Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
Munculnya musuh baru


__ADS_3

"Apa kau sedang mengumpatku ...!!!" geram Kim menatap sinis asisten pribadinya.


"Maaf Tuan, Saya hanya sedang berpikir, apakah orang ini punya dendam yang sama dengan anda dan Tuan Edward."


"Lama lama otakmu tumpul juga ya. Tentu saja mereka ingin cuci tangan dan melemparkan masalah ini pada kita. Sudahlah, sekarang tugasmu, giring opini publik balik. Kamu ahlinya melakukan ini. Jangan tanya aku bagaimana mengalihkan berita itu. Aku tidak mau tau, yang penting jangan seret namaku."


Asisten Yudha tersenyum licik.


"Saya mengerti."


Setelah kepergian asistennya, Tuan Kim menelfon seseorang. Dia adalah salah satu orang kepercayaannya.


"Ya Bos."


"Kamu sudah tau berita hari ini.?" tanya Kim serius.


"Sudah bos. Apa yang harus saya kerjakan. Apa perlu kita selidiki kasus itu.?" tanya seseorang diseberang sana


"Ya. Aku rasa kamu perlu membasmi para kecoa itu. Mereka sudah mencemarkan nama baikku. Bekerjalah dengan senyap. Aku menunggu hasilnya." perintah Kim di balik sambungan telepon.


"Siap laksanakan."


Tuan Kim tersenyum sinis, mereka yang berbuat kini dia yang kena getahnya. Rupanya hukum tabur tuai sedang berlaku padanya.


"Ck sialan.!"


.


.


Diruang ICU


Edward yang telah selesai menjalani serangkaian operasi dipindahkan keruang ICU bersama Aurora yang masih belum sadarkan diri.


Alat alat penunjang kehidupan terpasang lengkap ditubuh Edward. Dokter anestesi masih mengontrol keadaan pasien selepas menjalani operasi. Tak satupun dari pihak keluarga yang diijinkan masuk keruang itu.


Bunda Yuli dan yang lainnya hanya pasrah menunggu diluar. Hatinya menangis kembali saat melihat tubuh putranya yang penuh luka. Wajahnya terlihat pucat seperti tak ada tanda tanda kehidupan.


"Bertahanlah nak, kamu akan menjadi seorang ayah lagi, kamu harus kuat menghadapi rasa sakit itu. Bunda akan selalu mendoakanmu." batin Bunda yuli sebelum brankar putranya didorong ke ruang ICU.


"Bunda, ayo kita istirahat dulu. Bunda belum makan sedari pagi. Sekarang bunda kan sudah melihat kakak,.." bujuk Amel kembali.


Bunda Yuli mengangguk pasrah. Kepalanya juga sudah terasa pusing. Belum makan, banyak nangis dan beban pikiran yang menimpanya.


"Semangat, aku tak boleh sakit. Anak anak sedang membutuhkanku. Siapa sandaran mereka jika aku jatuh sakit. Ya Tuhan, kuatkan aku. Aku tau jika ini sudah kehendak-Mu. Aku percaya jika Engkau akan menggantikan dengan hal yang lebih baik. Segera pulihkan anak anakku. Tidak ada tempat lain aku berpasrah diri selain pada Mu." Batin Bunda yuli memberi semangat pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Bunda Yuli menghela nafasnya panjang. Ia akan berpikir positif setelah ini. Ia akan mengakhiri kesedihan ini. Ia merasa tidak boleh menyerah dengan keadaan. Ia akan bersemangat menjalani hari. Ia akan mencoba melepaskan beban dipundaknya.


"Tuhan, aku titipkan anak anakku. Jaga dan lindungi mereka dari kejahatan. Aku pasrahkan takdir kami." batin Bunda yuli berdoa.


"Lukas, Alex, kalian jaga mereka berdua. Bergantianlah kalian. Istirahatlah. Urusan diluar biar pihak berwajib yang mengurus. Untuk perusahaan, apa ada masalah Lukas?"


Bunda menatap satu persatu asisten putranya. Ia juga merasa kasihan dengan dua orang itu. Wajah mereka sudah terlihat kusut.


"Sejauh ini tidak ada Nyonya. Masih bisa dihandle dengan baik dengan yang lain." jawab Lukas


"Baiklah, salah satu dari kalian bisa pulang dan istirahat dirumah. Kalian juga jangan sampai sakit. Aku dan putriku akan kerumah sakit GL, kabari jika terjadi sesuatu . Kalian tidak perlu mengantarku. Kevan yang akan bertanggung jawab pada kami."


"Baik Nyonya." jawab Alex dan Lukas.


Setelah kepergian Nyonya mereka, Lukas dan Alex duduk bersebelahan. Alex memijit pelipisnya pusing, ia baru menyadari jika menunggu orang sakit merupakan pekerjaan menjenuhkan. Ia merasa butuh istirahat.


"Pulanglah Alex, kamu terlihat lelah sekali. Aku yang akan menunggu Tuan muda dulu. Nanti malam kemarilah, bawakan aku baju ganti." ucap Lukas datar.


Alex memicingkan matanya, ia menatap sadis kawannya.


"Jangan pikirkan aku, ini hanya jahitan kecil, lagian aku sudah menghabiskan tiga botol infus. Tubuhku jauh lebih fit dari tubuhmu. Aku akan menghubungi dokter markas, sudah sejauh mana serum itu dibuat. Aku ingin menguji ditubuhku dulu. Siapa tau Tubuhku akan jauh lebih bugar." kekehnya pelan.


Alex menghela nafasnya kasar.


"Baiklah. Aku akan pulang dulu."


.


.


Seorang wanita tertawa terbahak bahak melihat opini dan berita dimedia sosial. Wajahnya tampak senang melihat peristiwa naas yang terjadi dikeluarga malang itu.


"Itu bukan salahku, salahmu kalian menghalangi jalan rencanaku untuk menguasai dunia bawah di negara itu. Kalian menghalangi distribusi barang barangku. Kalian harus menerima akibatnya. Harusnya kalian mati dan hidup dinirwana saja."


"Ha ha ha kalian hebat. Bagus kerja kalian. Aku akan memberi bonus pada kalian." Wanita cantik hasil operasi plastik itu tertawa.


"Hanya memberi pelajaran bocah tengik itu seperti membalikkan telapak tangan, cih mereka bilang susah dibunuh. Apa ini, kita baru menggunakan satu peluru saja sudah kritis. Apa hebatnya..!! Huh.." ucapnya congkak sambil menghisap cerutunya.


"Kalian, pastikan tim IT kita memblokir akses yang mengarah kekelompok kita."


"Baik Madam."


Madam Yora tersenyum miring, sekali tepuk dua lalat mati.


Madam Yora adalah wanita keji, pembunuh bayaran yang menghabisi musuhnya dengan sadis. Wanita itu adalah wanita terkuat dinegara itu. Tidak ada yang berani pada kelompok yang bertato gagak itu.

__ADS_1



Gagak yang merupakan simbol kematian , tapi menurutnya itu adalah simbol dari kekuatan dan keberuntungan.


"Madam, lalu bagaimana dengan pion kita." Tanya Roxy tangan kanan madam.


"Biarkan saja, dia bisa mengurus dirinya sendiri. Awas saja jika membocorkan identitas kita. Akan aku habisi keluarganya." ucap Madam dengan seringainya.


Roxy hanya mengulas senyum tipis, "Jangan lupa dengan para yakusa itu madam. Kita telah berurusan dengan anaknya. "


"Cih..!anak ingusan baru kemarin sore. Aku tak takut dengan para pasukannya. Mereka tidak ada apa apanya."


Roxy tersenyum miring. Ia sudah mengetahui sifat Madam Yora. Wanita penuh ambisi dalam memenangkan semua pertarungan. Ia akan melakukan banyak cara untuk menghabisi setiap musuhnya. Wanita terlicik yang pernah ia temui. Dia yang berbuat, orang lain yang menanggung getahnya. Bukan manusia genle memang, itulah dia manusia penuh tipu daya. Yang ada dipikirannya hanya uang dan uang. Membesarkan kelompok hingga menguasai dunia.


"ROXY..!!"


"Yes Madam."


"Aku punya tugas untukmu.!" perintah Madam mengalihkan pandangannya. Ia membuka laci dan mengambil sejumlah foto.


"Selidiki orang orang ini. Apa organisasi mereka berhubungan baik dengan GL dan Dark Queen. Aku mau laporannya secepat mungkin. Pergilah dan bawa kabar baik untukku.!"


Roxy memandangi tiga wajah pemimpin organisasi itu. Black dragon, Black Cobra dan siapa pria bertopeng ini. Roxy mengerut dahinya. Ia sama sekali belum mengenal pria ini. Ia menatap madam untuk meminta penjelasan.


"Madam..!"


"Gunakan otakmu untuk berpikir. Aku sudah mendidikmu sekian lama. Harusnya kamu bisa menganalisanya. Pria bertopeng itu adalah pria berbahaya diantara dua yang lainnya. Aku mau kau menyelidiki sejauh mana mereka berhubungan." Perintahnya tegas tak mau dibantah.


"Menyebalkan. Kalau aku tau tak kira aku bertanya Madam. Anda selalu membuat teka teki denganku." gerutunya dalam hati.


.


.


.


####


Jom dukung karya Ariez Aprilio , beri like, komentar positif syukur syukur dikasih vote. Dukunganmu sangat berarti untukku.


Love u all


Arigatou Gozaimasu


🤍🤍🤍🤍

__ADS_1


PICTURE : GOOGLE SOURCES


__ADS_2