Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
aku ragu mendapatkan hatimu


__ADS_3

Malam ini Al begitu sulit memejamkan matanya, ia membayangkan wajah Ajeng dengan senyumnya.


"Hanya karena senyummu saja, aku tak mampir berpaling dari wajahmu."


Al terus tersenyum membayangkan senyum manis di bibir Ajeng.


"Semuanya boleh berubah, tapi kenangan itu akan tetap sama, dan cinta ini akan bertambah dengan bertambahnya waktuku bersamamu."


Saat tengah melamun, tiba-tiba pintunya di ketuk dari luar.


tok tok tok


"Iya sebentar ....!" ucap Al, ia pun segera turun dari tempat tidur dan menuju ke arah pintu.


"Mas Al!" teriak Ajeng dari luar, dengan cepat Al membuka pintunya.


"Ada apa?" tanya Al saat pintu sudah terbuka.


"Di luar hujan, aku nggak bisa tidur!"


"Lalu?"


Tanpa menjawab, Ajeng malah menerobos masuk ke dalam kamar Al.


"Aku mau di sini!" ucap Ajeng sambil duduk di atas tempat tidur Al.


Ya Allah ...., cobaan apa lagi ini ...


, beri hamba Mu ini kekuatan ....


Al hanya bisa mengelus dadanya, sulit baginya untuk bisa berada sedekat ini dengan gadis itu.


Tahan Al, masih beberapa bulan lagi ....


"Kenapa mas Al masih di situ aja, ayo duduk di sini ...!" ucap Ajeng sambil menunjuk tempat di sampingnya.


"Iya ...!" Al pun segera menghampiri Ajeng. Ia duduk di depan Ajeng, di atas tempat tidur itu.


"Ada apa?" tanya Al gugup, ia tidak pernah membayangkan bisa sedekat ini dengan gadis yang di cintainya.


"Ajeng mau tidur di sini!"


"Hah ....!" Al begitu kaget.


"Ada apa, aku nggak akan makan mas Al kok, tenang saja, aku takut sendiri, biasanya kalau hujan kayak gini aku tidurnya sama Rita."

__ADS_1


"Tapi nggak bisa dong, aku pria dewasa, apa kau tidak takut tidur satu ranjang dengan ku?"


Bukannya langsung menjawab, Ajeng malah memperhatikan wajah Al, ia sampai memiringkan wajahnya.


Apa-apaan sih dia, sengaja menggodaku ya ...


"Aku tidak menyentuhku loh mas Al, tapi kenapa wajah mas Al sudah memerah?" tanya Ajeng dengan polosnya, ia tidak tahu jika pria dewasa di depannya sedang menahan sesuatu.


:"Apa sih ...!" Al segera memalingkan wajahnya. Ia tidak ingin semakin malu jika Ajeng menyadari perasaannya.


"Ya udah aku mau tidur, mas Al tidur di sofa aja ya!" ucap Ajeng sambil merebahkan tubuhnya dan menutupnya dengan selimut.


"Kenapa harus aku sih yang ngalah, ini kan kamarku?!" keluh Al.


"Tapi di mana-mana kan ladies first mas ..., masak mas Al tega aku yang tidur di sofa!"


"Cehhh ...!"


"Selamat malam!"


***


Kebiasaan lama Ajeng kambuh, ia kembali tidur setelah sholat shubuh. Sedangkan seperti biasa Al pergi ke masjid. Setelah kembali dari masjid ia tidak menemukan Ajeng di dapur.


"Dimana dia?"


Al mengetuk pintu itu, tapi tak ada jawaban dari dalam, sekarang sudah pukul 06.00, seharusnya Ajeng sudah bersiap-siap sekolah.


Al pun segera membuka pintu kamar Ajeng, ia tertegun saat melihat gadis itu masih meringkuk di bawah selimut.


"Enak banget dia ..., jam segini masih molor aja!" Al segera menuju ke kamar mandi, ia mengambil ember kosong dan mengisinya dengan air hingga separoh.


Al membawanya ke kamar Ajeng, dengan cepat ia mengguyur Ajeng dengan air dingin.


"Banjir ...., banjir ...., banjir ....!" teriak Ajeng sambil terduduk, ia benar-benar terkejut saat mendapati dirinya basah, Al sudah berkacak pinggang di depannya.


"Mas Al!"


"Enak banget ya, anak perawan jam segini masih tidur aja. Mau sekolah atau menikah?"


"Maksudnya?"


"Jawab aja, sekolah atau nikah?"


"Ya sekolah lah mas, ada-ada aja tanyanya!"

__ADS_1


"Kalau sekolah segera bangun, mandi dan siap-siap berangkat sekolah!"


"Iya ....., kejam banget jadi orang!" keluh Ajeng, ia segera pergi ke kamar mandi.


***


Saat Ajeng turun Al sudah menunggunya di meja makan.


"Ayo sarapan, nggak ada alasan jam pertama ke kantin karena lapar!"


"Iya ....!" ucap Ajeng ketus, ia pun segera duduk di hadapan Al. Ia menatap makanan yang ada di meja."Siapa yang masak mas?"


"Kucing!"


"Emang kucing bisa masak!"


"Nah itu tahu ....! Cepetan makannya, kita berangkat bareng."


Ajeng segera melahap makanan yang ada di piringnya.


"Emmm ...., ini enak banget mas. Aku jadi ragu!"


"Ragu kenapa?"


"Ragu kalau ada hal yang tidak bisa mas lalukan, semua bisa mas lalukan dengan mudah!"


"Ada hal yang tidak bisa aku lakukan!"


"Apa?"


"Mendapatkan hatimu!"


"Hah ....!?"


"Cepat habiskan makannya, aku ganti baju dulu!"


Al pun segera meninggalkan Ajeng yang masih berusaha mencerna ucapan Al, Ia tidak suka sesuatu yang penuh teka-teki. Tapi kali ini otaknya memintanya untuk sedikit berpikir.



al sudah kembali dengan pakaian sporty nya. Mereka berangkat bersama menuju ke sekolah.


BERSAMBUNG


Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya

__ADS_1


Follow Ig aku ya


Tri.ani.5249


__ADS_2