
DHOM
DHOM
DHOM
BLUAR
Ledakan misil terus terdengar bersahut sahutan malam itu. Malam yang harusnya damai dan tenteram seperti biasanya, mendadak riuh begitu Edward memberi kode semua anggota GL untuk menembakkan misil ke arah target.
Drone burung penembak otomatis melayang di udara memantau penyerangan disemua titik koordinat.
Pasukan khusus GL bersama anggota lainnya sedang bersembunyi dari jarak aman memantau pergerakan dan siap melontarkan timah panas jika ada anggota madam Yora yang lolos dari maut.
Five...four...three...two...one
Fire!!
Lagi lagi Edward bersuara lantang memerintahkan anggotanya untuk menembakkan misil kembali.
DHOM
DHOM
BLUAR
DHOM
BLUAR
Langit hitam mendadak berwarna ketika Alex memerintahkan anggotanya di semua titik yang sudah ditentukan untuk menyalakan kembang api besar untuk mengelabuhi warga sipil ketika mendengar dentuman misil.
Selly yang bertugas sebagai operator kendali hanya bisa tersenyum ketika langit mendadak indah sejauh mata memandang.
Northwest-North-Northeast amankan semua target. Pastikan tidak ada yang lolos!
"Yes Sir."
Semua pasukan GL yang telah menyamar seperti gelapnya malam langsung memasang masker gas dan berlari mengintai dari jarak dekat untuk menghabisi musuh yang tersisa.
Tembakan, desingan peluru, jeritan dan lolongan tangisan kematian bercampur ledakan kembang api terus memenuhi sunyinya malam. Edward yang duduk memantau pergerakan di layar monitor berwajah dingin dan tidak ada guratan emosi di dalamnya.
Sedangkan Wolf tersenyum miring saat berhasil mengelabuhi kawan kawannya, ia mengatakan jika suara ledakan itu bukan suara dari misil, melainkan hanya suara pesta kembang api. Ia harap Alex segera menyelesaikan tugasnya dengan baik.
Sementara itu...
Laboratorium pembuatan serum, racun berbahaya milik madam Yora tiba-tiba ribut, riuh tat kala mendengar petugas komando berteriak lantang melalui speaker dari atas gedung untuk segera berlindung dan mengamankan diri ke ruang bawah tanah.
Misil! Todos van al sótano. Rápido!!
BLUAR
Akhhh!!
Jeritan terdengar bersahut sahutan saat sebagian dari mereka terkena ledakan besar itu. Kebakaran hebat pun tak terelakkan. Asap hitam membumbung tinggi, api menyala nyala membakar apa pun disekitarnya.
__ADS_1
Anggota gagak hitam milik madam Yora yang selamat karena berlindung di ruang bawah tanah langsung bersiap membalas serangan dan mencari bantuan. Mereka memasukkan serum berbahaya ke dalam pistol khusus untuk menghabisi penyerang. Sampai saat ini mereka belum tahu siapa dalang di balik peristiwa penyerangan ini.
"Apa yang terjadi! Siapa mereka. Kenapa menyerang kita!"
"Tidak tahu. Cepat hubungi algojo kita. Kita tidak bisa diam disini terus terusan!"
"Estúpido! Tuan Hugo tidak bisa dihubungi. Semua jaringan tiba tiba mati! Bagaimana ini!"
Kepanikan terjadi di ruang bawah tanah laboratorium. Mereka seperti ayam kehilangan induk. Harapan selamat menguap sudah. Mereka tidak tau cara menyelamatkan diri jika misil masih terus dilontarkan. Mereka takut, lama kelamaan bangunan tak kuat menahan getaran dan malah menimbun mereka hidup hidup tanpa bisa berbuat apa-apa. Bagai telur diujung tanduk seperti itulah mereka saat ini.
Ditempat lain,
Gudang penyimpanan senjata milik madam Yora yang berkamuflase sebagai pabrik Bir juga tak luput dari serangan misil. Warga sipil yang sedang menikmati malam mereka tak sengaja terkena imbasnya ledakan.
Keadaan disana sangat kacau. Misil dengan daya ledak menengah itu berhasil menghancurkan bangunan atas dari gedung itu. Sama halnya di laboratorium, ruang bawah tanah masih aman walau manusianya tampak syok ketika mendengar suara kencang ledakan itu.
Diantara mereka mencoba menghubungi markas besar, tapi mereka harus kecewa. Tidak ada sinyal untuk memberi tahu apa yang terjadi pada mereka. Sudah dipastikan ini ulah Selly yang berhasil mengacaukan saluran telepon.
"Amankan semua senjata. Bersiap! Kita akan melakukan aksi balas setelah mereka keluar dari tempat persembunyian!" Seru seorang pria mengomandoi mereka.
"Hoi."
Disisi lain,
Markas besar madam Yora, markas tempat berkumpulnya semua pasukan gagak hitam juga tak kalah ributnya setelah mendengar petugas menara jika ada misil yang bergerak ke arah mereka.
Kepanikan terjadi begitu saja tanpa bisa dicegah.
Semua berdesak desakan masuk ke ruang bawah tanah dan sebagian berlari keluar menghindari gedung.
BLUAR
Hugo yang saat itu baru pulang melakukan transaksi ilegal, terperangah ketika melihat keadaan disekitarnya. Pria itu segera bersembunyi untuk mengamankan diri serta menyelidiki siapa yang sudah berani menyerang mereka.
Ia merogoh ponsel dan segera menghubungi madam Yora. Ia merasa harus segera mengambil tindakan.
"Sial! apa yang terjadi!Sama sekali tidak ada sinyal disini.!" Hugo menyugar rambutnya ke belakang. Frustasi tentu saja, apa lagi ia mendengar desingan peluru yang membabi buta. Pria itu tidak menyangka jika akan ada musuh yang menyerang mereka disaat madam Yora tidak berada di Markas.
Hugo akhirnya memutuskan untuk mundur dan memilih mengamankan usaha ilegal. Ia mempunyai firasat buruk, karena ia tak bisa melakukan panggilan radio anak buahnya. Ia menekan pedal gas dalam dalam, Hugo mengemudikan mobil secepat mungkin. Gudang narkotika adalah tujuan pertamanya.
Di tempat Kimura berada, pria itu sedang mengintai anak buahnya yang sedang menyusup dan memasang banyak peledak disana.
Pekerjaan menyusup adalah pekerjaan mudah buat mereka. Kecepatan lari, ketepatan lompatan dan keahlian bermain pedang tak bisa dianggap remeh, orang orang yang dikirim ayahnya adalah orang orang yang terlatih dan sudah terbiasa menjalankan misi.
Para Yakusa yang melakukan tugas di lapangan tampak berlari mengendap dan melumpuhkan para penjaga.
Kimura sepertinya sudah mewanti wanti agar menutup rapat identitas mereka. Mereka bahkan diharuskan mengenakan pakaian mirip ninja saat beraksi.
Mulanya para Yakusa itu berhasil memasang peledak disemua tempat tanpa di ketahui siapa pun. Patut diakui jika mereka memang bisa bekerja dalam senyap, tapi sebuah kecerobohan mengakibatkan mereka seketika ketahuan karena alarm terdengar nyaring ketika salah satu diantara yakusa itu menginjak ranjau.
TET..TET..TET..
Penyusup!
TET..TET..TET..
__ADS_1
Mereka saling memandang. Kabur adalah solusi utama dan segera meledakkan bangunan itu. Toh ia hanya diperintahkan untuk menghancurkan gudang itu bukan untuk menghabisi semua orang dalam gudang itu.
Pria itu tampak tergesa melepaskan lilitan tali pada sebuah benda dibantu kawannya. Saat mereka akan berlari, sebuah tembakan langsung menyapa mereka berdua. Untung saja tembakan itu tak mengenai keduanya.
DOR
"Berhenti atau aku tembak kepalamu!" ancam salah satu anggota gagak hitam. Pria pria itu menodongkan laras panjang bersama kawan kawannya.
Dua orang Yakusa mengangkat tangannya dan berbalik ke belakang. Matanya awas mengamati anggota lainnya yang sedang memberinya kode.
"Siapa kalian!"
"Penghancur." jawab yakusa itu tersenyum meremehkan.
"Bunuh mereka! jangan biarkan mereka lolos!"
Perkelahian tak terhindarkan. Tak bisa dianggap enteng, kemampuan para yakusa dalam bertarung memang patut diwaspadai.
Kimura dari dalam mobil terus memantau anak buahnya bersama Zen. Dua orang itu terlihat tegang saat menyaksikannya, apalagi waktu terus bergerak mundur.
"Bos. Ini sudah terlalu lama." Zen menyuarakan kegelisahan hatinya.
"Hem. Segera tarik pasukan dan segera pergi dari tempat ini. Cepat jangan membuang waktu!"
Zen langsung menekan earpiece dan memerintahkan anggotanya untuk segera mundur karena waktu mereka tidak banyak. Ia juga mengatakan jika akan melindungi mereka dengan senapan drone milik Brian.
Kimura tersenyum lebar saat anak buahnya sudah mulai keluar dan dilindungi drone burung yang dikendalikan oleh Zen.
Waktu terus bergerak mundur. Kimura memerintahkan supirnya untuk mulai menjalankan mobil. Belum sampai dua ratus meter berjalan, ledakan besar terdengar bersahut sahutan.
DHOM
BLUAR
DHOM
BLUAR
Dalam sekejap mata, gudang narkotika itu terbakar hebat. Kimura tak menyangka akan sebesar itu daya rusak bom milik GL.
"Bos. Kami sudah menyelesaikannya. Anda harus segera pergi dari sini. Saya melihat pergerakan dari arah timur ada banyak mobil militer mendekat kemari!"
"Oke, perintahkan mereka untuk segera mundur. Cepat!"
Hugo melotot tak percaya. Ia baru saja tiba, dan dibuat kaget setengah mati. Bangunan didepannya menyala ditengah gelapnya malam. Kobaran apinya juga sangat besar ditambah dentuman tabung gas dari usaha kamuflase yang belum berhenti bahkan ada yang sampai keluar dan malah membakar sekitarnya. Apalagi ia melihat banyak anak buahnya yang bergulung gulung memadamkan api ditubuhnya.
"Dasar Kera! apa yang sebenarnya terjadi!" Pekik Hugo.
Seseorang yang duduk menatap layar monitor tersenyum tipis melihatnya. Misi hari ini berjalan mulus seperti yang ia harapkan. Ia berharap bisa segera pulang dan menyusun strategi untuk menghabisi sisanya.
"Welcome to Hell, kalian yang memulainya dan kalianlah yang akan mengakhirinya."
.
.
__ADS_1
.
#####