Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
Malam yg indah


__ADS_3

Tepat pukul 9.30 malam, Aurora bersama David sudah keluar dari bandara. Mereka akan pulang kerumah masing masing.


Mereka sudah dijemput anak buah David dengan menaiki dua buah mobil. Aurora duduk dengan gugup sambil memandangi jalanan malam.


Hatinya berdebar debar ingin segera bertemu dengan suaminya. Reaksi terkejut seperti apa yang akan ia lihat dari wajah suaminya. Hatinya harap harap cemas , semoga suaminya belum sampai dirumah lebih dulu. Jam jam segini biasanya, suaminya masih berada dikantor atau di club hanya sekedar mengecek keadaan disana.


Empat puluh lima menit kemudian, Aurora telah sampai di kediaman Admaja. Aurora menyeret koper dan barang barang lainnya. Ia menekan bell dengan gugup.


Ting tong


Bunda Yuli yang kebetulan membukakan pintu rumahnya. Ia tersenyum melihat anak mantunya telah kembali.


"Sayang, kau sudah kembali. Katanya besok baru balik.." ucap bunda Yuli sambil memeluk Aurora dengan sayang.


"Iya, Aurora mau buat kejutan buat Kak Edward." Aurora tersenyum dengan hangat pada bunda Yuli.


"Apa kak Edward sudah pulang..?"


Bunda Yuli tersenyum dan menggeleng, " Mungkin sebentar lagi."


"Baiklah, nanti bunda tahan 30 menit ya, Aurora mau mandi dulu." pinta Aurora


"Baiklah." Bunda yuli tersenyum simpul.


Aurora langsung bergegas keatas sambil menenteng barang barangnya, hatinya tambah berdebar debar,mengingat suaminya akan segera pulang.


"Siapa Bund, tadi ayah dengar bunda sedang bicara dengan seseorang?" tanya Tuan Admaja sambil celingak celinguk mencari sosok yang diajak bicara istrinya.


"Mantu kita. Dia sudah naik keatas, katanya mau memberi kejutan sama si Sulung." ucap Bunda Yuli sambil terkekeh.


"Oh.."


"Yah, nanti Ayah bantu bunda menahan Edward 30 menit dibawah ya. Aurora sedang menyiapkan kejutannya." ucap Bunda Yuli tersenyum sambil membayangkan kejutan seperti apa yang akan menantunya berikan.


"Emang kejutan apa?" Tuan Admaja mengerutkan keningnya.


"Ck ,ayah seperti tak pernah muda saja. Pengen cepat dapat cucu nggak.!! Sudahlah kita duduk disana saja,..!" putus bunda Yuli menggandeng lengan suaminya.


Baru sepuluh menit duduk, mobil Edward sudah sampai di halaman rumahnya.


Tuan Admaja langsung berdehem, agar posisi mereka diketahui oleh anak sulungnya.


"Ehem.."


Edward menoleh,


"Ayah, belum tidur..?" tanya Edward sambil mengerutkan dahinya. Tidak biasanya mereka berdua dijam segini masih di luar kamar.

__ADS_1


"Belum, menunggu kamu pulang. Kemarilah sebentar, ada yang ingin ayah bicarakan.!" ucap Tuan Admaja.


"Besok pagi saja, Edward sudah lelah, mau istirahat. " tolak Edward


"Sebentar saja..!" ucap Tuan Admaja tak mau dibantah.


Edward akhirnya menemani ayah dan bundanya yang sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi.


"Ada apa ayah, ?" tanya Edward yang sudah duduk di kursi sambil melonggarkan simpul dasinya.


"Mandilah di kamar bawah, air dikamarmu tidak bisa menyala, dan dandan yang tampan. Ada seseorang yang akan kita temui. Bunda sudah menyiapkan bajumu disana." ucap Bunda Yuli serius.


"Siapa?, kenapa malam malam begini. Aneh.!! apa orang itu tidak punya pekerjaan lain. Tidak tau ini waktunya istirahat.!" kesal Edward, maunya pulang langsung mandi dan istirahat, ini masih harus menemui tamu.


"Cepatlah, dan jangan membantah.!" ucap Bunda Yuli tak mau dibantah.


"Baiklah,! Baiklah..! Edward patuh..!" putus Edward


Edward berjalan gontai, kekamar tamu.


Diruang tamu, bunda Yuli dan Tuan Admaja cekikikan melihat wajah muram Edward . Mana ada tamu yang datang malam malam begini.


Bunda Yuli mengirimkan pesan kepada Aurora, memberi tau keadaan dibawah. Dia tersenyum melihat balasan dari anak mantunya.


Edward keluar dari kamar tamu dengan tubuh yang lebih segar, tampilannya sudah mau seperti akan diner bersama pasangannya. Dengan kemeja rapi, lengan digulung sesiku, rambut tersisir rapi dengan lumuran pomade, belum parfum wanginya yang mengudara kemana mana. Perfect


Edward duduk di sebelah ayahnya, "Kapan datangnya ayah,..?" tanya Edward sambil melihat jam tangannya.


"Apa..!! Haishh, tau gini Edward langsung tidur.!" kesal Edward


"Ya sudah sana pergi tidur, besok pagi jangan sampai terlambat bangun.!" ucap Tuan Admaja acuh.


"Tidak akan.!"


Edward bangkit berdiri dan pergi kekamarnya. Tuan Admaja dan bunda Yuli tersenyum simpul.


"Ayo bund, kita juga tidak boleh kalah dengan mereka.!" ucap Tuan Admaja merangkul bahu istrinya.


"Mau saingan sama anaknya,..!" Bunda yuli mencubit punggung suaminya gemas.


"Ha ha ha ha..!"


.


.


Sementara dikamar Aurora, Aurora langsung menaruh tas dan barang barangnya dipojokan Almari. Ia segera masuk kamar mandi dan membersihkan dirinya.

__ADS_1


Tidak perlu lama lama mandi, Aurora langsung memberikan make up natural pada wajahnya serta memakai lingeri sexi yang ia beli dari Singapura. Ia menyalakan lilin aroma terapi di tempat tempat tertentu dan memadamkan lampu kamarnya.


Hatinya berdebar debar menunggu suaminya naik kelantai keatas.


Aurora mendengar dengan jelas suara tapak kaki mendekat kearah kamarnya. Hatinya tambah berdebar debar


Ceklek... pintu kamar terbuka.


Edward tertegun melihat kamarnya. Kamarnya tampak remang remang karna hanya ada cahaya lilin yang menerangi serta bau wangi aroma terapi yang tercium olehnya.


Ia belum mengerti dengan keadaan ini, Aurora tampak melangkah seksi mendekati suaminya. Jakun Edward naik turun sambil memandangi wajah cantik istrinya.


Aurora menutup pintu kamar lalu menguncinya.


Ceklek ... ceklek ..


Edward langsung tersadar dari lamunannya. Yang ia lihat adalah nyata didepannya. "Sayang, kamu sudah kembali..." tanya Edward dengan senyum merekah.


"Oh my... aku merindukanmu..!!!" ucap Edward yang langsung memeluk tubuh istrinya, mengecup puncak kepalanya berulang kali.


"Kamu, nakal ya, suruh kabarin kalau mau pulang malah gak kabarin kakak. Kakak terkejut tau, pantas saja tadi bunda suruh aku mandi di bawah. Jadi kamu tamunya. Ah.. aku seneng banget..." Edward kembali menciumi wajah Aurora.


Aurora tersenyum bahagia melihat suaminya kembali. Ia memeluk erat tubuh suaminya, menghirup dalam dalam wangi tubuh suaminya.


"Maaf membuatmu terkejut.."


"Tidak masalah, aku bahagia sayang. I love you." ucap Edward memandang wajah Aurora.


"I love u too."


Edward kemudian langsung memagut bibir Aurora. Mengeluarkan semua rasa rindu dalam hatinya. Ciuman yang begitu lembut, yang melambangkan cinta yang begitu dalam dihati mereka.


Decapan demi decapan mengiringi sunyi malam itu. Tak satupun dari mereka yang mau melepaskan. Tangan Edward mulai nakal dan menyentuh titik-titik sensitif dari Aurora.


Aurora meremas punggung suaminya, hasratnya mulai terpancing bersama permainan suaminya. Kerinduan seminggu mulai tak terbendung, malam ini , ya malam ini mereka berdua menyatukan cinta mereka kembali.


Merajut asa, dan menyalurkan rasa cinta mereka. Malam ini, pertempuran akan terjadi. Edward akan membawa Aurora terbang melayang dan menggapai kebahagian bersama.


Edward sudah tidak sabar, dia terus merangsek maju, mendorong tubuh Aurora. Mengungkung dengan kedua tangannya dan menciumi wajah istrinya. Menanggalkan satu persatu pakaiannya dan bergelung pada selimut yang sama.


Dan terjadilah seperti yang kalian pikirkan. Malam penuh gairah, malam yang panas dan malam yang panjang untuk pasangan baru itu.


.


.


.

__ADS_1


🙈🙈🙈 malu lah , jangan mengintip mereka. Biarkan mereka mengekspresikan cinta mereka. Kalian pasti hubungan LDR-an kalau baru ketemu.


Ha ha ha ha ..


__ADS_2