
Tiga tahun berlalu dengan cepatnya. Kehidupan Aurora berjalan seperti biasanya. Ia masih memimpin perusahaan milik suaminya. Sedangkan perusahaan milik papanya ia serahkan sepenuhnya pada Andy kakak sepupunya bersama asisten kepercayaannya David dan Kiran. Ia begitu lega setidaknya Kak Andi mau berhenti dari dunia Entertainment dan menjalankan perusahaan keluarga.
Hasil penyidikan tentang keberadaan saudara seayahnya belum menemukan titik terang. Mira dan Selly masih berusaha mencari keberadaan gadis itu. Untung saja Aurora tak memberi batas waktu. Ia juga paham dengan hal itu.
Tuan Hardy dan Nyonya Riyanti juga sudah tidak terlalu mendesak hubungan putrinya dengan Aldi semenjak beredarnya berita skandal antara Aldi bersama Claire waktu lalu. Aldi memutuskan untuk kembali ke London mengurus perusahaan Ayah angkatnya.
Perusahaan baru milik Edward yang diberi nama Eternal Glory kini sementara waktu dipegang Lukas dan Amelia dibawah pengawasan perusahaan GL. Lukas yang ditunjuk saat itu hanya bisa pasrah karena memang sulit mendapatkan orang yang dapat dipercaya mengelola perusahaan baru itu. Apalagi mengingat kondisi Edward yang belum pulih saat itu membuatnya mengiyakan permintaan Aurora dan Tuan Admaja.
Hasil penyelidikan tentang Darius dan keluarganya membuat Aurora tercengang. Bagaimana mungkin suaminya bisa berurusan dengan pembunuh berdarah dingin. Kelompok berbahaya yang bahkan disegani dalam dunia hitam.
Dan akibat dari kejadian itu, Aurora menempatkan banyak pengawalan untuk ketiga putranya yang kini telah beranjak besar. Ia hanya tidak ingin terjadi sesuatu buruk walau sampai saat ini tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan mengingat ketatnya Alex dalam melakukan pelatihan terhadap para anggotanya yang ditunjuk.
Tentang Zanitha yang selalu merajuk pada Alex kini sikapnya semakin menjadi walau baby Reyhan telah lahir ke dunia. Wanita itu selalu cemburu pada Alex yang mengakibatkan percecokan disetiap harinya. Alex yang mulai frustasi menghadapi kelakuan istrinya dan memilih tinggal sementara di markas dari pada pulang ke apartemen miliknya. Ia hanya ingin menenangkan pikirannya sebelum mengambil keputusan besar untuknya.
Yudha sudah dibebaskan, dan sekarang pria itu bekerja di AR programer dibawah pengawasan Selly dan Mira. Pria itu dibebaskan dengan banyak syarat, salah satunya adalah penanaman chip rahasia yang ditanam di pangkal lengannya. Alat modifikasi dari pengembangan ahli IT bersama dokter markas untuk mengendalikan pria itu agar tak berhianat dan menyerang balik Aurora. Bagaimana pun wanita itu masih belum mempercayai sepenuhnya Yudha yang notabene tangan kanan seorang yakusa yang telah di deportasi Alex waktu lalu. Balas dendam adalah faktor utama yang ia takuti saat ini.
Keputusan Aurora membebaskan Yudha selain permintaan Brian adalah karena pria itu berhasil menguak jati diri Darius yang telah bekerja sama dengan kelompok Gagak hitam. Kelompok yang saat ini masih terus diburu oleh pasukan khusus milik GL bersama Alex yang terus mencari celah untuk membumi hanguskan kelompok tersebut sebelum Edward kembali. Alex menginginkan kehidupan normal saat waktu itu tiba.
Viona masih dalam kurungan GL. Alex maupun Aurora masih belum ingin membebaskan wanita itu. Wanita itu makin lama makin kurus, wajahnya kian lama kian memburuk karena tak mendapat perawatan yang semestinya. Setiap hari selalu menangis karena merindukan anaknya. Dia bahkan tidak tau jenis kelamin anaknya. Wanita itu merasa sudah tak sanggup untuk hidup, ia sangat menyesali perbuatannya dahulu, ia telah salah memilih lawan. Salah karena mencintai yang bukan miliknya, salah karena berusaha memisahkan pasangan suami istri yang saling mencintai.
***
__ADS_1
Dion kini menjadi sekretaris yang membantu Aurora dalam semua kegiatan kantornya. Dia direkomendasikan Lukas saat itu dan disetujui karena memang Aurora membutuhkan tenaga untuk itu. Sayangnya tenaga Dion tak cukup membantunya. Wanita itu rupanya masih membutuhkan satu orang lagi sebagai asisten pribadinya untuk membantu pekerjaannya agar tak terasa berat.
Beberapa tahun belakangan ini Aurora dicap sebagai bos yang suka gonta ganti asisten karena menurutnya kinerja orang orang itu tidak seperti Lukas yang cepat tanggap dan serba bisa. Dion sampai lelah sendiri memilihkan asisten pribadi untuk Aurora. Dia bahkan turun tangan sendiri untuk menyeleksi, tapi apa yang didapat, belum genap sebulan sudah dipecat lagi. Ia frustasi jika kriteria yang diminta Aurora mirip Lukas, mana ada orang seperti itu pikirnya.
Hari ini, Dion dibuat pusing lagi dengan tingkah Aurora yang uring uringan. Baru saja ia sampai kantor langsung mendapat kabar jika pagi ini Aurora lagi lagi memecat asisten pribadinya karena tak sesuai dengan ekspektasinya. Dion diminta untuk segera mencari asisten pengganti, jika tidak dirinya akan dijadikan tumbal oleh Aurora. Yang alamat akan pulang dini hari untuk menyelesaikan dua pekerjaan sekaligus.
Dion hanya menghela nafasnya pelan dan duduk di kursi kebesarannya. Ia memijit pelipisnya lalu mencoba menghubungi Lukas untuk meminta saran darinya.
Dion tersenyum cerah saat mendengar jawaban dari Lukas. Ia langsung menyalakan monitornya untuk mengecek email masuk. Setelah itu ia langsung menuju ruangan Aurora dengan senyum sejuta watt-nya.
"Nona, hari ini saya yang akan menjadi asisten anda. Besok akan ada asisten pengganti. Dia baru bisa kerja esok hari.Tuan Lukas yang merekomendasikan. Saya harap anda cocok kali ini."
"Hem, terserah kamu saja, yang penting bisa kerja seperti Lukas. Kamu mengerti!"
"Hem, tidak perlu. Jangan banyak bicara, sekarang kerjakan tugasmu. Bantu aku menyelesaikan berkas berkas itu. Ingat, kamu tidak boleh pulang jika ini belum selesai!"
Dion menelan ludahnya sendiri, tiga tumpuk file menggunung tinggi berjejer rapi dimeja kerja Aurora. Ia tahu benar berkas apa itu.
"Semangat dion. Hanya untuk hari ini." gumamnya pelan sambil membawa setumpuk berkas lalu dibawa keruangannya.
.
__ADS_1
.
Di sisi lain, Edward yang telah pulih setelah melakukan terapi dengan menghabiskan banyak waktu dan dana kini sudah tiba di tanah air. Bibirnya melengkung keatas melihat Jingmi yang datang menjemputnya.
Wajah tampan Edward telah tertutupi kulit sintetis buatan Kwan yang dipesan Jingmi beberapa tahun yang lalu tersenyum lebar dan memeluk tubuh pria didepannya.
"Apa kabarmu kak Fe." seloroh Edward. Ia tersenyum lebar melihat wajah Jingmi yang begitu mirip dengannya. Ia merasa punya kembaran saat ini.
"Aku baik dude. Bagaimana denganmu?" tanya Jingmi.
"Seperti yang kamu lihat, walau ingatanku belum pulih sepenuhnya tapi setidaknya aku sudah bisa berjalan dan bertarung lagi. Aku berhutang banyak padamu dude. Hal apa yang bisa aku berikan padamu. Katakan, jika aku mampu, aku akan mengabulkannya." ucap Edward berkata tulus.
"Aku akan memintanya jika saat itu tiba. Ayo!"
Keduanya berjalan beriringan dan masuk kedalam mobil. Jingmi membawa Edward ke apartemen miliknya. Dua pria itu akan tinggal bersama untuk menjalankan misi.
.
.
.
__ADS_1
#####