
Edward dan Aurora sedang berada di Pont des Arts atau jembatan gembok cinta. Edward menuliskan namanya dan Aurora, lalu mengaitkannya pada kawat jembatan.
"Ya Tuhan, kuatkan cinta kami. Jangan pisahkan cinta kami. Satukan hati ini untuk selamanya..." doa Edward dalam hatinya.
"Sayang, ada apa, kenapa dengan wajahmu? Apa kamu lelah, ayo kita duduk disana..!" ucap Edward yang langsung menggandeng tangan Aurora.
"Katakan.. aku tau kau menyembunyikan sesuatu." ujar Edward dengan tatapan menyelidik.
"Tidak ada, aku hanya merasa lelah saja. Tapi aku puas jalan jalan hari ini. Kita bisa mengunjungi banyak tempat romantis dikota ini. Terima kasih sayang,sudah membuatku bahagia,.." ucap Aurora yang merebahkan kepalanya diatas bahu suaminya.
"Sama sama,.."
"Apa besok kita jadi pulang..?" tanya Aurora
"Iya, apa kau keberatan..? kalau keberatan kita bisa tunda kepulangan kita." ucap Edward
"Tidak perlu, kapan kapan kita bisa jalan jalan lagi ditempat yang berbeda. Lagian masih ada besok untuk menyelesaikan jalan jalan kita. Aku ingin mengunjungi Jardin des Tuileries besok pagi. Kita pulang malam bukan..?!"
"Iya,.."
"Kalau begitu bisakah nanti malam kita makan malam berdua di atas kapal layar sepanjang sungai Siene sayang..,." tanya Aurora
"Tentu saja bisa. Baiklah aku akan pesankan dulu untukmu." ucap Edward
"Thank you baby.."
"Apapun untukmu sayang.." ucap Edward dengan senyumnya.
"Baiklah kita nikmati waktu kita hari ini sebelum sibuk dengan tumpukan berkas berkas. Jika waktu bisa aku hentikan, aku ingin selalu seperti ini,bermanja denganmu sayang. Kak.., setelah pulang nanti, aku ada perjalanan bisnis keluar negeri. Apa kau mengizinkan?" tanya Aurora
"Hah..baru pulang pergi lagi!? Berapa lama? Gimana denganku..?" Edward menghujani banyak pertanyaan.
"Seminggu. Aku mungkin akan pergi bersama David."
"Ke negara mana?"
"Singapura, Filipina dan Vietnam. Perusahaan sedang butuh banyak aliran dana, entah mengapa akhir akhir ini banyak sekali masalah, masalah satu selesai, muncul masalah baru lainnya, tadi saja Kak Andi menghubungiku kalau ada sedikit masalah diperusahaan." ucap Aurora
"Masalah apa? mungkin aku bisa bantu."
" Menurut Kak Andi ada yang sengaja menyabotase pengiriman bahan ke luar negeri, perusahaan mengalami kerugian tiga puluh satu miliar hari ini. Aku belum mengetahui detailnya. Tapi team khusus sedang menyelidikinya."
"Kau bisa memakai uangku dulu untuk menutup kerugian perusahaan sayang," ucap Edward menawarkan diri.
"Terima kasih atas tawarannya,tapi maaf aku tidak bisa menggunakan uangmu. Uangmu bukan untuk masalah pribadiku. Kecuali ada hitam diatas putih, aku tidak akan memanfaatkan kekayaan suamiku kecuali untuk masalah bersama. Tenanglah sudah ada investor yang akan menanamkan sahamnya di perusahaan dalam jumlah besar, aku bisa mengatasinya. Aku kan wanita kuat, wanita hebat. Doakan aku ya sayang.." ucap Aurora
"Pasti aku akan selalu mendoakanmu,tapi ingat...jangan ragu untuk minta bantuan dariku. Aku ini suamimu bukan orang lain. Dan satu lagi, mulai sekarang uang yang aku dapatkan selama aku bekerja adalah hakmu, jadi simpanlah uangmu dan gunakan uangku. Apa kau mengerti." tegas Edward
"Baiklah, kau memang suami yang terbaik." tutur Aurora dengan senyum siputnya.
.
__ADS_1
.
.
Berbeda dengan Amel, hari ini Amel memaksa Lukas untuk ikut dirinya jalan jalan mengelilingi
Avenue Montaigne.
Avenue Montaigne adalah pusat utama barang-barang fashion dan mewah Paris, karena berfungsi sebagai rumah bagi semua toko pakaian Haute Couture internasional yang terkenal di dunia termasuk Christian Dior, salon Ungaro dan toko ritel siap pakai seperti Chanel, Valentino, Nina Ricci, Giorgio Armani, Louis Vuitton, Céline, Chloé, Dolce & Gabbana, Thierry Mugler, Roberto Cavalli, Prada, Hermès, Saint Laurent Paris, Ferragamo, Akris, Ralph Lauren , dan masih banyak lagi.
Wajah Lukas tampak muram mengikuti dibelakang tubuh Amel. Berkali kali ia menghela nafasnya untuk meredam emosinya, ia sangat kesal jika diajak berbelanja seorang wanita. Sudah sedari tadi berkeliling tapi tak satupun yang dibelinya, malah kembali lagi ketempat semula.
"Amel,..!! Apa yang kau cari. Kenapa dari tadi hanya mutar mutar.!" sewot Lukas sambil berkacak pinggang
Amel berbalik badan dan merangkul lengan Lukas, "Diamlah Kak, bantuin Amel cari oleh-oleh untuk my boyfriend ."
" Hah...untuk apa membelikannya, dia kan tidak ada di Australia?''
"Dia akan mengunjungiku saat aku kembali kesana. Bagaimana kalau aku membelikan cincin couple yang bisa menyala saat didekatkan?" tanya Amel.
"No..! ingat kamu itu cewek, gak pantes kasih hadiah cincin sama pacarmu. Jadi cewek harus punya harga diri. Atau kamu mau aku adukan ke kakakmu..!" Kesal Lukas.
"Jadi sedari tadi muter keliling hanya untuk mencari oleh oleh bocah tengik itu. Cih yang benar saja.." batin Lukas menggerutu
"Yahh tapi aku ingin beli itu, itu indah sekali Kak, coba deh kakak lihat. Di tempat kita belum ada yang jual seperti itu." protes Amel
"Kalau kamu ingin biar kakak yang beli, tapi pasangannya buat kakak. Gimana?" ujar Lukas memberi penawaran.
"Tapi aku ingin couple an sama dia.." Amel menyebikkan bibir bawahnya.
" Kakak...!!Stop.. stop.. stop..!! baik baiklah aku mau, daripada aku ntar malam terbawa mimpi. Menyesal kemudian jika aku tak jadi membelinya." ucap Amel pasrah
"Baiklah kita kembali kesana."
Mereka berbicara dalam bahasa Inggris,
"Lihat cincin itu mbak..." ujar Amel yang menunjuk sepasang cincin dari atas etalase.
Pegawai toko pun mengambilkan yang ditunjuk Amel.
"Ini emas putih, 24 karat, ada tambahan batu mulianya, bisa menyala saat didekatkan, cocok untuk kalian berdua." ucap pegawai toko dengan senyum ramahnya.
"Berapa harganya mbak..?" tanya Amel
" $2000"
"Wow, lumayan..kakak ini mahal, tak jadi beli tak apalah." ucap Amel lesu
"Hei, Ayahmu bisa membelikanmu lebih dari ini. Uang segitu tidak ada harganya bagi mereka." ucap Lukas
"Aku tau, tapi aku tidak mau boros untuk membeli barang barang mewah. Karena aku tau, aku belum bisa bekerja. Walaupun Ayah sering mentrasferku dalam jumlah banyak, tapi aku jarang membelanjakannya. Kasihan mereka yang kerja keras, aku yang menikmatinya. Aku tau tiap malam Ayah masih sibuk dengan pekerjaannya. Ya walaupun sudah ada kak Edward yang menggantikannya." tutur Amel sedih.
__ADS_1
"Bungkus saja mbak, ini kartu pembayarannya." ucap Lukas memberikan kartu debitnya.
"Atas nama siapa Kak..?" tanya pegawai toko itu.
"Lukas dan Amelia." Jawab Lukas.
"Mohon tunggu sebentar. Silahkan duduk dulu."
Lukas dan Amel duduk disofa sembari menunggu cincinnya dikemas.
"Ini ambillah Kak Lukas." Amel menyerahkan 17 lembar euro seratusan pada Lukas.
"Simpanlah, Kak Lukas yang membelikannya untukmu. Tapi harus dipakai. Katanya kamu tidak mau boros?" canda Lukas
Amel memanyunkan bibirnya. Dalam hati ia bersorak kemenangan. Kapan lagi bisa dibeliin Kak Lukas, cowok dingin yang tak suka shoping. Hahaha asyik..
Tak lama kemudian pegawai toko membawa satu kotak beludru bentuk hati warna biru lengkap dengan surat suratnya.
"Silahkan Kak, bisa minta satu fotonya saat memakai cincin ini?" tanya pegawai itu.
"Boleh, tapi jangan dijual foto kami ya Mbak. Kami berdua artis lho di negara kami." canda Amel.
"Wow, benarkah..!"
"Tentu saja bohong.!" ucap Amel dengan senyum tengilnya.
Wajah pegawai itu mendadak pias, senyum lebarnya mendadak hilang seketika.
"Maafkan pacar saya, dia memang suka becanda." tutur Lukas
"Eh iya Tuan, saya baik baik saja."
Lukas pun menyematkan cincin itu ke jari manis Amel. Cincinnya tampak pas melingkar dijari putih Amel. "Cantik, secantik orangnya" gumam Lukas dengan senyum siputnya.
Amel juga menyematkan cincin itu dijari manis Lukas, "Semoga kakak segera mendapat jodoh dan segera menikah. Doa terbaik untukmu Kak." ucap Amel dalam hati.
Kemudian mereka difoto dengan menunjukkan cincin dijari kirinya.
"Terima kasih Tuan,Nona.., semoga berjodoh sampai pernikahan." doa pegawai wanita itu.
"Terima kasih." ucap Lukas
Amel memandangi cincinnya dengan mata berbinar.
"Wah lihatlah Kak, cincinnya menyala, ini sangat indah..!" seru Amel
Lukas tersenyum dan mengacak rambut Amel. "Ayo kita lanjutkan belanjamu, hari sudah hampir malam, kita harus kembali sebelum acara makan malam."
"Baiklah Kak.."
.
__ADS_1
.
Bersambung...🧡💛💚