Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
Doa Al


__ADS_3

Melihat Ajeng tak juga sadar, Al pun melepaskan tangan Ajeng perlahan. ia bangun dari duduknya. Melihat sekeliling tidak menemukan mamanya.


Al menghapus air matanya, ia pun memutuskan untuk keluar mencari mamanya. Ternyata wanita paruh baya itu duduk sendiri di kursi tunggu dengan wajah murungnya.


Melihat Al keluar dari ruangan, mama Renna segera berdiri.


"Al ...., kamu baik-baik saja?" tanya mama Renna begitu khawatir saat melihat wajah pucat putranya.


Al memegangi dadanya yang terasa nyeri, ia memilih duduk di samping mamanya, menyambut tangan mamanya dengan air mata.


"Maafin Al, ma ....!"


"Istirahatlah nak minum obatmu!, biar mama yang jaga Ajeng!" mama Renna mengambil secup kecil obat dari dalam tasnya dan menyerahkan kepada Al.


"Minumlah ....!"


"Terimakasih ma ....!" Al pun mengambil sebutir obat dari dalam cup bening kecil itu dan menelannya bersama seteguk air.


Al memejamkan matanya menyandarkan punggungnya di diding di belakangnya, mengatur nafasnya agar kembali stabil.


"Tolong jagain Ajeng ya ma!" ucap Al setelah beberapa saat.


"Iya ...., tapi kamu mau kemana sayang?"


"Al ke mushola dulu, sholat isya'!"


"Baiklah ...., jangan lama-lama!"

__ADS_1


Al pun segera berdiri dan meninggalkan mamanya, ia menyusuri lorong dengan langkah lemahnya. Hingga langkahnya terhenti di sebuah bangunan yang terpisah dengan bangunan lainnya. Cukup besar dan menonjol dengan taman kecil yang menghiasi halamannya.


Al melepas sepatunya dan memutari mushola itu, mencari tempat wudhu. Mushola sudah tampak sepi karena sudah malam.


Percikan air mulai mengenai wajah dan anggota wudhu nya yang lain, kesegaran mengalir di sekujur tubuhnya. Ketenangan batinnya mulai tercipta.


Dengan khusuk ia mulai sholat, mengalunkan asma-asma Allah di dalamnya. Air matanya tak juga berhenti sepanjang sholat.


"Assalamualaikum warahmatullah"


"Assalamualaikum warahmatullah"


Al mengakhiri sholatnya dengan salam.


"Ya Allah, ya Robb yang maha pemberi kehidupan, hamba tidka tahu apa rencana indah yang ingin Engkau tunjukkan pada hamba, hamba-Mu ini terlalu rendah untuk bisa mengerti kasih-Mu.


Ya Allah, ya Rabb ..., hamba ikhlas ... , hamba berserah diri pada-Mu, atas nyawa yang telah Engkau berikan pada hamba, dan jika Engkau akan mengambilnya, itu hak-Mu ya Allah ....


Ya Allah, ya Rabb ...., hamba salah, hamba tahu karena mencintai makluk-Mu begitu dalam hingga aku lupa cara melepaskannya ...


Ya Allah, ya Rabb ..., hamba benar tidak mengerti rencana-Mu dengan mengirimkan malaikat kecil di dalam kehidupan kami, hamba senang ya Allah ...., tapi hamba juga takut ya Allah, hamba takut lebih berat lagi melepaskan mereka ...


Ya Allah, ya Rabb ...., hamba meminta kelapangan dari-Mu, karena Engkau lah pemilik segala kehidupan . ..


Rabbana atina fi dun'ya khasanah, wa fil akhirati khasanah wa kinna azabbanar, walkhamdulillahi robbil alamin"


Al mengakhiri do'anya dengan mendoakan keselamatan dunia dan akhirat.

__ADS_1


Ingatannya masih begitu kuat pada ucapan dokter beberapa bulan yang lalu. Ia kira sakitnya tidak akan parah, tapi dugaannya salah, Allah memberikan peringatan padanya dengan penyakitnya.


Flaskback on


Semenjak SMA Al sudah di vonis mengalami kebocoran jantung, sebenarnya saat itu tidak parah, masih bisa di tahan dengan selalu meminum obat.


Hingga sakitnya tidak pernah lagi kambuh, dulu ia tidak pernah memiliki keberanian mendekati gadis pujaannya karena penyakitnya, tapi saat oleh dokter di nyatakan sudah tidak berpotensi untuk parah, mungkin hanya akan terasa saat terlalu kelelahan saja, Al mulai mencari cintanya lagi, yaitu Ajeng.


Walaupun tidak ada potensi parah, dokter tetap menyarankan untuk melakukan cangkok jantung ,sambil menunggu pendonor jantung, ia tidak pernah berhenti berobat. Ada keinginan besar baginya untuk sembuh karena kekuatan cintanya untuk Ajeng.


Hingga satu tahun yang lalu, Al tiba-tiba saja tidak sadarkan diri, papa Adi melarikan Al ke rumah sakit. Dan ternyata penyakitnya bertambah parah, dokter menyarankan untuk tetap melakukan pencangkokan, tapi Al masih menolaknya karena urusannya dengan Ajeng belum selesai.


Akhirnya Al memutuskan untuk menemui Ajeng di Malang dengan masuk ke perusahan tempat Ajeng bekerja. Melihat kedekatan Ajeng dengan Bara, ada rasa tidak rela. Al pun memutuskan untuk menikahi Ajeng saat itu juga.


Ia merasa sudah cukup baginya bisa menjadi imam untuk Ajeng sebentar saja, tapi rasa cintanya membuatnya menginginkan lebih dari itu. Membuatnya semakin berat untuk melepaskan Ajeng.


Waktu terus berlalu begitu cepat, waktu pun menuntutnya untuk terus membahagiakan istrinya seakan tidak pernah cukup. Hingga beberapa bulan yang lalu dokter mengatakan kalau jantungnya tidak bisa lagi bekerja dengan selayaknya, ia harus segera melakukan transplantasi jantung dengan segala resikonya.


Al pun memilih tetap dengan jantungnya dan memastikan jika Ajeng akan baik-baik saja walaupun tanpa dirinya.


Flaskback on


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰😘😘


__ADS_2