Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
Pembicaraan


__ADS_3

Keesokan harinya, berita runtuhnya mansion megah itu telah terdengar sampai ketelinga Tuan Kimura. Ia marah besar pada asistennya saat mengetahui kebenarannya jika itu karena ulah Vivian alias Viona.


Wajahnya merah padam, ia mengeraskan rahangnya, nafasnya menderu, tangannya mengepal erat dan vas bunga yang tidak punya salah apa-apa pun jadi sasaran amukannya.


PRANG


"Brengsek!! Dasar Ja lang ,murahan!! Lalu kemana perginya wanita itu!" seru Tuan Kim berkacak pinggang.


"Dari laporan, dia dibawa anggota GL Bos. Apa kita perlu membebaskannya bos?" tanya asisten Yudha .


"Ck. Membebaskannya!? Apa aku tidak salah dengar! Biarkan saja!!. Biar dia tau rasa karena tidak mengindahkan peringatanku! Sialan gara gara wanita itu aku kehilangan banyak anggota dan uangku." frustasi Kimura.


"Bagaimana jika wanita itu hamil anakmu Bos. Apa anda juga tak akan menyelamatkannya." celetuk Yudha tanpa berdosa.


" Ck. Jangan menambah beban pikiranku !"


"Anda yang bilang sendiri jika malam itu Anda lupa memakai pengaman. Mungkin saja sekarang wanita Anda tengah mengandung." jawab Yudha sekenanya.


"Kenapa kau malah memikirkan janin yang belum jelas! Apa yang kau pikirkan! Apa kau mulai menyesali perbuatanmu dulu!" sentak Kimura.


"Maaf Bos, tapi kita memang harus segera kembali. Saya khawatir dengan Perusahaan, bagaimana jika mereka menyerang Perusahaan kita."


"Haaaaghh... sial! sial! sial!!! Semua ini karena kita berurusan dengan wanita itu.Okey turunkan pasukan kita. Kau urus semua visa dan paspornya. Malam ini juga kita kembali. Aku akan meminta ijin ayahku dulu. Kau urus semua keperluannya.!"


"Baik Bos."


.


.

__ADS_1


Di markas GL


"Aku ada tugas untukmu!" Alex menatap serius Lukas dan Beni bergantian.


"Katakan!" sahut Beni. Sedangkan Lukas masih diam menyimak. Ia masih sebal pada Alex karena ia gagal ikut misi.


"Kalian hasut para pemegang saham untuk menarik sahamnya dari perusahaan Kimura, kalian bisa menarik mereka ke perusahaan kalian."


"Aku tidak bisa!" jawab cepat Lukas


"Itu bukan perusahaanku. Aku bisa saja menghasut mereka, tapi untuk memasukkan mereka kedalam jajaran kami, maaf aku menolak. Tuan Admaja dan nona Aurora yang berhak memutuskan. Apa kata orang nanti, baru saja berduka, kita malah menjual saham. Kau jangan gila!" Lukas menggelengkan kepala sambil mengangkat kedua tangannya.


"Biar aku saja." sanggah Beni santai.


"Okey, aku percayakan masalah ini denganmu. Lakukan secepatnya." ucap Alex dengan senyum terkembang.


"Sudahlah , aku balik saja jika tidak ada yang ingin dibahas lagi." Lukas berdiri dan memasukkan ponsel dalam kantong jasnya.


"Hei, mau kemana!" Seru Beni


"Maaf, aku orang sibuk. Aku ada urusan lain. Kalian selesaikan urusan disini. Ingat jangan buat mati wanita itu." Setelah mengatakan itu, Lukas keluar dari ruang kerja Alex. Ia tak lagi mendengar seruan dari kedua temannya itu.


"Lalu apa rencanamu. Aku tidak bisa tinggal disini terlalu lama. Aku harus kembali ke Jerman setelah pekerjaanku disini selesai." tanya Beni pada Alex.


"Tentu saja membuat pertunjukan yang menarik. Dendam antara Edward dan wanita murahan itu harus segera aku akhiri."


"Jangan memfokuskan pada Kimura, Darius dan Viona. Maaf jika analisaku keliru. Sebenarnya menurutku tiga orang itu bukan tokoh antagonis yang sesungguhnya. Mereka hanyalah sebagian dari mereka yang memanfaatkan keadaan ini. Ada yang lebih jahat dari mereka bertiga. Dan dia pasti punya kekuatan besar, entah orang itu pembunuh bayaran ataupun gangster." kata Beni.


"Aku tau itu. Sebelum kita mencari tikus besar, kita harus membereskan tikus kecil dulu. Mereka bertiga harus dihukum atas tindak kejahatannya pada kami selama ini. Kamu tidak tau seberapa liciknya Kimura. Pria itu berambisi ingin menguasai pasar di negeri ini dengan cara instan. Menghalalkan segala cara, termasuk menumbalkan dendam Viona pada kami untuk mengaburkan motif mereka, mereka mengirimkan banyak penyusup ke markas GL dan perusahaan Edward, untuk memata matai pergerakan kami, Mereka mencuri data perusahaan hanya untuk bersaing dengan Edward. Untung saja Edward masih berbaik hati, Edward tidak meminta kami untuk menghabisi semua penyusup itu. Dan masih banyak tindak kejahatan yang dia lakukan, termasuk viralnya video syur yang merusak reputasi Edward saat itu, pencucian uang perusahaan cabang yang dilakukan anak buahnya serta penyabotasean di perusahaan milik Aurora yang juga merugikan puluhan milyar, belum lagi kebusukan kebusukan lainnya pada perusahaan kecil lainnya, mungkin juga pria itu yang bertanggung jawab atas gulingnya perusahaan milik keluarga Kiran dan Selly waktu lalu, sayangnya kami tidak memiliki bukti kuat untuk itu."

__ADS_1


"Viona, wanita licik dan berambisi , wanita murahan, tidak tau diri, ia terobsesi pada Edward sejak jaman kuliah di London, ia juga menghalalkan segala cara untuk menjebak Edward waktu itu. Ia memberikan obat perangsang pada Edward, dan terakhir wanita itu menyuntikkan racun kedalam tubuh Edward hingga Edward menghembuskan nafas terakhirnya. Aku harus menghukum apa wanita itu agar tak membuat ulah lagi selain kematiannya."


"Dan Darius, kau tau benar kejahatannya. Dia yang sengaja membuat kecelakaan itu terjadi. Kau tidak tau betapa mengerikannya saat itu. Bahkan membayangkannya saja aku tak sanggup. Rasanya aku ingin sekali membunuhnya saat itu juga. Lagi lagi alasannya karena dendam. Dia menganggap bahwa kita yang menghabisi wanitanya, padahal wanita murahan itu sedang bersama pria lain dengan wajah yang berbeda.Kasian sekali pria malang itu, mencintai wanita yang salah. Dan kau tau, siapa yang dicintainya, Viona." Alex tersenyum getir.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan pada ketiga orang itu?" tanya Beni


"Membuat mereka menyesali karena sudah mengusik kami. Aku akan segera mendeportasi Kimura dari negara ini dan menjatuhkan perusahaannya, tak akan ku biarkan perusahaannya berdiri di negara ini lagi."


"Kenapa kau tidak memenjarakan pria itu sama seperti Viona dan Darius? Kenapa kau malah membebaskannya diluar sana? Bagaimana jika mereka malah menyerang balik kita!"


"Dendam ini tidak akan pernah berakhir jika aku menghabisi pria itu. Kau jangan melupakan dari klan mana pria itu berasal. Para yakusa itu sangat berbahaya, bahkan jumlah mereka sangat banyak. Pak tua itu pasti tidak akan tinggal diam karena Kimura anak satu satunya. Sayang sekali, punya anak seperti Kimura, Tamak dan gila harta, padahal kekayaan pak tua itu sangat banyak, masih saja kurang dan berbuat culas sana sini. Dan jangan lupakan, aku masih punya tanggung jawab untuk melindungi tiga penerus Edward, Brian , Al dan El. Aku tak mau ambil resiko. Menjauhkan mereka lebih baik daripada membuat kita dalam masalah besar. Setidaknya sampai Al dan El bisa melindungi dirinya."


"Kenapa, apa kamu minder menghadapi para yakusa itu? Kita punya GL, DQ dan BC, mudah saja menghadapi mereka walau kita bertandang ke rumahnya. Kita bahkan dengan mudah melenyapkan klan itu tanpa jejak." tanya Beni.


"Tidak semudah itu, Edward berteman baik dengan pak tua itu. Edward punya perjanjian dengannya agar tak saling menyerang."


"What!!! kenapa aku baru tau!" pekik Beni.


"Lalu, bagaimana denganmu yang menghabisi anak buahnya dengan sadis kemarin? Apa tidak menimbulkan masalah dengannya!"


Alex tersenyum tipis, "Mereka bukan yakusa milik pak tua itu. Mereka adalah para preman, penjahat bayaran yang sengaja mereka didik dan mereka latih untuk dijadikan anggota Kimura, hanya ada beberapa orang saja dari mereka anggota Yakusa pak tua itu termasuk asistennya. "


.


.


.


####

__ADS_1


__ADS_2