Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
Pernikahan Diah


__ADS_3

🌺🌺🌺


Nama Ajeng semakin lama semakin di perhitungkan di dunia fashion, ia banyak mendesign berbagai model baju, mulai dari baju sehari-hari hingga baju pesta.


Di tengah namanya yang mulai melejit, ada kabar gembira lainnya, kakak perempuannya akan menikah. Diah yang bekerja di Jakarta telah lulus kuliah dan akan menikah, walaupun Ajeng belum tahu siapa calon kakak iparnya, setidaknya ia bahagia untuk kakaknya.


"Hallo ....!" sebuah nomor tidak di kenal menghubunginya.


"Iya ..., siapa ya?" tanya Ajeng penasaran.


"Dengan mbak Ajeng ya?"


"Iya!"


"Kenalkan saya Dion, saya orang kepercayaan pak Adrian, saya di minta pak Adrian untuk menjemput anda besok!"


"Pak Adrian siapa ya?"


"Calon suami, mbaknya mbak Ajeng!"


"Maksudnya calon suami mbak Diah?"


"Iya!"


"Mbak Diah mau nikah?"


"Iya, saya di minta untuk menjemput mbak Ajeng tanpa sepengetahuan mbak Diah supaya menjadi kejutan!"


"Baiklah saya setuju!"


"Besok saya akan menjemput anda di depan kampus, untuk waktunya saya akan menghubungi anda lagi!"


Setelah mendapat telpon itu, Ajeng pun segera meminta cuti dari tempatnya bekerja, sayang sekali cutinya tidak bisa lama karena ia harus segera menyelesaikan designnya untuk musim ini, yang akan di jadikan ajang pameran busana di Prancis. Sebuah mimpi besar sudah menantinya, ia tidak mau menyia-nyiakan hal itu.


Pagi ini Ajeng mampir dulu ke tempat kerjanya, ia ingin menyetorkan designnya yang sudah jadi sebelum kembali ke kampung halamannya setelah itu ke kampus untuk menunggu jemputan.


Ajeng masih belum memberi jawaban atas perasaan Bara, karena setiap kali ia ingin menjawabnya Bara malah mengulur waktu, ia tidak ingin mendengar penolakan Ajeng, karena ia tahu jika Ajeng belum mencintainya.


Ia tidak pernah mendapat sorot cinta dari mata Ajeng.


"Jeng .....!" Panggil Bara, saat Ajeng sudah akan meninggalkan gedung yang sudah membesarkan namanya itu.


"Iya mas ....!" Ajeng menghentikan langkahnya dan menoleh pada Bara.

__ADS_1


"Aku dengar dari Elsa, kamu mau cuti dua hari, mau ke mana?"


"Kakakku mau menikah, jadi aku harus pulang!"


"Oh ...., Mau aku antar nggak!"


"Nggak usah mas!" tolak Ajeng, ia segera mengibas-kibaskan tangannya.


"Kenapa? Aku senang bisa mengantarmu!" Bara begitu memaksa, ia pikir dengan mengantar Ajeng pulang ia bisa bertemu dengan keluarga Ajeng.


"Sudah ada yang menjemputku!" jawab Ajeng dengan blak-blakan.


"Siapa? Sahabat kamu itu?" Bara mengira yang akan menjemput Ajeng adalah Dika.


"Bukan ......!" ucap Ajeng dengan senyum manisnya.


"Lalu?"


"Orang kepercayaan calon kakak ipar!"


"Padahal aku bisa mengantarmu!"


"Nggak usah lah mas, nggak usah repot-repot ....!"


"Lain kali aja mas, ya udah ya mas, aku sudah terlambat!" Ajeng meninggalkan Bara begitu saja, ia masuk ke dalam angkot yang sedang melintas.


Ia tidak mau terlalu membuat pria itu banyak berharap padanya, jelas ia tidak bisa mencintai pria itu, ada pria lain di hatinya, yang sudah begitu nyaman menetap di dalam sana.


Ajeng menuju ke kampus, ia sengaja datang ke Kampus bukan menunggu di kos-kosan karena selama ini keluarganya tidak ada yang tahu jika Ajeng pindah dari asrama dan tinggal di kos-kosan.


Sesampai di depan kampus, Ajeng sudah menunggu jemputan, Dika yang melihat Ajeng berdiri di depan gembang kampus segera menghampirinya, tapi saat langkahnya belum mencapai Ajeng, sebuah mobil sudah berhenti di depan Ajeng, Dika pun menghentikan langkahnya, ia mengurungkan niatnya untuk menghampiri Ajeng, ia lebih memilih memperhatikan dari jauh.


Seorang pria muda, tampan turun dari mobil itu, Dika tidak mengenal pria itu, buka Bara atau anak kampus. Mobilnya juga terlihat mahal, mewah, pakaian pria itu juga rapi, berjas, sangat berkelas. Dika mengeluarkan ponselnya, mengambil gambar Ajeng dan pria itu. Ajeng birbincang sebentar lalu ikut masuk ke dalam mobil. Mobil pun melaju meninggalkan halaman kampus.


"Siapa lagi pria itu, bang Al pasti tambah panas ...., Urusannya dengan Bara aja belum selesai, sekarang tambah lagi saingannya, katanya mau datang ke sini, tapi mana, nggak berani nongol dia ....!" Gerutu Dika sambil mengirimkan hasil fotonya pada Al.


Ajeng sudah berada di dalam mobil, ia duduk tak nyaman di sana, ia belum mengenal pria yang ada di sampingnya, bahkan calon kakak iparnya saja ia tidak kenal.


"Kenalkan aku Dion!" ucap Dion saat ia menyadari ketidak nyamanan Ajeng.


Tadi sudah bilang ....


"Sudah tahu ya nama aku, maaf ...., Apa ya enaknya, kamu Ajeng kan?"

__ADS_1


Ajeng hanya melirik sebentar, bukankah dia juga sudah tahu kenapa masih tanya, itu yang di pikirkan Ajeng.


"Garing ya tanyanya ....., Sudah kaliah semester berapa?" Akhirnya Dion menemukan topik yang tepat.


"Sudah semester tujuh!"


"Sudah mau lulus ya?" Ajeng pun hanya mengangguk.


"Ajeng pendiam ya?"


Baguslah kalau menganggapmu seperti itu ....


Ajeng berupaya memanipulasi kepribadiannya, tapi sampai kapan ia bisa bertahan ha ha ha ,


setelah berada dalam mobil dengan orang asing yang menurut Ajeng terlalu banyak bicara itu, akhirnya ia sampai juga di rumah.


Kakak perempuan dan keluarganya sudah menunggu, ia bisa melihat sekeren apa calon kakak iparnya itu. Lebih keren dari yang ia bayangkan.


Di tempat lain, Al yang mendapat kiriman foto dari adiknya, akhirnya ia benar-benar memutuskan untuk kembali, ia tidak bisa membiarkan hatinya bertambah kacau, lagian tinggal setengah tahun, bukan waktu yang lama.


Ia punya rencana yang luar biasa, ia pulang bukan untuk menemui Ajeng, ia mendatangi kantor tempat Ajeng bekerja.


Ia melakukan kerja sama dengan pemilik brand tempat Ajeng bekerja, menanamkan modal di sana dan meminta pemiliknya untuk menempatkan dia di posisi yang bisa di segani oleh pria yang bernama Bara.


"Terimakasih Bu, atas kerjasamanya!"


"Tidak pak Al, saya seharusnya yang berterimakasih, pak Al yang sudah memiliki perusahaan besar mau menanamkan modalnya di tempat saya ini!"


"Sama-sama Bu, semoga kerja sama kita akan saling menguntungkan!"


Setelah selesai dengan urusanbya, Al pun segera meninggalkan kantor itu, ia ingin sekali melihat pria itu, tapi hari ini ia tidak beruntung, ia tidak menemukan pria itu, mungkin lain waktu ia bisa menemukannya.


Al kembali melakukan hal gila, ia tidak hanya menjadi guru, kini ia terjun ke dunia fashion, dia yang sangat jauh dari dunianya, ia pemilik perusahan properti terbesar di Jawa dengan berbagai cabang yang tersebar di seluruh penjuru Jawa, dan kini ia masuk dunia fashion demi Ajeng.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


Tri.ani5249


Happy Reading 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2