
Direstoran , meja no 2
Dimalam yang sama, Alex duduk diam dengan seorang gadis cupu didepannya. Gadis itu memakai pakaian yang sangat biasa menurut Alex, diam dan selalu menunduk kebawah.
Berbeda dengan Alex, saat ini dia sedang memakai pakaian semi formal. Dia terlihat cool untuk seorang pria.
Para pengunjung restoran disana tampak menatap aneh pada pasangan yang duduk dibangku no 2. Satu terlihat tampan dan satunya terlihat aneh.
"Apa mama gak salah pilih mantu, mana ada calon mantu kaya begitu. Baru melihatnya sudah membuatku geli." Batin Alex kesal.
"Siapa namamu?" tanya Alex dingin.
"Zanitha Zafia, panggil saja nitha Tuan."
"Namamu cantik, sayangnya tidak dengan wajahmu." ejek Alex tersenyum miring.
"Apa anda sedang menghina saya Tuan,"
"Tidak, aku hanya mengungkap fakta saja."
"Apa kamu tau kenapa kita disini?" tanya Alex dengan sorot mata tajamnya
"Kencan buta. Mama yang menyuruhku kemari. Katanya ada pria yang ingin berkenalan denganku."
"Cih berkenalan dengannya katanya, mama mama,, cantikan Selly kemana mana, apa bagusnya gadis seperti ini, body pas pasan, wajahnya kusam, apa lagi giginya, bukan seleraku banget," batin Alex menggerutu.
"Apa pekerjaanmu sekarang."
"Saya bekerja di toko kue Tuan."
"Toko kue..?" Beo Alex
Gadis itu terdiam menunduk, dia sebenarnya sangat malu duduk berhadapan dengan Alex, pria itu terlihat dominan dimatanya. Ia merasa tak sepadan dengannya,apalagi dengan penampilannya saat ini.
"Apa pendidikan terakhirmu?" tanya Alex yang masih tidak percaya dengan gadis didepannya. Bagaimana bisa mamanya mengenalkan gadis yang bukan tipenya, itu sangat mustahil. Teman mamanya juga bukan orang sembarangan. Mustahil punya anak gadis yang aneh.
"S..SMA Tuan," jawab gadis itu tertunduk malu
Alex tersenyum miring, "Jangan coba coba membohongiku nona, kau tau, aku bukan pria yang mudah diajak negoisasi. Katakan siapa sebenarnya dirimu nona,,!" gertak Alex dengan desisannya.
Gluk...
Gadis itu menelan ludah gugup, wajah Alex semakin lama semakin tidak mengenakkan. Aura yang dibawa olehnya bukan aura yang positif. Gadis itu memberanikan diri menatap wajah Alex.
Mata Alex mengeluarkan aura intimidasi, bak seekor elang yang mengincar buruannya. Wajah tampannya tak mampu meredam kegugupan hati Zanitha.
"Aku tau kau sebenarnya kau gadis terpelajar, apa alasanmu mengelabuhiku dengan dandananmu yang seperti gembel itu..!" Alex berkata dengan mendelikkan matanya
"Apa, saya memang seperti ini."
"Ayo ikut aku, !" Alex langsung menarik tangan gadis itu, dan membawanya keruang pribadinya.
"Lepaskan saya Tuan, tangan saya sakit..!" berontak si gadis itu yang tangannya masih ditarik Alex.
Para pengunjung menatap heran dengan apa yang terjadi. Seorang Alex yang biasanya bersikap ramah pada semua orang tiba tiba memunculkan sifatnya yang lain.
Alex menghempaskan tubuh gadis itu kedalam kamar mandi.
__ADS_1
Bruk
"Tuan, apa yang kau lakukan. Bagaimana bisa anda pria terhormat melakukan ini pada seorang wanita..!" hardik si gadis itu
"Kau sudah membuatku kesal nona, apa alasanmu menutupi identitasmu. Hah..!" Bentak Alex yang mulai tersulut emosi.
Alex langsung mencengkeram dagu gadis itu dan mengusap wajah Zanitha dengan handuk basah yang ia bawa.
"Kau lihat nona,..!" Alex menunjukkan bekas make up yang menempel pada handuk itu.
"Aih,matilah aku." batin Zanitha merutuki nasibnya.
"Cepat hapus riasanmu dan ganti bajumu. Aku muak melihat wajahmu. Aku tunggu diluar.!!" kata Alex dengan nada mengancam.
Alex mendengus kesal dan duduk disofa ruangannya. Mengambil ponselnya dan mencari tau tentang identitas gadis itu lewat mafioso nya.
Ia begitu geram karena sudah dibodohi gadis itu. Untung saja ia bisa mengetahui kebohongan gadis itu karna tak sengaja melihat make up tidak rata diwajahnya.
"Sialan..!" umpat Alex
Lama menunggu, Zanitha akhirnya keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono yang membalut tubuhnya. Wajah putihnya terlihat jelas dimata Alex. Ia tersenyum miring merutuki kebodohannya.
"Ganti bajumu dengan itu.!" tunjuk Alex pada paperbag di sudut sofa.
Gadis itu mengangguk dan kembali ke kamar mandi mengganti bajunya.
Alex kembali membuka ponselnya saat menerima pesan dari mafiosonya. Dahinya mengerut melihat laporan dari anak buahnya. Matanya menatap tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Jadi dia anak sulung walikota," gumam Alex disertai kekehannya.
"Pantas saja, aku seperti pernah melihatnya." batin Alex menyeringai.
Alex terperangah melihat gadis itu, wajahnya begitu kalem dengan kulit putihnya, rambut lurus hitam berkilau, apalagi dia menggunakan gaun pres body yang melekat pada tubuhnya. Benar benar pemandangan yang indah.
Alex berjalan maju dan mendekati gadis itu, sebaliknya gadis itu berjalan mundur menghindari Alex. Hingga ia tersadar tak bisa mundur lagi karna langkahnya terhalang oleh tembok.
Alex mengungkung gadis itu dengan satu tangannya yang menekan pada tembok, satu tangannya menarik dagu Zanitha agar menghadap kearahnya.
Zanitha berdebar debar saat menatap wajah Alex, ia tidak tau kalau kebohongannya akan terbongkar secepat ini.
"Jadi ini penampilanmu sesungguhnya Zanitha Zafia.." ucap Alex menghirup dalam dalam rambut gadis itu.
"Tu..Tuan.."
"Ssstt... apa kau menolak menjadi istriku hemm,," ucap Alex dengan desisannya.
"Ma..maafkan saya Tuan.."
"Apa sebelumnya kamu pernah pacaran,.."
"I..itu.., belum Tuan."
Alex menyeringai, "Apa kau sudah pernah merasakan ini.., "
Alex menempelkan bibirnya dileher Zanitha dan mengecupnya singkat.
Jantung Zanitha berdebar debar atas apa yang dilakukan padanya, ia membulatkan matanya dan mendorong keras dada Alex. Nafasnya memburu, belum pernah ia diperlakukan kurang ajar oleh seorang pria.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan. Brengsek..!" umpat Zanitha kesal.
"Oh, kucing yang liar, tadi saja kau begitu polos, kenapa sekarang menjadi liar hem,, Katakan padaku kenapa membohongiku. Apa kau takut denganku..?"
"Aku tidak mau menikah denganmu.!!"
"Why..?" Alex menaikkan bahunya bertanya
"Aku tidak mau dijodohkan. Aku belum mau menikah..!!" seru Zanitha
Ha ha ha ha
"Kau sangat menggemaskan nona, apa kau sama sekali tak tertarik padaku nona.." ucap Alex yang merangsek maju mendekati Zanitha.
"Tidakk..!!!" jawab cepat Zanitha
"Sial, aku sudah dua kali ditolak mentah mentah oleh seorang gadis, apa ketampananku sudah memudar,," batin Alex kesal
"Lakukanlah sesukamu nona, aku pastikan, aku akan membawamu kembali. Pergilah yang jauh sejauh mungkin, tapi ingat jika aku menemukanmu, aku akan segera menikahimu. Kau tau benar aku tak pernah bermain main dengan ucapanku. Apa kau mengerti nona.."
"Jangan harap kau bisa menikahiku Tuan Alex, aku tidak sudi menikah denganmu.!!"
"Wow nyalimu besar juga nona, aku jadi tertarik padamu." ucap Alex yang sudah kehilangan kesabarannya.
Alex maju dan mengunci pergelangan tangan Zanitha keatas .
"Apa yang kau lakukan...!!" seru Zanitha panik, ia merasa posisinya sedang terancam.
Alex memandangi gadis itu dengan mata sayunya, kemudian membungkam bibir Zanitha dengan bibirnya. Alex sedikit menggigit bibir bawah Zanitha agar memberinya akses masuk untuk lidahnya membelit dan mengabsen rongga mulut Zanitha.
Jantung Zanitha berdebar debar kencang, ia belum pernah merasakan sensasi seperti itu. Hatinya mengajak menolak, tapi sayangnya tubuhnya merasa enggan melepaskan. Ia mencoba membalas ciuman Alex yang terasa memabukkan walau masih terasa kaku.
Dua insan itu memadu kasih walaupun belum ada cinta diantara mereka berdua. Decapan demi decapan terdengar seiring berjalannya waktu.
Jiwa Alex yang biasanya dingin, kini terasa panas akibat ulahnya sendiri. Sensasi ini juga baru saja dirasakan oleh Alex, ia hanya mengikuti insting nalurinya untuk melakukan permainan ini.
Sudah lama mereka saling mengadu lidah, tapi tak satu dari mereka yang berniat mengakhiri permainan ini.
"Sial, ini sangat nikmat sekali, bahkan sangat nikmat jika dibandingkan darah segar penghianat itu. Ah kau benar Edward, sepertinya aku harus segera menikah. Aku juga ingin merasakan yang lebih dari ini." ucap Alex dalam hati.
Alex melepaskan pagutannya dan menatap sayu gadis itu, gadis yang baru saja dikenalkan mamanya yang membuatnya merasakan sensasi aneh dalam dirinya.
Alex menyatukan keningnya dan merapatkan tubuhnya. "Jadilah istriku, aku akan memberikan semua untukmu."
Zanitha terdiam , entah apa yang sedang dipikirkannya.
.
.
.
please love love love...
.
.
__ADS_1
❤❤❤