Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
Dika dan Rita


__ADS_3

            Setelah pulang dari rumah sakit,


Al semakin protektif saja. Ia tidak membiarkan Ajeng melakukan apapun sebelum


usia kandungannya mencapai empat bulan. Dika kembali ke Jogja setelah Ajeng sudah


membaik, sedangkan masalah mama Renna dan papa Adi harus terlupakan dulu untuk


beberapa waktu sampai al mengijinkan Ajeng kembali beraktifitas, ia hanya butuh


keterangan dari dokter yang menyatakan kalau dia boleh beraktifitas seperti biasa.


            Hari ini tepat usia kandungan ajeng


menginjak usia empat bulan, perutnya yang rata sudah mulai terisi walaupun jika


tidak di lihat secara detail tidak akan kelihatan. Tapi baju-baju Ajeng sudah


berganti dengan baju-baju yang longgar, ia tidak lagi mengenakan celana,


sekarang Ajeng memakai dress selutut.


            “Bagaimana kata dokter nak?” tanya


mama Renna setelah melihat Ajeng dan Al baru saja pulang dari periksa kandungan.


            ‘kata dokter, Ajeng sudah boleh


beraktifitas seperti biasa ma, iya kan mas?” tanya Ajeng pada Al yang sebenarnya


tidak begitu ikhlas membiarkan istrinya beraktifitas seperti biasa, karena ia


tahu bagaimana aktifitas istrinya biasanya, istrinya paling tidak bisa diam.


            “Iya …, tapi tetap dengan batas yang


wajar kan!”


            “Iya …, nggak mungkin lah mas, ajeng


manjat pohon atau genteng!”


            “bagus …., kalau begitu lusa mama


mau ngadain acara syukuran empat bulanan, sekalian mau ngundang bapak sama ibuk


kamu!”


            “Tapi ma …!”


            “ada apa sayang?”


            “Papa?”


            “tanpa papa!”


            Ucapan mamanya yang tegas tentang


keberadaan papa nya membuat al terpancing untuk bertanya, selama ini ia hanya


diam dan menunggu wanita yang telah melahirkannya itu untuk bicara, tapi tetap


saja tidak ada yang mamanya katakan walaupun ia sudah sangat curiga tentang


papanya yang tak pernah pulang.


            “Ma …, sebenarnya ada apa?” tanya Al


membuat mama Renna dan Ajeng terdiam.


            “Tidak ada mas, papa kan sedang di


luar kota makanya mama nggak mungkin nunggu papa pulan, iya kan ma?”


            “Iya sayang!”


            “kalian tidak menutupi apapun sama


Al kan?”

__ADS_1


            “Ajeng capek mas, bisa anter Ajeng


istirahat!”


            “Iya …, ayo kita ke kamar!”


            Setelah mengajak Ajeng ke kamar, al


segera mengganti pakaiannya seperti hendak pergi,


            “Mas Al mau kemana?” tanya Ajeng


yang penasaran.


            ‘Mas ada urusan sebentar, kamu mau


apa? Pumpung mas keluar biar mas cariin!”


            ‘sebenarnya ajeng pengen banget buah


kedondong! Tapi kayaknya sulit, nggak usah aja deh mas!”


            “Pasti mas cariin, ya udah mas pergi


dulu ya. Assalamualaikum!”


            ‘Waalaikum salam!”


            Entah apa yang di kerjakan al, tapi


ia begitu sibuk. Hingga menginjak usia kandungan Ajeng yang ke empat bulan ini,


Al sampai menyuruh Dika untuk pulang beberapa bulan. Ia meminta Dika untuk


bekerja dari rumah saja, perusahaannya juga tidak terlalu besar jadi tidak


membutuhkan waktu banyak di kantor, tugas Dika hanya mengecek keuangan,


pengeluaran dan pemasukan selebihnya sudah ada yang handle.


            Setelah memastikan semuanya


percetakan abangnya yang di Blitar dan sesekali mengurusi urusan desain milik


ajeng.


🌺🌺🌺🌺


            Pagi ini ajeng berencana keluar


rumah, ia sudah minta ijin pada suaminya. Sebenarnya ijinnya untuk ke


percetakan tapi sebenarnya ada hal lain yang ingin Ajeng kerjakan. Kali ini


ajeng tidak pergi dengan motor karena motor di larang keras di pakai oleh ajeng


selama hamil. Ajeng pun akhirnya memilih memesan taksi online.


            “Taksi atas nama mbak ajeng!”


            “Iya …, itu saya mas!” ajeng pun


segera masuk ke dalam taksi, ia mengeluarkan secarik kertas dari tasnya dan


menunjukkannya ke sopir taksi online.


            “Kita ke alamat ini ya mas!”


            ‘baik mbak!”


            Setelah satu jam akhirnya taksi yang


di tumpangi Ajeng sampai juga di depan rumah seseorang. Tapi Ajeng terkejut


saat melihat mobil seseorang di sana.


            “Itu kan mobil Dika, jangan-jangan


Dika cari masalah ya!” ajeng pun bergegas untuk turun setelah menyerahkan

__ADS_1


uang pada sopir taksi. Ia dengan cepat menghampiri mobil itu, Ajeng melihat ke


dalam mobil, tapi ternyata mobil itu sudah kosong. Tak jauh dari tempatnya


berdiri sekarang ia melihat dua orang yang sedang berdebat.


            “Dika …, Rita …!”


            Ajeng pun segera menghampiri mereka,


tapi sepertinya mereka tidak menyadari kedatangan ajeng.


            “kamu sama ibu kamu memang sama!’


            “Kamu nggak berhak ya ngomong buruk


tentang ibu aku, semua tidak seperti yang kamu tuduhkan!”


            “Buktinya sudah cukup, jangan


memungkirinya lagi!”


            “Kamu memang tidak pernah bisa


melihat bagiamana perasaanku padamu, makanya kamu terus saja mencari


kesalahanku! Di hatimu Cuma ada Ajeng, ajeng dan ajeng saja!”


            ‘Ini tidak ada hubungannya dengan


Ajeng, jangan mengalihkan pembicaraan!”


            Mendengar perdebatan itu, membuat


Ajeng tercengang di tempatnya. Ia tidak menyangka jika ternyata selama ini Rita


masih merasa cemburu padanya walaupun kini ia sudah punya seorang suami.


            “ada apa ini?” pertanyaan seseorang


yang berada tepat di belakang ajeng membuat dua manusia yangs edang berdebat


itu menghentikan perdebatannya dan menoleh pada sumber suara, begitupun dengan


Ajeng, ajeng segera menoleh ke belakang.


            “Papa Adi!” ucap Ajeng.


            “Papa!”


            “Om Adi!”


            Ucap Dika dan Rita bersamaan, kali


ini mata Dika dan Rita mengarah pada wanita yang ada di depan papa Adi.


            “Ajeng!” ucap Dika dan Rita


bersamaan lagi.


            “Ada masalah apa ini, jika ada


masalah diselesaikan di dalam. Kalian nggak malu apa jadi tontonan warga? Ayo


masuk!”


            Mau tak mau mereka pun masuk bersama


papa adi setelah melihat sekeliling mereka ada banyak orang.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰😘😘

__ADS_1


__ADS_2