
Suara deru motor yang nyaring mengalihkan fokus beberapa murid yang sedang mengobrol di area parkiran Nirwana High School, Fian dan kedua temanya langsung memarkirkan motornya secara asal di area parkiran khusus murid. setelah memarkirkan motornya Fian pun berjalan beriringan dengan kedua temanya. sontak beberapa murid memandang mereka dengan tatapan kagum terutama terhadap sosok Alfiandra lelaki tampan dengan hidung mancung bak perosotan dan sifat yang dingin menjadikan ia di idolakan oleh beberapa murid.
"Ian lo pake pelet apa sih ko anak anak pada liatin lo semua, kaga ada gitu satupun yang liat gue" celetuk putra. dia adalah orang yang paling cerewet di antara Dimas dan fian.
"muka pas pasan aja lo banyak tingkah" sahut Dimas.
"si ***** si Dimas kalo ngomong bikin nyelekit" ujar Fian
"ko bisa ya gue temenan sama orang modelan kaya lo ya dim" ucap putra yang heran kenapa ia bisa berteman dengan Dimas dari mereka kecil.
"karena gue kaya makanya Lo nempelin gue" jawab Dimas menohok.
"astaghfirullahaladzim Dimas pikiranya negatif Mulu" ucap putra sambil geleng geleng kepala.
"lah emang benar kan buktinya lo kita traktir mau mau aja" sahut Dimas
"semua orang juga mau kali kalo di traktir, rejeki bro jangan di tolak" sergah putra
"ya ya terserah Lo aja lah"
Fian terkekeh melihat tingkah konyol kedua temanya. Fian sangat sangat bersyukur di tengah keluarganya yang hancur ada teman temanya yang masih mau merangkul Fian. Fian tidak akan pernah lupa akan jasa kedua temanya.
"eh nanti kalian Dateng ya ke apartement gue" ucap Fian
"apartement?" sahut keduanya kompak.
"iya gue kemarin hari Minggu cari cari apatement buat gue tinggal,gue udah gak kuat lagi tinggal di rumah bokap" jawab Fian.
"terus nanti kalo nyokap lo tahu gimana?" ujar Dimas.
"urusan nyokap gampang nanti gue suruh dia pindah ke apart gue juga" jawab Fian.
"ya udah nanti malam gue main ke sana sekalian main ps" jawab Dimas.
beberapa saat kemudian merekapun sudah berada di depan kelas, mereka langsung masuk dan duduk di bangkunya masing-masing tak lama kemudian bel masuk berbunyi dengan nyaring.
****
teeeett.... teeetttt.... teeettt
__ADS_1
suara bel istirahat berbunyi dengan nyaring anak anak yang berada di dalam kelas sontak berlarian untuk menuju ke kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan. tetapi tidak dengan sheina saat ini sheina tengah merasakan sakit di area perutnya. sedari tadi sheina terus saja memegangi perutnya yang terasa semakin nyeri. Bella yang berada di samping sheina bertanya khawatir "sheina lo gak apa apa kan, muka lo pucat banget loh"
sheina tersenyum kecil ke pada Bella untuk menenangkan "gak apa apa bel cuman sakit perut biasa aja" ucap sheina pelan.
"yakin, mau gue beliin makanan gak di kantin" tanya Bella.
"gak usah bel gue mau istirahat aja dulu di sini nanti kalo udah mendingan gue nyusul lo" jawab sheina.
"ya udah gue ke kantin dulu ya" Bella pun berjalan meninggalkan sheina di dalam kelasnya.
akhirnya sheina pun memilih menenggelamkan wajahnya di tangan dan langsung memejamkan mata sekedar untuk beristirahat sejenak agar mengurangi rasa sakitnya.
saat sheina sedang beristirahat tiba tiba ada yang memegang pundaknya dan berucap "hey lo gak apa apa?" tanya orang tersebut.
sheina mendongak untuk melihat siapa yang memegang pundaknya. saat sheina melihat ke samping kiri ternyata ada Fian sedang berdiri tepat di sampingnya.
"perut gue sakit" lirih sheina.
"sakit kenapa, lo belum makan dari pagi?" tanya Fian.
sheina menggelengkan kepalanya "gue baru datang bulan" jawab sheina lemah.
"mau ke UKS aja biar gue bantu?"
Fian berdecak kesal kemudian ia menggendong sheina ala bridal style untuk menuju UKS. Fian tidak tega melihat gadis itu merintih kesakitan.
kenapa Fian tiba tiba ada di kelasnya karena tadi saat ia di kantin bersama teman temanya ia tidak melihat sheina bersama temanya di sana,Fian pun berinisiatif menanyakan kepada temanya keberadaan sheina di mana dan ia menjawab sheina ada di dalam kelas sedang sakit perut. karena Fian terlanjur khawatir dengan gadis itu Fian pun langsung menuju kelasnya.
"eh, gak usah fi gue gak mau ke uks" sheina kaget saat dirinya di gendong oleh Fian.
"ck, gak usah ngeyel kalo di kasih tahu" Fian kesal karena sheina tidak mau di bawa ke uks, karena menurutnya UKS adalah tempat paling nyaman untuk gadis itu beristirahat daripada di dalam kelas.
"Lo harus istirahat dulu di sana, nanti gue beliin makanan" lanjut Fian berbicara.
sheina pun tidak bisa melawan lagi ia hanya pasrah saat di gendong oleh Fian untuk menuju keruang UKS.
setelah sampai di ruang UKS Fian membaringkan sheina secara perlahan di salah satu ranjang. setelah membaringkan sheina Fian pun beranjak pergi untuk membelikan sheina makanan.
saat Fian sudah pergi dari ruang UKS sheina pun akhirnya memilih menutup matanya agar rasa sakitnya berangsur membaik.
__ADS_1
sepuluh menit berlalu fian pun kembali dengan membawa nampan berisi makanan serta plastik kresek yang berada di tanganya.
Fian tersenyum kecil saat melihat gadis itu saat ini tengah memejamkan mata. gadis itu sangat menggemaskan saat ia sedang menutup mata seperti ini.
Fian pun berjalan menuju ranjang tempat sheina beristirahat dan langsung membangunkannya secara perlahan "sheina bangun dulu yuk" ucap Fian lembut.
sheina mengerjapkan matanya saat mendengar seseorang membangunkannya. sheina pun langsung duduk saat melihat Fian sedang tersenyum ke arahnya.
"nih makan dulu" ucap Fian seraya menyerahkan mangkuk bubur yang masih panas kepada sheina.
sheina tersenyum dan menerima mangkuk bubur tersebut dan langsung ia makan secara perlahan.
sheina sangat bersyukur di saat seperti ini ada Fian yang sering menolongnya. tetapi ia tidak bisa seperti ini terus membiarkan laki laki itu berada di dekatnya karena sheina tidak mau fian terbawa perasaanya kepada sheina.
"nih gue bawain kiranti juga buat lo, kata mba mba di kantin biasanya kalo cewek lagi datang bulan suka minum kiranti" kata fian sembari menyodorkan plastik putihnya.
sheina sontak tertawa saat mendengar penuturan Fian "gak usah repot repot juga kali lo yang malu sendiri juga kan jadinya" ujar Sheina.
"gak apa apa sekali kali gue kaya gini belum pernah juga kan gue kaya gini" ucap Fian.
"makasih ya fi lo udah baik sama gue" ucap sheina tulus.
"sama sama. kalo lo butuh sesuatu lagi hubungi gue aja gak usah gak enakan kita juga kan udah lama kenal sebenarnya" ujar Fian.
Sheina mengangguk dan tersenyum. sheina sangat bersyukur bisa dekat kembali kembali dengan Fian saat ini.
sheina hanya berdoa kepada Tuhan semoga kedekatannya dengan Fian kali ini tidak merenggang di kemudian hari ia sebenarnya sangat takut akan kehilangan Fian, karena entah mengapa di hati kecilnya mengatakan bahwa fian akan pergi meninggalkannya suatu hari nanti.
"ayo pulang" ajak Fian tiba tiba.
"hah" sheina bingung dengan ucapan fian.
"gue udah izinin lo ke guru piket, kalo lo lagi sakit" ujar Fian menerangkan.
"gue ketinggalan pelajaran dong nanti" sheina memberengngut kesal.
Fian terkekeh melihat tingkah sheina "yaelah cuman sehari doang ketinggalan gak bakal bikin lo bodoh kali, lagian lo juga kan lagi sakit"
"yaudah deh ayo" ucap sheina setelah beberapa kali berpikir.
__ADS_1
Fian menggenggam tangan sheina dan menarik gadis tersebut perlahan untuk menuju motornya.mereka pun berjalan beriringan menuju area parkiran sekolah. setelah sampai di parkiran sekolah Fian pun memberikan helm kepada sheina untuk di pakai, saat sudah memakai helmnya Fian pun menghidupkan motornya dan menyuruh sheina untuk naik. "ayo naik" ucap Fian di balik helmnya
sheina naik ke motor fian secara perlahan, saat dirasa sheina sudah duduk dengan sempurna Fian pun langsung menjalankan motornya untuk meninggal area sekolah.