
Kali ini ada yang berbeda, Ajeng dan
Dika tidak pulang sendiri, ada papa Adi bersama mereka. Dika yang akan membantu
menjelaskan semuanya pada mama Renna. Itu semua karena bentuk tanggung jawabnya telah yang di sengaja atau tidak ikut terlibat dalam keretakan rumah tangga orang tuanya.
Sesampai di rumah kebetulan mama Renna dan Aldevaro sudah berada di rumah. Mereka menunggu ke datangan Ajeng karena
sudah cukup lama Ajeng pergi dari rumah.
Ajeng yang masuk lebih dulu segera di sambut oleh mama Renna dan Al dengan wajah cemasnya.
“assalamualaikum ma, mas!” sapa
Ajeng dengan senyum yang tak mampu ia tahan.
“Waalaikum salam …, dari mana saja?
Kenapa lama perginya?” Al segera mencercanya dengan berbagai pertanyaan, ia juga segera mengelus perut Ajeng yang masih rata itu.
"Hehhhh!" Ajeng menghela nafas, mencoba memaklumi kekhawatiran suaminya, “Mas jangan khawatir berlebihan, aku perginya juga sama Dika!”
Al mengeryitkan keningnya, “Dika?” ia tidak bisa menemukan Dika di belakang istrinya.
“Iya mas …, bukan cuma Dika aja mas,
sama papa juga!” Ajeng begitu bersemangat mengatakannya.
Al terkejut, “Papa di sini?” sekarang bukan cuma Al yang terkejut tapi mama Renna pun ikut terkejut.
“Itu …!” ajeng menunjuk ke pintu
masuk di ikuti oleh tatapan Al dan mama Renna.
Dan dari pintu itu muncul dua pria beda generasi itu, mama Renna begitu terkejut , sebenarnya ia begitu merindukan pria itu tapi rasa sakitnya sudah menutupi rasa cintanya itu.
“Siang ma, bang! Lihat Dika bawa
papa pulang!” ucap Dika dengan wajah sumringahnya.
“ma …!” sapa papa Adi dengan tatapan sendunya.
Mama Renna tidak juga menyambut papa Adi, ia memilih diam, membuat Al semakin bingung, tidak biasanya mama Renna
bersikap dingin dengan papa Adi, setahunya mereka adalah pasangan romantis.
“Ma …, pa …, sebenarnya ada apa ini?”
tanya Al yang tidak tahu menahu mengenai masalah mereka.
“Biar Dika yang jelaskan semuanya!”
ucap Ajeng dengan sangat yakin, karena ia tahu Dika lah yang paling paham dari
cerita sebelumnya.
Seketika Dika protes, "Kenapa harus aku sih?!"
"Karena kamu yang paling bersalah di sini!" Hal itu membuat Ajeng mendapatkan pelototan dari Dika.
“Ada apa ini, jelaskan Dik!”
perintah Al ingin segera tahu apa yang terjadi. "Dan kamu juga tahu sesuatu, dek? dan tidak mengatakannya sama mas?"
"Maaf mas, Ajeng hanya tidak mau masalah ini berlarut-larut saja!"
Akhirnya Dika pun menjelaskan persis seperti apa yang di ceritakan oleh papa Adi dan mama Siska.
Mendengar cerita dari Dika, mama Renna berubah-ubah ekspresinya, ada marah kasihan menyesal dan marah.
“Jadi papa ketemu sama kak Dito?’
“Iya …, dia menitipkan ini untuk
__ADS_1
mama!” ucap papa sambil menyerahkan sebuah kertas yang terbungkus rapi, dengan
mata berkaca-kaca mama Renna menerima surat itu, papa Adi mengajak mama Renna
untuk duduk di sofa baru membacanya.
Mereka berlima pun duduk, Dika ikut
mendampingi mama Renna sedangkan Al mengajak Ajeng untuk duduk di sofa
terpisah.
Untukmu adikku
Renna
Maafkan aku karena hanya bisa
menemui melalui surat ini, maafkan aku karena terlalui pengecut untuk bisa
menemuimu. Ren …, maaf karena aku pergi tidak berpamitan padamu dan sekarang
aku juga pergi tanpa berpamitan padamu.
Ren … jangan salahkan dirimu karena
kepergian ku, ayah mengusirku bukan karena mu tapi karena kesalahanku sendiri,
kesalahanku karena mencintaimu, aku tahu ini salah tapi hatiku tidak bisa
menahannya, aku terlalu mencintaimu hingga untuk melihatmu bersama dengan yang
lain membuatku sakit …
Aku tidak punya penjelasan apapun
tentang kehidupanku, mungkin aku egois karena menempatkan mereka di sisi lain,
sedangkan tempatku untukmu masih sama hingga saat ini, masih di tempat yang
Jika saja, aku bukan anak angkat dari
keluargamu, andai saja ayah tidak menjadikanku putranya, aku ingin hanya kaulah
di hatiku dan akan ku jadikan kau ratu di rumahku
Hari-hari yang kita lewati tiga
puluh tahun yang lalu, adalah hari terindah dalam hidupku dan akan ku kenang
hingga siapapun tidak akan ada yang bisa menghapusnya dari diriku.
Tetaplah menjadi Renna ku yang manja
dan ceria, walau tidak pantas aku menyebutmu milikku, tapi percayalah hati ini
tetap menjadi milikmu hingga maut memisahkan kita.
Love
you Renna
^^^Dariku^^^
^^^yang selalu menyebutmu dalam doaku^^^
^^^Dito^^^
Sebenarnya papa adi cemburu, tapi
melihat mama Renna menangis, membuat papa Adi mengesampingkan rasa cemburunya,
ia mendekap tubuh mama Renna dalam pelukannya, memeluknya begitu erat, rasa
rindunya begitu dalam hingga ia tidak ingin melepaskannya lagi.
__ADS_1
Sekian lama ia terpisah dari mama
Renna membuat papa Adi seperti mati rasa, dunianya seakan hilang dari pandangan,
tubuhnya tidak terurus, hari-hari tanpa mama Renna membuatnya seperti tubuh tak
bertuan, hampa.
🌷🌷🌷🌷
Setelah semua maslah itu selesai, mereka merayakannya dengan makan malam bersama. Sudah lama sekali mereka tidak melakukan hal hangat sebagai keluarga yang utuh.
Setelah selesai makan malam, Al meminta ijin untuk istirahat lebih dulu, ia begitu khawatir dengan Ajeng karena seharian tidak beristirahat.
"Kami ke kamar dulu ya ma, pa!"
"Iya sayang, istirahatlah .....!"
Kini Al mengajak Ajeng ke kamar, ia
segera meminta Ajeng untuk menselonjorkan kakinya dan memijatnya pelan.
“Mas …, kaki ajeng nggak pa pa!”
“Jangan protes, nanti saat kaki ini
mulai pegal dan aku tidak bisa memijatnya lagi, kau akan tetap mengingatnya
seperti saat ini, saat aku memijat kakimu!”
“Mas Al ini …, memang kalau nanti
perut Ajeng sudah sangat besar, mas nggak mau mijat lagi?”
“Semoga saja Allah memberi
kesempatan itu dan mas bisa memijatnya setiap hari hingga si kecil ini lahir!”
ucap Al sambil mengelus perut Ajeng yang sudah mulai mengeras dengan tonjolan
kecil di sana.
“Kata mama besok bapak sama ibuk ke
sini lo mas, siapa yang jemput mereka!”
“sudah jangan di pikirin nanti mas
sendiri yang jemput!”
“Makasih ya mas, maaf karena Ajeng
nggak bisa bantu apapun untuk persiapan acara empat bulanannya!”
“Jangan khawatir, mama sudah
menyiapkan semuanya, apalagi sekarang sudah ada papa, pasti mereka bakal jadi
partner terbaik!”
‘semoga …., semuanya kembali baik!”
“Amin!”
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
__ADS_1
Happy Reading 🥰🥰😘😘