Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
Kepergok mama


__ADS_3

Hingga tanpa terasa mereka di pasar sudah sampai tengah hari, semua kebutuhan dapur pun sudah berhasil masuk di kantong belanja.


"Sudah selesai mas?" tanya Ajeng.


"Sudah, kau mau sesuatu?" tanya Al.


"Sebenarnya haus sih, ada yang bisa di minum nggak?"


"Kita taruh dulu belanjaannya di mobil, lalu cari minum!"


"Baiklah ...!" mereka pun segera menuju ke mobil mereka, tapi seketika langkahnya terhenti saat tanpa sengaja mata mereka tertuju pada seseorang yang sedang berdiri di samping mobil Al.


“mama .....” Al begitu terkejut, mamanya berada di samping mobilnya.


“tante .....” sapa Ajeng.


“kamu di sini nak, sama ...?” mama Renna berusaha mengingat nama Ajeng, tapi terlihat sekali sangat sulit.


“Ajeng tante ...” Ajeng pun segera menyebutkan namanya.


"Mama tadi nggak sengaja ngeliat mobil kamu, mama kira ini bukan mobil kamu, iseng mama samperin, eh ternyata benar ini mobil kamu!"


"Al belanja ma!"


"Tumben, biasanya kamu nyuruh bibi!"


"Al sering ma, cuma mama saja yang nggak tau!"


"Kok bisa barengan sama Ajeng?" tanya mama Hanna.


“Mama sama siapa ke sini ..?” tanya Al mengalihkan pembicaraan mamanya. Ia tidak mau mama nya sampai salah faham.


“Tuh sama adek kamu ...” mama Renna menunjuk Dika yang sedang merada di depan penjual es krim, sepertinya ia sudah selesai dengan urusannya dengan penjual es krim dan berjalan mendekati mamanya. Sepertinya Dika tidak menyadari ada orang lain di samping mamanya.


“Ini ma es krimnya ...” Dika menyerahkan secup es krim untuk mama Renna, tapi pandangannya tertegun saat melihat Ajeng berada di samping mamanya.


“Ajeng ....”


“bang Al ...” tatapannya kembali tertegun saat melihat abangnya juga berada di sana.


“kalian di sini ..?” tanya Dika begitu penasaran, karena yang ia tahu Ajeng sedang berlibur di kampungnya.

__ADS_1


"Iya, sedari tadi mama tanya belum di jawab!"


“Ajeng sekarang tinggak di rumah Al ..” jawab Al dengan tegas, jawaban Al cukup membuat semua mata menatap padanya termasuk Ajeng.


“Maksud bang Al?” Dika gagal mencerna ucapan abangnya.


“Nanti saja kita bicarakan di rumah, nggak enak di lihat orang, nanti datang ke rumah mama tunggu, ayo Dika kita duluan ...” mama Renna menarik tangan Dika menjauh dari Ajeng dan Al, ia cukup tahu jika kedua putranya menyukai wanita yang sama. Ia tidak mau sampai terjadi pertengkaran.


"Al ....., mama tunggu di rumah, kita makan malam bersama, bawa Ajeng juga!" perintah mamanya, saat ibu negara sudah memerintah seperti itu siapa yang berani menolaknya.


Walau pun berat akhirnya Dika pun pasrah menuruti kemauan mamanya, setelah Renna dan Dika tak terlihat lagi, Al pun segera mengajak Ajeng masuk ke dalam mobil.


"Mas Al ...., aku haus!" ucap Ajeng memelas, ia masih begitu ingat jika Al akan membelikannya minum, tapi karena kejadian tadi Ajeng tidak mau sampai Al melupakannya.


"Cehhhh ...., aku kira apa! Kita beli minum di central Park saja, di sini panas!" ucap Al sambil mulai menjalankan mobilnya meninggalkan pelataran parkir pasar.


Setelah menempuh perjalanan kira-kira sepuluh menit akhirnya mereka sampai juga di central Park. Al segera memarkirkan mobilnya di bahu jalan.


"Ayo turun!" ucap Al.


"Tidak di bukakan dulu pintunya?" tanya Ajeng membuat kening Al berkerut penuh tanya.


"Ya kayak di film-film romantis, cowok pasti akan berlari berputar dan membukakan pintu untuk cewek!"


"Ya mau dong!"


"Jadi pacar aku dulu!"


"Yeeehhh ....!" ucap Ajeng malas, dan segera keluar dari mobil meninggalkan Al yang masih tersenyum menatap gadis itu.


Dia begitu manis, aku akan berjuang untukmu


Al pun segera menyusul Ajeng yang sudah berjalan terlalu jauh, ia tidak mau sampai gadis itu menghilang.


"Jeng .....!" teriak Al. "Tunggu aku ....!"


Setelah berhasil mengejar Ajeng, Al pun segera menarik tangan Ajeng hingga membuat langkah Ajeng terhenti.


"Mau kemana?" tanya Al setelah Ajeng berhenti.


"Cari minum!"

__ADS_1


"Ya udah, mau minum apa?"


"Es cincau segar pasti ya!"


"Baiklah ...., ayo ....!" Al kembali menarik tangan Ajeng menuju ke sebuah kedai yang bertuliskan "Cincau segar Mak Upik"


"Buk es cincau ya dua ya, yang spesial!" ucap Al pada penjual cincau itu.


"Baik mas ....., wah bawa siapa itu?"


"Calon istri!" ucap Al dengan entengnya dan segera mendapat cubitan maut dari gadis yang sedang di gandengnya.


"Augh ...., sakit sayang ...!" ucap Al yang di buat manja. Dan segera mendapat pelototan dari Ajeng.


apa-apaan sih mas Al ini ...., bisa-bisanya dia berbuat seperti itu, nanti kalau ada yang liat di kira beneran


Ajeng pun segera duduk di salah satu kursi plastik yang memang di sediakan untuk pembeli es cincau.


Al pun segera menyusulnya, ia hanya bisa tersenyum gemas melihat Ajeng yang sedang cemberut, menurutnya sangat menggemaskan.


"Ini mas es cincau ya, selamat menikmati!"


"Terimakasih Bu!" ucap Al sambil mengambil dua gelas es cintai dari tangan penjualnya.


Al pun menempelkan gelas yang berisi es itu di pipi Ajeng, membuat Ajeng terkejut.


"Apaan sih mas Al ini!?" ucap Ajeng kesal sambil mengambil gelas itu dan segera meminumnya.


"Biar adem, biar nggak cemberut terus!"


"Abis becandanya keterlaluan sih!"


"Iya deh nggak lagi ....., sudah senyum ....!"


Ajeng pun menampilkan senyum terpaksa ya pada Al, dan seperti biasa Al akan menepuk-nepuk kepala Ajeng seperti anak kucing yang manis dan penurut.


BERSAMBUNG


Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


Tri.ani.5249


__ADS_2