Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
Kencan


__ADS_3

setelah mengajak sheina untuk nonton bioskop besok malam. Fian pun kali ini sedang mengendarai sepeda motornya untuk ke rumah sakit ia sudah lama tidak menjenguk ibunya di sana. sudah terhitung 1 Minggu ia belum sempat ke rumah sakit.


saat di tengah perjalanan Fian pun menyempatkan terlebih dahulu untuk membeli bunga mawar di salah satu penjual bunga di dekat sekolahnya. ia sudah terbiasa melakukan itu semua semenjak ibunya koma di rumah sakit.


"bang satu bucket mawar ya" ucap Fian kepada abang penjual bunga.


abang penjual pun mengangguk setelah mengambil pesanan untuk Fian Abang penjualnya memberikan pesanannya kepada fian.


"ini mas bunganya." ucap Abang penjual bunga.


"berapa bang?" tanya Fian


"70.000 mas" jawabnya.


Fian pun mengambil dompet yang berada di saku belakang celananya dan mengambil selembar uang pecahan seratus ribu.


"ini bang uangnya,kembalianya ambil aja buat abang" ujar Fian


"oh ya mas, makasih ya mas"


Fian hanya tersenyum dan mengangguk menanggapi ucapan abangnya,ia pun melanjutkan kembali perjalananya untuk menuju ke rumah sakit.


setelah beberapa menit menempuh perjalan yang lumayan macet akhirnya Fian sampai di rumah sakit megah yang berada di pusat kota jakarta. Fian beranjak dari motornya dan berjalan memasuki pintu masuk rumah sakit.


Fian terus berjalan di lorong rumah sakit yang sudah sepi pengunjung maklum ini sudah pukul delapan malam pasti pengunjung yang lain sudah tidak ada.


saat sudah sampai di depan pintu ruang rawat ibunya Fian langsung masuk dan tersenyum ke arah ibunya itu.


Fian meletakan terlebih dahulu bunga mawarnya dan langsung duduk di kursi di samping ranjang ibunya.


"assalamualaikum mah ini fian, maaf ya sudah 1 Minggu aku gak Dateng ke sini" ucap Fian bermonolog.


"mamah udah mendingan kan keadaanya,Fian kangen deh mah sama mama kengen sama kebersamaan kita dulu,sama perhatianya mama,cerewetnya mama kalo Fian pulang malam. sekarang di rumah sepi mah gak yang perhatian lagi sama fian,gak ada yang cerewet lagi sama Fian papa juga cuek sama fian,setiap Fian pulang ke rumah pasti papa sama perempuan ****** yang di sewa sama papa" lanjutnya panjang lebar.


"mama gak kangen apa sama fian ,mama udah hampir 2 bulan loh tidur terus. fian kangen banget mah sama mama, semoga mama cepet sembuh ya biar kita bisa sama sama lagi"


"ya udah deh Fian pulang dulu ya mah. semoga mama cepet sembuh" fian bangkit berdiri kemudian mencium kening ibunya lama.


"good night mah" bisik fian


Fian menegakan kembali badanya dan langsung berjalan meninggalkan ruang rawat ibunya. hanya satu permintaan Fian sehabis pulang dari rumah sakit semoga mamanya itu segera sadar dari komanya.

__ADS_1


*****


keesokan harinya seperti yang telah di beritahukan oleh Fian bahwa dia akan menjemputnya jam tujuh malam. saat ini sheina tengah bersiap siap memilih baju yang akan ia kenakan.


sudah 30 menit sheina terus memikirkan akan pakai baju apa untuk kencan pertamanya ini. akhirnya sheina memutuskan untuk memakai kaos putih polos dan celana jeans coklat serta memakai sweeter berwarna merah.


setelah selesai memakai baju sheina pun duduk di meja rias dan langsung memoles wajahnya dengan sedikit bedak serta memakai lipbalm di bibirnya.


saat tengah serius memakai lipbalm sheina langsung di kagetkan oleh suara teriakan ibunya dari lantai bawah.


"Sheina ini ada temen kamu di bawah" teriak ibunya.


"ya mah sebentar lagi sheina turun" teriak sheina tak kalah nyaringnya.


setelah memastikan penampilannya sempurna sheina langsung bergegas turun ke lantai bawah untuk menemui Fian yang telah menunggunya lama.


tak sadar sheina tersenyum kecil kala melihat Fian yang sedang mengobrol bersama kedua orang tuanya di lantai bawah.


"hai" sapa sheina saat sampai di sofa tempat Fian dan kedua orang tuanya mengobrol.


Fian menengok ke samping dan tersenyum manis melihat penampilan sheina yang begitu cantik baginya.


"ayo,udah siap?" tanya Fian seraya berdiri dan berjalan ke samping sheina.


"om, tante fian pinjem sheina nya bentar ya"ujar fian kepada kedua orangtuanya.


"ya silahkan tapi inget pulanginya harus jam 10 malam" peringat papanya.


"siap om" jawab fian mantap.


setelah berpamitan kepada kedua orang tua sheina, Fian dan sheina pun berjalan beriringan menuju motor fian yang telah terparkir di depan.


"lo udah pesen tiketnya belum?" tanya sheina di tengah perjalanan menuju pagar.


"udah" jawab fian singkat.


Fian berjalan terlebih dahulu untuk menuju motornya dan menyerahkan helm kepada sheina. sheina pun memakai helm tersebut.


sheina menggerutu ketika mendapatkan helmnya yang ternyata lebih besar daripada kepalanya menjadikan kepala sheina menjadi tenggelam.


"helm Lo kegedean ish" sheina mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


Fian terkekeh melihat tingkah gadis itu,Fian jadi gemes sendiri.


"ayo naik nanti keburu malam" ucap Fian saat sudah menaiki motornya.


sheina pun berjalan dengan cepat sembari menghentakkan kakinya. sheina sebal kenapa Fian tidak mencarikanya helm yang lebih kecil untuknya.


setelah memastikan sheina duduk dengan tenang Fian pun melajukan motornya dengan kecepatan sedang menembus pekatnya malam di ibu kota.


*****


"Lo mau pesen apa buat cemilan di dalem?" tanya Fian saat mereka tengah duduk di depan studio.


"orange jus aja sama popcorn" jawab sheina


Fian pun mengangguk dan berjalan meninggalkan sheina. sheina pun memilih memainkan handphone nya ketika Fian sedang mengantri di depan sana.


sudah beberapa menit berlalu Fian pun datang kembali sembari membawa beberapa cemilan untuknya dan sheina makan di dalam.


"ayo masuk" ajak Fian sembari mengulurkan tangannya.


sheina mengernyitkan dahinya bingung saat melihat uluran tangan Fian tetapi tak urung sheina pun membalas uluran tangan fian dan menyatukan jari jemari mereka.


hati sheina terasa menghangat seketika dengan perlakuan Fian yang seperti ini sudah lama ia tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti ini sebelumnya,hanya fianlah yang bisa membuat sheina nyaman seperti ini. sheina berharap semoga tuhan tidak memisahkan mereka seperti sebelumya.


saat film sedang berlangsungpun fian tetap menggenggam tangan sheina,dan sheina yang menyandar nyaman di bahu Fian.


setelah 2 jam berlalu sheina dan Fian pun keluar dari dalam bioskop sembari bercerita mengenai film yang habis mereka tonton.


"film nya romantis ya,tapi gue gak suka sama peran laki lakinya, waktu si cewek udah merasa nyaman dan mulai suka sama si cowoknya eh si cowoknya malah pergi gitu aja tanpa ngasih tau ke ceweknya." ucap sheina ketika menuruni eskalator.


"dia juga kan hilang karena penyakit yang di derita sama dia, dia mau si perempuan itu cari laki laki yang bisa bikin bahagia dan nggak berpenyakitan kaya dia." ujar Fian.


"ya sih tapi tetap aja dia bikin si cewek nangis waktu dia ninggalin si cewek"


"ya itu kan demi kebahagian si cewek juga, dan pada akhirnya si cowoknya juga pergi kan untuk selamanya." ujar fian lagi.


"gue sedih deh pas di scene itu kasian sama si ceweknya padahal mereka bener bener saling sayang dan membutuhkan satu sama lain tapi takdir malah berkata lain."


"ya itulah takdir nggak ada yang tahu. oh ya gue juga mau ajakin lo ke suatu tempat." kata Fian


"mau kemana lagi emang" bingung sheina

__ADS_1


"ada deh yang pasti lo suka sama tempatnya." ucap fian kemudian menaiki motornya dan memberikan helm kepada sheina. sheina pun memakai helm tersebut dan motor Fian pun melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan bioskop tersebut.


__ADS_2