kimura. Lima orang tim inti kepercayaan Kimura dibuat kalang kabut. Banyak para investor yang menanamkan saham yang tidak sedikit di perusahaan itu beramai menarik sahamnya.


"Apa yang terjadi! Kenapa bisa seperti ini!" panik mereka.


"Tuan Yudha tidak dapat dihubungi.! Bagaimana ini!"


Beni dan Lukas hanya tersenyum tipis sambil menyeruput kopi mereka. Mereka saat ini ada di perusahaan milik Edward, tepatnya di ruang kerja milik Lukas. Mereka sedang menonton keributan itu dari retasan kamera cctv di perusahaan Kimura.


"Kerja bagus. Lalu apa kamu berniat membeli perusahaan itu?" tanya Lukas.


"Tidak. Aku sudah cukup pusing dengan dua perusahaan. Biarkan yang lain saja." ucap Beni santai.


Tok..Tok.. Tok..


Pembicaraan mereka terhenti saat Dion mengetuk pintu ruang kerja Lukas. "Tuan , ada Tuan Andi dari Hardy's Company."


"Biarkan dua masuk! Kau kembalilah." Dion hanya mengangguk mengiyakan.


Andi datang dengan wajah marahnya. Ia menutup pintu ruang kerja Lukas dengan keras hingga membuat Beni terjengkit kaget.


BRAK


"Astaga!" Beni mengelus dadanya.


Sedangkan Lukas hanya memicingkan matanya. Menelisik wajah Andi yang merah padam.


"Apa yang kalian lakukan pada perusahaan itu!!!" Tunjuk Andi dengan bengis.


"Ada apa? Bicara lah baik baik. Aku belum mengerti maksudmu." ucap Lukas


"Brengsek!"


Bugh


Andi malah memberikan bogem mentah pada Lukas.


"Bang sat! apa maksudmu! Kenapa kau memukulku!" Sentak Lukas yang tidak terima pipinya dipukul hingga mengeluarkan darah dari mulutnya. Ia langsung berdiri dan mencengkeram kemeja yang dipakai Andi.


Beni yang melihat kejadian itu langsung berdiri untuk memisahkan keduanya.


Andi langsung melepaskan kuncian yang dilakukan Lukas dan mendorong tubuh Lukas kasar.


"Aku tekankan sekali lagi! Apa yang kau lakukan pada perusahaan Kimura!! Tidak mungkin orang lain yang mempengaruhi investor itu menarik sahamnya beramai ramai. Ini pasti ulahmu.! Bang sat kau Lukas! kau tidak memikirkan akibatnya! Hah!!"

__ADS_1


Bugh


Lagi lagi Andi meninju rahang Lukas. Ia sangat marah pada Lukas.


"Hei Bung hentikan! Kau melukai temanmu sendiri.!"seru Beni memisahkan.


"Ini bisa dibicarakan baik baik! Bukan Lukas yang melakukan, tapi aku." ucap Beni mencoba menjelaskan.


"Brengsek! Jadi kau pelakunya! Apa maksudmu melakukan itu! Kau tau, gara gara kalian, perusahaanku harus mengembalikan uang miliknya ! Bang sat kau Beni!!"


Bugh


Beni yang tidak terima dipukul ganti memukul Andi hingga babak belur. Lalu mengikat tangan Andi dengan dasi yang ia pakainya dan menutup mulutnya dengan lakban.


Hosh.. hosh...


Beni mendorong tubuh Andi untuk duduk disofa.


"Keparat kau! Percuma sekolah tinggi tinggi tidak tau tata krama, tidak bisa mengendalikan emosimu. Orang berpendidikan harusnya tidak melakukan hal yang merusak nama baiknya. Ini bisa dibicarakan baik baik." ucap Beni dengan nafas tersengal setelah menghajar Andi.


Sedangkan Andi dengan nafas menderu menatap nyalang dua pria didepannya. Matanya menyalak merah pertanda ia sedang sangat marah sekali.


"Aku yang melakukan semua itu atas perintah Alex. Alex sengaja menggulingkan perusahaan itu agar tak berdiri lagi di negara ini. Alex mendeportasi Kimura dan antek anteknya dari negara ini. Jika kau tanya kenapa? Ini sangat panjang sekali jika diceritakan. Kau bisa tanyakan pada Alex saja jika bertemu.Kami hanya membantunya saja. Lagian kenapa bisa sampai kerja sama dengan perusahaan pria licik itu." ucap Beni


Lukas terkekeh melihat itu. "Akan aku buka lakban itu, tapi jaga mulutmu!Jika tidak, aku akan menyumpal mulutmu dengan kaos kakiku."


"Bang sat kalian! Lepaskan aku!" sentak Andi


"Ishhh.. " Lukas mengusap telinganya . Baru saja lakban itu dibuka, ia sudah diumpati lagi.


"Tuan Beni, perusahaanku harus mengembalikan 1.5 triliun pada perusahaan Kimura. Apa kau tau sebanyak apa uang itu!! Kau mau membuat perusahaan adikku bangkrut Hah! Bagaimana caraku untuk mengatakan itu padanya. Dia saja masih bersedih kehilangan suaminya. Kau tidak tau kasihan hah! Kau juga mau menghancurkan reputasiku!" ucap Andy masih dengan nada tinggi.


Lukas menghela nafas panjangnya. "Kenapa harus mengembalikan uang sebanyak itu. Perjanjian kerja apa itu."


"Tidak tau. Bukan aku yang menandatangani. Aurora sendiri yang melakukannya."


"Oke. Aku tau sekarang letak masalahmu. Perusahaanku di Jerman yang akan memberimu pinjaman. Maafkan aku. Aku tidak tau jika masalah ini akan berimbas pada perusahaanmu." ucap Beni


"Sekarang tenangkan dirimu. Masalahmu sudah dapat penyelesaian bukan."


Beni membuka simpul dasi di tangan Andi. "Asisten ku yang akan mengurus semua. Tunggu saja di kantormu. Maaf aku sudah memukulmu."


"Hem,."

__ADS_1


.


.


Sedangkan di markas GL, Alex sedang tertawa terbahak bahak mendengar jeritan dua orang tawanannya. Ia malah menyemangati Lion yang sedang asik berburu mangsa.


"Ayo Lion, jangan sampai kalah dengan mereka berdua. Makan saja belalai mereka, itu sangat lezat jika dimakan. Ha ha ha."


"Alex lepaskan kami!!" pekik Kimura disela sela pertarungannya melawan Singa peliharaan GL.


"Ha ha ha! Kau bahkan melakukan beberapa kali melakukan percobaan pada Edward. Hukumanmu ini belum seberapa dibandingkan yang dialami Edward saat itu. Kalian penyebab kematiannya.!"


"Hei, bukan kami yang membuat kecelakaan itu! Kami tidak tau apa apa.!" seru Yudha.


"Oh ya! Lalu apa kabar wanita yang kau hamili waktu itu! Dia mati karena melahirkan bayinya! Kau memang pria pecundang Yudha!" ejek Alex


"Apa hubunganmu dengan ja lang itu! Kenapa kau ikut campur dengan masalahku. Aku tidak memperkosanya! Aku membelinya dari klub malam! Aku tidak bersalah dalam hal ini.!!" seru Yudha.


"Lion berhenti sebentar. Duduk manis di pojokan sana. Hei kau, ambilkan daging segar untuknya!" Seru Alex pada anak buahnya.


"Siap Bos."


Kimura dan Yudha menelan ludahnya sendiri. Binatang buas itu patuh pada perintah Alex. Singa itu seperti mengerti bahasa yang diucapkan Alex.


"Oke. aku akan menayangkan sekilas. Lihat dan ingat baik baik lalu simpan di otak pintarmu. Jangan hanya bisa merusak reputasi orang lain dengan meretas akun akun orang lain. Untung saja aku tak membutakan matamu."


"Kevin! putarkan video yang aku buat semalam. Biarkan dia menangis menyesali perbuatannya. Jika masih belum menyesal, aku akan meminta anak kandungnya yang membunuhnya. Pria itu sama sekali tidak pantas disebut ayah.!"


Jantung Yudha berdebar debar menunggu video apa yang akan diputar. Ia juga penasaran dengan sosok anaknya. Benarkah dia memiliki anak dari wanita itu.


Yudha tertuduk lesu. Ia tiba tiba mengingat perkataan asistennya untuk segera mencari keberadaan wanita yang ditidurinya. Tapi ia tak pernah mengindahkan ucapannya.


"Hei , ambilkan tisu dan ember! Barang kali pria itu akan menangis darah disini!" seru Alex yang membuat anak buah GL yang berada di tempat itu tertawa terbahak bahak.


"Ha ha ha ha."


.


.


.


#####

__ADS_1


__ADS_2