Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
Siasat permainan Madam Yora


__ADS_3

Darion sejenak memikirkan adiknya. Ia merasa bodoh dan terlambat saat ini. Ia mengutuki dirinya sendiri, kenapa dulu tidak ikut menyelidiki kasus kematian adiknya hingga keadaannya dimanfaatkan orang lain. Lalu sekarang dirinya bisa apa? Jika wanita licik itu mendatanginya, berarti mau tak mau dia harus mau bekerja sama dengannya.


Darion melirik Lauren yang sibuk dengan macbook, dan tidak merasa terganggu dengan keadaan di sekitarnya. Ia jadi berpikir apa wanita itu salah satu tim IT milik madam Yora, tapi jika dilihat seksama, entah mengapa dirinya merasa tidak asing dengan wajah Lauren, padahal ini pertemuan pertamanya.


Apa yang harus aku lakukan?


Darion masih terus berpikir. Pria itu masih memikirkan dampak seperti apa yang akan di terima jika bekerja sama dengan wanita licik itu, musuh mana yang akan diusik madam Yora di negara ini. Ia sebenarnya ingin menolak dengan tegas, tapi adiknya juga penting, ia juga ingin tau keadaan dan keberadaannya selama ini. Akan tetapi, jika dirinya ikut campur dengan masalah wanita itu, ia pasti juga akan terlibat didalamnya. Kalau musuhnya orang recehan mah bukan hal sulit baginya, tapi bagaimana jika musuhnya sekelas Golden Leon. Sudah dipastikan hari ini hari terakhir menghirup oksigen dengan baik. Baru memikirkan sudah membuatnya sesak.


"Bagaimana? Ingat! aku bukan orang penyabar Darion! Aku bisa saja membunuhmu saat ini juga karena kau membuatku kesal!" ujar madam Yora yang membuyarkan semua pemikiran Darion.


"Oke, kita bekerja sama, tunjukkan dimana keberadaan Darius jika dia memang benar masih hidup! Dan untuk seratus kilo mariyuana, aku minta satu wanita itu untukku sebagai imbalannya!" Darion menunjuk Lauren.


Madam Yora memicingkan matanya.


Lauren yang merasa di pandangi, menghentikan sejenak aktivitasnya. Wanita itu menatap Darion dengan pandangan tidak suka.


"Aku ingin dia menjadi milikku!" tegas Darion sekali lagi.


Apa pria itu sudah gila. Kenapa melibatkan aku! batin Lauren menatap madam Yora dengan pandangan memelas. Bagaimana bisa dirinya ditumbalkan untuk permainan mereka.


"Kenapa memintanya, masih ada Roxi!" ujar madam Yora yang membuat si empu membulatkan matanya.


Sial!


Roxi mendelik ke arah Darion. Jangan sampai ia yang harus menjadi barang pertukaran ini. Memangnya dia pikir apaan.


Darion tersenyum menyeringai.


"Tidak mau! aku mau dia!" tegas Darion sekali lagi.


Sial! ini benar-benar sial! harga diriku sama dengan seratus kilo barang haram itu!


Lauren terus mengumpati Darion.


"Oke, tapi setelah misi ini selesai!" jawab madam Yora melirik Lauren dan mengedipkan sebelah matanya. Entah apa maksudnya, tapi Lauren tetap mengangguk kecil.


"Sekarang katakan dimana keberadaan Darius!" Darion terlihat tidak keberatan dengan permintaan madam Yora, lagi pula jika Lauren tidak bersamanya, ia juga tidak akan dengan mudah memberikan barang itu.

__ADS_1


Lauren segera menurunkan macbooknya begitu madam yora memberinya perintah untuk membuka file tentang Darius. Wanita itu memutar video dan memberikannya pada Darion.


Madam Yora tersenyum menyeringai. Entah apa yang dipikirkan oleh wanita itu.


Darion tampak terbelalak tak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Tidak mungkin! Pasti ini salah! Tidak mungkin Darius bersama anggota GL! Apa kesalahannya hingga harus dalam posisi yang mengerikan seperti itu. Jika begini, bagaimana ia harus membebaskan adiknya? Ia jadi pesimis karena tahu siapa yang harus dihadapi.


Bagaimana ini! apa aku mundur saja? ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kekuatanku juga tak sehebat mereka.


"Apa yang harus aku lakukan untuk membebaskan Darius! Anda tau jika anak buahku juga tidak sebanyak mereka jika kau menyuruhku menghabisi mereka!"


Madam Yora bertepuk tangan.


"Itu yang sudah aku tunggu sedari tadi! Harusnya kau mengatakannya sedari awal agar pembicaraan kita tidak berbelit belit. Ternyata kamu orang yang sadar diri. Aku salut padamu!" ujar madam Yora terdengar datar.


"Jika memang begitu, kenapa kau memilihku menjadi patner kerjamu. Apa yang kau inginkan dari kelompok kami! Apa kehancuran kami!" ujar Darion dengan nada dinginnya.


Tentu saja bodoh! Aku akan menumbalkan kelompokmu untuk kepentingan pribadiku! Memangnya apalagi! batin madam Yora, mana mungkin ia mengatakan yang sebenarnya.


"Bukan seperti itu Darion, kau terlalu cetek dalam menilaiku. Aku tak sejahat itu dan kau terlalu mempercayai rumor jelek tentangku. Sebenarnya Darius masih memiliki hutang padaku, jika aku tidak membantu membebaskannya, bagaimana adikmu itu membayarnya. Kau tau berapa hutangnya? Kau pasti tidak akan percaya. Atau kau ingin mengganti hutangnya padaku. Berikan aku tiga juta dolar untuk melunasinya." bohong madam Yora.


Darion terbelalak kaget. Mana bisa seperti itu, lagi pula untuk apa Darius meminjam uang segitu banyaknya. Pasti wanita ini berbohong!


Lauren segera mengangsurkan macbook ke hadapan Darion. Baru sejam bertemu madam Yora, berkali-kali ia dibuat kaget wanita itu, bagaimana jika harus bekerja sama dengannya. Kenyataan ini tiba-tiba membuatnya serangan jantung.


"Darion, aku bukan orang yang jahat, yang akan mengumpankan patner kerjaku begitu saja. Aku tau jika anak buahmu tidak bisa menggempur habis-habisan markas mereka karena kalian bukan kelompok mafia seperti mereka, tapi anak buahmu cukup mampu untuk melumpuhkan sebagian dari mereka. Kita buat strategi!" ujar madam Yora serius.


"Strategi?" beo Darion.


Madam Yora mengangguk.


Sebaiknya jangan mengikutinya Darion bodoh! Kau tidak akan bisa keluar dari jerat liciknya jika kau sudah terperangkap di dalamnya. Instingmu sudah bagus, tapi kenapa kau masih saja bodoh Darion. Kau lagi lagi memuluskan rencananya! Batin Hugo yang hanya bisa berkomentar dalam hati.


"Strategi seperti apa!"


"Aku harap kau tidak sebodoh adikmu! Jika kau melakukan hal bodoh! aku tidak bertanggung jawab jika sampai kau tertangkap dan aku akan menguasai bisnismu untuk membayar hutang Darius. Kau mengerti! Jadi kau harus berhati hati!"


Darion mengangguk ragu.

__ADS_1


"Hari ini dua orang penting dalam kelompok itu masih berada di Jepang."


"Apa mereka yang menghancurkan para Yakusa?" tanya Darion cepat. Tiba-tiba ia terpikir tentang kelompok itu, bagaimana pun ia pernah bekerja sama dengan Kimura sebelum pria itu tiba-tiba menghilang dari negara ini.


Madam Yora menyeringai.


"Benar, mereka yang melakukannya! tapi sepertinya mereka beralibi menjadi korbannya. Mereka memang orang yang licik! Tidak bapaknya, tidak anaknya sama saja. Mereka pintar membolak balikan fakta! sama yang seperti kasus Darius! Dia juga dituduh atas peristiwa kecelakaan Edward! Padahal Darius hanya aku minta mengelabuhi anggota GL agar barang barang ku bisa masuk lewat jalur darat dengan menggunakan muatan bahan bangunan milik perusahaan pengembang. Tak kusangka mereka malah kecelakaan di ruas jalan itu."


"Benarkah?" Darion tampak tak percaya.


"Ya."


Darion berpikir sejenak. Kecelakaan waktu lalu memang berhubungan dengan truk bermuatan besar yang mengangkut barang bangunan, Darius juga terlibat didalamnya. Ini kecelakaan di sengaja atau bagaimana? Ia menyangsikan kejadian itu.


"Jadi apa yang harus aku lakukan untuk membebaskan Darius!" Darion tidak mengerti kenapa madam Yora membuatnya bingung dengan mengungkapkan banyak opini tidak masuk akal kepadanya.


"Kita akan melakukan pertukaran! Kamu harus bisa menculik dua anak orang itu dan aku akan membuat sibuk siapapun yang menjaga anak itu! Aku akan membantumu dari belakang!"


Darion membesarkan matanya. Bagaimana bisa!


"Bagaimana jika,..."


"Tidak ada kata gagal dalam kamusku! Hugo akan membantumu! Pertama kamu harus menculik anak Alex terlebih dahulu, dia paling sedikit penjagaannya! Setelah itu baru anak wanita itu! Kau mengerti! Ini bukan tugas yang sulit jika kamu tidak bertindak ceroboh!"


Jika bukan tugas sulit kenapa meminta bantuannya, harusnya melakukannya sendiri bukan? Tunggu kenapa harus ada banyak anak yang terlibat? bukankah menculik satu saja sudah cukup untuk membebaskan Darius? Aneh. Darion hanya bisa berkata kata dalam hati. Ia belum bisa menebak arah permainan madam Yora.


"Jadi kapan aku harus melakukannya!" tanya Darion.


"Malam ini! malam ini kamu harus mengeksekusi anak Alex dan Aurora! Bawa anak itu ke tempat yang sudah aku siapkan! Ingat! jangan sampai gagal! jika gagal, maka taruhannya nyawamu sendiri, kau akan ditembak ditempat oleh mereka!"


Darion mengangguk kecil. Dalam hatinya ia sangat keberatan melakukannya, tapi demi kebebasan adiknya, ia harus menempuh resiko besar yang akan ia ingat sepanjang sejarah hidupnya.


Darius, kenapa kau harus berhubungan dengan mereka? Aku dalam masalah besar karena ulahmu!


.


.

__ADS_1


.


######


__ADS_2